mengisahkan tentang seorang anak yang terusir dari rumah karna menurut sang papa dia adalah anak pembawa sial. Akhirnya suatu saat nanti Teri mengetahui kalau dia bukanlah putri kandung dari papa yang selama ini dia kenal adalah papa kandungnya.
Siapa yang tahu kalau di balik musibah yang dialami Teri akan membawa dia pada kebahagiaan yang sesungguhnya nantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niluh sekar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 06
" jane kita akan di sini selama sebulan ke depan untuk membuka cabang butik kita, dan tolong carikan apartemen untyk kita tinggal!! mungkin kita akan sering bulak-balik paris-korea setelah ini!!
" wah benarkah, baiklah aku akan segera mencarikan apartemen untuk kita tinggal!!
jane segera mencari apartemen di pusat kota yang pas untuk mereka tinggali sementara di korea.
singkat cerita
sebulan sudah mereka tinggal di korea, empat cabang butik telah di buka oleh teri. banyak warga korea bahkan sampai artis-artis korea yang menjadi langganan setianya.
ribuan lembar baju telah terjual dengan nilai perlembarnya yang sangat fantastis.
waktu siang malam di gunakan untuk teri hanya untuk mendesain baju. kerja sama yang terjalin dengan gold entertaiment juga berjalan sangat mulus seperti jalan tol😊
sudah waktunya dia untuk pergi ke indonesia untuk membuka cabangnya lagi di sana. dia juga akan tinggal selama sebulan di sana bersama jane, tapi bukan untuk membalaskan dendamnya pada mantan keluarganya. dia rasa waktunya belum cukup, dan maaih banyak waktu yang lain. teri masih memberikan kesempatan untuk mantan keluarganya berfoya-foya sebelum dia mengambil semua yang memang menjadi haknya.
enam jam lebih berada di dalam pesawat, akhirnya tiba sudah mereka di negara yang banyak memberikan kenangan manis sekaligus pahit bagi teri. langkah kaki teri serasa sangat berat untuk di langkahkan. kenangan pahit sebelum kepergiannya berputar kembali di ingatannya seperti kaset rusak.
ternyata setahun lebih kepergiannya tidak merubah apapun, dia masih butuh banyak waktu untuk memberikan kekuatan pada hatinya.
hati, fikiran dan logikanya ternyata tidak berjalan beriringan. dendam dan cinta seakan sedang berperang mencari posisi terkuat.
satu jam perjalanan mereka sampai di rumah yang teri beli setahun yang lalu. rumah megah dari hasil penjualan pakaian secara online.
mereka beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah selama perjalanan.
pukul tujuh malam mereka makan malam bersama. di rumah itu hanya ada satu art dan satu penjaga rumah, mereka berdua merupakan sepasang suami istri yang di percayakan teri untuk menjaga rumah itu selama dia tinggal di paris.
bik mar baru kali ini dia melihat majikannya, ternyata masih sangat muda dan cantik. walaupun terkenal tidak banyak bicara tapi teri merupakan majikan yang royal. teri biasa berkomunikasi dengan bik mar lewat sambungan telpon, paling teri hanya menanyakan keadaan rumah saja.
setelah selesai makan malam, teri memanggil bik mar dan mang kus untuk ke ruang tamu, ada hal yang harus dia bicarakan.
" bik mar, mang kus perkenalkan saya terisya chan dan ini asiaten saya jane smith. panggil saja saya teri dan ini jane!!
" baik nona"
" jangan terlalu formal bik panggil saja saya teri, selain itu saya memanggil bibik ke sini untuk bertanya, apa ada saudara bibik yang membutuhkan pekerjaan!! kalau ada tolong suruh mereka ke sini!!
" ada non, saya punya anak perempuan yang sekarang baru lulus kuliah tapi belum mendapat kerja!"
" bagus itu bik, kebetulan saya berencana untuk membuka cabang butik saya di sini!! apa masih ada saudara bibik yang lain, kalau masih ada, besok pagi suruh mereka nemuin saya!!
" baik non, bibik akan menghubungi mereka untuk segera ke sini!!
" ok bik segitu saja cukup, kalian boleh beristirahat jangan terlalu lelah, kalau ada cari saudara bibik yang bisa bantu bibik di sini, bibik pasti sangat kelelahan mengurus rumah ini sendiri!!
" terimakasih nona teri, kalau begitu bibik pamit undur diri!"
bik mar sangat senang karena dia mempunyai majikan yang sangat baik, walaupun majikannya sabgat jarabg tersenyum, tapi dari tutur katanya nonanya sangat santun dan menghargai mereka walaupun mereka hanya bawahan di rumah ini.
dsar bodoh