Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Tepat jam sembilan pagi Dave memasuki ruang meeting semua team pemasaran sudah menanti dan mengambil posisi masing-masing.
Ketua team mempresentasikan rencana dan sistem pemasaran produk yang akan mereka luncurkan dalam waktu dekat.
Dave mendengarkan dengan baik dan ia sangat antusias dengan kinerja team yang bekerja dengan keras supaya memperoleh hasil yang memuaskan.
Setelah selesai meeting Dave kembali masuk dalam ruangannya ikutin Rio sang assisten yang setia mengabdi padanya.
Dave memulai pembicaraan dengan Rio
"Setelah ini apalagi kegiatan yang harus aku lakukan Rio?" tanya Dave.
"Untuk beberapa jam ke depan jadwal bapak kosong, namun nanti jam dua siang pak Dave harus bertemu dengan pimpinan perusahaan kontraktor yang menangani proyek kita yang baru" Jawab Rio.
"Baiklah Rio, sebenarnya aku jenuh dan lelah menjalankan rutinitas setiap hari" Dave kembali berucap.
"Pak Dave sepertinya perlu liburan, coba ambil waktu buat liburan sebentar pak. Biar bapak bisa semangat lagi" Rio kembali menjawab ucapan Dave.
"Kamu kan tau Rio aku paling malas buat pergi Liburan apalagi sekarang aku sendiri." jawab Dave sambil tersenyum.
"Makanya coba pak Dave cari pasangan biar gak kerja... kerja dan kerja aja pak" jawab Rio sambil terkekeh.
"Rio kamu membicarakan pasangan, aku jadi mengingat pertemuanku dengan Alena mantan istriku beberapa hari yang lalu di sebuah acara yang di adakan klien perusahaan kita.
Dia tampak berbeda dari Alena yang ku kenal ketika kami menikah." ucapnya sambil mengingat peristiwa itu
"Bisakah kamu membantuku untuk mencari informasi mengenai Alena apakah dia sudah mempunyai seorang pendamping selepas perceraian kami?" lanjut Dave
"Siap Pak Dave segera laksanakan." jawab Rio tanpa bertanya lagi apa tujuan Dave mencari informasi tentang mantan istrinya tersebut.
Rio sebenarnya bisa menebak jauh di lubuk hati Dave yang terdalam dia masih merindukan Alena untuk mendampinginya.
"Kalau begitu saya pamit keluar Pak Bos" ucap Rio sambil tersenyum ke arah Dave.
Rio sebenarnya bukan orang yang serius, dia suka becanda tetapi kalau berhadapan dengan Dave bicaranya sedikit kaku mengimbangi Dave yang seperti es balok.
Rio yang sudah berjalan menuju pintu kembali membalikkan badannya dan berucap,
"Jangan lupa sebentar lagi makan siang Pak Dave. Bapak mau saya pesanin makanan atau makan di luar?" tanya Rio
Dave agak berpikir sebentar sebelum menjawab
"Kita makan di luar aja Rio sekalian nanti ketemu klien jam dua.
Lagian jadwal saya kosong kita cari suasana tempat makan yang santai sekalian melepas penat sejenak." sahut Dave.
"Baiklah pak Dave, saya pamit dan nanti saya langsung tunggu di lobby baru kita berangkat" jawab Rio.
Rio assisten yang selalu mendampingi dan banyak membantu Dave di perusahaannya.
Mereka dekat karena sering kemana-mana bersama tetapi memang Dave orangnya agak pendiam dan tertutup.
Sikap Dave yang irit bicara sangat berbeda dengan Rio yang banyak bicara tetapi Rio tetap bisa menjaga sikap di depan atasannya.
Rio keluar ruangan Dave mempersiapkan berkas yang harus mereka bawa bertemu klien.
Setelah beres semuanya ia bergegas turun ke lobby menunggu Dave untuk berangkat makan siang.
Rio paham betul sifat Dave yang anti untuk menunggu.
Tidak lama Dave sudah keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lobby dan sopir pribadinya sudah siap untuk membawa mereka menuju restauran tempat mereka akan makan siang.
Dave dan Rio mengambil tempat VIP supaya mereka tidak terganggu dengan pengunjung yang lain.
Ternyata di tempat yang sama Alena dan teman-temanya sedang makan siang bersama.
Akankah mereka bertemu kembali dan bagaimana reaksi Dave waktu bertemu Alena?
Simak terus ya kisahnya.
Bersambung.....
----------------------------------------------------------------------
Jangan bosan ya buat baca kisahnya 😀
Jangan lupa dukung aku kasih like, tekan tombol ❤️ & komen kalian.
Dukungan kalian semangat buat aku tetap menulis.
Maaf kalau masih banyak typo dan salah 🙏🙏🙏🙏🙏
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2