NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.5 — Kolam Penempaan Tulang

Xiao Yun berdiri di tepi kolam hitam sambil menatap permukaannya dengan penuh keraguan. Dari kejauhan kolam itu tampak biasa saja, hanya genangan air gelap yang tersembunyi di sudut lembah kuno. Namun semakin lama ia memperhatikannya, semakin kuat perasaan tidak nyaman yang muncul di dalam hatinya. Kabut putih dingin terus mengepul dari permukaan air seperti napas seekor binatang purba yang sedang tertidur. Batu-batu di sekitar kolam bahkan tertutup lapisan es tipis yang berkilauan di bawah cahaya redup lembah.

Udara di sekitarnya jauh lebih dingin dibanding tempat lain.

Hanya berdiri beberapa langkah dari tepi kolam saja sudah membuat kulit Xiao Yun merinding.

Ia menelan ludah sebelum akhirnya menoleh ke arah Luo Hai.

"Guru..."

"Hm?"

"Ini benar-benar aman?"

Pertanyaan itu keluar dengan hati-hati, seolah ia masih berharap akan mendapatkan jawaban yang menenangkan.

Sayangnya, harapan tersebut langsung hancur.

"Tidak."

Jawaban Luo Hai datang begitu cepat dan begitu tegas hingga Xiao Yun hampir mengira dirinya salah dengar.

"..."

Bocah itu hanya bisa menatap gurunya dengan ekspresi kosong.

Luo Hai sendiri terlihat sangat santai. Ia bahkan sempat mengelus janggutnya sebelum melanjutkan penjelasan.

"Kalau aman, itu namanya mandi."

Senyuman tipis muncul di wajah lelaki tua itu.

"Bukan latihan."

Xiao Yun hampir tersedak.

Entah kenapa, semakin lama mengenal Luo Hai, semakin ia merasa bahwa gurunya memiliki cara berpikir yang sangat berbeda dari manusia normal.

Luo Hai kemudian menunjuk kolam tersebut.

"Kolam itu bernama Kolam Penempaan Tulang. Dahulu digunakan oleh para kultivator kuno untuk memperkuat tubuh mereka sebelum memasuki tahap kultivasi yang lebih tinggi."

Nada suaranya berubah lebih serius.

"Tubuhmu saat ini terlalu lemah. Nadi Kekosongan bukanlah sesuatu yang dapat ditanggung oleh tubuh manusia biasa. Jika fondasi mu tidak cukup kuat, maka sebelum kekuatan itu bangkit sepenuhnya, tubuhmu sendiri akan hancur terlebih dahulu."

Xiao Yun langsung terdiam.

Ia tidak sepenuhnya memahami apa itu Nadi Kekosongan ataupun seberapa hebat kekuatan yang tersegel di dalam dirinya.

Namun ia memahami satu hal.

Luo Hai tidak sedang bercanda.

Perjalanan menuju kekuatan benar-benar akan dimulai hari ini.

"Masuklah."

kata Luo Hai sambil menunjuk ke arah kolam.

Xiao Yun menarik napas panjang.

Kemudian ia melangkah maju.

Saat ujung kakinya menyentuh permukaan air, tubuhnya langsung tersentak.

Rasa dingin yang mengerikan menembus telapak kakinya seperti ribuan jarum es.

"AAAAH!"

Refleks ia langsung menarik kakinya keluar.

Wajahnya berubah pucat.

"Itu bukan air!" teriaknya.

"Itu es cair!"

Luo Hai tertawa kecil.

"Masuk."

"Tapi Guru..."

"Masuk."

"Itu sangat dingin!"

"Masuk."

"..."

Xiao Yun merasa seluruh dunia sedang bersekongkol melawannya.

Pada akhirnya, setelah mengumpulkan keberanian sebanyak mungkin, ia kembali melangkah ke dalam kolam.

Air hitam mencapai pergelangan kaki.

Kemudian lutut.

Pinggang.

Dada.

Dan ketika seluruh tubuhnya akhirnya terendam, rasa dingin yang sebelumnya hanya samar langsung meledak seperti badai di dalam tubuhnya.

"AAAAAAAHHHHH!"

Jeritannya menggema di seluruh lembah.

Sensasi yang dirasakannya tidak lagi bisa disebut dingin.

Rasanya jauh lebih mengerikan.

Seolah setiap tulang dalam tubuhnya sedang diremukkan oleh es yang membeku dari dalam. Otot-ototnya menegang tanpa kendali. Darahnya seperti berhenti mengalir. Bahkan napas terasa sulit ditarik.

Air mata langsung mengalir di wajahnya.

"Guru!" teriaknya dengan suara bergetar.

"Keluarkan aku!"

"Aku benar-benar akan mati!"

Namun Luo Hai hanya berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dada.

Ekspresinya tidak berubah sedikit pun.

"Kau tidak akan mati." katanya tenang.

"Aku pernah melihat seseorang bertahan tiga hari penuh di sana."

Xiao Yun hampir menangis.

"Guru!"

"Aku baru lima tahun!"

"Itu hanya detail kecil."

Mendengar jawaban tersebut, Xiao Yun benar-benar ingin pingsan saat itu juga.

Namun rasa sakit tidak memberinya kesempatan.

Setiap detik yang berlalu terasa seperti penyiksaan.

Tubuhnya gemetar hebat.

Giginya terus beradu.

Bahkan kesadarannya perlahan mulai kabur akibat rasa sakit yang tak pernah berhenti.

Beberapa kali ia hampir menyerah.

Beberapa kali ia ingin memanjat keluar dan melupakan semuanya.

Bukankah ia hanya seorang anak desa biasa.

Mengapa harus mengalami penderitaan seperti ini.

Namun tepat ketika tekadnya mulai goyah, suara Luo Hai kembali terdengar.

"Nak."

Xiao Yun membuka matanya dengan susah payah.

"Jika kau keluar sekarang, maka hidupmu akan kembali seperti sebelumnya."

Nada suara Luo Hai terdengar datar.

"Tidak akan ada perubahan."

Kalimat itu membuat tubuh Xiao Yun sedikit menegang.

Luo Hai melanjutkan.

"Kau akan tetap menjadi anak tanpa Qi."

"Kau akan kembali mendengar ejekan yang sama."

"Kau akan kembali menjadi orang yang tidak mampu melindungi dirinya sendiri."

Kata-kata tersebut menghantam hati Xiao Yun lebih keras daripada rasa dingin kolam.

Bayangan masa lalu langsung bermunculan.

Anak-anak desa yang tertawa.

Orang-orang dewasa yang memandang rendah dirinya.

Perasaan tidak berdaya saat berhadapan dengan Serigala Iblis.

Dan yang paling menyakitkan...

Wajah kakeknya.

Sosok yang selalu percaya padanya ketika seluruh dunia meragukannya.

Xiao Yun menggertakkan gigi.

Tangannya mengepal kuat hingga kukunya menusuk telapak tangan.

"Aku..."

Tubuhnya masih gemetar.

Namun kali ini bukan hanya karena dingin.

"Aku tidak mau menjadi lemah lagi."

Senyum tipis muncul di wajah Luo Hai.

"Kalau begitu bertahanlah."

Xiao Yun menutup mata.

Lalu terus bertahan.

Menit demi menit berlalu.

Tubuhnya terus mencapai batas.

Namun tekadnya tidak runtuh.

Lima belas menit.

Tiga puluh menit.

Satu jam.

Rasa sakit yang semula terasa seperti badai perlahan berubah menjadi sesuatu yang aneh.

Masih menyakitkan.

Namun kini tubuhnya mulai beradaptasi.

Dan tepat pada saat itulah sesuatu yang tidak terduga terjadi.

DUK!

Jantung Xiao Yun berdetak keras.

Lebih keras daripada sebelumnya.

DUK!

Detakan kedua menyusul.

DUK!

Kemudian detakan ketiga.

Jauh di dalam tubuhnya, pusaran hitam yang selama ini tersembunyi akhirnya bergerak.

Awalnya perlahan.

Hampir tidak terlihat.

Namun semakin lama gerakannya semakin cepat.

Energi dingin yang memenuhi Kolam Penempaan Tulang mulai tertarik ke arah tubuh Xiao Yun.

Sedikit demi sedikit.

Kemudian semakin banyak.

Energi tersebut memasuki tubuhnya sebelum menghilang ke dalam pusaran hitam yang berada di pusat dirinya.

Mata Luo Hai langsung membesar.

Untuk pertama kalinya sejak pertemuan mereka, ekspresi tenang sang Dao Master benar-benar runtuh.

"Apa ini..." gumamnya.

Ia dapat merasakan perubahan yang terjadi dengan sangat jelas.

Energi kolam tidak menghilang.

Energi itu sedang diserap.

Dan sumber penyerapannya adalah Xiao Yun.

Simbol pusaran hitam kembali muncul di leher bocah itu.

Cahaya gelap berdenyut perlahan seperti jantung makhluk hidup.

Luo Hai menatap pemandangan tersebut tanpa berkedip.

"Nadi Kekosongan..."

bisiknya.

Bahkan dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, kejadian ini tetap terasa luar biasa.

Semakin banyak energi memasuki tubuh Xiao Yun.

Tulang-tulangnya perlahan ditempa.

Otot-ototnya diperkuat.

Kotoran hitam mulai keluar dari pori-pori kulitnya, membawa berbagai ketidak murnian yang selama ini tersembunyi di dalam tubuh.

Transformasi kecil sedang berlangsung.

Dan itu baru permulaan.

Beberapa jam kemudian, tubuh Xiao Yun akhirnya mencapai batas mutlak.

Kesadarannya mulai menghilang.

Pandangannya menjadi kabur.

Sebelum akhirnya seluruh dunia berubah gelap.

Tubuh kecilnya jatuh ke dalam kolam.

Untungnya, Luo Hai segera menggunakan energi jiwanya untuk mengangkat sang murid ke tepi kolam.

Xiao Yun terbaring tidak bergerak.

Wajahnya pucat.

Namun napasnya tetap stabil.

Luo Hai mengangguk puas.

"Untuk latihan pertama, hasil ini jauh lebih baik daripada yang kuharapkan."

Setelah memastikan kondisi muridnya aman, Luo Hai mulai memeriksa perubahan yang terjadi di dalam tubuh Xiao Yun.

Pada awalnya semuanya tampak normal.

Tulang lebih kuat.

Darah lebih murni.

Fondasi tubuh meningkat secara signifikan.

Namun ketika ia memeriksa lebih dalam menuju pusat Nadi Kekosongan, ekspresinya perlahan berubah.

Ada sesuatu di sana.

Sesuatu yang sebelumnya tidak terlihat.

Jauh di kedalaman pusaran hitam yang seolah tidak memiliki dasar, terdapat sebuah segel kuno yang luar biasa besar.

Rantai-rantai hitam raksasa melilit di sekelilingnya.

Masing-masing dipenuhi simbol kuno yang bahkan tidak dikenali oleh Luo Hai.

Padahal selama hidupnya, ia telah mempelajari hampir seluruh catatan kuno yang ada di Benua Tianxu.

Namun simbol-simbol ini benar-benar asing.

Semakin lama ia mengamatinya, semakin besar rasa terkejut yang muncul.

Bahkan untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun...

Ia merasakan sesuatu yang hampir menyerupai ketakutan.

Karena rahasia yang tersembunyi di dalam tubuh Xiao Yun tampaknya jauh lebih besar daripada sekadar Nadi Kekosongan.

Dan jika dugaan itu benar...

Maka masa depan bocah ini mungkin akan mengguncang seluruh Benua Tianxu.

Ketika Xiao Yun akhirnya terbangun beberapa jam kemudian, ia sama sekali tidak mengetahui apa yang baru saja ditemukan gurunya.

Yang ia rasakan hanyalah tubuh yang sakit luar biasa.

Namun di balik rasa sakit tersebut, ada sesuatu yang berbeda.

Sesuatu yang belum pernah ia rasakan sepanjang hidupnya.

Kekuatan.

Kekuatan yang perlahan mulai terbangun di dalam dirinya.

...BERSAMBUNG...

1
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
ujian nya adalah pilihan
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
sama kek berapa waktu kah ini?
𝐇⃟⃝ᵧꕥ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Jejak
𝐀⃝🥀ᴀʟᴇᴀˢ⍣⃟ₛ
gmn nasibmu stelah ini Xiao Yun ,ngeri juga ya masuk ke lembah iblis
☠️⃝✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᎪℓ☘𝓡𝓳
aku kasih vote ya kk, semangat berkarya kk
☠️⃝ вͬяͦσᷤηᷠιͣк🏀zc❖
best
THE GIRL COOL😑
cerita panjang banget jirrr😭
Ney
aku hadir
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: makasih 🙏🏻
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ🏡⃟ªʸѕ⍣⃝
jejak jejak...
Yun ada kaitannya sama tokoh sblm nya nggak sih?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: gak ada
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!