NovelToon NovelToon
Menikahi Bos Mantanku

Menikahi Bos Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:35k
Nilai: 5
Nama Author: Me Akikaze

"Apakah kamu sudah menikah?" tanya Wira, teman satu kantor Binar. Seketika pertanyaan itu membuatnya terdiam beberapa saat. Di sana ada suaminya, Tama. Tama hanya terdiam sambil menikmati minumannya.

"Suamiku sudah meninggal," jawab Binar dengan santainya. Seketika Tama menatap lurus ke arah Binar. Tidak menyangka jika wanita itu akan mengatakan hal demikian, tapi tidak ada protes darinya. Dia tetap tenang meskipun dinyatakan meninggal oleh Binar, yang masih berstatus istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Akikaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan

Pukul 5 sore, Tama keluar dari kantor. Menaiki mobil berwarna putih, dia menuju sebuah tempat di mana dia memesan perhiasan, berganti tempat, lalu mengambil buket bunga mawar ukuran besar. Dengan wajah sumringahnya dia kembali masuk ke dalam mobilnya, meletakkan hadiah-hadiah tersebut di dalam mobilnya. Kemudian dia kembali berangkat.

Pukul 9 malam, dia tiba di rumah. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, kali ini Binar menunggu suaminya pulang. Dia tengah duduk di kursi makan, makanan sudah tersaji dengan lengkap. Menunggu untuk makan malam berdua. Bahkan malam ini Binar dandan agar terlihat lebih cantik dari dandanan dia biasanya.

"Akhirnya mas Tama pulang," sambutnya.

Tama tersenyum manis melihat istrinya menyambutnya, tangan kanan tersembunyi di belakang. Sebuah buket berukuran kecil berada di balik tubuhnya. Tama mendekat, Binar berdiri hendak memeluk suaminya.

"Selamat ulang tahun sayang," Tama mengecup kening istrinya, kemudian memutar tangan kanannya dan menyerahkan buket tersebut. Bunga mawar berwarna putih gading diterima istrinya dengan raut wajah bahagia.

"Ah...terima kasih mas," Binar nampak senang dengan kejutan dari suaminya. "Maaf ya, ulang tahun kali ini, aku nggak bisa bawa kamu kemana-mana,"

"Iya mas, nggak apa-apa, aku senang mas pulang jam segini, jadi kita bisa makan malam," jawabnya legowo, dia sudahh sangat hafal dengan ritme pekerjaan Tama sekarang, meskipun sesekali dia merasa bosan juga, merasa kesepian, sedangkan dia bukan tipe yang suka kumpul dengan orang lain tanpa tujuan. Tama menaikkan kedua alisnya, perutnya sudah terasa kenyang, tapi dia tidak mau mengatakan itu. Dia tidak mau menolak ajakan Binar untuk makan malam yang sudah disiapkan secantik malam ini.

"Yuk," Tama menarik kursi dan duduk tak jauh dari Binar. Tama membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam. "Sebelum makan malam, ini ada sesuatu buat kamu sayang, semoga kamu suka," Binar menatap hadiah dari tangan suaminya, lalu menerimanya. Tidak terlalu kaget, karena kemarin diia menemukan nota di dalam saku celana suaminya. Sebuah nota yang menujukkan suaminya membeli sebuah kalung.

"Boleh aku buka sekarang mas?" Binar meminta persetujuan.

"Boleh dong, buka," Tama mempersilahkan, senyumnya mengembang.

Binar membuka perlahan kotak tersebut, senyum yang semula mengembang tiba-tiba sirna. Ternyata bukan seperti yang dia kira. Sebuah gelang berada di kotak tersebut, sebuah gelang emas putih.

Tama mengambil kotak perhiasan tersebut, lalu mengambul gelangnya. "Aku lihat ini dari beberapa bulan yang lalu, aku berfikir bahwa gelang ini akan sangat cantik berada di pergelangan orang secantik kamu," Tama membantu memakainan ke pergelangan tangan kiri Binar. Binar kembali menyunggingkan senyum meskipun otaknya sedang mencerna cerita lain.

"Nah kan, cantik," Tama berhasil memakaikan gelang tersebut, Tama meraih tangan istrinya lalu menciumnya.

"Ehm....terima kasih mas," Binar memperhatikan gelang tersebut sejenak, kemudian beralih melihat suaminya dan tersenyum kecil. Kemudian senyum itu memudar, dia sibuk makan malam, begitu juga Tama. Hanya perayaan kecil di hari kelahirannya, tidak seperti tahun lalu atau bahkan tahun sebelumnya. Tapi entah kenapa, Binar merasa bukan ini yang dia inginkan, bukan barang mewah juga. Ada yang mengganjal, tapi tidak bisa dia untai dala cerita, bahkan walau di hatinya.

***

Setelah mengambil hadiah dan juga bunga, Tama pergi ke toko kue brand ternama. Dia ingat, ada seseorang yang menyukai roti di sana. Tidak ada salahnya memesannya di hari ulang tahunnya. Tama meletakkan ke dalam mobil dengan sangat hati-hati, agar kue ulang tahun itu tetap selamat sampai tujuan, bahkan dia mengemudi seaman mungkin menghindari goncangan.

Tama tiba di sebuah rumah bercat putih, tangan kanannya memencet bel yang berada di luar pagar. Tidak menuggu lama, seorang perempuan keluar rumah dengan wajah ceria. Dia sangat senang menyambut kedatangan Tama.

"Ada angin apa?" tanya perempuan tersebut menggoda.

"Ada yang bertambah umur hari ini," Tama menatap perempuan itu penuh cinta. Perempuan itu merasa tersipu.

"Selamat ulang tahun sayang,"

"Masuk ih, nggak enak dilihat tetangga," usul perempuan itu, Tama melihat sekeliling, meskipun sepi, tapi ada benarnya dengan apa yang dikatakan oleh perempuan itu.

"Ok" Tama mengangguk. "Sebentar ya," Tama kembali membuka pintu mobilnya, mengambil kue, Bunga raksasa, dan juga hadiah secara bergantian. Perempuan itu nampak takjub dengan apa yang dilakukan Tama.

"Ini buat aku?" tanyanya.

"Buat siapa lagi?" Tama mengedikkan bahu.

"Terima kasih ya Mas,"

Mereka sudah berada di ruang tengah, barang-barang sudah diletakkan di meja kaca. Kue ulang tahun berbentuk bunga, buket bunga dipeluk erat oleh perempuan itu, dan untuk hadiahnya masih disimpan Tama di sakunya.

Tama membantu menyalakan lilin ulang tahun, di sana tertera sebuah angka 23 tahun. Tama mengangkat kue berwarna biru muda dengan hiasan bunga itu, agar perempuan itu dengan mudah meniupnya.

"Selamat ulang tahun ya sayang....sebelum kamu meniupnya, kamu berdoa dulu, apa harapan kamu di ulang tahun kali ini," ujar Tama.

Perempuan itu menutup matanya dan mengucapkan harapannya dalam hati. Beberapa detik kemudian, dia membuka matanya dan meniup lilin hingga padam. Tama meletakkan kue tersebut kembali ke atas meja. Lalu dia memeluk perempuan itu erat.

"Mau tahu nggak doaku apa?" tanya perempuan itu masih dalam pelukan Tama.

"Apa?"

"Aku ingin kamu berada di sini selamanya, Mas," harapnya. Tama melepas tubuhnya perlahan dan menatap perempuan yang ada di depannya. Kedua tangannya meraih kedua tangan perempuan itu dan mengecupnya.

"Maafkan aku ya, suka buat kamu sedih, belum bisa memenuhi harapan kamu,"

"Makanya aku berdoa mas," rengeknya.

"Iya..." jawab Tama.

Beberapa detik suasana hening.

"Oh ya, kamu suka bunganya nggak?" Tama mengambil bunga berwarna biru muda, warna kesukaan perempuan yang ada di depannya. Perempuan itu mengangguk senang. "Dan tunggu, ada satu lagi" Tama merogoh sesuatu dari dalam saku celananya. Sebuah kotak berwarna hitam berada di tangannya, perlahan dia menyerahkannya untuk perempuan itu.

"Bukalah," perintahnya. Dengan mata berbinar, prempuan itu meraih kotak perlahan, lalu membukanya. Tidak hanya kalung, tetapi juga sebuah cincin berlian.

"Buat aku,?" seoah perempuan itu tidak percaya.

"Iya sayang, sini aku bantu pakaikan," Tama meraih sebuah kalung dan melingkarkan ke leher perempuan itu. Perempuan itu memegang kalung tersebut, dia meyakini kalung itu mahal. "Dan ini....sebuah cincin sebagai penanda bahwa kamu adalah milikku," ujar Tama dengan percaya diri.

Sejenak perempuan itu terdiam, andai saja situasinya tidak serumit ini, maka dia akan amat sangat bahagia dengan momen ini. Seolah seperti lamaran pada umumnya. Tapi nyatanya berbeda.

"Ini momen bahagiamu, jangan pasang wajah cemberut," Tama menyentil hidung mancung perempuan itu. "Sini" Tama meraih tangan kiri perempuannya, dan memakaikan cincin tersebut di jari manisnya.

"Pas, sangat cocok di jari lentikmu," lagi-lagi Tama mencium jemari perempuan itu.

"Terima kasih atas semuanya ya mas..."

Tama menarik tubuh perempuan itu dan memeluknya erat. Jam dinding menunjukkan pukul 9 kurang, dengan berat hati Tama harus bergegas pulang.

1
Indriani Kartini
lanjut thor
sunaryati jarum
Akhirnya setelah sekian lama up juga.Terima kasih,Tamu benar-benar benar serakah dan tidak tahu diri.Setelsh ketahuan pengkhiatan pada perusahaan tempat bekerja,ini ingin menguasai perusahaan Helena.Aka jadi perseteruan yang seru.
Me Akikaze: aaa... makasih lho masih ditunggu. iya kakak.... ini author masyaAllah sekali kerjaan di dunia nyata. hihi
total 1 replies
sunaryati jarum
Ini mau lanjut ndak, Thoor .kok lama belum up
sunaryati jarum
Ujian menjelang pernikahan biasanya pertanda kebahagiaan akan datang
Sunaryati
Binar sesuatu yang baik dan dapat banyak rintangan di perjalanan akan meraih kebahagiaan selanjutnya.Jangan bimbang dan ragu,percayakan dan beri dukungan pada Aksa agar segera dapat mengatasi masalah perusahaan yang dibuat Tama.Dengan kerja sama dengan Hanzen yang tahu dan mempunyai bukti pengkhianatan Tama,dan tak akan terseret tok kau juga tidak tahu Nak Binar
Sunaryati
Jangan khawatir Binar Aksa akan melindungi mu.Kebenaran pasti terungkap.
Sunaryati
Kenapa kamu harus memikirkan Tama, biarkan toh dia sudah sengaja, dan menggelapkan dana perusahaan juga, karena berniat mendirikan perusahaan sendiri. Ingin hati menghancurkan Aksa malah hancur berkeping-keping. Membuang o
istri yang setia malah mungut perempuan busuk. 🤣🤣🤣🤭 Bagaimana ya reaksi ibumu yang menghina dan memfitnah Binar dan orang tuanya, ternyata anaknya selain pengkhianat di dalam rumah tangganya juga pengkhianat di perusahaan yang memberinya nafkah. Penjara menantimu, Tama
Sunaryati
Emak selalu tunggu tapi jangan kelamaan, entar lupa alurnya, maklum nenek- nenek. Cerita ini emak suka jangan putus fi tengah jalan. Karmamu otw bukan dari balasan Binar tapi pikiran dan tindakan kamu sendiri yang mengkhianati perusahaan. Ingat bukan kamu yang hancur, mungkin perusahaan Helena sebentar lagi juga akan dihancurkan. Agar kau tidak bisa berlindung di manapun, kecuali PENJARA!!! 🤣🤣🤣✋✋🤭
Sunaryati
Mana upnya Thoor 🙏🙏🙏 jangan putus tengah jalan
Sunaryati
Kamu itu sudah salah dan masuk jebakan Hansen. Tama- Tama kamu tidak merasa ya, jika Hanzen menarik kamu ke dalam jurang kehancuran karirmu, untuk menghancurkan hubungan kamu dengan Helena istrimu yang mengandung anak Hansen
Sunaryati
Tama - Tama selain mengkhianati istri kau juga mengkhianati perusahaan yang telah memberi kehidupan kamu dn ibumu. Karena tindakan kamu kamu pun dibodohi istri barumu. Segera menikah Binar dan Nak Aksa. Kemudian tangkap Tama. Suruh mengembalikan uang perusahaan yang dirugikan dan penjarakan. Emak tak sabar menunggu kehancuran Tama dan Ibunya.
Sunaryati
Kamu ternyata selain bodoh juga berhati kotor, selain jadi pengkhianat di rumah tanggamu juga jadi pengkhianat perusahaan. Kamu akan mendapatkan karma dari tanganmu sendiri. Hanzen Sepak terjang Tama selalu diawasi maka keterlibatan kamu juga diketahui Aksa
Sunaryati
Upnya jangan lama- lama Thoor
Sunaryati
Ternyata kamu siap masuk penjara Tama, jangan kau kira Tuan Aksa tidak tahu, beliau hanya ingin kau digiring masuk jebakan, dan hap tinggal tangkap serahkan polisi.
✋✋✋ emak suka ini Tama tahu hasil lab bahwa dia yang akan tidak bisa memberi anak, kamu mengawasi untuk mengetahui lelaki yang menanam benih fi rahimnya, kau pun diawasi orang kepercayaan Aksa untuk menambah bukti pengkhianatan kamu
Sunaryati
Ingat Tama, kau berani khianat di mana tempat kau memperoleh penghasilan bukan hanya kamu yang hancur tapi perusahaan yang kau bantu juga akan dihancurkan, jika itu perusahaan Helena, bersiaplah jadi gembel. Emak akan bertepuk tangan.
Dilla Fadilla
Thor kapan karmanya Tama 😡
Sunaryati
Ya kalau malu berarti Anda masih waras Ny Ratih yang selingkuh anakmu kok ngelabrak Binar dan besan. Segera menikah dan punya anak, Nak Aksa dan Binar. Emak berharap Hanzen berdebat dengan Helena soal anak yang dikandung Helena, dan Tama mendengarkan
Dilla Fadilla
detik detik kehancuran Tama plus Helena karma otw😡💪
Sunaryati
Semoga keluarga yang sakit segera sembuh pulih sedia kala, Thoor🙏💪
Sunaryati
Duh drama Helena, kamu itu hanya takut ditinggalkan Bima, itu sepertinya akan terjadi bila uang tutup mulut untuk Hansen berhenti. Emak harap setelah pernikahan Nak Aksa dengan Binar, kebenaran tentang kandungan Helena terbongkar, agar tidak merasa di atas angin.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!