NovelToon NovelToon
INDIGO

INDIGO

Status: tamat
Genre:Spiritual / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:533k
Nilai: 5
Nama Author: ARSY AL FAZZA

Penglihatan menembus dimensi ghaib. Tidak hanya di alam nyata, dalam pandangan lain bahwa sosok Indigo ketika berada alam bawah sadar itu sukmanya bisa terlepas keluar dari badannya. Berjalan-jalan menembus ruang dan waktu dunia lain. Setiap malam dirinya di kejar kematian yang mengancam. Para Indigo yang meninggal nanti ada dua kemungkinan. Yang pertama takdir dari Yang Maha Kuasa atau yang kedua karena tidak dapat kembali ke wujud tubuhnya di alam dunia. Simak kisahnya..!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSY AL FAZZA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Tabir kemelut penampakan

Alur maju dan mundur

Luna memberikan pensil warnanya berwarna merah ke tangan sang raja yang baru saja menapak di atas tanah Mandra Sukmo. Tawa nyaring menerima pemberian hadiah kecil tersebut, baru kali ini seumur hidupnya mendapatkan potongan pensil dari seorang anak kecil.

Melihat Luna secara langsung, dia terlihat normal seperti anak lainnya. Kedatangan penguasa beserta pasukan Saranjarana menghebohkan berbagai pendapat tanda peperangan atau meminta sesuatu dari tanah yang mereka datangi. Tepat seperti pada kerajaan lainnya.

Di dalam ruangan lain, Ogok menerima semua informasi dari salah prajurit khusus menjadi mata-mata. Dia bertanya pada Migan apa arti dari semua tanda tersebut. Sosok dukun yang menggunakan kekuatan api yang berkobar dari telapak tangan memperlihatkan sebuah bencana besar.

“Tuan, kali ini kedatangan raja Gareng tidak serta merta berharap sesuatu yang bernilai. Beliau malah sangat senang menerima benda pemberian sang putri tanpa mengetahui arti di dalamnya.”

“Katakan pada ku apa yang tidak mereka ketahui.”

“Hahah, merah adalah nyala api. Dia bisa mejadi musuh atau simbol api yang membakar dirinya..”

Raja Gareng sebagai keturunan bangsa lelembut yang di janjikan pada leluhur terdahulu sangat jarang mendapat semburan ilmu ghaib, kekalahan atau runtuhnya kerajaan. Tidak setelah mendapatkan pensil warna merah sebagai tanda kecaman bagi para cenayang di kerajaan Saranjarana. Sang raja menceritakan pada ratu Muara, dia tersenyum menjawab kata kenang-kenangan sebagai tanda persahabatan kedua kerajaan.

Mimpi Raja Gareng

Semua hal yang berhubungan dengan bangsa lelembut, tidak serta merta bersifat baik. Hitam dan putih berkesinambungan. Bagai berbagai sifat dan karakter manusia. Sihir hitam tidak akan pernah berhenti, gangguan di dalam maupun di luar merebak menakuti.

Mantra pemanggil makhluk dari lapisan alam lelembut mulai menentang bergerak leluasa.

Sosok raksasa merah memporak-porandakan wilayah Saranjarana di bagian Timur. Kejadian yang berlangsung beberapa detik itu membuat ketakutan di desa gelanggang. Pria yang mulai haus kekuasaan itu meminta Migan membantunya mendapatkan ilmu yang melebihi kesaktian manusia lainnya. Ogok menggadaikan diri demi mendapatkan kekuatan.

“Ada apa ini yang mulia? Tidak biasanya ada bangsa lelembut menyerang istana” ucap sang ratu.

“Pasti musuh mulai mencari titik kelemahan kita dengan memanfaatkan kekuatan lelembut. Kita tidak boleh mengambil kesimpulan bangsa lelembut pelakunya.”

Siraman air terjun di penuhi Mayat menghantam tubuhnya. Sekuat tenaga Migan meneruskan persemedian. Dia harus menyempurnakan ilmunya walau menghadapi rintangan yang lebih berat. Ogok berhasil masuk ke dalam gua yang bersemedi di dalam air terjun. Kali ini rintangan terbesarnya yaitu benar-benar menyerahkan diri pada iblis menentang kehendak alam.

“Tuan, apakah anda yakin menginginkan ilmu ini? Jika anda tidak bisa mengendalikannya maka ilmu ini akan memakan diri anda.”

“Aku siap Migan, aku akan menguasai dan menundukkan tanah-tanah kerajaan.”

Persayaratan paling terberat adalah memakan seratus janin yang belum genap berusia tujuh bulan. Dia mengasingkan diri tanpa memberikan kabar pada siapapun. Dia mengikuti semua petunjuk yang di berikan Migan. Sebulan kemudian, kedatangan Ogok ke desa Gelanggang yang menyamar sebagai salah satu petani untuk memuluskan kehendaknya.

Dia di bantu Migan di sebuah rumah papan sederhana yang di tutupi tirai serabut membentang di langit-langit ruangan. Incaran pertama pada sosok Juminten, seorang wanita muda yang usia kehamilannya menginjak lima bulan. Kalau di hitung-hitung, bulan ke depan sudah bisa menjalani ritual sebagai calon sesajen pertama. Anak dari dayang Sukinah itu setiap malam mulai mengalami mimpi buruk. Ketakutan mengancam jiwa, malam melewati pukul satu mendapatkan mimpi dan gangguan makhluk halus.

Tidak pernah sebelumnya dia merasakan kegusaran. Sebelum menjelang pagi, Juminten mengemasi barang-barangnya.

“Kamu mau kemana Jum?” tanya Karman.

“Aku mau bertemu dengan ibu. Akhir-akhir ini aku mengalami mimpi yang sama. Aku sangat khawatir dengan kandungan ku kang”

Karman meminta ijin cuti selama dua hari untuk mengantar istrinya ke kerajaan Mandra Sukmo.

Kedatangannya masuk ke dalam ruangan Aula mengagetkan dayang Sukin yang sedang duduk bersama Pati menunggu sang putri menyelesaikan gambarnya.

“Ibu..” Jum mencium punggung tangannya.

Pertemuan mereka berganti posisi di alun-alun istana. Pati meninggalkan keduanya, dia menitipkan sang putri karena harus pergi ke ruangan kebesaran sang ratu. Jum mendekati sang putri, dia tersenyum membantu mewarnai gambarnya.

Sang putri menunjuk ke arah samping kiri Juminten. Wanita itu tampak gelisah mulai merasakan hawa merinding. Dayang Sukin pergi ke dapur meninggalkan mereka berdua. Penggalan kata hantu mulai menambah ketakutannya.

“Tuan putri, hantu apa?” tanya Jum menepis keringat di dahinya.

“Kakak, ada hantu yang mau makan adik bayi..”

Ucapan sang putri menjatuhkan nampan kayu yang di bawa dayang Sukin. Gelas di atasnya pecah sedang kan secangkir susu hangat tumpah di lantai.

“Jum, apakah kamu merasa ada sosok makhluk yang mengikuti?”

“Ya bu, akhir-akhir ini Jum sering bermimpi makhluk yang sama.”

“Tuan putri, bagaimana makhluk yang di dekat Jum?” tanya Sukin sambil menyodorkan selembar kertas kosong.

Luna tidak bisa menggambar sosok yang di minta sang dayang. Dia telah berjanji pada sang ratu untuk tidak menggambar berbagai bentuk makhluk atau sosok manusia. Luna menangis melihat sosok itu dapat di lihat olehnya. Tangisan Luna sangat keras, Sukin membawa ke dalam ruangan kebesarannya.

Pati menjemput menenangkan sampai sang putri tertidur. Ratu sedang melaksanakan pertemuan pada para punggawa, dia berpesan agar sang Pati tidak melewatkan waktu minum obat sang putri.

Di dalam kamar ibunya, Jum semakin tidak tenang. Dia mengusap perutnya berharap tidak terjadi gangguan apapun pada bayinya. Sukin masuk ke dalam sambil berbisik “Ayo ibu bawa kamu ke dukun Tang. Kabarnya dia sudah sembuh setelah mengobati sang putri.”

Dayang Jum meminta ijin pada sang ketua dayang pendamping supaya mengijinkannya pergi. Dia memberitahu sebuah peringatan yang di katakan sang putri. Pati melihat keadaan keadaan Jum yang tampak sedang sakit. Dia mengutus seorang pengawal untuk menjemput sang dukun ke istana.

“Bagaimana jika sang ratu tau? Engkau akan di beri hukuman”

“Aku yang bertanggung jawab atas keselamatan dayang istana. Aku bersedia jika sang ratu nantinya menghukum ku.”

Di atas bakaran dupa, dukun Tang merasakan kekuatan yang sangat besar mengincar janin Juminten. Beberapa lemparan daun kelor, mantra hingga sesajian pengganti tidak membuahkan hasil. Sosok ganas mengincar bagai seekor lintah yang sulit terlepas.

“Menjauhkan sosok itu selagi aku mencari penawarnya. Jum tidak boleh pergi terlalu jauh dari istana"

“Tapi Tang, aku tidak bisa menahannya lebih lama disini. Aku tidak mau sang ratu mengetahuinya” ucap Sukin sangat cemas.

“Hanya kau yang tau apa yang terbaik untuk anak mu Sukin. Makhluk itu tidak akan berhenti sampai mendapatkan keinginannya!”

1
Manda
selamat lebaran
milki
detik lebaran disini
Rina 〇△☆☂
♥️♥️
Rina 〇△☆☂
♥️
Komunitas basket SMANSA
indigo 😍😍😍
rindu
Kisah ini begitu menakutkan, membuat bulu kudukku berdiri sejak awal hingga akhir. Atmosfir gelap dan misterius benar-benar terasa, membuatku merasa seolah-olah aku sendiri berada di kerajaan Mandra Sukma. Saya benar-benar merinding membayangkan Aluna menghadapi semua rintangan mengerikan itu sendirian. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sungguh membuatku merasa cemas. setaann
rindu
Aluna mendapati dirinya terperangkap di dalam ruangan gelap dengan bayangan menakutkan yang mengintai di sekelilingnya, saya hampir merasakan ketakutan yang sama seperti yang dia rasakan. Bola-bola api yang melayang di langit malam memberikan sentuhan supernatural yang menambah ketegangan cerita. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dikelilingi oleh kegelapan dan misteri.
𓆩❤𓆪
Ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seolah-olah saya sendiri ikut terbawa dalam kegelapan dan ketakutan yang menyelimuti tempat itu. Saya hampir tidak bisa menahan napas menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sosok-sosok yang tak jelas bergerak di sekeliling Aluna membuat bulu kuduk saya merinding. Saya merasa seperti saya sendiri berada di sana, merasakan ketegangan dan ketakutan yang melanda Aluna.
zatu
Ketika Aluna akhirnya menemukan bangunan kuno yang menjulang tinggi di tengah pulau, saya hampir tidak berani membayangkan apa yang mungkin menantinya di dalamnya. Rasanya seperti sebuah pembukaan menuju neraka yang menakutkan. istana keramat yang menyeramkan membuat saya benar-benar merasa seolah-olah saya sendiri berada di sana, menghadapi semua ketidakpastian dan bahaya yang menyertainya. Sungguh cerita yang sangat menegangkan!
mella
Aluna menghadapi berbagai rintangan yang mengerikan dengan keberanian yang luar biasa, dan saya tidak bisa tidak terkesan oleh kekuatan dan keteguhannya dalam menghadapi situasi yang begitu mencekam. Saya hampir tidak berani membayangkan bagaimana rasanya berada di tempat Aluna, dihadapkan pada semua misteri dan bahaya yang mengancam. Cerita ini benar-benar berhasil membuat saya merasa takut dan tegang sepanjang perjalanan.
Febri
Saat Aluna mendekati pintu istana kuno yang menyeramkan, saya merasa seolah-olah saya sendiri berdiri di sana, menunggu dengan ketegangan yang tak tertahankan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Sungguh pengalaman membaca yang memikat dan mendebarkan. Bayangan-bayangan menakutkan yang mengintai di dalam ruangan gelap dan sosok-sosok tak jelas di sekeliling Aluna benar-benar memberikan sentuhan horor yang membuat bulu kuduk saya merinding. Saya hampir tidak berani membayangkan berada di tempat Aluna, menghadapi semua ketakutan itu sendirian
Banyuwangi
Suara-suara aneh yang menggema di lorong-lorong gelap dan bola-bola api yang melayang-layang di langit malam benar-benar menambah intensitas ketegangan dalam cerita. Saya merasa seperti saya sendiri berada di dalam dunia yang misterius dan menakutkan itu. Ketika Aluna memutuskan untuk terus maju meskipun dihadapkan pada bahaya yang mengancam, saya merasa terinspirasi oleh keberaniannya. Cerita ini bukan hanya sekedar cerita horor biasa, tetapi juga memiliki pesan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi rintangan.
kapulaga
Dalam momen-momen seperti ini, penggunaan detail-detail sensorik menjadi sangat penting untuk membawa pembaca lebih dalam ke dalam aliran cerita. Dari suara gemetar Tumang hingga aroma tanah basah yang menciptakan suasana yang semakin mencekam, setiap detail memberikan warna dan nuansa yang mendalam pada narasi. Ini memungkinkan pembaca untuk benar-benar terhubung dengan perasaan dan pengalaman karakter utama, sehingga mereka bisa merasakan setiap getaran dari ketakutan yang dialami.
Bukan cilook
🌹Deskripsi yang mendetail dan cerita ini benar-benar menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pembaca. Aq merasa seolah-olah saya sendiri berada di dalam kerajaan Mandra Sukma, merasakan setiap ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna. Dari momen-momen gelap di lorong-lorong yang gelap hingga ketegangan yang melanda di dalam ruangan tersembunyi, aq tidak bisa tidak terhanyut oleh cerita ini. Bahkan ketika Aluna mendekati pulau yang dikelilingi oleh cahaya biru yang menyilaukan, saya merasa seperti saya sendiri ikut terbawa dalam perjalanannya, menunggu dengan napas tertahan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Keberanian Aluna dalam menghadapi segala rintangan yang menakutkan benar-benar menginspirasi, dan cerita ini berhasil menangkap esensi dari horor psikologis yang membuat bulu kuduk merinding. Aq sangat terkesan dengan cara cerita ini membangun ketegangan secara bertahap hingga mencapai puncaknya di dalam istana kuno yang menyeramkan. Keseluruhan, cerita ini tidak hanya menawarkan hiburan yang menegangkan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan tentang keberanian dan keteguhan hati dalam menghadapi ketakutan.
Tante godang
⭐⭐⭐⭐⭐
nobon
elemen-elemen mistis dengan ketegangan dan petualangan yang seru. Saya penasaran dengan nasib Aluna dan bagaimana dia akan menghadapi tantangan selanjutnya.
Penggambaran suasana dan detail dalam cerita ini sangat kuat, membuat pembaca seolah-olah ikut merasakan ketegangan dan ketakutan yang dirasakan oleh Aluna.
nobon
suka bagaimana cerita ini menunjukkan bahwa kekuatan tidak selalu membuat seseorang merasa aman, tetapi bisa menjadi beban dan tanggung jawab yang besar. Konflik internal Aluna juga menambah dimensi yang menarik dalam cerita ini. Dia harus berjuang antara melindungi dirinya sendiri dan membantu orang lain. Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Zona nyaman
Teman-teman hewan Aluna memberikan sentuhan yang menyentuh hati dalam cerita ini, menunjukkan bahwa dukungan dan persahabatan bisa datang dari tempat yang tidak terduga.
Saya penasaran dengan bagaimana Aluna akan menemukan solusi untuk menghadapi bencana yang akan datang, dan apakah dia akan berhasil mengubah nasibnya.
Pesan tentang pentingnya keberanian, persatuan, dan harapan dalam menghadapi tantangan hidup sangat menginspirasi.
nina
Setiap langkah Aluna melalui kegelapan dan rintangan menghadirkan perasaan yang intens bagi saya. Saya bisa merasakan ketegangan dan keputusasaan yang dirasakannya, tetapi juga keberanian dan tekadnya untuk tidak menyerah. Cerita ini benar-benar membuat saya merenung tentang arti sebenarnya dari kekuatan. Saya belajar bahwa kekuatan sejati bukan hanya tentang kekuatan fisik atau magis, tetapi juga tentang keberanian, keteguhan hati, dan kemampuan untuk tumbuh dan belajar dari setiap pengalaman hidup.
Seroja
Ketika Aluna bertemu dengan wanita tua yang memberinya harapan dan kekuatan baru, saya merasa seperti ada sinar terang di ujung terowongan gelap. Deskripsi tentang keberanian dan ketulusan hati Aluna sungguh menggugah perasaan. Saya sangat terkesan dengan kekuatan Aluna untuk tetap berjuang meskipun dihadapkan pada kegelapan yang menakutkan. Dia adalah contoh yang menginspirasi tentang bagaimana kita bisa melawan ketakutan dan keputusasaan meskipun segala sesuatunya terasa sia-sia.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!