NovelToon NovelToon
Sakitnya Menikah Denganmu

Sakitnya Menikah Denganmu

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Selingkuh / Romansa / Penyesalan Suami / Pelakor / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:315k
Nilai: 5
Nama Author: Miss 'R'

Kirana Adara Caroline gadis berusia 23 tahun, akhirnya bisa menikah dengan laki-laki yang sudah lama ia cintai, yaitu Hendrik Arsenio.

Meskipun Hendrik tak pernah mencintai Kirana, tapi ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang sudah membuat Kirana hamil.

Sedangkan di lain sisi Hendrik ternyata masih mencintai mantan kekasihnya yang tak lain juga merupakan sahabat Kirana.

Akankah Hendrik akhirnya bisa mencintai Kirana? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss 'R', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Baju Bekas.

"Memang ada yang salah dengan baju itu?" tanya Hendrik tapi tak melihat ke arah Kirana.

"Coba kamu lihat sendiri deh, Mas." Kirana meletakkan baju itu di samping Hendrik.

Lalu Hendrik mulai mengamati baju kebaya yang Kirana maksud.

Kirana benar-benar syok saat pertama kali melihat baju itu. Bagaimana tidak, dari warnanya aja sudah ada yang kelunturan warna lain. Terus ukurannya juga lebih kecil dari tubuh Kirana. Mungkin kalau yang pakai anak kelas 6 SD muat. Di tambah lagi ada bagian ketiaknya yang sobek sedikit.

"Apa seperti itu yang mamamu kirim untuk acara pernikahan kita, Mas?" Kirana merasa terhina dengan pemberian calon mertuanya.

"Coba aku telpon mamaku dulu."

Hendrik mengeluarkan ponselnya lalu menekan nomor mamanya. Tak berselang lama, panggilannya pun di terima. Hendrik sengaja meloudspeaker panggilannya agar Kirana bisa ikut dengar juga.

"Halo, Nak. Bagaiamana paketnya sudah sampai? Jas-nya muat kan sama kamu? Sepatunya juga muat kan? Itu semua Mama beli baru loh, Nak," cecar Bu Mery, mamanya Hendrik.

Seketika Kirana melihat ke arah tumpukan baju-baju dan sepatu yang untuk Hendrik. Memang benar ternyata semua masih baru. Terlihat dari masih adanya label harga yang menempel di setiap barangnya.

"Semua barang yang untuk aku muat, Ma. Tapi yang untuk Kirana kenapa seperti, ...." Hendrik terlihat ragu saat akan meneruskan kalimatnya. Dia takut kalau sampai mamanya tersinggung.

"Oh, iya memang yang untuk Kirana itu semua bekas dari nikahannya kakakmu beberapa tahun yang lalu. Sayangkan kalau nggak kepakai. Lagipula buat apa beli atau sewa? Buang-buang uang yang ada. Mending uangnya kamu pakai buat besarin usaha rumah makanmu itu. Yang penting kalian sudah resmi jadi suami istri, dan mama dapat cucu," sahut Bu Mery tanpa rasa bersalah.

"Tapi istri Kak Handoko kan tubuhnya kecil, Ma. Sedangkan Kirana tinggi dan perutnya mulai membuncit karena hamil. Jadi nggak mungkin pas dengan kebaya ini," bela Hendrik.

Kirana yang merasa mendapat pembelaan dari Hendrik, seketika tersenyum senang. Inilah yang Kirana impikan, mempunyai suami yang mau membelanya karena memang dia tidak salah.

"Terus ini baju-baju dasternya juga kenapa pada sobek-sobek sih, Ma?" tanya Hendrik lagi.

"Iya itu baju-baju bekas Mama semua. Lagian pakai sobek-sobek juga nggak masalah. Kan hanya di pakai di dalam rumah aja. Nggak perlu lah beli yang baru. Yang penting itu masih bisa di pakai. Kalau sobek ya tinggal di jahit. Kirana bisa jahit baju yang sobek kan?" sanggah Bu Mery.

"Astaga, Mama. Terus kalau misal temanku datang berkunjung ke apartemen ini, terus lihat penampilan Kirana yang seperti pembantu, kan aku juga yang malu, Ma."

"Haduh! Terserah kamu sajalah sekarang! Kalau Kirana tetep nggak mau pakai baju-baju yang Mama kirim, berarti Kirana nggak menghargai pemberian Mama." lalu Bu Mery memutuskan panggilan telponnya.

Hendrik membuang nafas kasar. Dia benar-benar dilema saat ini. Lalu ia melirik ke arah Kirana yang ternyata kini sedang menangis. Tiba-tiba ada rasa bersalah dan kasihan juga yang muncul di hati Hendrik.

"Sudah jangan nangis gitu," Hendrik menyodorkan tisu ke arah Kirana.

"Nanti kita sewa gaun di tempat temenku ya," tanpa sadar Hendrik mengelus punggung Kirana.

Ini pertama kalinya Hendrik menyentuk Kirana dalam keadaan sadar. Hingga membuat Kirana seketika berhenti menangis dan menoleh ke arah Hendrik.

Hendrik yang sadar di tatap Kirana, segera mengangkat tanganya. "Maaf aku nggak sengaja," ujarnya.

"Nggak apa kok, Mas. Aku hanya kaget aja saat kamu menyentuhku tadi."

"Ya udah yuk, kalau gitu sekarang kita ke tempat temenku. Tapi sebelumnya kita mampir makan siang dulu ya."

Kirana mengacungkan kedua jempolnya. Baru kali ini mereka kembali tertawa bersama.

"Kok kita makan disini, Mas? Nanti kalau karyawanmu tau kamu jalan sama aku apa kamu nggak malu?" tanya Kirana saat mobil Hendrik sudah berhenti di parkiran rumah makan miliknya.

"Toh nanti mereka juga bakal tau kalau aku nikah sama kamu," sahut Hendrik santai.

"Tapi aku tadi pagi pamit ke Bu Siska, bos ku kalau aku mau pulang kampung. Kalau sampai Bu Siska tau aku bohong kan nggak enak, Mas," Kirana meremas jari-jari kukunya saking cemasnya.

"Siapa suruh kamu bohong? Dah sekarang buruan turun. Aku sudah laper berat, tapi kalau kamu nggak mau turun juga nggak apa."

BRAK!

Pintu mobil di tutup cukup keras hingga membuat Kirana terlonjak kaget.

"Haduh, gimana ya? Kalau aku nggak turun bakal kelaperan yang ada. Mungkin aku memang harus ikut turun, toh cepat atau lambat mereka juga bakal tau kalau aku nikah sama Mas Hendrik," Kirana berucap dalam hati.

"Mas tunggu," teriak Kirana saat Hendrik sudah hampir masuk ke dalam pintu.

Hendrik akhirnya mau berhenti dan menunggu Kirana lalu masuk bersamaan.

"Loh, Kirana? Kok kamu bisa dateng sama Pak Hendrik? Apa kamu mau kerja disini juga sekarang?" tanya salah satu pelayan yang kebetulan berpapasan dengan Kirana dan Hendrik.

Namun saat Kirana akan menjawab, tiba-tiba Hendrik memotongnya.

"Mbak, tolong anterin dua porsi rawon, dua jus alpukat, satu kentang goreng, sama dua ice cream ke ruangan saya ya," titah Hendrik pada karyawannya itu.

"Baik, Pak. Nanti akan saya antar ke ruangan Bapak." sahut pelayan itu sopan.

"Ayok naik ke atas. Kita makan di ruanganku aja," ajak Hendrik sembari menarik tangan Kirana.

Beberapa karyawan yang melihat mereka berdua, kini mulai menerka-nerka ada hubungan apa antara bos nya dan Kirana. Tapi tak ada satupun di antara mereka yang berani bertanya langsung.

Tok

Tok

Tok

"Permisi, Pak. Saya mau antarkan makanannya," ucap salah satu pelayan dari balik pintu.

"Masuk aja."

Saat menata piring dan gelas di atas meja, pelayan itu kembali mencuri pandang ke arah Hendrik dan Kirana.

"Kenapa, Mbak? Apakah ada yang mau di tanyakan?" tebak Hendrik seketika membuat pelayan itu gelapan.

"Ti-tidak ada, Pak," sahutnya sembari mengelengkan kepalanya.

"Kamu pasti penasaran kan sama Kirana kenapa saat ini bisa masuk ke ruangan saya? Bahkan saya ajak makan berdua saja?"

"Ti-tidak kok, Pak." namun ucapan di mulut bertolak belakang dengan anggukan kepalanya.

"Ya sudah, biar kamu dan yang lainnya nggak penasaran lagi, saya mau kasih tau satu kabar. Entah ini bisa di bilang kabar gembira atau tidak," ucap Hendrik sembari berdiri lalu berjalan ke arah jendela yang menghadap ke jalanan.

Pelayan itu kini mulai memasang telinga lebar-lebar. Dia sangat penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh bos-nya itu. Karena ini bakal bisa jadi gosip terhangat.

"Saya dan Kirana bulan depan akan menikah."

"Me-menikah?" tanya pelayan itu dengan raut wajah tak percaya.

"Iya, memangnya ada yang salah?" Hendrik bertanya balik dengan alis berkerut.

"Terus wanita cantik yang biasanya sering datang kesini itu siapanya, Pak? Kok sekarang malah mau nikah sama Kirana yang jelas-jelas bagai langit dan bumi sama wanita itu?" bebernya.

"Jangan lancang kamu!" bentak Hendrik tak terima karena ada yang menghina calon istrinya.

Meskipun Hendrik tak cinta sedikitpun pada Kirana, tapi kalau ada yang menghina penampilan Kirana, itu sama aja dengan menghina Hendrik yang tak mampu memilih calon istri.

"Maafkan saya, Pak. Saya nggak ada maksud untuk lancang. Kalau begitu saya pamit permisi, silahkan menikmati makanannya," lalu pelayan itu kembali turun ke bawah. Pasti pelayan itu juga sudah nggak sabar ingin bergosip di dapur.

"Mas, wanita yang di maksud pelayan tadi itu siapa? Kenapa dia sering datang kesini? Apakah dia kekasihmu?" cecar Kirana saking penasarannya.

1
Dewi Retno purbasari Purbasari
Ngak asyik kok ceritanya udah tamat aja blm sampai Kirana cerai dan bahagia. Klau bisa tolong di lanjut ceritanya kak. SEMANGAT 💪💪💪
keyJoe: nanti akan di lanjut di season 2 ya kak...🤗

sambil nunggu bisa baca novel yang satunya... ❤

trimakasih sudah membaca..🙏
total 1 replies
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor..
Rere Behelshop: kenapa tamat
total 2 replies
Hasim Nely
lama up ny thor..... mogaja slanjutny bisa rutin upny 😁😁😁😍😘
Hanisah Nisa
һᥱᥒძrіk... ᥣᥱᥣᥲkі ⍴ᥣіᥒ ⍴ᥣᥲᥒ.....
elin herlina
mending cerai aja, drpd di tengah2 klrg toxic yakin gk bs hidup tenang,lagian punya suami yg gampang di bodohi itu yakin hidup km gak bkln bahagia.
Suci Dava
Modelan suami sprti Hendrik enaknya disleding aja
Tipa Ghorky
bagus ran jgn mau balikan ma Hendrik suami yg ga bisa melindungi istri ,, semoga Hendrik , mama nya Hendrik juga Handoko segera dapat karma nya
Ester dj
cerita sangat menarik,saya suka
elin herlina
q bnr2 gak setuju kalo kirana harus kembali lg sm hendrik,laki2 lembek yg gak punya pendirian jg mudah di hasut,masa seumur hidup kirana hrs menderita d tengah2 klrg toxic, mending pasngin aja dia sm richart.
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Hanisah Nisa
semangat lanjut upnya Thor...
Tipa Ghorky
jgn tolol RAN mau balikan ma Hendrik mendingan jadi single parent drpd bertahan sama suami ga tau diri kayak Hendrik ,, ditunggu karma buat Hendrik , apalagi mama nya Hendrik juga Handoko sama istri nya
Tipa Ghorky
semoga richar dah bener2 berubah dan tulus membantu Kirana ,, semoga Hendrik dan keluarga toxic nya mendapatkan karma Krn dah menyakiti Kirana dan segera masuk penjara atas kasus kekerasan ke Kirana ,, Thor lama banget baru up semoga bisa lebih rajin up ya
keyJoe: hehehe...
iya maaf ya, Kak. Di usahakan mulai sekarang sudah bisa up rutin...😊🙏

terima kasih sudah setia menunggu..
sehat selalu, Kakak.❤
total 1 replies
Putri Chaniago
jgn sampai Hendrik menemukan Kirana biarkan saja surat panggilan dari pengadilan agama diterima Hendrik gugatan cerai dari Kirana
hasimnely
dasar gk ad akhlag,....... uh jgn sampai papany hendry kenapa2,.....
Hanisah Nisa
ᥣᥲᥒȷᥙ𝗍 𝗍һ᥆r ᥙ⍴ᥒᥡᥲ
....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor.....
Suci Dava
up nya jngn lama2 yaa thor
hasimnely
next....
visi Sembiring
semoga papa mertuanya cpt sadar dan mengungkapkan kebenarannya biar ibu merry dan anak2nya dituntut atas kasus penganiayaan tidak ada ampun lg buat bu merry kebenaran hrs ditegakkan biar suaminya kirana menyesal membela ibu dan saudara2 nya yg membuat rmh tangganya hancur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!