NovelToon NovelToon
Aku Memilih Pergi

Aku Memilih Pergi

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:275.6k
Nilai: 5
Nama Author: Intar

Berawal dari kejadian beberapa tahun lalu, Intan bertekad untuk menjadi seorang pengacara agar dapat membela hak-hak orang tuanya.

Gayung pun bersambut, seorang pengacara terkenal yang dikenalnya 1 tahun lalu menawarkan dirinya untuk menjadi sekretarisnya.



Intanpun menerima tawaran itu dan bekerja di sana. Seiring berjalannya waktu, akhirnya merekapun menjalin hubungan. Hubungan mereka terlihat sangat bahagia hingga akhirnya Intan mengetahui bahwa Pak Hendra sudah mempunyai istri dan anak.

Bagaimana kisah selanjutnya? Silahkan di baca dalam novel "Aku memilih pergi"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 5- Tiba di tempat baru

Sepuluh menit lagi pesawat akan segera mendarat. Intan melihat ke arah jam tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul 21.30 wib. Intan pun menggunakan kembali sabuk pengamannya dan mengatur posisinya.

Setelah pesawat berhasil mendarat, Intan segera menuju ke ruang bagasi untuk mengambil kopernya. Setelah itu, Intan menelpon supir yang akan menjemputnya. Satu hari sebelum berangkat Pak Hendra sudah memberikan nomor ponsel supir yang akan menjemputnya.

Tak selang beberapa lama, sebuah mobil warna hitam berhenti tepat di hadapannya dan seorang lelaki paruh baya keluar dan menghampirinya.

"Selamat malam, Non Intan. Saya Pak Ilyas supir yang dikirim Pak Hendra untuk menjemput Non Intan," ucap lelaki itu.

"Oh iya pak. Panggil saja saya Intan," balas Intan agak sedikit risih.

"Baik Neng Intan," balas sang supir.

Sang supir pun segera mengambil kopernya Intan dan memasukkannya ke dalam bagasi. Dalam sekejap, mobil pun melaju meninggalkan bandara. Jalanan masih ramai meskipun waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam. Di tengah perjalanan, Intan mengambil ponselnya dan bermaksud mengabari orang tuanya. Namun, niat itu dia urungkan karena waktu sudah larut dan mereka pasti sudah tidur. Terpikir juga untuk menghubungi Dina, namun Intan membatalkan niatnya karena mungkin juga Dina sudah tidur. Akhirnya Intan merebahkan kepalanya di kursi, karena kecapean Intan pun tertidur. Namun, tak berapa lama, dia kaget karena di bangunkan oleh sang supir.

" Non Intan. Eh Neng Intan maksudnya. Kita sudah sampai," ucap sang supir memberitahu.

Intan mengucek matanya. Sesekali ia menguap karena kantuknya masih belum habis. Setelah beberapa saat ia mulai sadar..

"Iya pak." jawab Intan.

Intan memperhatikan sekitar rumah itu. Ternyata dia sedang berada di sebuah kawasan perumahan elit. Mereka berhenti di depan sebuah rumah yang tak terlalu besar namun tampak mewah. Rumah itu bercat abu-abu dengan halaman yang cukup luas. Di kiri kanan sepanjang jalan masuk terdapat pohon yang berjejer-jejer.

"Mari neng, saya antar ke dalam," suara sang supir mengagetkan Intan.

"Oh iya pak," sahut Intan

Pak Ilyas pun berjalan hingga ke depan pintu. Intan mengikutinya dari belakang. Setelah di depan pintu, sang sopir pun menekan tombol bel. Dan tak lama kemudian, seorang wanita yang berumur sekitar lima puluhan muncul dengan mata yang terlihat masih mengantuk. Memang sekarang sudah waktunya untuk istirahat karena waktu sudah menunjukan pukul hampir setengah dua belas malam.

"Neng Intan. Ini bi Ani, art di sini. Dia yang akan mengurus segala keperluan neng disini. Kalau ada yang Neng Intan butuhkan, beritahukan saja pada bi Ani," ucap sang sopir menjelaskan kepada Intan.

"Iya pak. terima kasih," balas Intan.

"Sama-sama neng Intan. Itu sudah jadi tugas saya," balas sang supir lagi.

Intan merasa pelayanan yang diberikan oleh Pak Hendra padanya terlalu berlebihan. Belum juga dia bekerja. Intan merasa tidak enak, takut kalau nanti dia tidak bisa bekerja secara maksimal dan memberikan yang terbaik.

"Mari non. Saya tunjukan kamarnya," ajak Bi Ani sambil mengambil koper yang dibawa Intan.

"Panggil saja Intan bi, dan kopernya biar saya saja yang bawa," balas Intan.

Intan merasa agak sedikit risih dengan panggilan non. Karena biasanya di kampung, dia di panggil neng. Dan non itu panggilan untuk majikan yang masih muda. Karena dia merasa hanya sebagai tamu, sehingga dia menolak untuk di panggil dgn sebutan itu.

"Baik Neng," ucap Bi Ani.

Mereka Pun menuju ke kamar yang berada di lantai atas. Sebelum menuju ke atas, mereka melewati sebuah ruang tamu. Di situ terdapat sofa berwarna coklat dan sebuah meja kaca. Diatasnya, ada sebuah vas kecil cantik dan terdapat bunga di atasnya. Di dinding terdapat dua buah pajangan. Yang satu bergambar seseorang sedang menaiki kuda dan satunya lagi bergambar pohon dengan akar yang kuat. Tak ada satupun gambar atau foto keluarga yang terpajang disitu.

Rumah itu mempunyai dua lantai dengan tiga kamar tidur. Dua kamar berada di lantai atas dan satu yang lainnya berada di lantai bawah. Di dekat tangga sebelah kanan lantai atas, terdapat sebuah lukisan yang berukuran agak besar bergambar sebuah garis-garis yang saling bertemu. Intan tidak tahu itu gambar apa tapi kalau diperhatikan sekilas, seperti dua orang yang saling berpelukan.

Di sisi kiri tangga terdapat pohon palem berukuran sedang. Di depan tangga ujung ruangan hanya terdapat sebuah meja dan kursi. Berbelok ke arah kanan tangga terdapat sebuah ruangan yang lumayan luas dengan dinding kaca yang langsung terlihat pemandangan dengan halaman luas dan tanaman hijau. Disitu juga terdapat sebuah sofa berwarna putih dan sebuah lampu yang berwarna senada serta sebuah tanaman palem di ujung kiri pojok ruangan. Ruangan ini memberi kesan minimalis namun elegan.

Di sisi kiri dan kanan terdapat kamar yang saling berhadapan. Kamar Pak Hendra berada disisi kiri. Ruangan itu berukuran sangat luas. Lalu bi Ani pun membuka pintu kamar yang berada di sebelah kanan dan mempersilahkan Intan untuk masuk.

"Neng Intan, Kamarnya Neng Intan di sini. Mari! Silahkan masuk!" ajak Bi Ani sambil mempersilahkan Intan masuk.

Kamar itu sangat luas. Mungkin tiga kali lipat besarnya dari kamar Intan yang berada di kampung. Di kamar itu terdapat sebuah tempat tidur yang lumayan besar, sebuah lemari pakaian, serta sebuah meja dan kursi. Di dalam kamar itu juga terdapat kamar mandi dan jendela yang agak besar dengan pemandangan tanaman hijau.

"Nanti kalau ada yang neng Intan butuhkan, panggil saja bibi yaa," ucap Bi Ani.

"Iya bi. Terima kasih," balas Intan.

Setelah bi Ani berlalu, Intan segera membersihkan diri tanpa memperdulikan barang2nya yang masih berserakan di lantai.

Setelah membersihkan diri Intan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk dan nyaman. Hingga tak sadar dia pun tertidur dengan handuk masih melekat di tubuhnya. Intan terlihat sangat kelelahan karena seharian ini dia baru saja menempuh perjalanan yang panjang.

1
Yulia Wati
aku kok jdi jngkl k s intan ya htinya yg terlalu lemah tinggalin dulu Napa
Yulia Wati
intan htinya terlalu lemah dgombl8nbdkit aza udah seneng dasar bucin
Yulia Wati
mksdnya Hendra udah nikah Fong hadeh 🤦‍♀️🤦‍♀️gmna sana intan
Yunerty Blessa
singkat tapi mantap..aku sangat³ suka sekali dengan alur cerita nya..😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya cerita nya pun selesai..singkat,padat dan memang the best..
terbaik kak thor 🥰🥰
mantap.
Yunerty Blessa
Intan pun bodoh.. tunggu dulu dari Hendra baru buat keputusan..
Yunerty Blessa
pasti terbongkar juga kebusukan mu Susan
Yunerty Blessa
jahat sekali kau Susan.. pasti ada balasan nya
Yunerty Blessa
asyik deh..
Yunerty Blessa
moga saja Hendra dan Susan cepat bercerai dan bersatu dengan Intan
Yunerty Blessa
pindah rumah saja Hendra.. Susan sudah tau,,bisa bahaya
Yunerty Blessa
ketemu lagi..
Yunerty Blessa
rasakan Hendra.. itulah akibatnya karna kau tak jujur
Yunerty Blessa
Hendra bodoh betul³ bodoh.. jujur saja pada Intan..
Yunerty Blessa
Hendra pun bodoh tidak mau jujur saja.. daripada bohong karna kalau Intan tau pasti akan sakit hati
Yunerty Blessa
jujur saja Hendra,,itu lebih baik
Yunerty Blessa
mantap Hendra..
Yunerty Blessa
seperti nya ada sesuatu yang disorokkan oleh Hendra dari Intan..
Yunerty Blessa
nikah saja Hendra.....kan halal.
Yunerty Blessa
diam² ada cinta tumbuh diantara mereka berdua..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!