NovelToon NovelToon
Cinta Suamiku Bukan Untukku

Cinta Suamiku Bukan Untukku

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:576.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: ummi asya

Laras adalah gadis yang di besarkan di panti asuhan, dia anak yatim piatu dan sejak masih kecil sampai dewasa di asuh oleh ibu Ramona. Ibu pemilik panti asuhan di mana dia bernaung.
Hingga dewasa, dia di paksa untuk menikah dengan anaknya bernama Danu yang bekerja di sebuah bank ternama. Itu permintaan terakhir ibu asuhnya. Karena pernikahan terpaksa itu, Laras harus menerima kesepakatan dengan Danu kalau pernikahan mereka hanya satu tahun saja, karena Danu sudah punya kekasih seorang gadis SMA. Danu meminta pada Laras, kalau di luar rumah mereka tidak saling mengenal, apa lagi mengaku sebagai suami istri.
Bagaimana Laras menghadapi pernikahan dengan Danu? Apakah Danu akan mencintai Laras?
Simak ya kisahnya...😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05. Merasa Terhianati

Pagi buta seperti ini biasanya Laras akan sibuk di dapur, setelah sholat subuh. Dia akan membuat sarapan bubur ayam, karena membuat bubur ayam itu membutuhkan waktu banyak, jadi pagi-pagi dia sudah di dapur. Menyiapkan bahan-bahannya dan juga memasak air untuk membuat kopi untuk suaminya.

Laras mengambil beras untuk membuat bubur,dan mencucinya. Setelah selesai lalu di masak memakai mejikom, memasukkan garam dan daun salam.Setelah itu di aduk hingga tercampur, lalu dia tutup untuk mematangkan buburnya.

Setelah membuat bubur, dia mengambil ayam dalam frizer dan di bersihkan. Dia siapkan bumbu untuk memasak kuah ayam,tak lupa menyiapkan daun bawang untuk di iris. Menggoreng bawang buat taburan juga kerupuk. Menu sederhana ini dia buat untuk sarapan suaminya,barangkali dia tertarik untuk sarapan pagi di rumah.

Setelah selesai semua,dia menata hasil masakannya di meja makan. Menyiapkan minum juga tak lupa buah untuk cuci mulut. Walau bukan makan siang atau makan malam, Laras selalu menyiapkan buah di meja makan.

Tak lama Danu keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi, tas kerja juga sudah di tangan. Ketika hendak menuju ruang depan, dia melihat menu makanan di meja tidak biasa. Bubur ayam, itu kesukaannya. Dia pun menuju meja makan untuk mencoba sarapan buatan istrinya. Dia duduk di kursi yang biasa dia duduk untuk makan ketika masih sendiri.

Laras ikut duduk setelah dia merapikan dapur. Dia menyiapkan bubur ayam untuk suaminya. Mengambil minumnya juga kerupuk yang tidak dia masukkan ke dalan bubur, hanya di toples saja. Dia senang suaminya itu mau sarapan bubur buatannya.

"Di makan mas buburnya." ucap Laras.

"Hmm."

Danu kemudian memakan satu suap buburnya, dia meresapi rasanya. Lumayan enak, pikirnya. Kemudian dia menyantap kembali buburnya sampai habis.

"Mas, nanti siang aku ke panti asuhan ya." kata Laras meminta izin pada suaminya.

"Hmm." hanya gumaman jawaban Danu.

Itu artinya dia menyetujui rencana Laras mengunjungi panti asuhan. Setelah selesai makan, Danu bangkit dari duduknya. Dia kemudian pergi meninggalkan Laras yang masih makan bubur ayamnya.

Laras bangkit dari duduknya,mengikuti suaminya dari belakang menuju halaman depan.

"Mas Danu, tunggu." kata Laras agar berlari mengejar suaminya yang hendak masuk ke dalam mobil.

Danu berhenti, memandang Laras dengan malas. Dan Laras menarik tangan kanan Danu dan menciumnya. Danu terdiam, dia sudah biasa seperti ini namun tetap saja selalu tertegun.

Buru-buru dia masuk ke dalam mobilnya dan langsung menjalankannya tanpa memandang ke arah istrinya itu.

Seperti ucapannya pada Danu tadi pagi, Laras pergi ke panti asuhan. Setelah ijin dari kepala penjaga perpustakaan, Laras langsung memesan ojek online. Di depan dia menunggu ojol sambil bermain ponselnya.

Jam dua belas lebih dua puluh menit, waktu istirahat bagi karyawan dan pegawai. Laras duduk di kursi menunggu, tak lama ojek pesanannya pun datang. Berbarengan dengan masuknya mobil yang dia kenal.

Ya, mobil suaminya masuk ke halaman perpustakaan. Dia keluar dengan seorang gadis berseragam SMA. Danu menggandeng tangan gadis itu lalu masuk ke dalam perpustakaan.

Laras menatap keduanya, melihat kedua orang layaknya sepasang kekasih sedang mengantar pacarnya mencari buku. Hati Laras kembali perih, melihat pemandangan itu untuk yang kedua kalinya.

"Mba, ini ojeknya jadi?" tanya abang ojol itu pada Laras.

"Eh, iya bang jadi. Ayo kita ke alamat yang sudah saya kasih di aplikasi." kata Laras.

Matanya kembali menatap ke arah gedung perpustakaan. Sakit hatinya, mengingat dia seorang istri seperti melihat suaminya berselingkuh. Namun dia ingat dalam perjanjian, di luar rumah dia tidak mengenal Laras apa lagi mengakui sebagai istri sahnya.

Dan lagi, suaminya mengatakan kalau dia sudah punya pacar. Ya, gadis yang tadi bersamanya itu adalah pacarnya. Lucu memang, pacarnya seorang gadis SMA yang dia dengan sabar menunggu untuk menikahinya.

"Lucu sekali." gumam Laras.

"Apa yang lucu mbak?" tanya abang ojolnya.

"Oh, ngga bang." jawab Laras.

Kalau dia sudah punya pacar, kenapa dia tidak bilang sama ibunya kalau sudah punya pacar. Kenapa mau menikah dengannya? Begitu pikir Laras. Dia masih memikirkan suaminya itu. Hingga teguran dari abang ojol dia diam saja karena lamunannya itu.

"Mba, sudah sampai." ucap abang ojol itu membuyarkan lamunan Laras.

"Ah, iya bang maaf." ujar Laras sambil melepas helm yang tadi dia gunakan.

Kemudian dia menyerahkan helmnya dan uang ongkos ojeknya.

"Terima kasih mba, lain kali jangan melamun mba. Nanti di patuk ayam. "ucap abang ojol bercanda.

Laras tertawa kecil, kemudian dia memasuki halaman panti asuhan dan langsung masuk ke dalam panti.

Laras menemui ibu Rima, ketua yayasan panti asuhan milik ibu Ramona, mertuanya.

"Assalamu alaikum bu Rima." ucap Laras.

"Walaikum salam, Laras. Bagaimana kabarmu?" tanya ibu Rima menghampiri Laras dan memeluknya.

"Aku Alhamdulillah baik bu. Ibu bagaimana, sehatkan?" tanya Laras.

"Alhamdulillah. Dua hari yang lalu ibu mampir ke kostanmu, tapi kata ibu kostnya kamu sudah pindah. Benar kamu pindah? Kemana?" tanya ibu Rima kembali duduk di sofa, mempersilakan Laras duduk juga.

Laras yang mendapat pertanyaan dari ibu Rima kaget, tidak menyangka akan di sambangi tempat kostnya dulu. Laras diam.

"Laras?"

"Ah, ya bu. Aku pindah ke tempat lain bu." jawab Laras gugup.

Tidak mungkin kan dia harus jujur kalau dia tinggal bersama Danu. Laras menunduk, kemudian ponselnya berbunyi. Dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon.

Nita.

"Assalamu alaikum, Nit. Ada apa?" tanya Laras.

"Wa alaikum salam Ras, aku mau tanya buku yang Biologi kelas tiga kok ngga ada ya? Ini ada yang menanyakan buku itu." kata Nita.

"Lho, bukannya ada di bagian rak masing-masing. Memang sudah habis?" tanya Laras.

"Sudah habis, barangkali ada yang sudah mengembalikan. Atau kamu tahu menyimpannya di mana?" tanya Nita di seberang sana.

"Belum ada yang mengembalikan seingat aku. Kamu bilang saja sama orangnya, sudah habis begitu. Kenapa jadi ribet harus tanya ke aku?" ucap Laras heran.

"Masalahnya ini yang nanya pak Danu, dia membawa pacarnya untuk meminjam buku itu. Aku sudah bilang bukunya habis, eh malah si pacarnya marah. Dia ngga mau tahu harus ada bukunya. Aku jadi bingung nih."

"Ck, orang tuh ngga bisa ikut aturan ya." ucap Laras kesal.

Walau yang meminta adalah anaknya yang punya perpustakaan, tapi harus tahu aturan di setiap lembaga.

"Gimana, Ras?" tanya Nita lagi.

"Ya sudah, aku kesana. Kamu bilang tunggu aku dulu, biar aku jelaskan." kata Laras.

Walau sebenarnya dia merasa deg degan harus bertemu dengan suami serta pacarnya, tapi mereka menyulitkan pegawai perpustakaan. Itu tidak bisa di biarkan. Kalau buku sudah tidak ada,jangan menyusahkan orang lain untuk mencari yang tidak ada.

"Bu Rima maaf, aku harus ke perpustakaan lagi. Di sana ada masalah sedikit, jadi aku harus tangani." kata Laras pada ketua yayasan panti asuhan itu.

"Ya sudah, kamu pergi saja. Lain kali saja kamu kesini lagi." ucap ibu Rima sedikit kecewa Laras harus kembali ke perpustakaan.

"Maafkan saya bu, nanti saya akan datang lagi kemari." kata Laras untuk mengobati rasa kecewa ibu Rima.

"Ya, terserah kamu. Ibu tunggu kapan saja kamu kemari."

"Terima kasih bu."

Ibu Rima tersenyum, dia mengantar Laras sampai di depan pintu. Laras langsung pergi memesan ojek online agar cepat sampai di perpustakaan.

_

_

*****************

1
ayu cantik
bagus
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Dewi Dama
ber tele2..bangat...
Dewi Dama
jabatan di rektur bank..tapi bodoh....bisa..di bohonin anak kecil...gk.masuk akal novel ini...
Dewi Dama
si laras..gk.tegas dan tdk berpendirian...gk.punya harga diri
Dewi Dama
Astaqfirullaaahhh....kena batu nya....dani....
Dewi Dama
bukan danu yg jahat kamu nya aja yg gk..tau malu.....
Dewi Dama
si laras malu2in perempuan aja....udah di tolak masih ngeyel....
Dewi Dama
laras gk.punya malu bangat...
Dewi Dama
si laras gk.punya malu...suami nya sudah terang2ngan gk suka masih aja....gk.punya harga diri
Melani Sunardi
laki ga punya hati juga egois susah dan bagusnya ga usah diharapkan lagi Ras..... berbahagialah dengan hidupmu
Melani Sunardi
mana ada detektif ga ngasih laporan
Melani Sunardi
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
ayoo laras jg lemah... jg klah sama nak sma
Ririn Nursisminingsih
ceo kok boding pacaran sama anak sma cuman dimanfaatin doang tuh
Nur Aulia
bayinya pinter nunggu ayahnya DTG baru keluar
Nur Aulia
tunggu lahiran dl baru bisa bercers
Dudeh Hamidah
Luar biasa
meris dawati Sihombing
Danu..Doni..yg bener yg mn?
Ruzita Ismail
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!