NovelToon NovelToon
Penyihir X Regresi

Penyihir X Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Dunia Lain / Sihir
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: A Giraldin

Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.

Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.

Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.

Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1.5: Kehidupan Menyebalkan

Rei-san atau restoran tempat pegawai okonomiyaki langgananku adalah tempat di mana ibu menurunkanku.

Dia pergi dengan sangat lemas. “Hideki sayang, maafkan ibu! Ibu... Tidak boleh membiarkanmu bernasib sama sepertiku. Semoga kehidupanmu akan sangat menyenangkan kedepannya!”

Itu adalah kata-kata terakhirnya dan setelah itu aku tidak pernah mendengar lagi suaranya.

“Kisah hidupku benar-benar singkat ya! Lalu... Apakah Rei-san setua itu? Tentu saja.”

Rei-san... Usianya 28 tahun lebih tua dariku lho! Dia selalu terlihat masih muda dan dirinya menurutku benar-benar seperti sosok ayahku sesungguhnya.

Aku sepertinya sangat membenci ayah kandungku. Entah perbuatannya baik atau buruk, namun karena ibu sampai kehilangan arah, kematian sangat ku harapkan terjadi padanya.

Kalau bisa, setelah meninggalkan dunia ini, segala macam siksaan menimpanya tanpa henti. Hehehe! Harapanku pasti akan terkabul bukan? Harusnya.

Semoga saja benar dan... Kayaknya aku orang yang jahat sekali ya! Dari kedengarannya...

Hehehe, begitulah aku. Pikiranku masih kekanak-kanakan dan... Kelanjutan dari cerita itu agak lupa lagi sih.

Sekarang, waktunya aku bercerita masa-masa sekolahku. Di mulai dari SD dulu kayaknya.

Aku dulu pernah bilang bukan! Nilai ulanganku selalu nol! Hahaha, itu benar apa adanya.

Dan... Di waktu SD itu, diriku punya dua teman laki-laki baik hati. “Hideki-kun, lagi ngapain?”

“Aku sedang mengerjakan pr kemarin. Lupa belum ku kerjakan, hahaha.”

“Kau salah menjawab lho!”

Yang bertanya itu laki-laki dengan tatapan mata seperti singa, dan yang memberitahu bahwa jawabanku salah...

Laki-laki keren yang disukai banyak perempuan atau Hondou-kun. Dia benar-benar tampan lho! Yaa... Aku senang sekali bisa berteman dengannya.

Begitupun dengan satunya lagi, hahaha. “Lima ditambah satu hasilnya tujuh. Tidak salah kan?”

“Hahaha, pantas saja nilai ulanganmu selalu nol, Hideki-kun!”

“Berisik Hondou-kun!”

Setelah itu, Yang satunya lagi... A-aku lupa belum memberitahu namanya. Kousuke-san.

Kurang lebih, dirinya menepuk bahuku dan menyemangatiku. “Tenang saja, Hideki-kun! Aku sendiri tidak jago dalam urusan matematika. Hondou dari dulu memang aneh lho! Nilainya sempurna terus. Sejak TK! Sekarang... Kita bentar lagi mau kelas 2 SD ya!”

“Kau benar sekali Kousuke-san! Waktu itu benar-benar tidak terasa ya! Berlalu dengan sangat cepat, hahaha.”

“Namanya juga dunia. Bumi berputar setiap harinya dan hari demi hari terus berganti hingga pada akhirnya akan hancur. Sebelum itu, semoga saja kita semua bisa mencapai keinginan masing-masing sebelum kematian.”

Hondou-kun dari dulu memang selalu serius dan bisa bercanda juga. Dia benar-benar cocok menjadi cowok yang disukai banyak perempuan.

“Kau benar sekali, Hondou-kun. Lalu... Jawaban yang benar apa?”

“Enam.”

“Terimakasih atas infomasinya! Tapi tenang saja, takkan ku ubah, karena nilai nol jika digabungkan akan menghasilkan tak terbatas.”

Mereka menatapku kagum sekaligus sedih. “Anak ini benar-benar yaa...!”

Y-ya... Kurang lebih seperti itulah waktu SD. Bagaimana dengan SMP? Kelas 6 SD, kami bertiga berpisah.

Lalu, kami bertiga sempat berjanji sebelum seminggu kemudian berlalu.

“Aku akan menjadi Astronot yang pertama kali turun di bulan sesungguhnya!”

Itu adalah impian dari Kousuke-san. Impiannya menurutku sangat bagus dan menurutku dia pasti bisa mencapainya.

“Tidak perlu jauh-jauh aja deh! Hanya ingin... Menjadi seorang Pilot.”

Hahaha, impian yang keren juga! Seperti yang ku harapkan dari Hondou-kun. Lalu... Terakhir aku.

Aku menjawab: “Yang penting bahagia. Itu sudah lebih dari cukup untukku, hahaha.”

Setelah itu, kami saling tertawa bareng dan meletakkan tangan kanan masing-masing di tengah-tengah tubuh melingkar kami semua.

Lalu... Kejadian apa yang terjadi seminggu kemudian pada kami? Lebih tepatnya pada keduanya.

Satu kata saja: Mati.

Saat itu... Aku merasa diriku benar-benar orang yang sangat jahat. Tidak mengungjungi pemakaman mereka, memberi penghormatan terakhir, dan lain sebagainya.

Aku benar-benar jahat sekali ya! Yaa... Di saat-saat setelah aku mendengar kabar kematian keduanya, diriku banyak sekali menyakiti diri sendiri.

Sampai-sampai... Tubuhku penuh bekas luka buatan dari pisau yang sama yang digunakan ibu untuk menusuk jantung ayah.

Model yang sama maksudku. Dan... Hal tersebut, membuat perut dan punggungku penuh bekas luka permanen.

Tidak akan pernah bisa hilang dan semuanya berbentuk silang. Silang atau huruf ‘X’ bisa ku artikan bahwa diriku merupakan seorang penjahat.

Bagaimana dengan kejadian SMP? Itu terjadi waktu kelas 8. Aku pernah menyebutkan bahwa diriku adalah seorang ‘Chuunibyou’ kan?

Jadi... Saat aku sedang duduk santai, salah satu murid di kelasku nggak sengaja menyenggol kursiku. Hal tersebut membuat kursi dan tubuhku goyang hingga terjatuh keduanya secara serempak.

“Uwaa! Ma-maafkan aku! A-apakah kau baik-baik saj__”

Belum selesai dia mengkhawatirkan diriku dan mau membantuku dengan menjulurkan tangannya, aku langsung jadi sok keren. Rambutku ku dorong ke belakang dan dengan gaya aneh berbicara:

“Kekekek! Ini tidak ada apa-apanya daripada kutukan naga di dunia tempat tinggalku berasal. Dan juga cepatlah pergi nak! Kutukannya...” aku menatapnya kejam. “Bisa menjalar ke paru-parumu lho!”

Dia jadi ketakutan dan langsung lari menjauhiku. “UWAA!! MA-Maafkan akUUUU!!!”

Su-suaranya putus-putus? Ahaha, kurang lebih memang seperti itu. “Takeuchi berulah lagi lho!”

“Kasihan sekali ya! Cowok populer itu pasti akan mengadu pada kakak perempuannya yang seorang osis.”

“Fufufu, untuk pertama kalinya kayaknya aku bahagia jika dia benar-benar melaporkan semuanya pada kakaknya. Takeuchi sia*an itu menyebalkan soalnya.”

“Perkataan yang hebat! Aku juga sependapat denganmu.”

“Iyakan!?”

...Yaa... Begitulah kurang lebih diriku saat menjadi seorang chuunibyou. Hahaha, benar-benar bisa disebut bernasib buruk ya!

Aku sendiri tidak terlalu mempermasalahkannya waktu itu. Dan peran ini terus ku lanjutkan pastinya.

Dan, sekarang tiba di masa SMA ku. Sebuah masa yang cukup kompleks dan banyak sekali kejadian aneh menimpaku.

Dimulai dari sebuah kasus saat aku kelas 1 SMA. Ada tiga kasus dan yang pertama bakal ku mulai dengan... Pencurian.

Kejadiannya adalah waktu pelajaran olahraga. “Takeuchi lagi sakit? Hahaha, baiklah. Bapak takkan memaksamu. Kalau begitu, istirahatlah di kelas dan jagalah barang-barang siswa-siswi di sini oke! Jangan sampai ada pencurinya mengerti!”

“Aku mengerti Pak!” diriku hormat padanya dan dia sangat senang akan hal itu.

Di SMA ini, aku cukup disenangi dan kejadian memalukan waktu kelas 8 SMP hanya begitu saja.

Berubah karena apa? Situasi mengharuskanku berubah menjadi lebih baik dari hal tersebut.

Intinya... Jangan lagi menjadi seorang chuunibyou. Dan... Di kelas ini bukan hanya ada aku.

Takeuchi Hideki sedang bersama seorang perempuan yang duduk di bangku tengah paling depan.

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉




Saling support sabi kali ya😉
Ankani: 👍. Makasih udah mampir kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!