NovelToon NovelToon
Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Office Romance / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: viiyovii

Mengandung konten dewasa *** harap bijak dalam membaca

#MantanTerindahSeries : NOVEL KEDUA BAGIAN CERITA DARI MANTAN TERINDAH BY VIIYOVII

Lele, begitulah nama yang tercetak pada kartu undangan yang hendak mereka sebarkan.

Lalu bagaimana sampai mereka memutuskan menikah?

Leon dan Lexa, pasangan asisten yang majikannya merupakan pasangan juga. Leon dan Lexa bukan pasangan yang mudah bersatu. Leon yang periang humoris tapi tegas dan Lexa yang pendiam dingin tapi apa adanya. Bagaimana mereka bisa jatuh cinta setelah Lexa mengetahui masa lalu Leon yang terpuruk dan menghadapi mantan Leon yang menyeramkan?
Dan bagaimana Leon akhirnya melamar Lexa yang mengaku dirinya lesbi?

Ini merupakan kisah perjalanan cinta Leon dan Lexa asisten dari Dion Prime dan Viena Jovanca (mantan terindah)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viiyovii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 5

Lexa menormalkan tubuhnya dan menyadarkan dirinya. Dia harus bekerja dengan profesional. Tidak ada yang boleh mengusiknya dan mempengaruhinya.

Lexa mulai melangkah memasuki ruangan Tuan Dion. Dia memberi hormat pada Tuan Dion yang sedang memainkan ponselnya. Disana juga ada Leon yang berada di belakang kursi putar Dion. Leon menatap Lexa dengan mata lancipnya dan senyuman nakalnya. Lexa tidak menggubrisnya namun sesekali dia melihat pria menawan itu.

"Jadi siapa namamu? Mengapa kau yang datang?" Tanya Dion tanpa melihat Lexa. Dan benar saja Dion berharap kalau Viena lah yang datang.

"Nama saya Lexa, Tuan, saya asisten Nyonya Viena, jadi saya yang disuruh Nyonya untuk membicarakan kontrak iklan kita," jelas Lexa menggabungkan kedua tangannya.

"Lalu mengapa Nyonya mu menyuruhmu datang? Kenapa tidak dia yang datang?" Tanya Dion lagi dan kali ini dia sudah meletakan ponselnya di sampingnya dan menatap Lexa.

Ketika Lexa hendak menjawab, Leon mengedipkan matanya ke arah Lexa sehingga membuat Lexa tak karuan dan kesal.

"Ada apa dengan matamu?! Kau sangat menyebalkan!!" Seketika Lexa berteriak namun tidak terlalu keras bermaksud mengomeli Leon. Dion terkejut mendengar jawaban Lexa. Lexa segera menutup mulutnya dan tertunduk. Leon juga menutup mulutnya menahan tawanya yang tetap keluar sedikit sedikit. Dion menyadari kalau Leon asistennya sedang menggoda Lexa. Dion tahu percis tabiat asistennya yang nakal bak playboy itu.

"Maaf Tuan, pria yang di belakangmu terus menggodaku," ucap Lexa tidak berani menatap Dion.

"Aku mengerti, it's oke. Jadi begini, Lexa, katakan pada Nyonya mu itu untuk dia bertemu denganku secara pribadi terlebih dahulu besok di cafe Gili, waktunya besok akan diinfokan oleh asistenku. Kalau dia tidak mau, aku tidak bersedia menggunakan jasa iklannya. Proyek kali ini pasti sangat menguntungkan bagi kalian. Dan, bilang juga padanya kita harus profesional," pesan Dion lalu mengecek berkas berkas yang harus dia tanda tangani.

"Baik Tuan, saya mengerti, kalau begitu saya pamit Tuan?" Tanya Lexa memastikan apakah pertemuannya sesingkat ini.

"Iya kau boleh pulang atau kau mau berpacaran dulu dengan kekasihmu, Leon?" Ucap Dion melirik Lexa sambil memegang berkasnya. Mata Lexa mebelalak dan wajahnya berubah memerah.

~pasti musang ini sudah bercerita dengan bos nya, dasar musang liar!!~ decak Lexa dalam hati.

"Tidak Tuan, saya sama sekali tidak berminat, kalau begitu saya permisi Tuan," Lexa membungkukan badannya dan melangkah keluar ruangan.

"Lihat saja kau, Leon, suatu saat nanti akan kuberi pelajaran!!" Decak Lexa kesal keluar dari ruangan. Renzy yang melihatnya tersenyum senyum dan berpikir pasti ulah usil Leon.

Ya, benar saja. Ketika Leon tiba dan menyiapkan makan siang untuk Tuannya, Leon menceritakan kejadian yang terjadi di lift. Oleh sebab itu, Dion hanya hendak membantu suksesnya Leon menggoda Lexa.

"Kau dengar Tuan, katanya dia tidak berminat padaku, hemm benar benar wanita yang berbeda," kata Leon pada Tuannya. Dion memang tidak menganggap Leon sebagai bawahannya, tapi dia menganggapnya seperti temannya. Dan Leon bekerja dengan sangat baik bersama Dion. Karna Dion, keadaan keuangan keluarga Leon sudah sangat membaik bahkan keluarga Leon diberi sebuah usaha atas nama ayah Leon.

"Mungkin dia berminat padaku?" Kata Dion menggoda Leon.

"Kalau itu aku tidak menjamin dia akan kerasan bekerja dengan Nyonya mantanmu, haha," kata Leon lagi menghambur keluar ruangan Dion. Leon memang lebih pintar menggoda atau membuat orang kesal ketimbang Dion. Dion harus belajar banyak dari asistennya itu.

..........

Lexa sudah kembali ke kantor dengan wajahnya yang cemberut. Dia seperti membuang buang waktu menemui orang orang kaya itu.

"Pantas saja Nyonya Viena tidak mau menemui mantannya itu. Dia sangat egois, tidak memikirkan bawahan sepertiku. Dan lagi aku harus bertemu dengan musang liar seperti Leon. Iihh, aku tidak mau bertemu lagi dengannya!!" Lexa berdecak kesal sampai masuk ke ruangannya.

"Kau tidak mau bertemu siapa lagi?" Tanya Viena yang sudah mengetahui kedatangan asistennya.

"Nyonya, mereka berdua sangat menyebalkan, apalagi Leon!! Aku benci padanya!!" Lexa mencurahkan kekesalannya pada bos nya.

"Leon? Siapa dia? Aku suruh kau menemui Dion bukan Leon," koreksi Viena.

"Iya Nyonya, Leon adalah asisten Tuan Dion. Dia sangat menyebalkan!!" Jelas Lexa dan Lexa mulai menceritakan semuanya secara detail pada bos nya itu. Viena tertawa terbahak bahak mendengar penuturan Lexa. Baru kali ini dia mendengar Lexa menghadapi pria sampai se malu ini. Dan bisa bisa nya dia berbohong sampai segila ini.

"Lexa, Lexa, aku harus memberitahu kak Egnor. Dia pasti tidak menyangka anak asuhnya sudah bisa berbohong segila ini, hahaha," Viena terus tertawa mengingat Lexa sangat sulit berdekatan dengan seorang pria atau sampai bilang dirinya punya pacar.

"Madam, sampai hati kau mentertawakanku, aku hanya takut, jadi aku langsung bilang kalau asisten Tuan Dion adalah pacarku, bagaimana bisa begitu kebetulan kalau ternyata asisten Tuan Dion adalah, aarrgghh tidak usah dibahas, dasar musang jelek!!" Lexa menyembunyikan wajahnya di atas meja. Dia benar benar malu dan tidak menyangka juga dia menggunakan cara tadi untuk melindungi dirinya. Viena hanya tertawa dan menepuk nepuk pundak Lexa pelan.

Viena lalu kembali ke ruangannya sementara dirinya melanjutkan tugasnya sampai jam kerja selesai. Ketika semua karyawan hendak meninggalkan kantor untuk pulang, telepon kantor yang berada di meja sekertaris berbunyi. Lucy sekertaris Viena yang masih tinggal mengangkatnya.

"Halo selamat sore, Jovancy advertising, ada yang bisa saya bantu?" Angkat Lucy mengucapkan kata kata sopan untuk siapapun yang menelpon perusahaan iklan itu.

"Selamat sore, bisakah saya bicara dengan asisten cantik Nyonya Viena?" Jawab seorang pria di sebrang sana. Leon yang menelpon.

"Asisten cantik? Apa yang anda maksud Lexa? Atau nyonya Viena sendiri?"

"Ya, maksudku Lexa si kelinci kecilku," Lucy mendelik mendengar suara Leon yang berat dan sedikit seksi.

"Oh baiklah, tunggu sebentar Tuan," Lucy sudah mau tertawa, sepertinya orang ini hendak menggoda Lexa atau malah menyukai Lexa. Gumam Lucy dalam hati.

Lucy lalu menuju ruangan Lexa yang sedang bersiap pulang.

"Lexa, pacarmu menelpon," jantung Lexa seketika berdegup mendengar perkataan Lucy. Apa Lucy mengetahui cerita memalukannya? Nyonya Viena tidak akan memberitahukannya, dia wanita yang sangat dingin. Pikir Lexa dalam hati.

"Kau ini bicara apa? Aku tidak suka laki laki!"

"Wah, apa kau menyukaiku?" Goda Lucy dan menutup dadanya dengan kedua tangannya.

"Cepat sambungkan telponnya, siapa yang menelpon sudah mau pulang begini?!" Decak Lexa membuat Lucy tersenyum.

"Lexa cepat angkat, jangan membuat pria bersuara seksi itu menunggumu," teriak Lucy membuat Lexa makin bergidik.

"Halo!" Angkat Lexa ketus.

"Halo sayang, kau mau kujemput?" Goda Leon di seberang sana sambil menyeringai. Dia masih di kantornya dan duduk di kursi kerjanya sambil menggoyang goyangkan kakinya di atas meja kerjanya. Bos nya sudah pulang jadi dia bisa sesukannya di ruang kerjannya yang bersebelahan dengan Tuannya.

Percakapan telpon Lexa - Leon

Lexa : siapa ini?!

Leon : baru beberapa jam kita berpisah, kau sudah melupakan suaraku, aku bisa sedih sayang

Lexa : kau?! Mau apa kau?

Leon : aku merindukanmu, bisa kita makan malam bersama?

Lexa : tidak

Leon : Lexa, aku ini pacarmu, masa kau lupa, kau yang bilang

Lexa : lupakan saja!! Aku tidak akan pernah mau menjadi pacarmu!!

Leon : tapi aku tidak mau putus, sayang (merayu manja)

Lexa : Leon!! Kau musang liar jelek yang pernah kutemui!! Kau menyebalkan!!

Leon : kau kelinci kecil yang imut, haha

Lexa : kalau sudah ada yang tidak penting, aku tutup telponnya, bye!!

Leon : baiklah baiklah, tolong sampaikan pada nyonyamu kalau besok harus bertemu dengan Tuanku jam tiga sore,

Lexa : baiklah terimakasih!!

Tut tut Lexa menutup panggilan. Jantung Lexa berdegup kencang. Baru kali ini ada seorang pria yang memperlakukannya seperti ini. Seperti menggodannya tapi terus memujinya dan melakukannya dengan sangat lembut.

"Ada apa denganku ini, Leon, kau sangat menyebalkan!!" Gumam Lexa pelan.

.........

Next part 6 ya bakal banyak kata kata gombal Leon, siap siap senyum senyum ya 😁😁

Plis like dan tanggapannya 😍

1
M
😭😭😭
M
😥😥😭
vikalia Ersin
aku sampe nangis bacanya
Taufan Adhie Poetra
kereen ceritanya... jdi ikut terbawa suasana di novel ini... thanks ya author.. 😇🙏
Alingga Nurcahyo
curiga jangan2 leon itu benco*g
Sri Winarti
Aku mewek sih baca episode ini, jadi terbawa arus kebucinan lexa dan Leon , 😭
itin
emang dasar buat jatah malam pertama apapun keadaannya pasti akan selalu ada gangguan 🤣
itin
ahhh iyaa... aku tuh ingatnya morgan morgan... anaknya marcel ya sepupunya revo ayahnya gracia
itin
wahh salute sama kexa yang bisa lolos dari kejaran anjing herder 👏👏👏... sulit dibayangkan
itin
muanis sekali......
ntah kenapa ya orang orang yang disekeliling keluarga jovanca pasti selalu punya cerita yang menggebu, menggelora dan muanissssss.....
viena iya
egnor apalagi
masuk ke anak asuhan dan orang orang kepercayaannya sampai sahabatnya egnor semua begitu

masuklah kedalamnya keluarga prime, keluarga dimitri, keluarga kwan, gracia apa pam nya ya dari revo papanya lupa aku 🤔
itin
kusuka usaha leon 👍👍👍👍...... dan ingat Le "barang bekas tak layak untuk dipakai kembali" 🤪
itin
sungguh unik cara leon dan lexa memulai hubungannya...... ahh jadi rindu baca mantan terindah lagi. sampai disini viena dan dion hanya cuplikan doank 🤗
itin
kusuka gombalan si musang liar yang jelek... bagi pria yang pernah patah hati bisa menjadi penggombal recehan tapi bukan kaleng kaleng. kayak rengginang gurih renyah maunya digigit terus 🤭😄..... lexa yang punya pengalaman buruk sama gabriel apa ya jadi ketus terhadap lakilaki (kucing kecil yang imut dan nakal milik leon)
itin
sebaiknya barang bekas memang jangan lagi dipakai
itin
hai Vii.... im coming

ini gabriel yg sama dikisah egnor kah? kekasihnya lina
itin: lope lope 😍😍😍
total 3 replies
Beci Luna
cocok visualx dg sifat jahatx....
Beci Luna
imut..si kelinci cantik leon....
Beci Luna
hebat anak pejabat semudah itu ajak lelakix masuk kamar dan bebas dg hawa nafsux...aduh..kok rupax tdk ada harga dirix..sebagai anak pejabat di daerahx ,memalukan sekali ...
Beci Luna
suka ceritax...moga bisa terispirasi bg pembaca thor...
Yatik Udayani
visualnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!