NovelToon NovelToon
Kami Lahir Tanpa Namamu

Kami Lahir Tanpa Namamu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:153k
Nilai: 5
Nama Author: Nurizatul Hasana

Satu malam.
Tanpa rencana.
Tanpa nama.
Tanpa masa depan.
Aluna tidak pernah berniat masuk ke dalam hidup pria itu. Ia hanya menggantikan sahabatnya yang sakit, mengenakan seragam hotel, dan berharap bisa pulang dengan selamat. Namun di balik pintu kamar hotel mewah, ia terjebak dalam situasi berbahaya—tarikan paksa, ketakutan, dan batas yang nyaris hancur.
Malam itu bukan tentang cinta.
Bukan tentang rayuan.
Melainkan tentang dua orang asing yang sama-sama terperangkap dalam keadaan salah.
Aluna melawan. Menolak. Tak pasrah.
Namun ketika segalanya berhenti di titik abu-abu, sebuah keputusan keliru tetap tercipta—dan meninggalkan luka yang tak langsung terlihat.
Ia pergi tanpa menoleh.
Tanpa tahu nama pria itu.
Tanpa ingin mengingat malam yang hampir menghancurkan dirinya.
Lima tahun kemudian, Aluna telah menjadi wanita tangguh—cantik, elegan, dan berdiri di atas kakinya sendiri. Ia membesarkan tiga anak kembar dengan kelebihan luar biasa, tanpa sosok ayah, tanpa cerita masa lalu. Bersa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurizatul Hasana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 : Kota Kecil Rahasia Besar

Enam bulan kemudian.

Kota kecil itu tidak ramai, tapi cukup hidup.

Tidak ada gedung pencakar langit. Tidak ada lampu kota yang menyilaukan. Hanya deretan ruko sederhana, pasar tradisional, dan aroma pagi yang bercampur antara kopi dan hujan semalam.

Aruna berdiri di depan cermin kecil yang digantung miring di dinding kontrakan barunya.

Perutnya sudah terlihat.

Tidak besar, tapi cukup jelas.

Tangannya mengusap perlahan dengan tatapan yang berbeda dari beberapa bulan lalu.

Bukan takut lagi.

Sekarang lebih ke… siap.

“Anak Ibu kuat ya,” bisiknya pelan.

Dari luar kamar terdengar suara Mira berteriak, “Ra! Rotinya gosong lagi kalau lo ngelamun!”

Aruna terkekeh kecil.

Ia keluar kamar dengan langkah hati-hati.

Dapur kontrakan itu sempit, hanya cukup untuk satu kompor, satu oven kecil bekas, dan meja kayu yang sudah mulai retak di bagian pinggir.

Tapi di tempat itulah mimpi mereka mulai tumbuh.

“Aroma gosong itu ciri khas,” Mira membela diri sambil mengipasi oven.

Aruna memutar bola mata. “Ciri khas bangkrut.”

Mira nyengir. “Lo yang hamil, lo yang sensitif.”

Aruna mengambil loyang dengan cekatan. “Justru karena gue hamil, kita nggak boleh gagal.”

Kalimat itu tidak diucapkan dengan tekanan.

Tapi dengan tekad.

---

Awalnya mereka hanya menerima pesanan kecil-kecilan.

Kue ulang tahun rumahan.

Donat untuk arisan ibu-ibu.

Cupcake untuk acara TK.

Uang yang masuk tidak banyak. Tapi cukup untuk makan, bayar kontrakan, dan sedikit tabungan.

Dan setiap malam, setelah semua pesanan selesai, Mira akan duduk bersandar di dinding.

“Lo pernah kepikiran buat kasih tahu dia?” tanyanya suatu malam.

Aruna yang sedang mencatat pengeluaran menggeleng pelan.

“Enggak.”

“Kenapa?”

Aruna berhenti menulis.

“Karena gue nggak mau anak gue tumbuh sebagai ‘tanggung jawab’.”

Mira diam.

“Kalau suatu hari nanti dia tahu?” lanjut Mira.

Aruna menatap perutnya yang makin membulat.

“Kalau takdir mau mempertemukan, pasti ada jalannya.”

Ia tidak sadar bahwa di kota besar—

Seseorang mulai kehilangan kesabarannya.

---

Arka duduk di ruang rapat dengan wajah datar, tapi pikirannya tidak ada di sana.

Presentasi berjalan.

Angka-angka naik turun.

Investor berbicara.

Tapi sesekali bayangan perempuan itu muncul begitu saja.

Dan sekarang sudah hampir enam bulan.

Tanpa kabar.

Tanpa jejak.

“Pak Arka?” suara salah satu direksi memanggilnya.

Ia tersadar.

“Lanjutkan,” jawabnya singkat.

Rapat selesai lebih cepat dari biasanya.

Begitu semua orang keluar, Dimas mendekat.

“Kami menemukan satu informasi kecil, Pak.”

Arka menoleh.

“Rekening gaji Aluna terakhir dipakai di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Setelah itu tidak ada transaksi besar lagi. Hanya belanja bahan makanan dan peralatan dapur.”

Dapur.

Kata itu terasa aneh.

Arka mengingat samar—malam itu, sebelum semuanya kabur dalam emosi, ia sempat mendengar Aluna berkata sesuatu tentang ingin punya toko kue.

Hal kecil yang seharusnya tak penting.

Tapi kini terasa seperti petunjuk.

“Kota mana?” tanya Arka tenang.

Dimas menyebutkan namanya.

Arka berdiri.

“Siapkan jadwal kosong minggu depan.”

“Pak mau ke sana sendiri?”

Arka mengangguk.

Untuk pertama kalinya sejak lama, ia melakukan sesuatu bukan demi bisnis.

Tapi demi seseorang.

---

Sementara itu, di kota kecil—

Hujan turun sore itu.

Aruna berdiri di depan etalase kecil yang baru saja mereka pasang.

Tulisan sederhana tertera di kaca:

“Kembarasa – Homemade Bakery”

Mira berdiri di sampingnya sambil membawa payung bocor.

“Nama yang aneh,” komentarnya.

Aruna tersenyum kecil.

“Kalau suatu hari nanti anak gue kembar, cocok kan?”

Mira tertawa. “Lo udah ngerasa bakal lebih dari satu?”

Aruna hanya tersenyum misterius.

Ia tidak tahu.

Tapi entah kenapa, sejak awal ia merasa hidupnya tak akan sederhana.

Dan di dalam rahimnya—

Tiga detak kecil berdetak bersamaan.

Belum terdeteksi siapa pun.

Belum diketahui siapa pun.

Termasuk pria yang kini sedang bersiap menuju kota yang sama.

Takdir mulai bergerak perlahan.

Dan ketika dua dunia yang berbeda itu kembali bersentuhan—

Tak hanya satu rahasia yang akan terungkap.

Tapi tiga.

1
Rani Aqillah Zalianti
mira apa maya
Omah Tien
maaf làin kali nama jg mirim pusing hafal nya
Tri Septi
dimanapun, pasti ada orang uang julid dan sirik
Tri Septi
👏👏👏semangat Thor💪❤️❤️
Tri Septi
keluarga alveros seperti apa ya.....bisa menerima orang biasa tidak, itu yg menjadikan ketakutan Aruna. semangat kakak author semoga Aruna bukan gadis biasa 🤣🤣
Namira Puja Najya
lah bukannya Aluna ga tau siapa yg memperkosa dia 😄😄
yudi yudistira
tau buat pusing aja kasih nama yg benar dong
Karyati Sihombing
betul, sekali, pertama Aluna dan Aruna, sekarang Aruna dan mira
Kasoon A20
thor...thor...jgn bagi kami blur tentang watak ii dlm cite ni thor....pusing deh...mne 1 aruna ka aluna ka n mira siapa ya....
Rumi Yati
tlng diperhatikan nama2 tokohnya ya thor
Vita Vita
INILAH KEHIDUPAN ADA PRO & KONTRA & ADA YG SIRIK DENGKI.JLNI AJA SPRTI AIR YG MENGALIR SMUA SDH ADA YG NGATUR.BETUL GK THOR 👍🤣
Vita Vita
KNP ARKA TAKUT GK NYAMPERI ANAK2NYA HAKMU ARKA !!! NIKAIH MBOKNYA BIAR ADA TANGGUNG JWB.KL ALUN NOLAK PAKSA AJA. MBOKNYA ITU GK MIKIR NASIB ANAK2NYA TANPA BPK .MUAK JUGA LAMA2 SM MBOKNYA 🤮🤮🤮
Vitaa Vitaamelia: capslock nya matiin napa🙄, gitu amat
total 1 replies
Vita Vita
KL AQ UDH LNJUT BC YA TERUSIN AJA WALAU BINGUNG KEPALA AMPE NYUT2 THOOOR THOOOOOOR KMBAR 3 JNG PIKUUUUUM.....😂😂😂😂😂😂😂🤣
Vita Vita
THOOOR THOOOOOOR.....😭😭😭🤣😂🤣👍
Vita Vita
ALUNA PSTI MARAH,BENCI,SEDIIIH DIRENGGUT DNG PAKSA BGMN KL SMPAI HAMIL.APA MAU TANGGUNG JWB SM ORANG MISKIN ???
Vita Vita
BACA AJA AUTHORNYA LAGI MIGREN 🤣🤣🤣
Vita Vita
NOVEL INI KL LNJUT SMPAI TAMAT AQ AKAN BACA THOR KL GK ADA LNJUTANYA BUAT APA BUANG2 WKTU AJA.TLG BLS THOR....!!!!
Leha Rahman
bukannya lahir di BIDAN 🤭🤭🤭
yudi yudistira: emang dari awal GX jelas
total 1 replies
Leha Rahman
/Doubt//Doubt//Doubt/
Leha Rahman
dari awal cerita sdh gk jelas dan gk konsisten. bacanya jdi bingung.
halooooo thor... sebelum di up coba dibaca lgi.
Dyg Amira Qaisyah: dari awl kata 3 kembar trus 2 ada d sebut gmna nulis tdk fhm thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!