NovelToon NovelToon
Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)

Menggenggam Rindu (Sebuah Penantian)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cintapertama / Romansa / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: lena linol

Sequel dari novel Oh! My Bodyguard


Dia mencintai seorang pria dengan begitu besarnya. Namun kaarena sebuah peristiwa, mereka tidak bisa bersama terpisah jarak dan waktu, tersiksa dalam kerinduan dan juga penantian.

"Biarkan ku genggam rindu ini sendiri. Sebagai bukti jika sampai saat ini aku masih sangat mencintaimu," lirihnya, sembari menatap punggung seorang pria yang baru saja melintasinya.


Follow IG: @thalindalena
Folloe FB; thalinda lena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik terang

Safira menuju ruang makan dengan lesu. Menyantap sarapan yang sudah di siapkan oleh ibunya dengan malas.

Devan menatap putrinya dengan rasa iba. Sejujurnya ia dulu sudah memberikan hukuman untuk Jeff, yaitu berupa pukulan bertubi-tubi di layangkan ke pada pria brengsek itu hingga membuat Jeff masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri beberapa hari. Tapi, yang ia lakukan itu percuma saja karena tidak dapat menyembuhkan luka hati putrinya.

"Fira, makan sarapanmu dengan benar!" tegur Devan.

Safira yang sedang mengaduk-aduk makanannya pun menongak seraya menghela nafas kasar. Dengan terpaksa menghabiskan sarapannya. "Sudah," jawab Safira lesu.

"Papi ingin berbicara denganmu, ke ruang kerja Papui sekarang," ucap Devan, seraya beranjak dari duduknya dan di ikuti oleh Safira.

"Jangan terlalu keras dengan putrinya," pesan Raya kepada Devan sebelum berlalu.

Devan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Sedangkan Safira menundukkan kepala dengan perasaan yang teramat kacau, karena mengingat kejadian tadi malam, dimana ia harus kehilangan kesuciannya. Rasanya ia sangat merasa berdosa dengan kedua orang tuanya karena ia tidak bisa menjaga dirinya. Ia seperti produk yang gagal.

"Safira, harus dengan cara apalagi Papi bisa membuatmu bahagia?" tanya Devan seraya mendesah frustasi.

"Nothing," lirih Safira, seraya mengangkat kepalanya, menatap ayahnya dengan sendu. "Semua yang Papi lakukan terbaik untukku," jawab Safira. Ia tersenyum tipis saat mengucapkannya.

"Begitu?" Safira mengangguk sebagai jawaban.

"Lalu kenapa sampai saat ini kamu masih bersedih? Dan tidak melupakan dia? Tahukah kamu jika sikapmu yang seperti itu melukai perasaan Papi. Papi dan Mami ikut sedih melihatmu seperti ini," ucap Devan.

"Sory .... aku sudah berusaha untuk melupakan dia, tapi semakin aku lupakan, rasa ini semakin berkembang disana, aku harus apa?" tanya Safira dengan kepedihannya. Di tambah kejadian tadi malam, membebani hati dan pikirannya.

Devan mengusap jambangnya dengan resah, ia tahu semua ini tidak akan mudah untuk di jalani Safira. Bagaimana tidak? Jika anak gadisnya itu sudah menjalin cinta dengan Jeff selama 8 tahun. Akan tetapi, hidup juga harus tetap berjalan bukan?.

"Aku berangkat kerja, Pi." Safira beranjak lalu mengecup pipi kiri Devan.

*

*

*

Sementara itu Jeff saat ini sedang menemui seseorang yang ia suruh untuk menyelidiki kejadian 2 tahun yang lalu di Cafetaria tidak jauh dari apartemennya.

"Bagaimana hasilnya?" tanya Jeff.

"Lihat saja sendiri," ucap pria yang duduk berseberangan dengannya, sembari memperlihatkan rekaman CCTV dari ponselnya.

Manik mata berwarna abu itu menggelap, saat melihat rekaman CCTV tersebut. Tangannya terkepal erat. Damn! Kenapa dia bisa bertindak bodoh selama ini! Kenapa dia tidak menyelidiki masalah ini terlebih dulu, hingga berlarut sampai 2 tahun lama. Dia sudah menyakiti Safira yang tidak berdosa.

Pria yang di seberangnya itu tersenyum miring, seolah menertawakan Jeff. "Sudah jelas? Kalau ingin lebih jelas lagi, bertanya lah kepada nara sumbernya langsung."

"Apa maksudmu?" Jeff yang sedang menekuri layar ponsel tersebut, kini mendongak menatap pria yang ada di hadapannya itu.

"Alamatnya, kamu bisa meminta kejelasan darinya. Karena dia adalah kunci dari semua ini," ucapnya seraya menyodorkan sebuah kartu nama yang di sana tertera alamatnya sekaligus.

"Bukankah ini ...?" ucapan Jeff terjeda, ketika ia membaca nama yang tertera di kartu tersebut.

"Ya itu dia. Kamu tidak akan percaya dengan semua ini, begitu pula denganku."

"Tapi, bagaimana kamu bisa mengetahui dan mendapatkan informasi sedetail ini?" Sebuah pertanyaan bodoh yang lolos dari bibir Jeff, membuat pria itu sedikit tergelak seolah mengejeknya. Kemudian beranjak dari duduknya, meninggalkan Jeff yang termenung sambil menatap kartu nama itu.

Nggak mau up lagi kalau nggak like, vote, favorite dan ngasih hadiah😒

1
Erry Sunarti
Terimakasih /Drool//Drool//Drool/
Erry Sunarti
Selamat berbuka puasa papi Devan n Momy Raya ,😄😄😄
Erry Sunarti
puasa puasa Jefff g malu apa sama baby Q.🤣🤣🤣
Erry Sunarti
ya elaa Jeff pingsan cemeeeeen banget suami luknut Jefffff
Erry Sunarti
Sabar nikmati prosesnya , ini merupakan kodrat seorang wanita yang mau melahirkan , uuwih bijak banget kata kata mama Raya Thoor
👍👍👍
Erry Sunarti
Hamil , melahirkan merawat anak adalah tujuan utama dalam pernikahan
👍👍👍
Erry Sunarti
ha ha ha dasar mertua luknut 🤭🤭🤭
Erry Sunarti
Kucing nya nakal sekali , pandai memancing tikus yang sedang tidur.
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
Erry Sunarti
Sekarang Aris baru tahu rasanya cinta setelah ditinggal istri , ini baru permulaan balasan karmamu .huh/Casual//Casual//Casual/
Erry Sunarti
jery kok g kenyang kenyang yaa
🤣🤣🤣
Erry Sunarti
ha ha ha kelakuan pengantin tua dan Devan langsung kelojotan.
Erry Sunarti
Pengantin lama yang sedang memupuk cinta kasih , di bumbui cemburu dan sedikit rindu , harus ada liku likunya mama Raya dan papa Devan .🤣🤣🤣
Erry Sunarti
waduh pengantin lamanya lagi bertengkar gaes, mama Raya ngambek.
🤣🤣🤣
Erry Sunarti
ha ha ha kok bisa Jeff seperti itu gara" jeri kelaparan 🤭🤭🤭
Erry Sunarti
Thoor sebegitu jahatnya peran si Aries Thoor, kayaknya benci tapi rindu.🤣🤣
Erry Sunarti
Lelaki macam apa kamu Aries , istri disiksa lahir batin , teganya teganya kamu Aries./Scream//Scream//Scream/
Erry Sunarti
Kacian banget Cyndi Thoor, berbanding terbalik dengan Safira.
Erry Sunarti
Salut ya pada mami Raya , tidak mau menunjukan kesedian pada anaknya.
Erry Sunarti
selamat ya Jeff n Safira , pelan pelan ngadon nya 🤭🤭🤭
Erry Sunarti
Seandainya tidak ada kejadian malam itu maka tidak terjadi pernikahan dan kecurangan Cyndi n Maxim tak akan terbongkar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!