NovelToon NovelToon
DI KEJAR CINTA MAS DUDA

DI KEJAR CINTA MAS DUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Wanita Karir / Duda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: inirindu

Kehidupan Selia yang penuh dengan warna menjadi rumit semenjak pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Franz,pasalnya laki-laki berusia tiga puluh tahun itu memiliki perasaan cinta yang menggebu-gebu sejak pertemuan pertama mereka. Namun Selia tidak ingin terburu-buru menikah,meski ia juga memiliki teman laki-laki yang begitu dekat dengannya.
Tujuan hidupnya hanya satu ingin membanggakan orang tua tunggalnya dan memberikan hidup yang lebih bahagia kepada ibu dan adiknya itu,namun apakah Selia dapat mewujudkan mimpinya itu? atau justru cinta dan ambisi yang akan menang?
Simak terus ceritanya dan jangan sampai ketinggalan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inirindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMBISIUS

Hari ini hari terakhir event,mas Yuda hari ini diminta untuk membawa kembali beberapa barang dari tenant. Seperti biasa hanya ada aku dan Teguh jika semua berada diluar,saat aku sibuk menginput data penjualan selama event tiba-tiba mas Yuda masuk ke ruanganku

"Seliaaa..." panggilnya dengan nada menggoda

"Kenapa mas?"

"Bantuin bawa barang-barang di mobil dong"

"Teguh kemana?"

"Dia lagi keluar belanja keperluan belakang"

"Yaudah deh ayo"

Aku membantu menurunkan barang-barang dari mobil,sementara mas Yuda membawanya masuk ke gudang. Saat hendak turun dari mobil pick up yang mengangkut barang tadi salah satu kaki ku tidak seimbang sehingga hampir tersungkur ke bawah,untung saja ada seseorang dengan sigap menopang badanku yang jatuh ke pelukannya. Aku fikir itu adalah mas Yuda namun saat mataku melihat bahwa ia baru saja keluar dari lobi tubuhku pun reflek menjauh dari seseorang yang menopangku barusan. Ternyata itu adalah pak Franz,sungguh aku benar-benar terkejut

"Sel kamu gak apa-apa?" tanya mas Yuda yang tiba-tiba sudah di sebelahku

"Aku gak apa-apa mas" ucapku yang langsung berdiri di belakang mas Yuda

"Terima kasih mas sudah menolong teman saya" ucap mas Yuda pada pak Franz

"Tidak masalah,lain kali jangan suruh Selia melakukan pekerjaan kamu"

"Mas kenal sama Selia?" tanya mas Yuda yang bingung

"Mas,beliau adalah pak Franz. Klien yang ku ceritakan sama kamu"

"Oh maaf pak Franz saya tidak tahu,mari silahkan masuk"

Kami berlima masuk kedalam,termasuk driver dan asisten pak Franz. Sesampainya di ruang tunggu lobi mas Yuda berniat menjelaskan kembali detail produknya namun pak Franz menolak

"Jadi begini pak...."

"Tidak perlu,Selia sudah menjelaskan semua secara detail kemarin di hotel" tutur Pak Franz yang membuatku seperti di cekik

"Di hotel? Sel?"

"Mas kami cuma meeting kecil saja,itupun juga pak Aryo yang menyuruhku"

"Memangnya kenapa ya kalau Selia meeting di hotel?" tanya pak Franz lagi

"Tidak pak tidak apa" jawabku cepat

"Sel ikut aku sebentar" ucap mas Yuda yang sudah berdiri dari tempat duduknya

"Maaf pak,saya permisi sebentar" ucapku lalu mengikuti mas Yuda ke dalam

Didepan ruanganku mas Yuda menatap dengan penuh curiga

"Kamu dapat klien itu dari mana Sel?"

"Dia datang sendiri kemari mas,memangnya kenapa?"

"Aku punya feeling gak baik dengan orang itu,cara dia menatap kamu itu berbeda"

"Berbeda gimana?"

"Seperti dia ingin lebih dari kamu"

"Mas,ayolah profesional sedikit. Ini semua cuma soal pekerjaan,kamu lihat sendiri kan. Orang itu bahkan jauh lebih tua dari kamu,hampir seumuran mas Budi. Jadi gak mungkin kalau dia suka sama aku begitupun sebaliknya"

"Beneran ya,kamu jangan pernah menjalin hubungan dengan klien"

"Iya mas,udah aku mau balik kedepan. Gak enak kalau meninggalkan klien lama-lama"

Aku kembali kedepan menemui pak Franz yang masih duduk bersama kedua bawahannya,ia nampak menghela nafas panjang lalu beranjak dari tempat duduknya.

"Saya rasa kedatangan saya inj waktunya kurang tepat"

"Maaf jika saya membuat pak Franz tidak nyaman,namun alangkah baiknya jika bapak mengutarakan maksud kedatangan bapak kemari terlebih dahulu"

"Nothing,saya hanya ingin melihat barang saya saja. Apa sudah siap?"

"Maaf pak,untuk barangnya masih di gudang produksi. Kemungkinan dua hari lagi akan kami kirim"

"Baiklah,saya tunggu"

"Baik pak"

"Kalau begitu kami permisi mbak Selia" ucap asisten pak Franz

Setelah mereka pergi aku baru bisa bernafas lega,berhadapan dengan seseorang seperti pak Franz sungguh membuatku takut. Apalagi caranya menatap setiap orang selalu dengan sudut mata yang tajam dan seperti mengintimidasi.

...****************...

...POV FRANZ...

Nafasku menderu setiap melihat Selia,perempuan yang telah membuat hatiku kembali hidup setelah sekian lama mati oleh cinta. Entah kenapa pertemuan yang tidak sengaja itu membuatku terus memikirkannya,sampai suatu hari aku meminta Toni mencari tahu semua tentang dia. Semenjak saat itu aku terus meminta Erwin memata-matai setiap aktivitas Selia,sampai akhirnya para kaki tanganku memberi keterangan bahwa Selia masih single dan aku sedikit demi sedikit berani mendekatinya secara terbuka.

Alasan aku membeli produk dari perusahaannya supaya aku bisa sering bertemu dengannya,namun sepertinya Selia bukan tipe perempuan gampangan terlebih lagi ia sangat profesional dengan pekerjaannya. Melihat sepertinya ia tidak memiliki perasaan yang sama denganku justru hal tersebut membuatku makin tertantang untuk mendapatkannya. Tunggu saja Selia,kamu pasti akan menjadi milikku.

"Win,kamu cari tahu siapa laki-laki tadi. Cari juga ada hubungan apa dia dengan Selia"

"Baik tuan"

"Oh ya Ton,desak atasannya supaya bisa membuat Selia sendiri yang mengantarkan pesanan saya"

"Baik tuan"

...****************...

Hari-hari berlalu begitu cepat,aku hanya bisa sesekali melihat Selia dari kejauhan saja. Semua pesan dan panggilanku ia abaikan,bahkan ia memblokir nomerku. Apa sebegitunya dia tidak tertarik padaku,padahal dua minggu terakhir ini aku selalu rutin meminta Erwin ataupun Toni mengirimkan makanan untuknya. Apa dia masih tidak tahu bahwa semua itu dariku?

"Toni..."

"Iya tuan"

"Bagaimana? Apa ada perkembangan soal Selia?"

"Ada tuan,atasannya sudah berhasil menjadwalkan Selia ikut pengiriman anda. Dan soal laki-laki bernama Yuda itu ia memang karyawan yang sangat dekat dengan Selia dibanding yang lainnya"

"Apa kemungkinan mereka saling suka?"

"Untuk hal itu sepertinya hanya Yuda yang menaruh perasaan padanya,selama tiga tahun terakhir ini Selia memang tidak pernah memiliki kekasih. Untuk alasannya kenapa saya masih mencari tahu tuan"

"Oke,terus awasi dia"

"Baik tuan"

...****************...

Jam sudah menunjukkan pukul 15.30,aku bersiap untuk membereskan semua pekerjaan dan pulang. Tiba-tiba saja mas Budi masuk ke ruanganku

"Sel..."

"Iya mas"

"Pak bos minta kamu ke ruangannya sekarang"

"Iya mas sebentar lagi aku kesana"

"Oke"

Setelah selesai membereskan semuanya,aku bergegas menuju ruangan pak Aryo. Ku ketuk pintu dan tak lama ia memintaku masuk

"Duduk Sel..."

"Terima kasih pak,maaf sebelumnya ada apa ya pak?"

"Apa pekerjaan kamu sudah selesai?"

"Sudah pak"

"Bagus,mulai besok akan ada admin baru"

"Sudah dapat ya pak?"

"Sudah,namanya Bella. Kamu akan bertemu dengannya besok"

"Baik pak"

"Oh ya,nanti untuk training dan pembelajar Bella akan di bantu oleh Yuda. Karena saya ada tugas lain untuk kamu besok"

"Tugas apa pak?"

"Besok kamu akan tahu,kemungkinan kamu juga akan lembur untuk beberapa jam. Jadi saya harap kamu tidak keberatan"

"Baik pak,tidak sama sekali tidak keberatan pak"

"Bagus,kalau begitu sampai jumpa besok"

Setelah selesai mengobrol aku keluar dari ruangan pak Aryo dan bersiap pulang,kebetulan Deo juga sudah menunggu didepan gerbang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!