NovelToon NovelToon
Di Balik Pintu Kamar Sebelah

Di Balik Pintu Kamar Sebelah

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nisaul Mardhiyah

" Ahh ugh Dia suamiku, Aksa... Kita tidak boleh melakukan ini," bisik Valerian di tengah napasnya yang memburu. "Tapi dia tidak pernah melihatmu sebagai wanita, Kak. Sedangkan aku? Aku menginginkanmu sampai hampir gila," balas Aksa dengan tatapan mata yang penuh obsesi.

Bagi Damian, Valerian hanyalah sebuah kewajiban di atas kertas kontrak bisnis keluarga. Dua tahun pernikahan berjalan, Damian tidak pernah sekali pun menyentuh istrinya, membiarkan Valerian layu dalam kesepian di rumah megah yang sedingin es.Namun, malam badai itu mengubah segalanya. Berawal dari rasa iba yang berubah menjadi ketegangan tak terkendali, Aksa—adik kandung Damian yang tinggal serumah dengan mereka—melanggar batas suci.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nisaul Mardhiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22. Bayangan Masa Lalu

Di dalam mobil sedan mewahnya yang terparkir di area lobi gedung Sudirman, Clarissa Narendra mengumpat kasar sembari memukul setir dengan frustrasi. Layar tablet di tangannya menampilkan indikator pengiriman yang berputar lambat. Sial baginya, jaringan internet di dalam gedung perkantoran independen itu mendadak mengalami gangguan enkripsi masal—sebuah sistem proteksi ketat yang sengaja dipasang oleh tim IT kepercayaan Aksa untuk mengamankan data-data penting.

Video rekaman panas yang memperlihatkan kemesraan intim antara Aksa dan Valerian itu memang terkirim ke nomor pribadi Damian, namun statusnya tertahan dengan lingkaran pemuatan yang lambat. Belum resmi masuk ke ponsel sang suami sah.

Sementara itu, di dalam ruang rapat privat lantai tiga puluh, Valerian perlahan menarik napasnya yang terasa sesak. Ia melangkah mundur, menjauh dari jendela kaca besar sembari merapikan kembali blazer marunnya yang sempat sedikit kusut akibat pagutan intens Aksa beberapa saat lalu.

"Sedikit lagi... ayolah terkirim!" desis Clarissa dengan mata yang menyala oleh rasa dengki. Ia tahu, begitu video ini mendarat di ponsel Damian yang saat itu sedang memimpin rapat pleno bersama dewan komisaris besar Wardhana Group, hancur sudah reputasi Valerian dan Aksa untuk selamanya. Namun untuk saat ini, nasib baik rupanya masih berpihak pada rahasia terlarang di balik pintu kamar sebelah.

Meskipun kehangatan dan keposesifan Aksa selalu berhasil membuatnya merasa diinginkan sebagai seorang wanita utuh, Valerian tidak bisa membohongi rasa lelah yang teramat sangat di dalam jiwanya. Tekanan mental karena harus bermain peran ganda—menjadi istri yang gragas dan pasrah di bawah kuasa Damian demi melindungi bisnis orang tuanya, sekaligus bertransformasi menjadi CEO rahasia di bawah bimbingan Aksa—mulai menguras habis seluruh energinya.

"Aku harus pulang sekarang, Aksa," ucap Valerian dengan suara yang terdengar parau dan letih. "Damian mungkin tidak curiga malam ini karena alibi pertemuan menteri tadi, tapi aku tidak boleh memancing badai baru di rumah."

Aksa menatapnya dengan pandangan mata yang melunak. Sisi protektifnya kembali mengambil alih setelah gairah posesifnya mereda. Ia mengambil sebotol air mineral, menyerahkannya pada Valerian dengan senyuman hangat yang tulus. "Aku tahu. Pulanglah dan istirahat sejenak, Valerian. Jangan menyentuh dokumen apa pun malam ini. Biarkan tubuhmu memulihkan tenaganya."

Satu jam kemudian, Valerian telah menapakkan kakinya kembali di kediaman utama Wardhana. Suasana rumah mewah itu tampak begitu sunyi dan lengang. Damian belum kembali dari kantor pusat karena agenda rapat pleno yang dikabarkan berjalan hingga larut malam.

Valerian melangkah menaiki anak tangga dengan tubuh yang terasa kian memberat. Kepalanya mulai berdenyut pelan, sebuah rasa pening yang ia anggap hanya sekadar efek samping dari kelelahan emosional yang bertubi-tubi dalam beberapa hari terakhir.

Alih-alih langsung masuk ke kamar utama, langkah kaki Valerian mendadak terhenti di depan kamar sebelah—kamar milik Aksa. Pintu kayu jati itu tampak sedikit terbuka, memamerkan keheningan ruangan yang biasanya selalu memancarkan aroma kayu manis yang akrab. Didorong oleh rasa rindu dan rasa ingin tahu yang aneh, Valerian melangkah masuk dengan sangat perlahan.

Kamar Aksa selalu tertata rapi dengan nuansa maskulin yang minimalis. Valerian berjalan mendekati lemari kayu besar di sudut ruangan, berniat mencari sebuah buku referensi bisnis yang sempat Aksa katakan tertinggal di sana siang tadi. Namun, saat jemarinya membuka salah satu laci bagian dalam yang tidak terkunci, pandangannya mendadak terpaku pada sebuah amplop kertas kuno yang terselip di antara tumpukan dokumen lama.

Dengan rasa penasaran yang membuncah, Valerian menarik amplop tersebut dan membukanya. Di dalamnya, terdapat selembar foto fisik yang warnanya sudah sedikit memudar.

Deg.

Jantung Valerian seolah berhenti berdetak seketika saat melihat objek di dalam foto tersebut.

Itu adalah foto dirinya sendiri beberapa tahun yang lalu, saat ia masih duduk di bangku kuliah. Di dalam foto itu, ia tampak tersenyum lepas dan bahagia—sebuah senyuman tulus yang sudah sangat lama hilang dari wajahnya sejak ia terjebak dalam pernikahan pajangan bersama Damian. Namun, yang membuat dadanya terasa sesak adalah sosok laki-laki yang berdiri di sampingnya, merangkul bahunya dengan begitu akrab.

"Dave...?" bisik Valerian lirih, suaranya bergetar hebat.

Laki-laki di dalam foto itu adalah Dave, teman dekat sekaligus sahabat karibnya semasa kuliah yang selama ini ia ketahui telah pergi ke luar negeri setelah kelulusan mereka. Valerian tahu betul bagaimana kedekatan mereka dulu, sebuah hubungan persahabatan yang murni sebelum segalanya berubah ketika Damian datang membawa kontrak pernikahan bisnis keluarga.

Otak Valerian mendadak buntu. Mengapa foto dirinya bersama Dave bisa berada di dalam laci terdalam lemari kamar Aksa? Apa hubungan antara Aksa dan teman kuliahnya itu yang selama ini dirahasiakan darinya? Apakah kedatangan Aksa ke dalam hidupnya dan segala kelembutan posesif yang diberikan pria itu selama ini memiliki keterkaitan dengan masa lalu yang melibatkan Dave?

Rentetan pertanyaan itu berputar gila di dalam kepala Valerian, berpacu dengan denyutan pening di pelipisnya yang mendadak terasa kian menyengat tajam. Rasa pusing yang luar biasa hebat tiba-tiba menghantam kesadarannya bagai gada besi. Pandangan mata Valerian mengabur, membuat bayangan foto di tangannya bergoyang hebat.

"A-Aksa... apa semua ini...?" gumam Valerian parau, mencoba memanggil nama pria itu meski ruangan di sekitarnya kosong senyap.

Gelap kian pekat membungkus kesadaran Valerian, menyisakan tubuh rampingnya yang terkapar tak berdaya di atas karpet tebal kamar Aksa. Genggaman jemarinya pada foto masa lalunya bersama Dave perlahan melonggar, namun kertas usang itu tetap bertahan di antara sela-sela jarinya yang mendingin.

Rasa pening luar biasa dan hilangnya kesadaran Valerian secara mendadak bukanlah sekadar akibat dari kelelahan emosional atau tekanan mental dari permainan ganda yang ia lakoni belakangan ini. Jauh di dalam rahimnya, sebuah kehidupan baru yang tak terduga ternyata sedang mulai terbentuk.

Ceklek.

Suara pintu depan kediaman Wardhana yang terbuka di lantai bawah memecah keheningan malam yang mencekik. Langkah kaki yang berat, tegas, dan berwibawa terdengar melangkah masuk. Itu adalah Damian.

Pria itu baru saja menyelesaikan rapat plenonya yang melelahkan. Wajah tampannya tampak kaku, dan hal pertama yang ingin ia lakukan adalah menemukan istrinya, menuntut kepatuhan dan kehangatan nyata yang kini telah menjadi candunya setiap malam.

Namun, saat Damian melangkah menaiki anak tangga dan melewati koridor lantai dua, perhatiannya teralih pada pintu kamar Aksa yang sedikit terbuka. Cahaya lampu kamar yang temaram memantul ke lantai koridor, memperlihatkan ujung gaun sutra marun yang sangat ia kenali tergeletak di balik pintu.

Rahang Damian seketika mengeras rapat. Riak cemburu dan amarah purba langsung mendidih di dalam dadanya hingga ke titik tertinggi. Dengan langkah lebar yang memotong jarak, Damian mendorong kasar pintu kamar adiknya.

Brak!

"Valerian?!" Pekik Damian, suaranya yang bariton menggelegar memenuhi ruangan.

Sepasang netra elangnya membelalak sempurna saat melihat istrinya terkapar pingsan di atas lantai kamar Aksa. Damian langsung berlutut, mengangkat tubuh ramping Valerian ke dalam dekapan lengan kekarnya. Wajah Valerian tampak begitu pucat seputih mayat, dengan napas yang teratur namun teramat lemah.

Tepat saat Damian hendak mengangkat Valerian untuk membawanya kembali ke kamar utama, tatapan matanya terjatuh pada selembar foto fisik usang yang masih tergenggam di jemari dingin Valerian. Damian menarik paksa foto tersebut.

Di saat yang bersamaan, getaran panjang terasa dari dalam saku celana jas Damian. Ponsel pribadinya berbunyi, menandakan jaringan internet luar telah pulih sepenuhnya. Pesan video dari Clarissa Narendra yang sempat tertahan beberapa jam lalu kini resmi masuk dan terunduh sempurna.

Damian membuka ponselnya dengan tangan yang bergetar hebat oleh amarah yang meledak-ledak. Di layar benda pipih itu, video rekaman rahasia dari Clarissa berputar dengan sangat jelas, menampilkan adegan kemesraan intim, pelukan hangat intens, dan ciuman panas antara Valerian dan Aksa di dalam ruang kerja privat Sudirman siang tadi.

Aura di dalam kamar Aksa seketika berubah menjadi teramat mengintimidasi dan mematikan. Damian mencengkeram ponselnya hingga layarnya retak, menatap wajah pingsan istrinya dengan kilat mata yang tak lagi mengenal kata ampun.

Dari arah koridor luar, langkah kaki Aksa yang baru saja kembali dari kantor terdengar mendekat dengan cepat, siap menerobos masuk setelah mendengar suara benturan pintu kamarnya.

1
Unicha
komen dong teman seperjuangan klw suka 😍
Unicha
komen dong teman" seperjuangan klw suka 😍
Unicha
Terimakasih telah membaca ,jangan lupa beri dukungan kalian ya ,,agar aku makin semangat 😍, dukungan kalian sangat berarti untukku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!