NovelToon NovelToon
Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Contest / Nikahkontrak / Duniahiburan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:99.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Otom

Sejak bapaknya seolah tidak lagi mempedulikannya, dia mulai berpetualang di luar rumah. Dia mencari teman-teman yang bisa mengisi hari-harinya yang kosong.

Hanya Jono, supir keluarga mereka yang masih peduli padanya. Namun kepedulian Jono tidak cukup, dia merasa harus mengenal dunia luar yang tampaknya lebih berwarna.

Akhirnya dia terjerumus ke dunia gelap. Apakah Agni akan berhasil keluar dari kegelapan itu?

Saat dia akhirnya memutuskan untuk menikah dengan seorang Bos Preman dia sudah senang karena tidak lagi harus melayani laki-laki lain, namun ternyata suaminya itu kerap mengabaikannya. Bagaimana akhir kisah cinta Agni? Ikuti terus kisahnya hanya di "Cinta Tak Bertuan".

Visual ada di episode 27 🙏

Selamat membaca!

Follow me on IG: @tomsonsilalahi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mabuk

Setelah menarik nafas panjang dia mulai ceritanya.

“Dulu, aku adalah anak yang ditunggu-tunggu oleh kedua orang tuaku. Aku sangat disayangi oleh papa, apapun yang kuminta, sampai sekarang juga, pasti diberikan. Kakek dan nenekku juga sangat menyayangiku walau entah kenapa aku tidak pernah menyukai mereka. Aku sadar bahwa cinta mereka yang sangat besar padauk itu tulus, aku menyesal sekarang karena tidak bisa mengungkapkan lagi betapa aku bersyukur memiliki mereka.”

Agni untuk beberapa saat terdiam. Elisa melihatnya, menunggu Agni berbicara, tampaknya dia masih belum selesai dengan ceritanya.

“Agni,” Elisa memegang tangan Agni.

Agni tersenyum padanya, ditariknya nafasnya kembali dan mulai berbicara lagi.

“Semoga mereka ada di sisi kanan sang Khalik. Amin,” ditariknya kembali nafasnya sebelum melanjutkan ceritanya.

“Entah mengapa, setelah kakek dan nenek pergi, papa tidak lagi punya waktu untukku, kalau dia pulang ke Jakarta, dia tidak pernah meluangkan waktunya padaku, tidak seperti aku masih kanak-kanak, selalu dibawa dan disuruh memutuskan tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Mama juga tidak lagi punya waktu untukku, tampaknya dia sudah asyik dengan teman-temannya, dengan kegiatan-kegiatan amalnya. Dulu mama punya waktu yang melimpah padaku. Sejak dia memilih untuk aktif kembali dengan Club-nya, dia tidak lagi pernah memperhatikanku, entah apa yang salah denganku sehingga mereka seolah menjauh dariku. Memang semua kebutuhanka dicukupi, aku tidak pernah kekurangan suatu apapun, namun sepertinya mereka lupa jika aku juga butuh kasih sayang dari mereka, harta benda tidaklah cukup membahagiakanku.” Agni menarik nafas kembali, dia melihat kepada Elisa dan teman-teman yang lain yang serius mendengarkan ceritanya.

Elisa tersenyum, tangan Agni semakin erat digenggamnya.

“Untung aku punya sahabat yang baik, aku tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk berterima kasih padanya, atas semua kekonyolan yang telah kami lakukan belakangan ini. Tidak ada yang benar-benar baik yang kami lakukan kecuali apa yang terjadi hari ini. Kami memang bolos hari ini, namun aku jadi lebih mampu bersyukur karena ternyata, apa yang kurasakan tidak sesakit yang anak-anak lain rasakan. Aku…” Agni mulai mengelurakan air matanya.

Elisa merasa bersalah karena telah memaksanya bercerita. Namun dia tahu setelah ini, perasaannya akan lega, maka dia tidak berusaha menghentikan Agni bercerita, dia biarkan Agni mengeluarkan semua unek-unek yang ada di kepalanya.

“Bagaimanapun aku harus bersyukur karena nasibku tidak terlalu buruk dibanding denga napa yang anak-anak lain rasakan. Aku bertemu dengan anak-anak yang bahkan tidak mengenal orang tua mereka. Banyak alasan mengapa mereka tidak mengenal orang tua mereka, setiap orang memiliki kisahnya masing-masing, ada pula yang benar-benar tidak tahu siapa orang tuanya. Melihat wajahnya pun tidak. Maka mulai hari ini, aku berjanji, terutama pada diri sendiri bahwa aku akan selalu bersyukur denga napa yang kumiliki. Terima kasih teman-teman telah menerimaku apa adanya. Terima kasih Elisa!” Agni memandang pada Elisa yang berusaha senyum, mungkin dia sedang berusaha menenangkan hati Agni.

Elisa melepas genggamannya dan mulai bertepuk tangan dan disusul oleh teman-teman lainnya yang sedari tadi terbawa emosi karena cerita Agni.

***

“Kenapa harus cerita itu tadi?” Elisa bertanya pada Agni.

“Loh, kenapa? Tidak bisa ya?” Agni bertanya pada Elisa.

“Bisa saja, nggak apa-apa kok. Tapi biasanya lu kan nggak mau cerita perihal masalahmu kepada orang yang baru saja lu kenal!” Elisa menatap mata Agni.

“Oh, gw sudah menganggap mereka teman juga, gw juga nggka ngerti kenapa gw cerita itu ya tadi?! Udah ah nggak apa-apa, udah terlanjur juga, mau gimana lagi!?” Agni sadar kalau dia terlalu emosional tadi, apalagi setelah mengetahui hati Elisa yang begitu mulia, membantu anak-anak tadi untuk belajar. Walau dia sedikit jengkel karena tidak memberitahukan padanya perihal itu.

“Oh, ya sudah. Kemana nih kita?” Elisa bertanya pada Agni.

“Yuklah ke mana? Lu deh yang bawa gw ke mana aja, terserah, gw percayakan semuanya pada lu!” Agni terpaksa mengatakan itu karena dia tahu Elisa akan ngotot mengajaknya ke tempat yang dia mau.

“Hm, lu belum mau balik nih ke rumah? Serius?” Elisa pura-pura meyakinkan Agni.

“Belum mau pulang, gw bosan harus di kamar terus. Paling juga tidak ada orang di rumah. Aku nggak enak sama om Jono harus terus di rumah juga karena gw di rumah, gw mau dia juga berinteraksi di luar, dengan pacarnya. Tadi aku juga sudah pesankan untuk tidak menjemputku hari ini.” Agni menatap jauh ke depan, entah apa yang ditatapnya di depan sana.

“Kalau begitu kita ke suatu tempat dulu!” Elisa tiba-tiba langsung punya ide setelah tahu jika Agni tidak mau pulang dulu.

“Ke mana?” tanya Agni.

“Ada deh, ikut aja deh!” Elisa meyakinkan Agni.

“Gw udah nebak kalau pertanyaan gw balik atau nggak tadi hanya basa-basi. Dasar!” Agni menyikut Elisa.

“Hehehe,” Elisa cengengesan.

“Bawa aku ke mana pun kamu suka!” Agni tersenyum.

“Sudah seperti sedang dilanda cintah, hahahaha!” Elisa tertawa diikuti ketawa Agni yang renyah.

***

Jam di dinding café itu sudah menunjukkan pukul 8 malam, Agni dan Elisa masih baru memasuki café itu dengan penampilan yang lebih berbeda. Sebelum ke sana, Elisa mengajak Agni ke sebuah toko baju, Elisa menunjukkan bagaimana cara mencuri pakaian di sana pada Agni.

Saat itu sudah ada kelompok band yang tampil di sana. Tampak para pemain musik yang kelihatannya sudah kenal dengan Elisa, mereka memberikan tanda, seperti ingin memberitahukan pada Agni bahwa Elisa adalah orang yang dihargai di sini.

“Lu kenal dengan mereka?” Agni berbisik pada Elisa.

“Iya, kenapa?” Elisa balik bertanya.

“Nggak apa-apa,” Agni menggeleng-gelengkan kepala. Di dalam pikirannya dia memuji Elisa yang mempunyai banyak teman, hidupnya sepertinya sangat bahagia dan merdeka dari semua urusan yang menguras waktu dan tenaga.

“Hmmm, kami sering …” Elisa menghentikan kalimatnya karena ada pelayan yang menyodorkan mereka minuman.

“Gw tahu, kalian sering bertemu di sini, yak an?” Agni menebak-nebak.

“Iya, bener!” Elisa mengiyakan perkataan Agni.

“Apa lagi yang belum gw ketahui tentang dirimu?”

“Hahaha, lucu banget sih, gw tidak harus katakan semuanya pada lu kan?” Elisa mengangkat gelasnya dan menyuruh Agni meneguknya.

“Cheers!” Elisa berkata saat Agni juga kini sudah memegang gelasnya.

Agni tidak tahu apa yang sedang diminumnya, rasanya tidak bisa dideskripsikan dengan mudah olehnya.

“Cheers,” Agni mengatakan sesuatu yang sama pada Elisa. Kemudian keduanya meminum minuma itu dengan sekali teguk.

“Enak kan?” Elisa bertanya pada Agni yang masih bingung dengan rasa yang menempel di lidanya sendiri.

“Hmmm, enak sih tapi…”

“Tapi apa? Nggak usah ragu-ragu loh, ungkapkan semua yang harus lu ungkapkan.”

Agni tidak berniat menjawab Elisa, dia kembali meminum gelas yang tadi sudah kosong dan sudah diisi kembali.

“Tidak, tidak ada tapi!” Agni tidak ingin melanjutkan apa yang akan dikatakannya barusan.

“Tapi memabukkan ya? Hehehe,” Elisa tertawa, dia tahu jika Agni sudah mulai pusing karena minuman itu.

“Iya, hahaha!” Agni ngakak, di dalam hatinya dia bersedih namun yang keluar adalah tawa.

Jangan lupatinggalkan jejak dulu ya❤😉

Jangan lupa tekan favorite, agar dapat notif kalau novelnya sedang up! 🙏

1
KIA Qirana
Oke, Thor
nambah dukungan 👍👍👍
Dhina ♑
Semangat awal, ayo laju terus, Up, Up, Up
Rianty Aksan
Duh... Lama Banget Up nya...
Bang Otom: maaf bgt ya kak, lagi fokus di app lain, segera kalau udah lumayan g hetik lagi, aku ke sini lagi ya kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Desy Nchie
q berharap agni tau ka kshan dy terus di bohongi victor walau dy pnh berkata akan mencintai victor apa adanya tp tidak sprt tu juga ka..
Muliahati Ziliwu
Kasian agni sampai kpn viktor bs menjaga dirinya dan rumah tangganya dari nafsunya
Muliahati Ziliwu
Moga boneka setan segera dibuang oleh mbok ratih heheeee
Rina Wardani
walaupun victor berhasil menghapus video itu diponsel agni,percuma elena masih bisa mengirimkan kembali,lagipula hasil pergulatannya ma elena vicktor menghasilkan janin dirahim elena,mau tidak mau suatu hari nanti victor hrs bertanggung jawab,mungkin dia akan menikahi elena secara diam2,dan jangan lupa siska masih nunggu dirumah bersiap utk memuaskan victor
jadi agni klu boleh saranin sih,bertemulah ma polisi tampan itu siapa tahu dia adalah sandaranmu kelak 😁🤭✌️
Desy Nchie
pokonya q berharap agni tau soal video itu dan kehamilan ellena trs agni pergi jauh deh bwa kedua ank kembr nya
Muliahati Ziliwu
Viktor rupanya da cinta dgn agni moga aja viktor benar2 bertobat
Rianty Aksan
Wow .. Licik Banget Kamu Victor
Desy Nchie
kshan agni selalu saja di bohongi victor
Muliahati Ziliwu
Hah elena baru sadar kalau viktor gila manusia yg ga bs diatur apalg fikendalikan rasakan elena ingin merusak hdp agni dan anak2nya kamu sendiri yg menderita
Muliahati Ziliwu
Mampus elena makan tuh blm tau siapa viktor moga aja elena lgsg keguguran karena dibanting sama viktor trus agni pergi ninggalin viktor dgn mw,bawa kedua anaknya
🌹Rose❤️❤️
banyak kali bintang2nya. Untung aku pintar, makanya tahu apa yang dibintangin itu. 🤣🤣🤣🤣
Bang Otom: wkwkwkwkw
total 1 replies
Yuli Amoorea Mega
agni kabur bawa anak"nya biar victor kapok
Desy Nchie
tp q berharap agni tau soal video itu ka agni pergi dr hotel dan bwa ank nya sblm victor pulang..
Desy Nchie
next ka up nya ko lama
.penasaran bngt
Tami
lanjuut bang
Bang Otom: siaaaap kaka
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
Bang Otom: siap kaka
total 1 replies
Muliahati Ziliwu
Semoga agni sadar dan tau perselingkuhan viktor dan elena ayo agni beri pelajaran pd viktor jgn jd wanita bodoh terus menerus buat viktor benar2 sadar dgn menghilang membawa anakmu jauh dr dirinya kejar kebahagiaanmu dgn pria yg tulus dan setia
Bang Otom: amiiiin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!