Kesetiaannya pada kekasihnya yang telah meninggal, membuat Rayden enggan membuka hati untuk wanita lain.
Hingga sebuah perjodohan pun ia terima karena tak punya pilihan lain. Namun, bayang-bayang akan almarhumah kekasih, membuat Safira, istrinya merasa hanya menjadi istri bayangan saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesta Keluarga
"Tepuk tangan untuk calon pengantin kita!!" Alezha, kakak kembar Rayden berseru saat Rayden dan Safira baru saja datang.
Semua keluarga Rayden menyambut Safira dengan senyuman ramah, terlebih lagi Alezha yang juga seorang hijabers merasa mempunyai teman baru.
Safira menyalami mereka semua satu persatu. Memang, hari ini adalah pesta keluarga Armadja yang merupakan keluarga besar Rayden. Mereka melakukan pesta untuk merayakan Rayden yang sebentar lagi akan menikah.
"Kau sangat pintar mencari jodoh yang baik untuk Rayden, Alea," ucap Sevina yang merupakan kakak dari Reyza, yang artinya, ia adalah bibi Rayden.
"Aku seperti menemukan sebuah berlian di tengah-tengah lautan, Kak. Sangat berharga dan sulit didapat."
"Andai saja anakku, Davin mau dijodohkan, tentu sudah aku serobot duluan Safira untuknya."
Mendengar nama Davin, Safira sedikit terkejut. Namun ia yakin, Davin yang mereka maksud bukanlah Davin yang ia kenal.
"Hahahah, tidak bisa, Kak. Safira hanya milik Rayden. Dan anak es batu seperti dia apa akan membuat Safira nyaman?"
'Es batu? Maksudnya dingin? Berarti Davin anak bibi Sevina orangnya sangat dingin? Pasti bukan Kak Davin yang ku kenal. Dia sangat ramah dan baik, pasti bukan dia,' batin Safira.
"Enak saja, es batu begitu tapi dia sangat tampan dan banyak yang naksir."
"Banyak yang naksir, tetapi tidak ada yang nyangkut. Davin Kakak itu memang sangat pemilih."
"Sudahlah, Al, Sevina, jangan saling mengejek. Ingat, sudah tua, malu sama umur." David, suami Sevina mencoba menenangkan mereka.
"Oh ya, Davin mana, Kak?" tanya Reyza yang celingak-celinguk kesana kemari.
"Davin tidak bisa datang. Dia sibuk bekerja di rumah. Kalian tahu lah, mengajaknya ke pesta ini adalah suatu hal yang mustahil. Seperti membuat kolam di Padang pasir."
"Lantas itu siapa?" Aela menujuk pintu yang ada di belakang Sevina dan David.
Mereka pun terkejut melihat kedatangan Davin yang tak dapat diduga itu.
Tak terkecuali Safira, ia begitu terkejut melihat kedatangan orang yang tadi sempat terpikirkan olehnya. Davin, seseorang yang pernah menjadi panitia Tilawatil Qur'an yang pernah ia ikuti. Menjadi teman sharingnya selama ini. Sangat ramah, baik, dan lucu.
"Davin! Kau datang, Nak?" Sevina menghampiri putranya, menggandeng lengannya untuk ikut berbaur dengan yang lain.
"Wah, tidak disangka, anak es batu ini mau juga datang ke sini." Alea menyenggol lengan Davin yang hanya diam menatap Safira.
'Kenapa aku bisa terlambat, Safira?' batinnya.
"Kenapa kau tidak mengabari kami dulu?" tanya Sevina.
"Aku tidak ingin mengecewakan Rayden." Tersenyum pada Rayden.
Semua tersenyum mendengar jawaban Davin.
"Perkenalkan, dia ini calon istri Rayden, namanya Safira." Alea memperkenalkan Safira pada Davin.
Safira yang masih terkejut hanya bisa tersenyum dan mengangguk menyapa Davin.
Davin hanya tersenyum sedikit, lalu memalingkan wajahnya ke Rayden. "Selamat, ya, kau akhirnya akan menikah." Mengulurkan tangannya.
"Terimakasih." Membalas jabatan tangan Davin.
"Ya sudah, ayo makan dulu," ajak Alea.
Mereka semua pun pergi ke meja makan, lalu menyantap hidangan yang sangat mewah itu.
Sembari makan, mereka pun mengobrol.
"Safira, Tante dengar kau itu seorang Hafidz Qur'an, ya?" tanya Sevina.
"Iya, Tante," sahut Safira.
"Luar biasa, masih muda, cantik, tapi sangat berbakat. Benar-benar calon istri idaman. Andai saja kau yang jadi menantu Tante. Entah kenapa anak Tante tidak mau menikah meski umurnya sudah kepala tiga." Sevina melirik Davin yang hanya cuek dengan makanannya.
"Enak saja, dia ini calon menantu ku, Kakak. Jika kau merebutnya dariku, maka aku akan menyatakan perang." Alea menatap serius kepada Sevina.
Semua tertegun melihat sikap Alea yang sedikit galak.
"Hei, santailah, aku hanya bercanda. Aku tidak akan merebut calon menantu mu." Sevina berusaha menenangkan Alea.
"Eh, iya, maaf, aku kelepasan." Alea tertunduk malu. Ia benar-benar tidak dapat mengontrol ucapannya jika menyangkut soal Safira.
Safira sedikit tertegun dengan ucapan Sevina tentang Davin tadi. Kepala tiga? Jadi Davin sudah setua itu? Tapi kenapa belum menikah? Siapa yang ia tunggu? Pertanyaan-pertanyaan itu kembali mengusik pikiran Safira.
"Davin, tipe wanita seperti apa yang kau sukai?" tanya Alea dengan hati-hati. Ia tentu tidak mau menyinggung perasaan Davin.
"Yang pasti, orang itu dapat membuat aku tertawa lepas, merasa berbeda, dan yang terpenting merasa nyaman," sahut Davin singkat.
"Orang seperti apa yang bisa membuat es batu seperti mu tertawa lepas?" Alea mengernyitkan dahinya.
"Benar, jangankan tertawa, berbicara saja dapat dihitung berapa kata dan kali sehari." Reyza menepuk dahinya.
"Iya, mana mungkin ada orang yang dapat membuat mu tertawa lepas." Sevina menambahkan.
Davin hanya tersenyum mendengar ocehan keluarganya. Inilah alasan kenapa ia tidak pernah mau ikut di acara seperti ini. Selain membuang waktu, ujung-ujungnya ia akan ditanyai perihal jodoh, sangat menjengkelkan, bukan?
Safira yang mendengar hanya tertunduk. Hatinya mendadak tak karuan. Tertawa lepas, ramah, dan lucu? Itulah gambaran Safira untuk Davin selama ini. Selama mereka kenal, Davin sering mengajaknya bertelepon, video call, dan berbalas pesan meski hanya sebatas teman. Tadinya ia berpikir bahwa Davin adalah orang yang sehangat itu. Ternyata Davin menjadi berbeda hanya kepada dirinya. Dan kini Safira tahu, bahwa Davin selama ini sangat menyukainya.
'Kenapa kau terlambat, Kak? Kenapa?' batin Safira.
syukkaaak ... 🌹😍😍💙💙🌹
biarpun masih ada typo typo ... 🤭
biarpun ending nya 2x ... 😅
biarpun agak belibet sama pertukaran sosok Hana dan Hani .. itu mah krn Neng Gemoy nya yg rada lemot yak ... 🤣🤣🤣
poknya terus cemangadh bikin cerita2 yg bagus2 ya kaaakk .... 💪💪✊️✊️
lope lope sekebon (orang) 🤣🤣💙💙💝💝💙💙💝💝
😍😍😍😍😍😍😍
si tukang tepu akhirnya ketepu ......
*tetiba Neng Gemoy kepikiran gitu yak ... 🤔
krn selama Rayden pacaran dgn Hana, gak pernah agresif begitu. bener tak ?
apa dulu spt itu ... sering beli baju langsung banyak begitu ?
gimana responnya ? gimana mimik wajah ato bahasa tubuh nya ...
dari situ mngkn kan bisa keliatan ... dia Hani ato Hana ....
cowo itu aja langsung bisa ngenalin dan memastikan seorang Hani cuma dari cara belanja nya ...
lhah Rayden udah ketemu berkali-kali tapi masih bisa ketepu...
biarpun udah curiga sih yaaa .. ngerasa ada sesuatu yg berbeda ... tp koq gak cepet cari2 informasi kek buat membuktikan kecurigaannya itu .... 🤦♀️
Rayden lagi bingung juga sama sikap Safira sih ya ... mungkin dia jadi gak peka ...
ato ya dia trll kaget dan terpengaruh sama cerita Hani ...
mudah2an udah ketemu sama pasangan lebay itu, mata Rayden lebih terbuka buat melihat kejanggalan2 yg ada ... jadi bisa cepet2 juga mengambil sikap tegas.