NovelToon NovelToon
Cheon-Ji-In: Terjebak Di Dunia Murim

Cheon-Ji-In: Terjebak Di Dunia Murim

Status: tamat
Genre:Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Novel Korean ala Author ❤️❤️

Cheon-Ji-In: Terjebak di Dunia Murim

Aku Diah, tersedak air saat baca novel Cheon-ji-in hingga sadar di dunia Murim sebagai Han So-Bin, cannon fodder yang ditakdirkan mati di tangan pemeran utama pria, Kang Hyu-Jin.


Sadar bakal jadi tumbal, aku milih kabur sejauh mungkin. Tapi alih-alih dibunuh, si pendekar es itu malah ngejar aku separuh mati ke ujung dunia!


Sialnya lagi, bukannya ditebas, aku malah berakhir dicintai setengah mati sama si cowok dingin itu. Rencana awal mau bebas hidup damai gagal total, karena sekarang aku malah jadi pawang si tokoh utama!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Debat Kusir di Tengah Kepungan Pendekar

Suara desir angin malam di Hutan Bambu Kabut Putih mendadak terasa jauh lebih sunyi dari yang seharusnya. Di hadapanku, atmosfer dingin yang dipancarkan oleh Kang Hyu-Jin berbenturan hebat dengan aura santai namun berbahaya dari Lee Do-Yun.

(Batin Diah / Han So-Bin): “Ya ampun, Tuhan... Ini suasananya kayak sidang skripsi tapi yang menguji dua psikopat berdarah dingin. Bisa nggak sih aku minta cuti dari novel ini? Tolong kembalikan aku ke kasur kos!”

Aku berdiri di antara mereka berdua, merapatkan jubah kain kasar Sekte Dewa Langit ke tubuhku untuk menahan sisa-sisa hawa es yang masih merayap. Otakku berputar seribu keliling, mencari celah untuk kabur sebelum salah satu dari mereka kehilangan kesabaran dan membuat kepalaku terpisah dari badan.

Namun, seolah penderitaan malam ini belum cukup lengkap untuk membuatku jantungan, sebuah suara bariton yang berat dan penuh wibawa tiba-tiba membelah kegelapan dari arah barat hutan bambu.

"Sudah cukup drama murahan di tengah hutan ini. Berhenti mempermalukan diri kalian sendiri, Hyu-Jin, Do-Yun."

Deg!

Suhu udara yang tadinya membeku mendadak kembali normal, berganti dengan tekanan Qi yang begitu berat hingga membuat lututku hampir lemas seketika.

Dari balik bayangan dahan pohon pinus tertinggi, sesosok pria berpostur tegap melangkah turun tanpa suara. Ia mengenakan jubah resmi berwarna hitam legam dengan sulaman benang emas di kerahnya—lambang kehormatan tertinggi dari Sekte Pedang Langit Biru. Wajahnya tampan, tegas, dan memancarkan aura seorang pemimpin mutlak yang tak kenal kompromi.

Choi Min-Hyuk. Kakak kandung dari Choi Seo-Yeon, sekaligus senior paling dihormati di sekte tersebut.

(Batin Diah / Han So-Bin): “Wah, lengkap sudah! Ini arisan keluarga besar atau apa? Kenapa semua tokoh penting yang harusnya sibuk di markas utama malah nongkrong di sini malam-malam begini?!”

Min-Hyuk melangkah mendekat dengan tatapan tajam menghujam lurus ke arahku. Matanya menyipit, menilai penampilanku dari ujung kepala hingga ujung kaki—terutama lencana Sekte Dewa Langit yang terpasang di dada jubahku.

"Han So-Bin," panggil Min-Hyuk dengan suara berat yang menggelegar di keheningan malam. "Apa yang merasukimu hingga berani menanggalkan lencana sekte kita dan kabur membawa diri ke sarang musuh? Kau tahu betul aturan perguruan melarang keras tindakan pembangkangan semacam ini."

Aku meneguk ludahku yang terasa kering. Menghadapi Kang Hyu-Jin saja sudah membuat nyawaku di ujung tanduk, sekarang ditambah Choi Min-Hyuk yang terkenal paling disiplin dan kejam dalam menegakkan hukum sekte. Tamatlah riwayatku!

"Senior Choi..." cicitku pelan, berusaha memasang wajah selugu dan seaman mungkin. "Aku hanya... um, berniat mencari pencerahan batin di luar? Udara di Sekte Pedang Langit Biru terlalu dingin untuk paru-paruku!"

(Batin Diah / Han So-Bin): “Alasan macam apa itu, Diah?! Mau bohong juga otakku nggak sanggup mikir yang elegan!”

Choi Min-Hyuk mendengus dingin. Ia melirik sekilas ke arah adiknya—meski sang adik tidak ada di tempat, nama Choi Seo-Yeon selalu membawa beban tersendiri bagi para pria di novel ini. Min-Hyuk tahu persis bahwa Hyu-Jin seharusnya fokus pada Seo-Yeon, bukan malah memburu figuran tidak penting sepertiku.

"Pencerahan batin katamu?" Min-Hyuk mengangkat sebelah alisnya, lalu menatap tajam ke arah Hyu-Jin dan Do-Yun secara bergantian. "Alasan yang konyol. Tapi lebih konyol lagi melihat Pendekar Es dan pewaris kedua Sekte Pedang Langit Biru mengejar seorang murid rendahan hingga melintasi perbatasan wilayah."

Kang Hyu-Jin tidak mengindahkan sindiran Min-Hyuk. Pria berambut hitam itu kembali melangkah mendekatiku, mengabaikan jarak aman. Tatapannya sama sekali tidak lepas dari mataku, seolah dunia di sekitar kami telah lenyap dan yang tersisa hanya aku dan dirinya.

"Aku tidak peduli pada aturan sekte, Min-Hyuk," ucap Hyu-Jin dingin, suaranya mengandung ancaman mutlak yang membuat udara di sekitar kami kembali bergemeretak. "Katakan apa yang harus kukorbankan agar kau membiarkanku membawa So-Bin kembali ke kediamanku."

Lee Do-Yun, yang sejak tadi berdiri santai dengan kipas lipatnya, langsung menutup kipas itu dengan suara klik yang cukup keras. Senyum main-main di wajahnya perlahan memudar, digantikan oleh tatapan serius yang jarang ia tunjukkan.

"Pelan-pelan, Hyu-Jin," suara Do-Yun berubah tegas, tidak lagi bernada mengejek. Ia melangkah maju, berdiri tepat di sampingku seolah menegaskan statusnya. "Jangan lupa posisimu. Dia adalah tunanganku secara sah di hadapan para tetua. Sekalipun kau pendekar terkuat di dataran tengah, kau tidak berhak merampas apa yang menjadi milikku."

Atmosfer di antara mereka bertiga langsung menegang seketika. Percikan-percikan tenaga dalam mulai beradu di udara, menciptakan tekanan tak kasat mata yang membuat dada sesak.

(Batin Diah / Han So-Bin): “Ya ampun! Ini kenapa jadi perebutan hak asuh anak begini?! Aku ini manusia, bukan barang sitaan pasar gelap! Kenapa kalian malah bertengkar di atasku?!”

Aku menatap Min-Hyuk, berharap sang senior yang berwibawa itu bisa melerai kegilaan ini dan menyuruh mereka pulang. Namun, Min-Hyuk justru menghela napas panjang, memijat pelipisnya seolah-olah ia sedang menghadapi masalah administratif yang paling melelahkan sepanjang hidupnya.

"Kalian berdua benar-benar sudah kehilangan akal sehat," geram Min-Hyuk, menatap Hyu-Jin dan Do-Yun dengan pandangan jengkel. "Hyu-Jin memiliki tanggung jawab besar melindungi dunia persilatan dari ancaman Sekte Sesat, dan kau, Do-Yun, seharusnya mengurus urusan administrasi internal alih-alih mengejar wanita yang jelas-jelas berniat kabur dari kalian."

Min-Hyuk kemudian mengalihkan pandangannya tajam kepadaku. Sorot matanya membuatku merinding ketakutan.

"Dan kau, Han So-Bin," lanjut Min-Hyuk dengan suara dingin bernada mutlak. "Karena kau telah membuat kekacauan besar di kalangan murid utama dan melanggar sumpah perguruan, kau tidak bisa begitu saja memilih pergi ke Sekte Dewa Langit."

Jantungku berdegup kencang hingga rasanya mau loncat keluar dari dada.

"Lalu... lalu aku harus bagaimana, Senior Choi?" tanyaku gemetar, benar-benar pasrah jika detik ini juga aku ditebas jadi dua.

Min-Hyuk menyilangkan kedua tangannya di dada, menatapku lurus-lurus sebelum menjatuhkan vonis yang membuat seluruh darahku mendadak berhenti mengalir.

"Kau harus ikut kembali ke markas utama di bawah pengawasan ketat. Dan status pertunanganmu dengan Do-Yun... akan ditinjau ulang langsung oleh para tetua agung besok pagi."

(Batin Diah / Han So-Bin): “Tinjau ulang? Yang benar saja! Kalau aku balik ke sana, nasibku cuma tinggal nama doang di nisan! Lebih baik aku pura-pura pingsan sekarang!”

Sebelum aku sempat benar-benar merebahkan diri ke tanah dan pura-pura mati, Kang Hyu-Jin sudah lebih dulu bergerak cepat. Pria itu menyambar pergelangan tanganku, menarik tubuhku merapat ke dadanya dengan kekuatan mutlak yang tidak bisa dilawan. Suhu tubuhnya yang sedingin es langsung berpadu dengan kepanikanku yang luar biasa.

"Jangan harap ada yang bisa membawanya kembali ke markas utama selain aku," bisik Hyu-Jin tepat di dekat telingaku, suaranya begitu rendah, posesif, dan sukses membuat bulu kudukku berdiri serempak.

Do-Yun mendengus tajam, sementara Min-Hyuk mengangkat pedangnya setengah inch dari sarungnya, bersiap menghadapi apa pun kekacauan yang akan terjadi selanjutnya di bawah cahaya rembulan Gangho yang semakin temaram.

1
Victoria
bagus
Xi Yue Qing: terimakasih dukungannya 🤩🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!