NovelToon NovelToon
Demi Kakak Tiriku

Demi Kakak Tiriku

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: slwarulla

CERITA MASIH ACAK-ACAKAN AKAN AUTHOR REVISI SATU PER SATU.
-DALAM PROSES REVISI -


Sejak kecil Rania hidup bersama keluarga yang telah mengadopsinya dari sebuah panti asuhan. Segala hal akan Rania lakukan agar keluarganya bangga terhadap Rania, termasuk mengorbankan perasaannya sendiri.

Sampai kakak tirinya divonis tidak bisa memiliki anak. Sejak itu Rania ditunjuk untuk menikahi suami dari kakak tirinya agar bisa memiliki keturunan. Tetapi dengan perjanjian setelah memberinya anak Rania akan diceraikan.

Apakan Rania menyanggupi permintaan kakak tirinya? atau Rania memilih untuk pergi menghilang dari keluarga yang telah mengadopsinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05 Kedatangan Salsa (revisi)

Malam tampak indah dengan taburan bintang disekitarnya. Besok pagi jadwal Rania dan Dimas Untuk pulang. Mereka menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh terlebih dahulu.

Suasana tampak ramai dengan para turis yang asyik belanja dari satu toko ke toko lainnya. Tidak lupa para pedagang kuliner yang tidak pernah sepi pembeli.

"mau beli yang mana?" tanya Dimas mengalihkan perhatian Rania

"aku gak ngerti kalau soal oleh-oleh begitu. Terserah kamu aja, aku nunggu diluar aja ya. Lagipula kamu harus beli pesanan Salsa kan"

Dimas mengangguk dan meninggalkan Rania sendiri diluar,

Setengah jam kemudian, Rania melihat Dimas yang sudah berada dikasur dengan beberapa totebag yang dibawa nya.

"udah yuk, pesanan Salsa udah saya beli semua" Rania melihat tangan Dimas yang penuh dengan berbagai macam totebag

"oke yuk, habis ini mau kemana lagi?" Rania membawa sebagian totebag tersebut, membantu Dimas dan mereka melanjutkan perjalanan

Dimas mengangkat totebag yang tersisa kedepan muka Rania, "kamu liat kan saya masih bawa banyak totebag, ke villa dulu saja habis itu kita keluar lagi cari makan" sarkasnya

Rania mengangguk lalu mendengus. Mereka jalan berdua tanpa ada pembicaraan sedikitpun. Walaupun semakin malam rasanya seakan semakin ramai membuat mereka berdua tidak merasa kesepian sama sekali.

Dari jauh Rania melihat seorang wanita sedang berdiri di dekat pintu villa. Semakin dekat ternyata perempuan tersebut Salsa dan kini sedang berlari kearah Dimas.

Dimas yang melihat Salsa mulai menghampirinya memberikan totebag yang ia bawa ke Rania, membuat perempuan itu sedikit terhuyung, kesulitan karena banyak totebag yang ada.

Salsa menghambur kepelukan Dimas dan Dimas membalasnya dengan sangat erat. Pemandangan tersebut membuat Rania mengalihkan pandangannya. Merasa sakit hati.

"buat apa lu masih disini, masuk sana! mau lihat gue mesra-mesraan sama Dimas?" sarkas Salsa mengusir Rania

"sana kamu masuk dulu, nih kuncinya" Dimas merogoh sakunya dan memberi kunci kepada Rania, "kamu makan sendiri saja ya, saya mau jalan-jalan dengan Salsa"

"iya mas"

Salsa menatap nyalang Rania, "jangan lupa rapihin koper gue!" Salsa menghentikan langkahnya, "dan satu lagi jangan sedih ngelihat gue berduaan sama Dimas, lu gak berhak dengan perasaan itu"

"iya aku ngerti" Rania beranjak meninggalkan Dimas dan Salsa yang masih saling melepas rindu

Rania menghela nafasnya, gusar. Begini banget nasib jadi istri kedua. Saat ada istri pertama maka istri kedua akan terlupakan.

Daripada bersedih-sedih Rania memutuskan keluar untuk mencari makanan, setelah merapihkan koper milik Salsa dan menaruhnya dikamar tempat ia dan Dimas tempati. Rania juga merapihkan koper miliknya dan menaruhnya dikamar tepat disebelah kamar Salsa dan Dimas.

"Raniaa" panggil seseorang dari kejauhan

Rania mencari arah panggilan tersebut dan mendapati atasanya yang sedang berjalan kearah Rania. "bapak? bapak ada acara apa di Bali?"

Vino terkekeh, "saya sudah bilang kan kalau diluar kantor panggil aja nama. Saya sedang ingin liburan saja di Bali, kantor gak ada kamu rasanya ada yang kurang"

Rania tersenyum, bossnya memang yang paling top. Vino selalu mencari cara agar Rania merasa bahagia. Ia juga tidak akan sungkan-sungkan jika sedang berdua dengan bossnya.

"iya Vino, maaf aku belum terbiasa. Aneh gitu" lesung pipi Rania terlihat

"oh iya kamu ada apa ke Bali?" tanya Vino

Rania pun menceritakan secara singkat kepada Vino. Vino sudah menganggap Rania seperti adiknya yang sudah meninggal. Maka dari itu, vino sangat ingin menjaga Rania dan berusaha untuk membantunya.

"kamu benar yakin dengan yang kamu lakukan saat ini?" Vino sangat kagum dengan Rania. Belum pernah ia melihat perempuan setegar dan setabah Rania.

"aku tidak bisa gimana-gimana vin, mau menolak pun aku akan dikata tidak tahu diri. Ya mau bagaimana lagi mungkin memang ini benar takdirku"

Vino mengelus punggung Rania memberi kekuatan, "ya sudah, saya akan selalu doakan yang terbaik untuk kamu. Kamu kalau ada apa-apa jangan sungkan bicara dengan saya"

"iya vin, oh iya kamu mau kemana malam-malam keluar?"

Vino. mengelus perut sixpack nya, "malam-malam begini enaknya nyari makan"

"ih sama, aku juga mau makan bareng aja yuk"

Vino mengangguk dan menggiring Rania ke restauran terdekat, "oh iya by the way suami kamu kemana? bukannya seharusnya orang yang sedang berbulan madu selalu berdua kemanapun"

Rania menunjukkan raut sedih membuat Vino merasa bersalah, "tadi ka Salsa tiba-tiba datang dan mereka entah pergi berdua kemana" Rania mengedarkan pandangan dan mendapati Salsa dan Dimas sedang berada di restauran yang sama dengan mereka.

"vin, tuh suami aku. Arah jam delapan" titah Rania

Vino menengok sesuai dengan yang Rania arahkan dan mendapati Salsa dan suami Rania sedang bermesraan. Melihat itu membuat Vino geram.

Bisa-bisanya mereka melupakan Rania yang notabene nya sedang bersama mereka di Bali. Vino menggandeng tangan Rania dan membawanya kemeja Salsa dan suaminya.

Rania hanya bisa pasrah. Ia sudah tahu sifat Vino yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.

"permisi, kami boleh gabung tidak. Meja yang lain penuh" ucap Vino

Dimas terkejut mendapati Rania sedang bersama laki-laki lain. Dadanya bergemuruh seketika. Ia tidak suka melihat perempuan nya digandeng dengan laki-laki lain.

"permisi" ucap Vino lagi membuat Rania sedikit menekan tangan Vino yang sedang digenggamannya seakan-akan mengajak Vino beranjak meninggalkan mereka

"siapa sih!" ketus Salsa, yang sedari tadi belum sadar akan kehadiran Rania, "eh elu toh, sama siapa tuh. Abis ngegoda laki-laki siapa tuh" lanjut Salsa

Vino mengulurkan tangannya, "perkenalkan saya boss Rania"

Salsa hanya memandang uluran tangan Vino tanpa berniat membalasnya.

"maaf saya bisa tidak gabung disini, meja yang lainnya penuh"

Dimas mempersilahkan Rania dan Vino untuk duduk bersama.

"kamu mau pesan apa?" tanya Vino sembari mem balik-balik buku menu yang telah diberi oleh pelayan, "nih ada nasi goreng seafood kesukaan kamu" lanjut Vino lagi berusaha memanas-manasi Dimas

"ya udah nasi goreng seafood aja, minumnya terserah kamu aja"

Vino mengeluh, "dasar perempuan kata terserah selalu menjadi andalannya" lalu tertawa, "ya udah aku pesan dulu aja, kamu tunggu sini aja ya"

Rania tertawa, "iya Vin"

Dimas yang melihat kejadian tersebut menjadi geram. Bersama dirinya Rania tidak pernah tertawa bahagia seperti tadi. Mau marah juga tidak bisa karena ia sedang bersama Salsa.

Dimas melirik Salsa yang sedang sibuk memainkan hpnya, lalu melirik Rania yang sedang tersenyum menatap Vino yang masih memesan makanan, "siapa laki-laki tadi?" tanya Dimas tiba-tiba menyadarkan Rania

"Tadi kan dia sudah jelaskan, Vino atasan aku dikantor" jelas Rania

Dimas mengangkat satu alisnya, "mana ada atasan dan bawahan begitu dekat, kamu gak ada hubungan gitu sama atasan kamu? sekarang kan lagi marak boss kepincut sekertaris nya sendiri? kamu gak ngerusak hubungan orang kan" ketus Dimas

Salsa menatap Dimas heran, sejak kapan suaminya itu peduli akan hal kecil seperti itu, "kamu gak cemburu kan mas?" Dimas tersentak

"eh, enggak ko"

Salsa pun berdiri, "mas pergi sekarang aja ya, kita juga udah selesai dari tadi. Gue mau lanjut jalan sama Dimas, lu gak usah ganggu lagi. Oh iya besok lu pulang sendiri, gue mau lanjut liburan sama Dimas"

"iya ka"

Dimas menatap tajam Rania, "kamu gak usah dekat-dekat sama laki-laki tersebut, saya tidak suka" Dimas pun mengejar Salsa yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya lau merangkul Salsa dengan mesra

Pemandangan tersebut membuat Rania tersenyum sendu.

1
Elly Putri
capek h baca nya masa tertindas melulu.bikin keguguran aja lh terus dia bisa nikah sm Vina biar salsa sm Dimas GX punya anak aja sxan.
Nur Zia Aini
rania jd orang santai bngt di jahatin di mushin di hina cuek ajh ky gk ada apa2 pdhal 3 thn gk ketemu kurang mnegang kan alur cerita nya ky gk ada karma sm dimas dan salsa yg suka mnghina rania
Elisabethsembiring
zebeel. tapi terserah kamu ajalah, thor. di cerita author pegang kendali, kita - kita cukup ngedumel sambil baca teruuuus
Elisabethsembiring
kau buat emosi saja salsa. pergi ke neraka aja lu.
😡😡😡😈😈😈
Elisabethsembiring
memang tipe dimas, suami yang nggak punya perasaan ya, nggak bisa jaga mulutnya. zebeeel deh.
😡😡😡
Elisabethsembiring
thor, suami gelo tuh dimas ngaranna.
😡😡😡
Jue
Dari awal aku baca novel ini aku terfikir satu sahaja ada lagikah perempuan bodoh kaya Rania ni yang kerjanya menurut 24 jam , Sudah di sakiti hati berkali-kali tetap saja ngotot sayangkan Dimas , Bodoh atau polos itu beza tipis Rania
Jue
Bodoh dengan Lurus tu beda tipis
Redmi Lima
minta pak arif aj 500 aj,ahahahai
timin
berbelit, tokoh utama perempuan.y lemah dan pasrah aja sama keadaan pokok.y bikin emosi naik turun. toko antagonis.y juga gak kelar"
tokoh laki-laki.y juga gampang dibohongin pokok.y nambah beban pikiran dah
timin
idihh😒
timin
bisa-bisanya masih rindu?
plis deh jangan goblok 😩 gak usah cari penyakit fokus aja ke karir Ama si kembar😑
Aliya Winata
mampir dlu. deh😅
Din Don
gk hbs pikir,,, mbuleeet
Adhe Adam Janitra
malas baca nya kalo sampai balik
RimMy BudaNa
bikin emosi sifat rania
Atri
ikutan nyesekkkkk
Atri
bawa rania pergi jauh...biar nyahok tu dimas
Dwi Hallina
pas banget klu jd pasangannya salsa sama-sama lemes
Sunnyta Mukherji
Dimas b..., meluluskan semua permintaan salsa,dan pada akhirnya salsa ngejelekin dia sama Rania salut lah sama salsa dapet uang rumah ga kena karma bisa menghasut semua orang👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!