NovelToon NovelToon
My Arrogant Woman

My Arrogant Woman

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Teen / Romantis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Tamat
Popularitas:111.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Dea Arsyila, gadis yang tidak menginginkan sebuah pernikahan dalam hidupnya. Kejadian masalalu membuatnya tak ingin membina sebuah rumah tangga.

Richard Kevin, pria yang selalu mengejar cinta Dea, namun terus saja di tolak oleh Dea. Pria itu begitu putus asa sehingga memutuskan bertunangan dengan gadis pilihan sang nenek.

Tapi siapa sangka jika sebuah kesalahpahaman membuat Richie dan Dea harus menikah dan membina sebuah rumah tangga. Mampukah Richie menaklukkan hati keras Dea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu yang menyiksa

Richie menghembuskan nafasnya gusar. Seandainya Dea memiliki perasaan yang sama dengannya. Mungkin dia akan memperjuangkan cintanya dengan meyakinkan neneknya. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan.

Richie tak pernah seserius ini dalam hidupnya saat mencintai seseorang. Setelah insiden dirinya yang mencium Dea beberapa bulan lalu, Dea selalu menatapnya benci. Dia juga sering berbicara ketus kepadanya, berkali-kali Dea terus saja menolak cintanya. Dan itu membuat Richie begitu yakin bahwa Dea tidak pernah mencintainya. Cintanya bertepuk sebelah tangan.

"Lalu Aku harus bagaimana, Uncle? Apa Aku harus mengikuti takdir?" tanya Richie putus asa.

"Ya,nak. Mengikuti takdir di depan mata adalah yang terbaik. Percayalah semua akan baik-baik saja." Uncle Gemal menepuk pelan pundak Richie.

"Tapi selama ini Aku tidak pernah baik-baik saja, Uncle."

Gemal juga merasa bingung melihat Richie saat ini. Ia tidak dapat berbuat apapun, yang bisa ia lakukan hanyalah menghibur keponakannya itu.

"Selama disini Kau harus melupakan masalahmu, Nak. Pulanglah, nanti malam Paman Arya mengundang Uncle untuk ke rumahnya. Putri angkatnya mau kembali ke Indonesia." ucap Gemal.

Sontak membuat Richie tersenyum. Jika ia ikut ke rumah Paman Arya, ia akan bertemu lagi dengan Dea. Dan itu membuatnya begitu bersemangat.

"Baiklah, Uncle. Aku akan pulang dan bersiap-siap," ucap Richie segera.

Richie begitu bersemangat. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu dengan Dea. Beruntung, Uncle Gemal berteman dekat dengan Arya.

***

"Nak Richie, senang bisa melihat mu lagi. Bagaimana dengan pernikahan mu? Paman lupa menanyakannya tadi pagi saat kita bertemu," tanya Arya.

Saat ini Uncle Gemal dan juga para keluarga termasuk Dea, Moza dan Rey, tengah duduk melingkar di kursi meja makan. Berbagai macam hidangan tersaji di atas meja.

"Saya menundanya, Paman," ucap Richie tersenyum samar. Ia sedikit melirik kearah Dea yang juga menatapnya. Untuk sejenak pandangan mereka beradu, namun Dea segera memutusnya.

"Kenapa di undur? Apa ada masalah?" tanya Papa Arya.

"Tidak, Paman. Saya hanya ingin menyelesaikan proyek pekerjaan yang saat ini sedang Saya jalankan agar secepatnya terselesaikan." jawab Richie. Tatapannya tak lepas dari Dea.

Papa Arya hanya mengangguk mendengar penjelasan dari Richie tentang pernikahannya yang di undur.

"Di mana Bibi Rebecca, Paman? Kenapa Bibi tidak ikut makan malam?" tanya Dea.

"Istri Paman masih berada di Jepang. Nenek Richie sedang tidak enak badan, jadi dia merawatnya." jawab Uncle Gemal.

"Dea jadi merindukan Bibi Rebecca, apakah Bibi Rebecca akan menetap di sana, Paman?" Dea kembali bertanya.

Beberapa bulan lalu Rebecca sempat berkunjung ke rumah Papa Arya. Tadinya Rebecca berniat menjodohkan Richie dengan Moza, namun ternyata Moza telah menikah dengan Rey. Jadi ia mulai mengenal Dea setelah Papa Arya mengatakan bahwa Dea adalah Putri keduanya.

Mereka mulai akrab dan memiliki kesukaan yang sama. Rebecca juga sempat ingin menjodohkan keponakannya itu dengan Dea. Namun, ternyata Mamanya yakni nenek Richie di Jepang telah menjodohkan Richie dengan gadis yang sudah Mamanya pilihkan untuk Richie. Dan gadis itu berasal dari Jepang.

Sang nenek memutuskan agar Richie menetap di Jepang setelah menikah. Rebecca hanya bisa mendukung keputusan Mamanya. Karena keputusan neneknya Richie sudah mutlak dan tidak bisa lagi untuk di ganggu gugat.

"Tidak nak. Kalau Kau mau, Kau bisa ikut Paman dan Richie untuk ke Jepang mengunjungi rumah kami di sana, Dea."

Dea terkekeh. "Tidak Paman, terimakasih. Dea akan menunggu Bibi Rebecca pulang saja. Bibi kan tidak akan menetap di sana."

"Kami memang tidak menetap di sana, Dea. Karena yang akan menetap di sana nantinya adalah Richie. Setelah menikah, Richie akan menetap di sana." ucap Uncle Gemal. Sontak saja membuat Dea terdiam.

Pandangannya sesaat tertuju pada Richie yang juga menatapnya. "Oh, jadi gitu ya Paman." ucapnya seolah tak perduli dengan hal tersebut.

Richie sedikit kecewa dengan respon Dea. Richie tahu, sampai kapanpun Dea tidak akan pernah perduli tentang dirinya. Ia hanya tersenyum getir.

Setelah makan malam usai, mereka mulai mengobrol ringan dengan diiringi candaan. Namun Uncle Gemal merasa sedikit penasaran karena dia memperhatikan tatapan Richie yang terus tertuju pada Dea.

Dea yang menyadari Richie yang sedari tadi terus memperhatikan dirinya, pun langsung berpamitan kepada semuanya untuk kembali ke kamarnya.

"Maaf semuanya, Saya harus permisi. Ada sedikit pekerjaan yang harus Saya selesaikan. Jadi Saya permisi."

"Nak, Kau bisa menyelesaikannya setelah kembali ke kantor." ucap Papa Arya.

"Tapi ini sudah harus selesai, Pa. Dea ingin semuanya selesai tepat waktu."

"Baiklah, nak. Tapi jangan terlalu malam. Papa tidak ingin Kau sakit."

"Iya, Pa." Dea segera pergi dari ruang makan dan menuju kamarnya. Sejujurnya Dea hanya ingin menghindari Richie. Terlalu lama berada di sana membuatnya sedikit sesak. Entah mengapa ia merasakan seperti itu ketika melihat Richie di sana.

Dea melangkahkan kakinya menuju ke taman belakang. Ia tidak benar-benar akan menyelesaikan pekerjaannya. Karena sebenarnya pekerjaannya sudah Celine handle seluruhnya.

Ponselnya berdering. Panggilan dari Arsen membuat Dea mulai menggeser tombol hijau pada ponselnya.

"Ya, ada apa, Arsen ?"

"Hari ini adalah hari terakhir Kau berada di sini kan, Dea? Besok Aku juga akan kembali ke Indonesia."

"Lalu?"

"Aku ingin mengajakmu ke pesta ulang tahun teman ku. Apa Kau mau?" tanya Arsen. Dea terdiam sejenak. Lalu ia menyetujuinya.

"Baiklah, jemput Aku sekarang."

"Baiklah, Aku akan menjemputmu." Suara Arsen terdengar begitu senang.

Dea mematikan panggilan tersebut. Sejenak ia menghela nafas panjang. Daripada melihat Richie di sana bukankah lebih baik dirinya pergi?

Dea mulai berdiri dan hendak membalikkan badannya untuk masuk kedalam rumah. Namun ia menabrak tubuh seseorang yang berdiri di belakangnya.

"Kau... Mau apa Kau kemari?!" tanya Dea ketus. Namun Richie tersenyum menatapnya, membuat Dea kesal. Entah mengapa ketika melihat senyuman Richie membuatnya begitu kesal.

"Aku hanya ingin berjalan-jalan saja. Apa itu salah?" jawabnya masih menatap Dea dengan senyumnya.

Richie sangatlah merindukan gadis di depannya itu. Ia ingin sekali memeluknya dan mengutarakan rasa rindu yang sudah berbulan-bulan ia tahan. Namun ia yakin Dea pasti akan menolaknya dan terus berbicara kasar padanya.

Richie tahu Dea seperti ini karena kesalahannya dulu. Richie pernah mencium gadis di depannya dengan paksa, dan itu membuat Dea membencinya dan menjauhinya. Ia sungguh menyesalinya. Tapi Richie perasaan Richie kepada Dea semakin menjadi.

Rasa cintanya semakin hari semakin besar. Ia juga sudah meminta maaf kepada Dea berkali-kali, namun Dea begitu keras. Dea pasti akan berbicara ketus dan kasar Kepadanya. Dea juga terus menghindar darinya. Sementara Richie semakin tersiksa dengan perasaan cinta yang ia rasakan. Bahkan ia tak bisa untuk mencintai gadis lain selain Dea.

***

1
Noprida Wati
bagus dan menarik
FUZEIN
Cerita ni sgt menarik
FUZEIN
Benci ahhhh perangai ricihhh ni
FUZEIN
Stupid rici
FUZEIN
Kasihan dia....
FUZEIN
Aduh dea...jangan berkeras sangat..padahal sayang kan
FUZEIN
Ermmmm....
Qaisaa Nazarudin
Ini lah sbb nya kenapa Dea gak mau pacaran, Apalagi sampai Menikah..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal aku mmg suka dengan sikapnya uncle Gamal, yg tegas dan berpikir dulu sebelum bertindak,Tentunya bertindak dgn BUKTI bukan dgn omong kosong..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk apa kabar kamu Richie…🙄🙄😏😏
Qaisaa Nazarudin
Semoga Richie hidup dengan penyeselannya, waktu mendapatkan Dea dulu aja susah,sekarang udah dapat Dea Richie malah milih percaya mantan dr istrinya sendiri, Dasar BODOH..
Qaisaa Nazarudin
Katanya udah berjanji saling percaya, kenapa disini Richie malah tdk percaya dgn istrinya sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku setuju dgn kata2 Hye Jin.. Karena apa yg dibilang Hye Jin mengenai Dea itu adalah benar kenyataannya,
Qaisaa Nazarudin
Dea terlalu keras kepala ckck,,lama2 aku enek dgn sikapnya Dea..
Qaisaa Nazarudin
Nekat banget dia masih ngejar2 Richie 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti mantan tunangannya Richie kan? Baru sampai dia ke singapura,,
Qaisaa Nazarudin
Nagus Richie, Aku menyokong mu, Dea itu gengsi nya terlalu tinggi,
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga ada udang di sebalik mi ayam,,😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan ngotot banget, Hati gak bisa dipaksa, Dari awal kamu sudah tau Richie tdk mencintai kamu dan dia mencintai wanita lain, kenapa kamu malah ngebet banget maksa Richie, Nah sekarang terima aja kenyataannya..
Qaisaa Nazarudin
Bagus, mmg saat dan waktu yg sesuai untuk mu Richie,,Nenek mu juga udah gak bisa berbuat apa2 👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!