NovelToon NovelToon
Dokter, Heal Me Please! (My Sweet Banana)

Dokter, Heal Me Please! (My Sweet Banana)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Anak Yatim Piatu / Identitas Tersembunyi / Dokter / Tamat
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: mbu'na Banafsha

Blurb :

Seorang dokter muda, tanpa sengaja bertemu dengan gadis SMA.
Gadis tanpa orang tua itu diam-diam mengidap satu gejala penyakit yang berbahaya jika terlambat ditanganinya.

Mereka kembali dipertemukan sebagai pemilik dan penyewa rumah yang akhirnya terpaksa harus tinggal bersama.

Bukan hanya cerita tentang Dokter dan pasien-nya, melainkan ada kisah cinta di antara dua manusia yang berbeda usia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidur di Atap, Bangun di Kamar

Shasha melangkah menghampiri Luthfie. Namun, tak mengeluarkan sepatah kata pun yang nampak hanya bibirnya yang mengerucut bak gunung Merapi yang ingin memuntahkan lava yang meletup letup.

Luthfie menyadari keberadaan Shasha namun sesaat mengacuhkannya. Selang beberapa lama perlahan Luthfie mengangkat wajahnya mendongak menatap wajah Shasha yang terdiam sedari tadi.

"Hhmm ... apa? Katanya mau tanya?" setelah di perhatikannya bibir Shasha, dia kembali menunduk sambil terkekeh menahan tawa lalu menoleh kembali.

"Heyy Banana ... ada apa dengan bibir kamu? Bibirmu kram? Sini aku periksa." Masih tidak ada jawaban dari mulut Shasha dan berdirilah Luthfie menghadap sambil menatap gadis di hadaoannya.

"Maaf ya, Banana, aku cuma bercanda." Luthfie tersenyum untuk menghiburnya. "Udah dong jangan cemberut gitu, jelek. Gak enak banget dipandang."

"Bodo amat! Mau jelek mau enggak, aku cuma mau tahu kenapa aku tiba tiba ada di kamar?!" balasnya dengan nada membentak.

"Nah,nah,nah ... roman-romannya akan ada sesuatu yang meledak, nih. Aku harus ngomong apa ini ...?"

"Emang tadi kamu tidur di mana? Itu kamar kamu, kan? Kok, nanya saya?" jawab Luthfie pura-pura tidak tahu.

"Aku tidur di atap! Kenapa tiba-tiba ada di kamar?"

"Mungkin saja kamu punya kebiasaan jalan-jalan sambil tidur, bisa aja, 'kan?"

"Gak usah bohong, deh, jujur aja kenapa, sih?"

"Bentar, ya. Aku ambilin kamu minum dulu. tunggu, loh, jangan ke mana-mana!"

"Arrgghh ... ini sudah ku duga. Nanya aja terus, giliran aku jawab pasti salah. Awas aja kalo bilang aku mesum lagi," gerutu Luthfie dalam hati sambil pergi ke dapur untuk menghindar.

Luthfie menyunggingkan bibirnya sambil geleng-geleng kepala. Tak berapa lama dia kembali dengan gelas di tangannya.

"Ayo duduk, minum pelan-pelan. Kamu jangan lupa ya sehari minum air 8 gelas," sahut nya sambil mengalihkan kan perhatian.

"Terus kalo bangun tidur itu, ya, jangan mondar mandir dulu. Kamu diam dulu bentar sampe kesadaran kamu yang beterbangan, kumpul semua. Kalau enggak, nanti kamu bawaannya pengen marah-marah terus, seperti mau makan orang." Sesekali Luthfie menoleh kebelakang hanya untuk menyembunyikan tawanya.

Melihat gadis di depannya hanya diam sambil mendelik, Luthfie tampak kebingungan, lalu dia mendekatkan wajahnya, menatap sambil tersenyum tipis. Berharap gadis kecil itu akan merespon. Meski tidak berhasil, tetapi dia tidak menyerah. Dia coba sekali lagi mendekatkan wajahnya sambil menarik kedua pipinya sendiri. Spontan Shasha menutup muka luthfie dengan tangannya seraya memalingkan wajahnya sendiri karna tak kuasa menahan tawa. Mereka tertawa bersama seperti seorang kakak menghibur adiknya.

"Aahhh syukurlah kamu tertawa lagi. Sekarang kamu mandi sana, itu seragam sekolah, besok kamu pake lagi 'kan? Pasti udah bau keringat. Jadi anak perempuan gak boleh jorok."

"Enak aja, aku kan masih punya seragam yang lain buat besok," sahut Shasha sambil menjulurkankan lidahnya lalu pergi ke kamar.

Selesai mandi Shasha kembali duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya. Dia hendak menelpon sahabatnya, Sita. Hanya pada Sita mungkin saat ini dia bisa meminta bantuan. Shasha ingin menumpang tinggal untuk smntara di rumahnya.

"Kenapa mau tinggal di rumah teman kamu? Ini kan rumahmu, kamu bisa tinggal di sini," ucap Luthfie yang sedari tadi menyimak percakapan Shasha. Tangannya masih sibuk menata obat-obatan di etalase.

"Tapi rumah ini sudah Anda sewa dan sudah dibayar pula sama Tante Mira, berarti aku harus keluar dari sini."

"Rumah ini terlalu besar untuk aku tinggali sendiri, kamu bisa tinggal di sini juga, kok."

"Aaaa ... iya ide yang bagus. Terus nanti tetangga-tetangga pada gosipin aku tinggal satu atap dengan laki-laki yang tak dikenal, hhh ...." jawabnya seraya memutar-mutarkan bola matanya.

"Kita gak perlu tinggal satu atap karena rumah ini memiliki dua atap aku di lantai bawah kamu bisa tinggal di lantai atas, gimana?" kilahnya tak mau kalah.

"Jujur ya, aku tidak terlalu membutuhkan lantai atas. Dari pada gak ada yang isi mending kamu isi supaya terurus, lagi pula, aku biasanya sering ambil shift di rumah sakit, jadi gak begitu sering di rumah." Luthfie mencoba terus membujuk, sementara Shasha masih memikirkan ucapan-ucapan Luthfie karena merasa tak ada pilihan lain.

"Tapi kalo kamu tetep mau minta bantuan temen kamu ya, terserah. Cuma, lama-lama kamu pasti bakal ngerasa gak enak karena sudah ngerepotin orang. Itu sepupu kamu aja yang anaknya tante Mira, dia gak mau kan direportin sama kamu. Aku tahu loh, kemarin kamu minta tolong sama dia, tapi hasilnya apa?"

Sambil berpura-pura sibuk, mata Luthfie sesekali melirik ke arah Shasha.

"Ok. Kalo gtu, untuk sementara aku setuju, tapi nanti akan kupikiran cara lain, dan sekarang aku butuh memindahkan barang-barangku dulu ke lantai atas supaya tidak mengganggu."

"Nanti saja aku bantuin kamu. Sekarang, antar aku dulu. Kita keluar cari makan. Aku sudah kelaparan sekali," ucap Luthfie sambil mengusap-usap perutnya.

**BERSAMBUNG ....

#jangan lupa like + fav, rate 5 and vote sebanyak banyak nya, thanks 😘😘**#

1
albyan
hadir membaca baru nih
albyan: yahh si dia..huum ini😁
total 2 replies
anna
entah lah, sudah kali ke berapa yg ku baca, belum bisa move on dari cerita mu ini Thor 😅
Ryana Ana
assalamualaikum mbu..apa kbr ny... aku mengulang membaca lgi... dan ini sudah kesekian kali ny aku baca..dan tetep aja aku senyam senyum membaca.. " kita mau tunangan apa konser sih sbnr ny?"
ᴹᴮ𝓕𝓐𝓜✿𝔐𝔟𝔲𝔫𝔞: Waalaikumussalam.
Terima kasih sudah baca ulang novel ini. 🙏😘
total 1 replies
Anonimous
👍👍👍
Memyr 67
tidak ada zidan dan junaedi di "terjebak cinta polisi"
Memyr 67
akad nikah langka. mahar setengah gelas air putih
Memyr 67
boomerangnya seperti apa? nggak kebaca?
Memyr 67
kok nggak ada keterangn. alasan tante mira menyewakan rumah sasha. dan kemana uang sewa rumah keponakannya? nggak jelas gini ya?
Memyr 67
memang bodoh itu banana. kenapa nggak dilaporin ke kakaknya, zidan? kelakuan sadis tante mira?
Rosmawati/jnr
Bagus
Indri Ani40
awal cerita kynya seru👌👌👌
Samsuna
maharnya Laen dr yg Laen 😂luar binasa😂🤭
Yani Ladutana
gimana dengan mimin siapa suaminya
Yani Ladutana
langsung lamar aja
Yani Ladutana
janju ciritanya bagus
Yani Ladutana
ceritanya bagus
Yani Ladutana
kerkini bangat
Yani Ladutana
kirkin
Yani Ladutana
tante tidak baik
Yani Ladutana
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!