NovelToon NovelToon
Aisah Jodoh Ku

Aisah Jodoh Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dijodohkan Orang Tua / Dokter Genius / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:15.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lilik Bunda Abib

Ardi Wijaya.
seorang mahasiswa siswa kedokteran berusia 20 tahun. pria tampan. yang memiliki tinggi tubuh 175 cm. kulit putih dan berhitung mancung. pintar dan juga Soleh harus patah hati ketika gadis yang di cintai nya menerima lamaran dari bosnya.
ia juga harus menerima di jodohkan dengan adik dari gadis tersebut. yang bernama Aisah. seorang gadis yang cerdas dan juga ceria. apa kah Aisah bisa mengantikan posisi kakaknya di hati pria tampan itu?

bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 5

Sarah masih menatap ke arah Ardi. Iya sangat berharap bisa memberikan ketenangan untuk Ardi. Namun sikap pemuda itu tetap saja dingin. Sarah melihat sisi berbeda dari pemuda itu saat pria tersebut berbicara dengan Arum. Tatapan matanya, sikapnya dan bahkan ia bercanda dengan Arum.

Naura hanya berani menatap Ardi sekilas kemudian ia menundukkan kepalanya. Naura gadis yang selalu menundukkan pandangan terhadap laki-laki. Ia memang tamatan pondok pesantren

Ardi hanya diam ia menundukkan kepalanya. Ia mengangkat kepalanya saat di lihatnya Aisah yang sudah duduk atas pangkuannya. Gadis kecil tersebut dengan santainya duduk di pangkuannya dan melingkarkan tangan Ardi dipinggangnya yang ramping. Ardi memeluk gadis kecil tersebut dan mencium puncak kepalanya. Ia memang menyukai anak-anak dan ia menganggap gadis kecil itu adiknya.

“Abang Ardi mau apa, Ica ambilkan.” Aisah memutarkan kepalanya melihat ke Ardi.

“Kita ambil berdua.” Usul pemuda itu.

Aisah memandang Ardi. “Abang Ardi tunggu di sini aja. Biar Ica yang ambilkan.” Tawar gadis itu kemudian.

“Gak usah kita ambil berdua. Ais mau abang gendong atau jalan sendiri?” Ucapnya sambil tersenyum.

“Jalan sendiri aja deh. Tangan abang Ardikan masih sakit.”

Ardi senyum sambil mengusap puncak kepala gadis kecil tersebut.

Naura memperhatikan Aisah dan Ardi. Setelah mereka menjauh.

“Kak Sarah, saingan baru.” Ucap naura.

Sarah hanya tersenyum.

“Besok kalau udah gedek jumpa dengan Ardi, kira-kira tuh bocah malu gak ya?” Doni tampak mulai menerawang masa depan.

“Gue rasa gak bakalan mau ngaku tu bocah.” Balas ari.

Kemudian mereka tertawa, namun Sarah tampak cemberut dengan memajukan bibirnya

“Aku udah bilang ke kamu. Kenapa harus ngejar Ardi yang abu-abu coba. Mestinya langsung pilih yang jelas aja warnanya. Hitam ya hitam. Putih ya putih dari pada yang abu-abu. Di sini ada yang setia nungguin tapi malah di angurin.” Kata Ari.

Mendengar kata-kata yang di sampaikan Ari membuat wajah Doni memerah seketika. Naura melihat ekspresi wajah Doni. Doni menendang kaki Ari dari bawah meja.

********

“Saya mendapat beberapa informasi, yang ternyata mbak Arumi ini pintar nyanyi dan selalu menang lomba nyanyi tingkat kecamatan dan kabupaten. Hanya saja tidak di ikut ke tingkat yang lebih tinggi. Bagaimana para hadirin apa bila kita meminta untuk mbak Arumi menyanyikan satu lagu untuk menambah keindahan malam ini.” Ucap seorang mc yang membawa acara tersebut.

Ardi hanya diam di tempat duduk nya. Ia melihat gadis itu naik ke atas pentas. Ia sangat terkejut saat mendengar bahwa gadis itu meminta agar ia mau menemaninya untuk nyanyi di atas panggung tersebut. Ardi menarik nafasnya dalam dan panjang. Ia menghempaskan nafanya. Mungkin ini terakhir kalinya ia bisa bernyanyi dengan gadis itu. Tiga minggu ke depan gadis itu akan menjadi istri orang lain. Pemuda itu kemudian tersenyum. Ia melambaikan tangannya. Ardi berjalan menuju panggung. Ia naik ke atas panggung dan kemudian mengambil alat musik keyboard. Ardi memang mahir dalam memainkan alat musik yang sedang di otak-atiknya tersebut.

“Ardi sahabat saya sejak kecil dan sampai kapan pun dia tetap sahabat saya. Dialah yang tidak pernah pergi dari Arum, walau bagaimanapun keadaan Arum. Arum sungguh merasa Allah sayang dengan Arum. Karena Arum di pertemukan dengan orang-orang yang tulus sayang sama Arum.” Kata Arumi. Gadis itu melihat Ardi yang berdiri dialat musik keyboard tersebut. Ardi tersenyum dan mengangkat kedua jempol nya.

“Aisyah istri Rasulullah.”

Arum mulai metikkan gitarnya. Ardi mulai bermain dengan musik keyboard. Suara merdu Arumi memanjakan telinga yang mendengarnya. Para tamu undangan tampak terpukau saat melihat Arum memetikkan gitarnya dan suaranya terdengar begitu merdu. Arum kembali memetikan gitarnya setelah mendengar permintaan Ardi yang akan membawakan lagu kenangan yang terindah dari Samsons.

“Aku yang lemah tanpamu

Aku yang rentan karena

cinta yang t'lah hilang darimu yang mampu menyanjungku

Selama mata terbuka

Sampai jantung tak berdetak

Selama itu pun aku mampu

Untuk mengenangmu

Darimu kutemukan hidupku

Bagiku kaulah cinta sejati

Chorus :

Bila yang tertulis untukku

Adalah yang terbaik untukmu,

Kan kujadikan kau

Kenangan yang terindah dalam hidupku

Namun takkan mudah bagiku

Meninggalkan jejak hidupku

Yang t'lah terukir abadi

Sebagai kenangan yang terindah

Darimu kutemukan hidupku

Bagiku kaulah cinta sejati”

Lirik lagu inilah yang menggambarkan perasaannya saat ini. Ia hanya berusaha untuk tetap bertahan di tempat ini. Kalau boleh jujur, Ia ingin pergi jauh dari tempat ini. Ia tidak ingin melihat gadisnya di miliki orang lain. Namun ia begitu mencintai gadis itu sehingga ia rela harus merasa kan sakit dan perih ini. Yang penting gadis itu bahagia.

Ia juga menyanyi lagu Dealova.

“Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu

Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu

Karena langkah merapuh tanpa dirimu

Oh, karena hati telah letih

Aku ingin menjadi sesuatu yang selalu bisa kau sentuh

Aku ingin kau tahu bahwa 'ku selalu memujamu

Tanpamu sepinya waktu merantai hati

Oh, bayangmu seakan-akan

Kau seperti nyanyian dalam hatiku

Yang memanggil rinduku padamu

Seperti udara yang kuhela kau selalu ada

O-o-o-o-oh ...

Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang

Tanpa dirimu aku merasa hilang

dan sepi

Kau seperti nyanyian dalam hatiku

Yang memanggil rinduku padamu

Seperti udara yang kuhela kau selalu ada

Kau seperti nyanyian dalam hatiku

Yang memanggil rinduku padamu

Seperti udara yang kuhela kau selalu ada”

Suaranya yang berat dan serak-serak basah tersebut begitu cocok dengan lagu yang di bawaknya. Arum yang memetikan gitarnya hanya menundukkan kepala. Air matanya menetes saat ia mendengar lagu yang di nyanyikan sahabatnya itu. Selama ini ia mengira bahwa ia hanya bertepuk sebelah tangan. Namun ternyata, ia sudah melukai perasaan sahabat nya.

Ari yang mendekati panggung tersebut, mengambil video sahabatnya itu. Setelah menyanyikan beberapa lagu, Ardi dan Arum turun dari panggung. Mereka mendapat tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir.

*********

“Selamat ya mas,” ucap Ardi sambil memegang erat tangan Habibi. “Aku percaya, mas bisa menjaga, menyayangi dan mencintai Arum. Tolong bahagiakan Arum.” Terlihat mata Ardi yang tampak berkaca-kaca. “Tolong jaga Arum.” Pintanya

Habibi menganggukkan kepalanya. “Terimakasih udah jaga Arum selama ini.” Ucap tulus pria itu.

Ardi mengangguk kan kepala nya.

Arum bersusah payah menahan air matanya. Ia tidak sanggup untuk melihat Ardi. Arum bukanlah gadis yang cengeng. Namun ia begitu takut setelah ini, Ardi akan menjauh dan meninggalkan nya.

“Arum...,” Arum mengangkat kepalanya. Ia melihat wajah Ardi. Wajah nya tampak begitu sedih saat melihat wajah sahabatnya itu.

“Selamat ya,” ucapnya. “Mas Habibi akan menjaga dan menyayangi kamu.” Ardi memberikan senyum yang sebenarnya tidak mampu ia tunjukkan. Gadis itu menganggukkan kepalanya.

Sebelum pergi Ari menyiku tangan sahabatnya. “Don, sepertinya Sarah sendiri tu.” Ucapnya sambil berbisik di telinga Doni ketika Sarah berdiri di depan pagar tinggi tersebut.

“Terus,” tanya Doni.

“Ya lu antar pulau lah.” Omel ari.

“Kalau dia gak mau gimana,” tanya Doni kemudian.

“Lu coba dulu bro. Emang bener ya kata orang. Cinta itu bisa bikin orang ****.” Omel Ari yang membuat Doni harus menelan air ludahnya.

“Gue berangkat dulu.” Ucap ari kemudian. Ia berjalan meninggalkan sahabatnya yang masih berdiri di tempatnya. Ia kemudian pulang bersama dengan Ardi. Ia tidak membawak motornya yang di tinggalnya di kos Ardi. Ari duduk di sebelah kursi kemudi. Ia melihat wajah sahabatnya itu. Pria tampan yang begitu sempurna di mata manusia yang memandang nya, kini begitu menyediakan. Tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka, hanya suara musik yang terdengar.

***********

hai reader. Jangan lupa ya like dan komen nya. vole nya juga.

kalau di Arumi, author banyak membahas tentang teman-teman nya Arumi. namun di novel yang ini. author akan membahas tentang para sahabat Ardi. dan juga Aisah ya.

please dukung author ya.

😊😊🙏🙏

1
Danny Muliawati
waduh kasian amat tmn icha untung ragu3
Danny Muliawati
smga jd tuh kecebong 😃
Danny Muliawati
beneran tah lucy tulus bantu msh ragu
Danny Muliawati
rupa nya kelakuan si lucu tunggu yah lucy balasan nya
Danny Muliawati
bkn nya tlp polisi malah pd nonton
Danny Muliawati
sumpah mom aq nangis bc nya
Danny Muliawati
kan di amrik jg ada mesjid bs di mualaf kan di sana mom
Danny Muliawati
ini alamat keburu hamil dr pd kuliah nya 😁
Danny Muliawati
Tian jg mo jd mualaf
Danny Muliawati
lucu jangan mcm2 ica jago bela diri hihihi
Danny Muliawati
ana sdh dpt hidayah alhamdulillah
Danny Muliawati
😄😄😄😄
Danny Muliawati
smga semua nya pd jadian yg jomlo2 🩷
Danny Muliawati
seru banget yah suka aq mom tq yah
Danny Muliawati
keren d seru sumpah aq suka pk banget 🩷
inchieungill
apartemen
inchieungill
masa anak kelas 1 sma tebakannya saru gitu.
Nurul Fujiyah
ceritanya bagus 👍🥰
Eli Mei
aisah 11 thn
Eli Mei
lama.gak.baca noveltoon krn pindah ke lapak seblh,tbtb kangen kisah ardi aisah,cuzzz deh baca lg setelah 2thn yg lalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!