NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Bertubi-tubi, Aiza dihantam masalah yang mengaitkannya dengan sosok Akhmar, dia adalah pentolan preman. Rasanya gedeg sekali saat Aiza harus berada di kamar yang sama dengan preman itu hingga membuat kedua orang tuanya salah paham.
Bagaimana bisa Akhmar berada di kamarnya? Tapi di balik kebengisan Akhmar, dia selalu menjadi malaikat bagi Aiza.

Aiza dan Akhmar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05. Kesal

“Justru itu aku bertanggung jawab untuk membantumu.  Tapi kamu nggak mau.  Semua udah terjadi.  Lalu mau bagaimana lagi, hm?  Apa kamu bisa memutar waktu?”

“Udah cukup!  Pergilah!  Aku nggak butuh bantuan mu!” kesal Aiza.  Pria itu bersalah, tapi malahmembentak- bentak dirinya.  Betapa Aiza merasa sakit hati sekali.  Mana mulutnya jahat lagi.

Pria itu balik badan, lalu beranjak pergi, melangkah meninggalkan Aiza.

Melihat punggung pria itu yang semakin menjauh, barulah perasaan Aiza cemas.  Ia tidak bisa bergerak, berdiri pun kesulitan.  Lalu bagaimana nasibnya nanti?  Bagaimana caranya bisa pulang?

Aiza berusaha bangkit berdiri.  Tertatih, ia berjalan.  Tubuhnya terus menggigil.

Jika dalam keadaan begini, entah berapa lama ia akan sampai?  Aiza terus menatap punggung pria di depan sana, berharap pria itu akan menoleh ke arahnya.

Harapan Aiza terkabul, pria di depan sana menoleh, Aiza pun langsung melambaikan tangan.  Berharap pria itu kembali lagi kepadanya.  

Dalam hitungan detik, pria itu langsung balik badan.  Kembali lagi mendekati Aiza.

Mereka berhadapan.  Namun Aiza menunduk, tak mau menatap wajah pria bertubuh tinggi dihadapannya itu.  Aiza terkesiap saat merasakan sebuah jaket besar ditangkupkan ke pundaknya.  seketika itu, angin kencang di sekitarannya tidak lagi terasa.  Ia terlindungi dari tamparan angin.  Jaket itu benar- benar memeluknya dnegan hangat.

Aiza terkejut saat tubuhnya diangkat dalam posisi gendongan di depan.  Iya, pria itu menggendongnya dengan posisi satu lengannya melingkar di punggung Aiza, satunya lagi di lipatan belakang lutut.  

Aiza akhirnya pasrah.  Diam dalam gendongan pria asing itu.  Posisi tubuhnya yang bersentuhan dengan tubuh pria, membuat hatinya merasa sangat takut, gugup, juga gemetar.  Rasanya aneh, tapi juga deg- degan.  Tuhan pasti tahu kalau ini adalah sesuatu yang terjadi karena adanya udzur kepepet. 

Ia tidak mau mengangkat kepala untuk menatap wajah di dekatnya, ia terus menunduk.  

“Kenapa malam- malam begini gadis sepertimu keluyuran?” tanya pria itu, suaranya khas sekali.  Ia heran kenapa gadis berkerudung bisa keluyuran malam- malam.  Biasanya gadis alim lebih suka berdiam di rumah.  

“Selepas pulang sekolah, aku mengikuti les bahasa Arab, yang dibuka jam tujuh malam.  Selesai jam Sembilan malam,” jawab gadis berusia tujuh belas tahun itu datar.

“Oh… masih sekolah?” Pria itu melangkah dengan mengangkat kakinya agak naik untuk menghindari semak belukar yang agak tinggi.

Aiza tidak menjawab.

“Kenapa mereka meneriakimu maling?  Kamu maling apa?” Aiza balas bertanya.

“Mereka salah paham.”

“Nggak mungkin sebrutal itu jika hanya sekedar salam paham.”

“Kamu nggak akan mengerti.”

Tak mau mendebat, Aiza memilih untuk mengalihkan pembicaraan.  Ia ingat dengan ****** ***** lebar yang melayang dan nyangkut di leher si pria serem tadi.  “Kolor terbang yang tadi itu punyamu?”

“Aku tarik dari jemuran yang entah punya siapa,” singkat pria itu, napasnya mulai terengah.  Berjalan sambil menggendong beban ternyata membuatnya lelah juga.

“Mau nyelametin aku kok pake kolor orang?  Apa nggak ada benda lain yang lebih halal dipegang?”

“Siapa bilang memegang kolor haram?  Kupikir benda itu tadi bisa tepat menutup mata orang yang mengejarmu, tapi malah nyangkut di leher.”

Diam- diam Aiza membayangkan ukuran kolor terbang yang besar sekali.  Ah, kenapa malah kepikiran itu?  nggak boleh!

Bersambung

Jangan lupa klik like dan masukin masukin ke rak library yah

1
Cristiyan Wijaya
melowww jirrr
Teni Fajarwati
😂
Teni Fajarwati
😭😭😭
Teni Fajarwati
nah gitu,
Teni Fajarwati
emaknya terlalu kejam,walopun kecewa,
Teni Fajarwati
awal bab banyak typo,tapi semakin kesini semakin bagus,,,
Teni Fajarwati
akhmar bener2 parah
Teni Fajarwati
kayanya bapaknya aiza
Teni Fajarwati
🤣🤣🤣
Neus Assalma
ini novel knpa kata-kata nya byk yg di ulang, apakah kurang inspirasi thor
Linda Kustanty
owalahh gara2 kolor ijo to ampek d teriak.in maling😆😆
arzetti azra
Luar biasa
Susi Andriani
hadir
Riski
Lumayan
zevs
izin maraton thor
Mala Sia
Luar biasa
Suyatno Galih
menurut Ismail ustadz tukang kawin, masa ll akhmar buruk lha dirinya sendiri yg yg suka kawin demen janda pirang apa bkn bobrok namanya
Suyatno Galih
Thor itu ustadz abal abul kl ngomong dr mulut apa boret sih, dl azia di usir di bilang bkn anak nya lagi lha skrg di kt putri tersayang, n skrg Zahrah minggat dr perjodohan di blng bkn anak nya jg, udah srh cari janda pirang sj
Suyatno Galih
karapmu lah ikut sesek jd akhmar sm azia
Suyatno Galih
akhmar luka, pedih tp tak sepedih hatinya, tp jgn jd berandalan lagi ya mar, malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!