Sinopsis:
Fani Arsenal Dionando, gadis 17 tahun yang baru memulai hidup di sekolah barunya, berusaha melupakan mimpi buruk yang terus menghantuinya. Namun tanpa ia sadari, kehadirannya justru menyeretnya ke dalam rahasia lama dan rencana balas dendam yang melibatkan namanya. Di tengah konflik dan bahaya yang perlahan mendekat, ada seseorang yang diam-diam selalu melindunginya dari balik bayangan—sosok misterius yang belum ia ketahui apakah akan menjadi penyelamatnya… atau justru alasan hidupnya semakin rumit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Senior impian
Setelah semua kegiatan MOS selesai, aku dan Naila memutuskan pergi ke coffee shop kecil yang letaknya tidak jauh dari SMA kami. Tempatnya sederhana, tapi cukup ramai oleh siswa-siswi yang baru saja pulang sekolah. Aroma kopi dan roti panggang memenuhi udara, membuat suasana terasa hangat.
Aku duduk di kursi dekat jendela sambil menunggu pesanan kami datang. Entah kenapa, sejak tadi pikiranku melayang ke banyak hal.
Yah… hari ini benar-benar menyenangkan menurutku.
Pertama, saat MOS tadi aku berada satu kelompok dengan Kak Aldo. Bahkan, di tengah kegiatan dia sempat menunjukku dan memanggil namaku langsung di depan teman-teman yang lain. Rasanya seperti jantungku berhenti sebentar sebelum akhirnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Aduh… senangnya bukan main.
Setidaknya hari ini aku bisa satu tim dengannya. Hal kecil mungkin, tapi entah kenapa itu membuatku sangat bahagia.
Kedua, aku juga senang karena hari ini mendapat teman baru yang baik. Kalau bukan karena Naila, mungkin aku tidak akan pernah duduk santai di coffee shop seperti ini sepulang sekolah.
Dan yang ketiga… syukurlah hari ini aku tidak bertemu lagi dengan orang rusuh itu.
Pokoknya, hari ini rasanya benar-benar hari yang menyenangkan.
“Ciee… senyum-senyum sendiri. Lagi mikirin Kak Aldo ya?” goda Naila sambil menyenggol lenganku pelan.
Aku langsung tersentak dari lamunanku.
“Hah? Enggak kok!” jawabku cepat sambil pura-pura mengambil minuman yang baru saja datang.
Naila malah semakin tersenyum lebar. “Iya, iya… gak mikirin. Tapi dari tadi senyumnya beda banget, Fan.”
“Apaan sih kamu, Nail. Ngada-ngada deh,” kataku sambil mengaduk minuman, mencoba terlihat santai.
“Ih, padahal tadi pas Kak Aldo manggil namamu, mukamu langsung merah banget loh,” lanjutnya dengan nada menggoda.
“Seriusan?!” aku langsung menutup pipiku dengan kedua tangan.
“Iya dong. Untung aja Kak Aldo gak nyadar.”
“Ya ampun, malunya…” gumamku pelan.
Naila terkekeh melihat reaksiku. “Tenang aja, Fan. Itu wajar kok. Kak Aldo kan emang lumayan terkenal di sekolah.”
Aku menghela napas kecil lalu mencoba mengalihkan topik.
“Btw… makasih ya, Nail. Udah traktir makan.”
“Iya masa. Santai aja kali. Anggap aja perayaan hari pertama kita kenalan,” katanya sambil menyeruput minumannya.
“Oh ya, Fan,” lanjut Naila tiba-tiba. “Emang kamu jarang jajan di luar ya?”
Aku mengangguk pelan. “Hmm… bukannya gak pernah sih. Cuma jarang aja. Biasanya langsung pulang.”
“Serius? Padahal di sekitar sekolah banyak tempat enak loh.”
“Iya sih… tapi aku gak punya teman buat diajak,” jawabku jujur.
Naila menatapku beberapa detik, lalu tersenyum hangat.
“Kalau gitu sekarang kamu punya.”
Aku ikut tersenyum mendengar itu.
“Nanti kapan-kapan kita jalan lagi yuk. Bukan cuma jajan, tapi jalan-jalan sekalian.”
“Boleh banget! Tapi kapan?”
Naila berpikir sebentar, lalu berkata, “Minggu ini aja gimana?”
Aku langsung mencoba mengingat-ingat jadwalku.
“Hmm… kayaknya bisa deh. Aku juga gak ada acara.”
“Serius? Asik!” kata Naila dengan semangat. “Berarti nanti aku jemput kamu.”
“Hah? Jemput?”
“Iya dong. Share alamatmu nanti ya.”
Aku tertawa kecil. “Wokeh. Siap.”
Percakapan kami terus berlanjut dengan tawa-tawa kecil yang sesekali memenuhi meja kami.
Entah kenapa, hari ini terasa berbeda.
...----------------...
setelah aku asyik berbincang bincang dengan naila aku pun pulang ke rumah dijemput dengan mobil pribadiku yah jujur aja sebenarnya hidup jadi orang kayak gua itu susah banget dah.
serba ini dan serba itu dilarang sama nyokab and bokap yah tapi mau gimana lagi yak......hidup itu sulit kan...jadi aku santuy aja orangnya dan sebisa mungkin kasih yang terbaik lah...
saat sampai di rumah aku langsung keatas dan menaruh semua barang ku dan kalau gua ingat ingat udah dua hari gua diSMA dan itupun yang pertama aku kenal adalah biang curut alfarrabi itu tapi ngomong ngomong orangnya kemana ya ucapku dalam hati .....
dan sekarang pikiranku entah melayang ke segala arah dan itupun aku berharap selalu bertemu dengan kak aldo disekolah hmm semoga saja ya.
hoamm.....
aku ngantuk sekali rupanya sebaiknya aku tidur saja eh tapi aku gak lupa buat ganti baju sekolah dan yang lainnya.
kemudian ......
tut....tut...tu.... handphone ku berbunyi
aku pun langsung mengangkatnya karna yang menelpon ku adalah bang arif..
halo bang ada apa?
kamu sudah pulang dek?
hmmm iya bang baru nih sampainya..ucapku
oh ya udah....tunggu abang pulang.
emang ada apa bang?
entar abang kasih tau tunggu aja dirumah!
oke bang oh yaa mami papi pulang gak hari ini bang?
tumben nanyain ..... kayaknya gak deh
oke bang! tut tutu telpon mati.
hmm kira kira ada apa ya....
kenapa abangku tiba tiba nelpon dan sepertinya ada sesuatu yang terjadi nih kok...kayak aneh gitu ya dan perasaan jadi gak enak nih .... semoga aja semuanya baik baik aja sih.
tut...tut....tut...
eh telpon dari abang lagi kayak nya nih dan aku pun langsung menghampirinya saat kulihat teryata bukan ini no nya naila dan aku langsung angkat aja .
"halo fan..." sapa naila dari sebrang
"iya nail ada apa?"
"ini loh aku punya rekomendasi novel bagus loh!"
"wah boleh tuh!"
"iya fan beruntung nya aku suka liat updet nya nih yang seru seru gitu!"
"wah aku juga mau donk!"
"okeh ntar aku share ke kamu"
"sip aku tunggu ya!"
"ya udah diliat link nya ntar fan!"
"wokeh sip!"
"ya udh by sampe ketemu besok!"
"iyo"
hmm senengnya deh dapet rekomendasi novel bagus dari teman baruku ini....aku gak nyangka kita berdua sama sama suka novel juga dan beruntung lah sekarang kita bisa saling berbagi gitu loh uhh senengnya deh minta ampun.
tapi yang kupikirkan kali ini adalah bang Arif yang katanya mau membicarakan sesuatu. kenapa aku jadi penasaran ya apakah bang Arif ngelakuin kesalahan lagi disekolah nya pikir ku.
kemudian aku pergi ke taman dibelakang rumah sambil bersantai di sana aku sedang membaca novel ku.dengan ditemani secangkir teh manis aroma yang sangat kuat dan wangi dan aura pemandangan taman nan indah didekat kolam renang yang biru tentunya.
yah kebetulan sekali aku suka banget yang namanya novel gitu karena ceritanya nya yang menarik dan juga tentang kisah kisah hidup seseorang.apa mungkin aku dan kak aldo bisa seperti di novel novel yah gumamku...
*kemudian mbok minah datang menghampiri ku.
"non fani ini cemilannya non"
*mbok minah menyodorkan nya kearah ku
"makasih ya mbok minah" ucapku
"iya sama-sama non fani"
"mbok ada pekerjaan lagi gak sekarang"
tanyaku
"gak ada non semuanya sudah kelar"
"oh gitu ya mbok.... mbok mau gak temenin fani disini buat cerita? "
"boleh non fani mau cerita apa? "
"inilah loh mbok....ayo duduk disamping fani dulu mbok"
*mbok pun duduk disamping tempat ku duduk
"gini loh mbok fani itu mau cerita soal kakak senior yang fani kagumin disekolah baru fani loh.." ucapku tersenyum
"eleh eleh jangan jangan non fani sedang jatuh cinta nih "ucap mbok
" ih mbok jangan gitu fani cuman sekedar kagum aja kok mbok sma kakak senior fani itu.... dan mbok tau kakak senior fani itu orangnya nya baik banget mbok"
"syukurlah non fani bertemu dengan orang-orang yang baik di sana"ucapnya
"oh iya mbok pernah gak sih ngerasain waktu muda dulu kayak aku ini mbok? "tanyaku penasaran
"iya non dulu itu pas mbok ini masih semuda non fani teh....itu mbok udah ngerasa yang namanya jatuh cinta"
"hehehehe mbok keren deh bisa jatuh cinta emang sama siapa sih mbok kok fani jadi penasaran? "tanyaku lebih penasaran
"itu loh non sama akang faizul makannya mbok bisa sama dia itu sekarang karna jodoh itu gak kemana-mana non fani.... "jawab mbok antusias
"iya mbok fani paham sekarang, jadi jodoh itu harus diperjuangkan kan kan mbok begitu? "
"iya non dulu mbok sempat ngira kalau jodoh mbok bukan kang faizul soalnya dia banyak yang demen gitu dulu dikalangan mbok... tapi mbok percaya kalau ada usaha buat suka seseorang pasti ada celah nanti kita tau mana yang terbaik " ucap mbok menjelaskan
"uwaaa mbok makasih banyak cerita nya dan mau dengerin cerita aku, tambah seneng deh " ucapku sambil memeluk mbok minah
"ya udah non ini udah mau malam mbok mau siapin makan malamnya non dulu ya"
"ya mbok"
*mbok pergi berjalan
dan sekarang aku sudah mengerti apa yang sedang aku rasakan saat ini tapi masih gak nyangka aja kalau orang nya adalah kak aldo.
semoga aja yang namanya jodoh itu gak kemana-mana dan selalu dekat di hati ini , itulah yang ingin aku rasakan bukanlah penyesalan diwaktu masa lalu ku itu .
kemudian selesai bersantai aku masuk kedalam dan melewati kamarnya bang arif, hmmmm kok kamar nya keliatan sepi aja? apa aku buka aja ya...
*aku mendekat kearah pintu kemudian membuka
"huh kok gak ada sih bang arif... kemana lagi coba! " decak ku sebal
kemudian aku langsung naik keatas dan melakukan ritual mandi Sore seperti biasanya yah jujur rumah ini sepi banget sih apalagi mami sama Papi gak pulang pulang malah kerja mulu dan meeting mulu!.
Hari sudah mulai gelap dan bang arif ku belum kunjung pulang hari ini dan aku sudah mencoba menelponnya 7 kali tapi tetap gak diangkat mungkinkah dia ada kerja kelompok kali ya.... pikirku
dan sekarang aku yang sedang menghabiskan makan malam ku dengan begitu lahap dan setelah itu aku kembali ke kamar. mungkin saja bang arif bakal pulang besok karena kan besok happy weekend.
Yah moss ku sudah berakhir karna diadakan dari hari hari sebelum rasanya memang penat sekali tapi besok adalah wekend yang ku tunggu untuk menghilangkan kepenatan tersebut bersama dengan sahabat lamaku dan aku sudah kangen sama dirinya itu tentunya.
smngat...
smngat ea k 😊