Xing Yu, gadis abad ke -21, berusia dua puluh lima tahun, memiliki gelar Pembunuh Medali Emas.
Sikapnya yang dingin, sombong, tidak tahu malu dan kasar, membuat siapapun yang mendengar namanya ketakutan sekaligus kagum.
Sayangnya, Xing Yu meninggal karena tersapu oleh tornado dahsyat yang tiba-tiba muncul saat dia hendak membunuh musuhnya.
Saat membuka matanya, Xing Yu terkejut melihat pakaian kuno compang-camping melekat di tubuhnya. Dia merasakan ada yang salah.
Kemudian dia teringat bahwa sebelumnya dirinya pingsan setelah tersapu oleh tornado.
Pada saat itu, dia mengira hidupnya sudah berakhir. Tanpa diduga, dia benar-benar selamat.
Tidak, lebih tepatnya hanya jiwanya yang selamat!
Apakah takdir sedang mempermainkannya?
Mengapa dia datang ke zaman kuno?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 - Ternyata terlahir kembali ke zaman kuno
'Sstttt'
Saat Xing Yu perlahan sadar kembali, dia mendengar suara mendesis di dekat telinganya, dan merasakan sesuatu merayap di pergelangan tangannya, membuatnya merinding. Meskipun saat ini dia tidak bisa melihatnya, dia yakin sesuatu yang merayap di tangannya adalah seekor ular.
Oh tidak, Tuhan tahu betapa takutnya dia pada ular...
Dia membuka matanya yang terasa sangat berat, tatapannya tajam dan waspada, seperti predator yang siap menerkam dan memberikan pukulan fatal kepada mangsanya, terutama mangsa yang membuatnya terancam.
Bertahun-tahun menjadi pembunuh bayaran telah menanamkan kebiasaan refleks ini padanya, waspada terhadap apapun dan siapapun di sekitarnya.
Benar saja, saat dia membuka matanya, dia melihat seekor ular sepanjang satu meter, sebesar lengan bayi dan berwarna hitam putih, melata di pergelangan tangannya.
Xing Yu langsung merasa mual dan ingin muntah, tetapi dia menahannya, buru-buru membuang ular itu, kemudian segera berdiri karena takut ada ular lain menghampirinya.
Sebelum dia sempat mencaritahu apa yang terjadi, sesosok tiba-tiba muncul di hadapannya, mengejutkannya hingga secara naluriah mundur menjauh.
Sosok itu adalah seorang gadis kurus, mengenakan pakaian sederhana dan kasar, wajahnya terlihat kotor penuh debu, dengan rambut hitam panjang yang sangat berantakan.
Apakah dia seorang pengemis?
Mungkin!
Xing Yu tidak peduli apakah dia seorang pengemis atau bukan, tetapi dia tahu bahwa gadis kurus ini hanyalah roh.
Artinya, dia sudah mati.
Namun, jelas dia enggan pergi, seperti masih terikat sesuatu.
Sementara Xing Yu mengamati gadis itu, gadis itu juga mengamatinya dengan heran, lalu bergumam pada dirinya sendiri, "Aku masih hidup! Tidak, tidak, mayatku yang masih hidup! Jadi, aku ada dua? Tidak, itu tidak benar, aku hanya jiwa sekarang! Apa yang terjadi?"
Xing Yu mengerutkan kening, tidak tahu apa yang dibicarakan gadis itu serta tidak tahu apa yang membuatnya kebingungan.
Benar, Xing Yu masih tidak tahu bahwa jiwanya telah merasuki tubuh orang lain dan di bangkitkan kembali, jadi wajar jika dia tidak mengerti maksud gadis itu.
"Siapa aku? Tunggu, tidak, siapa kau? Tidak, siapa aku dan siapa kau?!" Karena tidak mengerti apa yang terjadi, gadis itu bertanya kepada Xing Yu, tetapi saat bertanya, dia merasa ada yang salah dan kebingungan lagi.
Xing Yu terdiam, memegang dahinya dan mengumpat dalam hati, "Astaga! Darimana roh bodoh ini datang?!"
Segera, dia merasakan ada yang salah.
Bukankah dia tersapu oleh tornado di Gurun Pasir?
Secara logika, dia seharusnya sudah mati, tapi dia sangat sadar sekarang. Terlebih lagi, dia merasakan dinginnya angin, dia juga merasakan tubuhnya sakit-- sensasi yang mustahil dirasakan oleh roh.
Jadi, ini berarti dia belum mati.
Tapi...
Xing Yu melihat sekelilingnya. Pohon-pohon kuno menjulang tinggi, menghalangi sinar matahari-- hutan kuno yang khas, dengan udara dipenuhi bau busuk yang menusuk indra penciuman.
Sebelumnya dia jelas-jelas berada di Gurun Pasir, sekalipun dia masih hidup setelah tersapu oleh tornado, seharusnya dia masih berada di area sekitar Gurun Pasir, tapi... mengapa dia tiba-tiba berada di tempat aneh ini? seolah-olah ruang dan waktu telah bergeser.
Tidak tau apa yang terjadi, Xing Yu berhenti memikirkannya dan mengalihkan pandangannya pada tubuhnya sendiri-- apa yang dilihatnya lebih mengejutkannya daripada saat dia menyadari perubahan situasinya.
Dia tidak mengenakan pakaian kulit berwarna hitam ketatnya, tetapi mengenakan gaun polos bergaya kuno.
Selain itu, rambutnya yang dulunya hitam bergelombang, sekarang walaupun masih hitam, sulit untuk mengatakan apakah rambutnya lurus atau keriting, atau lebih tepatnya seperti gumpalan yang berantakan.
Dan, tangannya terlihat jauh lebih kecil.
Yang terpenting, penampilannya saat ini persis sama dengan gadis roh di hadapannya.
Lalu-- akhirnya dia mengerti mengapa gadis roh itu kebingungan.
Karena, tubuhnya saat ini adalah tubuh fisik gadis roh di hadapannya. Dia telah mati setelah tersapu oleh tornado, lalu jiwa nya merasuki tubuh gadis itu, seperti meminjam tubuhnya untuk dibangkitkan kembali.
Oleh karena itu, di mata gadis roh itu, mayatnya telah hidup kembali dan menjadi dua versi dirinya.
Xing Yu terkejut dengan pemikirannya sendiri, tetapi tidak menganggapnya tidak masuk akal, karena dia sendiri bukan orang biasa.
Namun, pakaian gadis ini adalah pakaian bergaya kuno, ini yang membuatnya bingung.
Mungkinkah dia telah terlahir kembali ke dalam tubuh kuno? maksudnya, ke zaman kuno?
Sebenarnya Xing Yu tidak terlalu khawatir apakah dirinya telah terlahir kembali di tubuh kuno atau zaman kuno, tetapi, karena dia bukan lagi dirinya yang semula, bagaimana dengan Belati Sisik Naga miliknya? Apakah belati itu juga menghilang?
Khawatir, Xing Yu menggunakan pikirannya untuk merasakan keberadaan Belati Sisik Naga. Betapa hebatnya-- dia merasakan belati itu masih ada dalam dirinya.
Adapun alasan mengapa jiwanya merasuki tubuh orang lain, hal pertama yang terlintas di benaknya adalah Cermin Kunlun, karena legenda mengatakan bahwa Cermin Kunlun memiliki kekuatan untuk menentang takdir dan menembus ruang waktu.
Akan tetapi, Belati Sisik Naga masih ada, sementara Cermin Kunlun telah menghilang.
"Hei! Siapa aku dan siapa kau?!" Suara lemah gadis itu menyadarkan Xing Yu dari lamunannya.
Dari pertanyaan gadis roh itu, sepertinya pikirannya masih belum dewasa.
"Kalau begitu, katakan padaku, siapa kau?" Ucap Xing Yu. Sekarang setelah dia mengambil alih tubuh orang lain, dia harus mencari tahu informasi tentang tubuh ini terlebih dahulu.
"Aku Jiang Xingyu, putri Jiang Zhangwei, Marquis Yuanning dari Kerajaan Ling Timur..."
Jiang Xingyu, putri Jiang Zhangwei, Marquis Yuanning dari Kerajaan Ling Timur, berusia empat belas tahun. Identitasnya yang lain adalah Putri Ming, putri tingkat kedua yang dianugrahkan secara pribadi oleh Kaisar. Dia juga bertunangan dengan Pangeran Ketiga, Murong Yuhao.
Karena ibu Jiang Xingyu berasal dari keluarga militer, dia telah berlatih bela diri sejak kecil. Dia juga mahir dalam keterampilan musik, catur, kaligrafi dan melukis. Pada usia delapan tahun, dia sudah menjadi gadis berbakat dengan kemampuan sastra dan bela diri di kalangan keluarga terkemuka di ibu kota.
Karena itu, tunangannya, Pangeran Yuhao, sangat menyukainya.
Namun, empat setengah tahun yang lalu, ketika Jiang Xingyu berusia sepuluh tahun, pemberontakan terjadi di wilayah perbatasan. Kakek dari pihak ibunya, serta pamannya meninggal dalam pertempuran. Setelah mengetahui berita duka ini, ibunya mengalami trauma berat dan jatuh sakit, hingga akhirnya meninggal.
Saat meninggalnya sang ibu, Jiang Xingyu yang sudah terpukul atas kematian kakek dan pamannya, jatuh sakit hingga tak sadarkan diri selama kurang lebih seminggu.
Setelah sembuh dari sakit parahnya, dia yang awalnya merupakan gadis bijaksana, secara tak terduga berubah menjadi gadis yang bodoh, lebih tepatnya dia mengalami gangguan mental.
Karena perubahan inilah, kehidupan bahagianya berakhir dan kehidupan sengsaranya dimulai.
Dia tidak dicintai oleh ayahnya, dianiaya oleh selir, diintimidasi oleh saudara perempuannya, bahkan dipukuli dan dilecehkan secara verbal oleh pelayan.
Jiang Xingyu, seorang gadis kecil yang menjalani kehidupan sengsara bagaikan neraka, tidak pernah sekalipun mengeluh.
Hingga akhirnya kehidupannya berakhir ditangan tunangannya sendiri, dengan cara ditendang dari tebing.
Tentu saja, Jiang Xingyu tidak menceritakan semuanya dengan jelas. Baru setelah dia menceritakan beberapa hal, Xing Yu mengetahuinya lebih detail, seperti ingatan Jiang Xingyu membanjiri pikirannya.
Mungkin itu terjadi karena jiwanya telah menyatu dengan tubuh Jiang Xingyu.
-----Terima kasih sudah membaca-----
kepanjangan cerita.penulisnya TDK rajin update. Hai author klw sibuk didunia nyata mending bikin cerita episode nya dikit aja JD cepat tamat🙏🙏🙏
oh kk. otor yg baik hati plisss jgn kelamaan update nya 😭🙏.
btw kapan keluarga lin musnah ya
mohon izin ya promosi karya di sini..
walau bukn genrenya timetravel....
ketik aj provil ak buat baca ceritanya.
kita sesama author saling mendukung.🙏🙏
makasih