Seharusnya siapapun menginginkan suatu pernikahan yang diawali dengan cinta, dan berakhir dengan kebahagiaan. Kadang pasang surut kehidupan pernikahan begitu rumit, terlebih ada orang ketiga yang hadir. Saat hati mencoba untuk menolak, namun seolah derasnya air menghanyutkan segalanya.
Suatu penyesalan diakhir, akan menjadi bencana yang menghancurkan segalanya. Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, mana yang jauh lebih besar, rasa cinta atau sakitnya dikhianati?
“Tidak, seharusnya aku yang minta maaf. Aku yang terlalu egois, seharusnya aku mengerti, aku tak akan bisa memilikimu sepenuhnya.”
“Siapa yang membuat tanda ini? Tanda dilehermu, siapa yang membuatnya?”
"Jika kau memang ingin selingkuh, tidak bisakah kau mencari yang lain dan bukan sahabatku sendiri? Ini begitu menyakitkan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1.4. You’re Mine
Wanita mungil bermarga Villegas itu mengerjapkan matanya pelan, berusaha membiasakan pupil matanya dengan cahaya terang lampu tempat tidur Mike. Matanya mulai fokus, ia dapat melihat dihadapan matanya terdapat Mike yang menatapnya dengan senyuman tipis.
“Kau sudah bangun?”
Dengan cepat Jessica duduk dikasur king size milik Mike. Ia melupakan janjinya dengan Matt, Matt akan menjemputnya pukul delapan untuk dinner. Dan pukul berapa ini? Ia merasa sudah cukup lama tertidur di apartemen Mike.
“Mike, jam berapa ini?” Tanyanya panik, sedangkan Mike hanya menatapnya bingung.
“Jam enam, ada apa?”
Matanya terbelalak, tidak mungkin ia tepat waktu dengan persiapan dua jam untuk dinner. Dan juga, perjalanannya dari apartment Mike kerumah besar keluarga Boltom cukup jauh. Jessica semakin panik, haruskah ia membatalkan janjinya dengan Matt? Tidak, ia tidak boleh seperti itu. Ia tidak boleh mengecewakan Matt.
“Mike, A..Aku harus pulang.”
Ujar Jessica tergagap. Ia mulai berdiri dan mengambil tas jinjing yang dibawanya yang terletak diatas meja kecil samping tempat tidur Mike. Ia juga memasukkan kotak makan yang sudah habis itu didalam tasnya, tanpa berniat untuk mencucinya terlebih dahulu.
Namun tanpa ia duga, dengan cepat Mike mengambil tas yang sedang berada digenggamannya dan membuangnya sembarang. Dan itu membuat suara dentuman yang cukup keras karena kotak makan dan botol minum terbentur dengan dinding apartemen Mike.
Dengan cepat Mike berdiri berhadapan dengan Jessica, lengannya mendorong Jessica membuat wanita mungil itu jatuh tertidur diatas kasur king size Mike dan dengan cepat Mike berada diatas tubuh Jessica dengan kedua telapak tangannya menahan tubuhnya, agar ia tidak terjatuh sepenuhnya diatas tubuh wanita mungil itu.
“A..Apa yang kau lakukan?” Jessica mulai panik, ia takut Mike melakukan yang tidak-tidak. Karena ia sangat tahu, sekarang kondisi Mike kurang baik.
“Menurutmu?”
Tanpa aba-aba organ tidak bertulang milik Mike melahap leher jenjang Jessica. Menurutnya, leher Jessica merupakan santapan yang amat lezat. Jessica melenguh keras saat dengan seenaknya Mike mengigit keras lehernya. Ia sangat yakin, setelah ini akan ada bekas dilehernya karena ulah Mike.
“Mike...Hentikan.”
Jessica berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh Mike yang menindih tubuhnya, namun usahanya sia-sia. Saat terasa dorongan dari dadanya, Mike malah semakin kasar melahap leher jenjang Jessica.
“Michael. Hentikannhhh.”
Mike menghentikan aktivitasnya melahap leher jenjang Jessica. Napas wanita mungil itu tersenggal karena ulah Mike. Mata mungil wanita itu menatap Mike marah, ia jadi semakin lama pulang kerumah besar keluarga Boltom. Mike tersenyum miring menatap hasil karya seninya dileher Jessica.
“Kau tahu bukan, aku sedang terburu-buru Michael?!”
Tangan Jessica mengepal erat, namun ekspresi Mike diluar dugaan. Mike hanya mengganti posisinya menjadi tidur menghadap langit-langit apartemennya seakan ia tidak melakukan sesuatu hal yang salah. Jessica berdiri dan menghadap Mike yang tengah memejamkan matanya
“Mike, apa kau mendengarku?!”
Mike tetap pada posisinya, Jessica benar-benar naik pitam. Saat ia akan mengambil tas jinjing yang tadi dibuang Mike sembarang, lengannya ditahan oleh lengan Mike membuat Jessica menoleh kearah Mike. Ia bersumpah akan menampar Mike apabila Mike melakukan hal seperti tadi.
“Biar aku yang mengantarmu.”
Ujarnya dan melepaskan tangannya. Ia bangun dari posisinya dan lengan panjangnya menyambar jaket yang berada diatas kasur king size miliknya. Ia menyampirkan jaket dibahunya, dan dengan santai berjalan keluar ruang tidur. Sedangkan Jessica hanya menatapnya aneh tanpa bereaksi. Wanita mungil itu menghela napas, dan dengan kasar ia mengambil tas jinjing yang dilempar Mike dan ia berjalan mengikuti Mike dengan menghentakkan kakinya.
---
Jessica menatap penampilannya dicermin, ia mempersiapkan semuanya dalam waktu kurang dari satu jam tiga puluh menit. Ia takut, Matt tidak akan menyukai penampilannya. Karena sekarang ia hanya memakai dress hitam dengan kerlip putih, serta ikat pinggang berwarna coklat muda senada dengan rambut pirangnya yang dibiarkan tergerai. Ia juga menggunakan make up yang dibilang sangat natural.
Ia menghela napas pelan, ia kurang siap untuk dinner dengan Matt. Sejujurnya ia masih terngiang ucapan Mike saat mengajaknya untuk berpisah. Haruskah ia mengiyakan ajakan Mike? Tidak, tidak, ia sudah memperjuangkan Mike sejauh ini. Dan ia melepaskan Mike dengan begitu mudah? Ia tidak akan melakukan hal itu.
Tiba-tiba pandangannya gelap saat ia merasakan ada kedua telapak tangan yang menutupi kedua matanya. Ia sangat yakin pemilik tangan itu adalah Matt, karena siapa lagi yang akan masuk kekamarnya dengan Matt kecuali mereka berdua.
“Matt, kau tidak mengejutkanku.”
Ujarnya pelan. Matt terkekeh kecil dan menyingkirkan telapak tangannya dihadapan kedua mata Jessica. Jessica menatap cermin, ia dapat melihat Matt yang menggunakan tuxedo hitam, kemeja putih, celana hitam dan dasi kupu-kupu merah. Matt terlihat sangat tampan malam ini, sangat tidak sinkron dengan penampilannya yang cukup sederhana.
“Ayo kita berangkat Jess. Aku tidak sabar.”
Ujar Matt dengan senyuman karismatik miliknya. Jessica tertegun, seharusnya ia berterima kasih jika memiliki suami seperti Matt, bukannya berselingkuh dibelakang pria tampan dan baik ini. Matt menarik lengan Jessica pelan membuat Jessica ikut berdiri dan mengikuti langkah Matt menuju pintu keluar kamar.
Namun langkah Matt terhenti saat Jessica menahan lengannya. Ia menatap wajah cantik istrinya, menurutnya malam ini istrinya sangat cantik walaupun hanya memakai make up yang cukup sederhana.
“M..Maaf, aku minta maaf.” Matt menatapnya bingung.
“Aku terlalu sederhana jika disandingkan denganmu Matt, haruskah aku mengganti bajuku?”
Ujar Jessica pelan dan menunduk, ia merasa cukup bersalah karena tidak memuaskan Matt. Sedangkan Matt yang mendapat perlakuan seperti itu hanya tersenyum tipis. Ini yang ia suka dari wanita Villegas ini, Jessica selalu merendah. Tidak tahukah ia bahwa ia sangat cantik dengan tampilan seperti itu? Jari panjang Matt mengangkat wajah Jessica membuat tatapan bersalah Jessica bertemu dengan pandangan lembut Matt.
“Kau tahu, kau sangat cantik My Jessie. Jika aku tidak ingat akan penampilanmu nantinya, aku sudah menciummu saat kau melamun tadi.” Ujar Matt dengan tertawa kecil membuat Jessica ikut tertawa kecil. Matt selalu bisa membuat moodnya kembali terbangun.
Masalah rumah tangga Matt & Jessie di S2 ini kan cm salah paham. Sangat disayangkan kalau rumahtangga mereka bubar karna salah paham..
Yg menang banyak malah si Mark, dpt Boltom's Company, dapetin pula si Jessie
Enak betul si Corrine, Dia udah bunuh anaknya Matt & Jessie, ambisinya buat miliki Matt seutuhnya tercapai.
Malah hidup bahagia lg.
Sumpah kagak rela Corrine dpt bahagia !!!
Kenapa sih ga ada kesempatan kedua buat Matt & Jessie bersatu ?
Mereka udah sama2 berdarah2 lho..
Padahal Aku msh berharap Matt bersatu lg sm Jessie
Dulu Jessie selingkuh Matt yg terluka, skr Jessie yg nuai karma tp Matt juga ikut ngerasain lukanya.
Sangat disayangkan kalo mereka sampai cerai, padahal kan masalah diantara mereka cuma salah paham.
makin seru.. 👍👍
mskpn Jessie prnh berkhianat, tp dia sdh bertobat,, 😓
semangat thor, ku slalu tunggu upmu.
knp harus meninggal Thor ?
kasian Jessie.. hiks
emg sih kepedihan Jessie skr mjd karma kelakuan jalaangnya di masa lalu.
Udah ga ada lg perekat antara Jessie & Matt dong ? kedua anak mereka meninggal semua.
Kayaknya bakal bubar ini Matt & Jessie
smoga happy ending...
semangat thor...
Matt ga bertindak apa2 gitu buat kasih pelajaran si Iblis betina???
Jangan dipulangin dulu ke Perancis sebelum dia hancur sehancur2nya.
Masa udah bunuh calon bayinya Matt + nusuk Jessie, dia masih bebas berkeliaran, harusnya dia membusuk di Penjara. Enak banget udah ngelakuin tindakan kriminal, tapi hukumannya, cuma diasingin ke Luar Negeri, itupun hukuman dari keluarga, hidupnya masih bisa bernapas lega, masih makan mewah, masih tidur nyenyak dikasur empuk.
Corrine harusnya di penjara Thor.
ternyata Lyn anak kandung Matt...
Aku ikut bahagiaaaa....
aku suka dgn alur cerita novel ini, bagus ...tp knapa yg mampir sedikit?
antara Matt dan Jess itu bener2 krisis komunikasi, parah. Masing2 bertindak sendiri2 dan berujung salah paham.
Nikmati aja karma mu Jess
mksh thor upnya..
ayo jess lbh baik minta cerai, drpd terus disakiti...
mksh thor upnya, smoga up tiap hari
semoga kali ini Matt buka mata lebar2 kelicikan Corrine.