NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Masih Ada

Ternyata Dia Masih Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:171
Nilai: 5
Nama Author: Auliya Wulandari

Duan Melahirkan di usia 16 tahun, selama 7 tahun ini ia selalu percaya jika putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah meninggal di hari kelahirannya, namun siapa yang menyangka saat dirinya kembali ke ibu kota muncul seorang bocah laki laki yang sangat menyebalkan namun Yan Fei merasa dirinya tak bisa membiarkan bocah itu jauh darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan yang Tepat

“Nona, hati-hati di jalan ya! Semoga hari menyenangkan, dan silakan datang lagi kapan saja!” seru pemilik toko sutra sambil tertawa lebar dan penuh rasa syukur.

Hari ini ia mendapatkan pembeli yang cukup besar, sehingga keuntungan bulan ini akan jauh melampaui target yang diharapkan. Senyumnya tak luntur sampai kereta yang membawa Yanfei mulai bergerak menjauh dari depan tokonya.

Begitu mereka duduk kembali di dalam kereta, Li Xia bertanya dengan nada sopan, “Nona, apakah kita akan langsung pulang ke kediaman sekarang?”

Yanfei menggeleng pelan sambil menatap ke luar jendela yang kacanya sedikit tertutup kain gorden untuk menahan angin dingin.

 “Belum, kita belum pulang. Aku mendengar kabar bahwa Kakak Kedua akan segera kembali dari Kota Biling. Sudah lama sekali ia pergi melaksanakan tugas di daerah perbatasan, jadi aku harus mencari barang yang layak dan berharga untuk diberikan sebagai tanda sambutan bagi kakakku yang baik itu.”

Karena sudah terlanjur keluar rumah dan berada di tengah pasar yang ramai ini, lebih baik sekalian saja melanjutkan perjalanan dan membeli beberapa keperluan lain yang dibutuhkan. Ia tidak ingin bolak-balik keluar masuk rumah hanya untuk satu keperluan saja.

Mendengar itu, Li Xia segera mengangguk paham, lalu mengusulkan dengan antusias, “Kalau begitu, Nona. Tuan Muda Kedua sangat menyukai karya sastra dan buku-buku kuno, bukan? Di ujung jalan utama ini ada sebuah toko buku yang cukup lengkap dan terkenal. Banyak sarjana dan pejabat tinggi yang sering datang ke sana untuk mencari koleksi langka. Apakah Nona ingin melihat-lihat tempat itu?”

Yanfei memikirkan usulan itu sejenak. Hari belum terlalu larut meski matahari sudah mulai terbenam, dan udara malam memang terasa semakin dingin. Namun ia sudah memakai jubah tebal yang dilapisi bulu halus, sehingga tidak akan terasa kedinginan selama perjalanan.

“Baiklah, bawa kita ke sana. Tidak ada salahnya melihat-lihat sebentar,” jawabnya.

Kereta pun melaju perlahan menyusuri jalanan yang mulai dipenuhi lampu-lampu minyak yang menyala. Tak lama kemudian, mereka tiba di depan sebuah bangunan yang tampak sederhana namun terawat rapi. Papan nama di atas pintu terukir indah dengan tulisan “Rumah Buku Sastra”.

Yanfei turun dengan langkah yang tenang namun penuh semangat. Begitu melangkah masuk, matanya langsung tertuju pada deretan rak kayu yang menjulang tinggi, penuh dengan tumpukan buku dari berbagai ukuran dan jenis. Aroma kertas tua dan tinta yang khas langsung menyapa hidungnya, menciptakan suasana yang tenang dan menenangkan. Ia berjalan perlahan, melihat judul demi judul dengan penuh rasa ingin tahu.

Setelah hampir dua jam berlalu, penjaga toko yang selama ini mengamati dari jauh akhirnya mendekat dengan senyum sopan. “Selamat malam, Nona. Sudah cukup lama Nona berada di sini. Apakah Nona sudah menemukan buku yang diinginkan, atau membutuhkan bantuan untuk memilih?”

Selama itu, ia telah mengamati gadis muda ini. Ia melihat bagaimana Yanfei duduk dengan tenang di balik meja kayu, membuka lembaran buku satu per satu dengan gerakan yang hati-hati, tidak tergesa-gesa dan tetap menjaga kebersihan. Sikapnya sangat sopan, pandangannya tenang namun tajam, dan keanggunannya terpancar secara alami tanpa harus dipamerkan. Ia benar-benar gambaran seorang bangsawan yang terpelajar dan memiliki budi pekerti luhur, membuat siapa pun yang melihatnya merasa sulit untuk mengalihkan pandangan.

Yanfei mengangkat wajahnya, lalu tersenyum tipis. “Ada begitu banyak jenis buku di sini, sungguh luar biasa. Aku sudah membaca sekilas banyak dari isinya, namun masih bingung memilih mana yang paling cocok. Apakah ada buku yang dianggap paling berharga dan berkualitas terbaik di antara semuanya?”

Sejujurnya, ia bukanlah orang yang gemar membaca sejak kecil. Namun selama enam tahun terakhir saat ia pergi meninggalkan ibu kota, ia terpaksa mempelajari berbagai hal baru untuk mengisi waktu. Tanpa disadari, kegiatan itu justru membuatnya menemukan ketertarikan tersendiri. Kini, ia mulai menyadari bahwa buku menyimpan banyak pengetahuan yang tidak bisa didapatkan hanya dengan melihat dunia luar.

Penjaga toko mengangguk mengerti, lalu melangkah menuju bagian rak paling bawah yang tertutup sedikit tirai tipis. Ia mengambil beberapa buku yang disimpan dengan lebih hati-hati, lalu membawanya kembali ke meja di hadapan Yanfei.

“Jika Nona bersedia mempercayakan pilihan kepada saya, saya berani menyarankan beberapa buku ini,” katanya sambil meletakkan tumpukan itu.

Di atas meja tergeletak sebuah buku yang terlihat cukup tebal. Sampulnya terbuat dari kulit kasar dan kertas di dalamnya sudah berwarna kekuningan tanda usia, namun terawat sangat baik tanpa ada lembaran yang rusak. Begitu Yanfei membukanya, matanya langsung terbelalak kagum.

Barang yang bernilai tinggi memang terlihat berbeda kualitasnya. Dari luar tampak biasa saja, namun begitu dibuka, terlihat gambar-gambar yang sangat rinci dan rapi menggambarkan berbagai jenis tumbuhan, akar, dan daun yang disertai keterangan lengkap mengenai khasiat dan cara pengolahannya. Yanfei bukanlah seorang tabib atau ahli pengobatan, namun selama enam tahun terakhir ia mempelajari dasar-dasar ilmu kesehatan dan ramuan, sehingga ia bisa memahami sebagian isinya. Buku-buku semacam ini sangat jarang ditemukan dan tidak dijual sembarangan, karena isinya sangat rahasia dan berharga. Rasanya buku ini seolah sudah menunggu untuk jatuh ke tangannya.

“Ini adalah karya dari Sarjana Li yang terkenal, menceritakan perjalanan panjangnya menjelajahi berbagai daerah untuk mempelajari alam dan kehidupan,” jelas penjaga toko sambil membuka buku berikutnya.

Secara keseluruhan, ada satu buku khusus mengenai ilmu pengobatan dan tumbuhan, serta tiga buku karya sastra terkenal yang sangat dicari oleh para cendekiawan.

“Wah, pilihan ini sangat bagus sekali, Nona!” seru Li Xia dengan nada antusias melihat koleksi yang dipilih.

Yanfei hanya tersenyum mendengar komentar pelayannya itu, lalu menoleh kembali kepada penjaga toko. “Kau memiliki selera yang baik. Aku akan mengambil semua buku ini. Tambahkan juga satu set kuas menulis yang kualitasnya terbaik dan awet dipakai.”

“Tentu saja, Nona. Segera saya siapkan,” jawab penjaga toko dengan senyum puas.

Ia segera membungkus setiap buku dengan kain lembut agar tidak tergores, lalu memasukkannya ke dalam kotak kayu yang kokoh, beserta kuas dan tinta yang diminta. Setelah selesai, ia menyerahkannya kepada Li Xia dengan gerakan yang sangat sopan.

“Terima kasih atas bantuannya,” ujar Yanfei dengan nada lembut namun tulus, lalu berdiri bersiap untuk pergi.

Begitu melihat punggung Yanfei yang perlahan menghilang di balik pintu, penjaga toko itu mengangguk-angguk sendiri sambil bergumam pelan, “Inilah seharusnya sikap seorang gadis yang terpelajar dan berkedudukan tinggi.”

Selama bertahun-tahun menjaga toko ini, ia telah bertemu dengan berbagai macam orang—mulai dari yang sombong, pemarah, hingga yang acuh tak acuh. Namun gadis muda ini terasa sangat berbeda dari semuanya. Lembut, ramah, memiliki wajah yang cantik, namun yang paling berkesan adalah kesopanannya yang tulus. Hanya dengan satu ucapan terima kasih yang sederhana, ia berhasil membuat hati penjaga toko itu merasa dihargai dan menghormatinya sepenuh hati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!