NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Masih Ada

Ternyata Dia Masih Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:273
Nilai: 5
Nama Author: Auliya Wulandari

Duan Melahirkan di usia 16 tahun, selama 7 tahun ini ia selalu percaya jika putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah meninggal di hari kelahirannya, namun siapa yang menyangka saat dirinya kembali ke ibu kota muncul seorang bocah laki laki yang sangat menyebalkan namun Yan Fei merasa dirinya tak bisa membiarkan bocah itu jauh darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keinginan Aneh Seorang Pangeran

“Huh… aku punya ayah, tapi rasanya sama saja seperti tidak punya. Pria itu hanya sibuk dengan urusan kerjanya dan urusan kekuasaannya sendiri,” gumam Wang Xian sambil menghela napas panjang yang terasa berat di dadanya.

Ia lalu melangkah perlahan menuju tempat tidur dan duduk di atasnya, membiarkan tubuhnya yang masih terasa lelah karena luka-luka itu bersandar pada sandaran ranjang.

Melihat keadaan kamar yang masih berantakan akibat amukan tadi, Fang Lan segera memberi isyarat kepada beberapa pelayan yang berdiri menunggu di luar.

“Segera bereskan semuanya, ganti perabotan yang rusak, dan bersihkan lantai dengan cepat. Jangan sampai ada yang tertinggal atau terlihat berantakan saat Yang Mulia kembali melintas.” Para pelayan itu pun segera bergerak dengan sigap, berusaha memulihkan suasana kamar seperti sedia kala.

Sementara itu, Liu Feng melangkah mendekat dengan langkah lembut dan wajah penuh perhatian. Ia berdiri di samping tempat tidur, lalu mencoba membuka pembicaraan dengan nada yang lebih halus.

“Pangeran Kecil, jika Anda sangat menginginkan sosok ibu untuk melengkapi hidup Anda, bukankah ada jalan yang lebih baik? Yang Mulia kaisar sudah memilih calon selir untuk Raja Xiao Jika wanita itu masuk ke kediaman ini, maka dia akan menjadi ibu kandung Anda. Mengapa Pangeran tidak mencoba membujuk Yang Mulia untuk segera membawanya masuk dan menjadikannya nyonya rumah di sini?”

Di dalam hatinya, Liu Feng berpikir bahwa ini adalah solusi yang paling masuk akal. Sudah ada seorang wanita yang telah menunggu cukup lama, meskipun Raja Xiao sendiri tidak menunjukkan ketertarikan sedikit pun padanya. Namun, jika permintaan itu datang dari mulut putra kesayangannya, bukan tidak mungkin hati sang raja akan melunak dan mengabulkannya. Hal ini tentu akan membuat suasana di kediaman menjadi lebih lengkap dan harmonis.

Namun, mendengar usulan itu, Wang Xian hanya mengerutkan hidungnya dan menggelengkan kepala dengan tegas seolah mendengar hal yang sangat tidak masuk akal.

“Tidak! Di dunia ini tidak ada wanita sembarangan yang bisa menjadi ibuku. Apalagi wanita pilihan Paman Kaisar itu? Aku sudah tahu siapa dia—hanya wanita yang lembut, lemah, dan tidak berdaya, selain berfikiran licik dan berusaha menjilat ayah ku apa lagi yang bisa ia lakukan?”

Matanya bersinar penuh tekad saat melanjutkan ucapannya dengan nada lantang.

“Siapa pun yang akan menjadi ibuku kelak haruslah wanita yang kuat, jahat, pandai bicara, dan sulit untuk dihadapi serta dikendalikan. aku sudah menemukannya dan akan mendekatinya, ayah yang kejam itu, lihatlah bagaimana ia mengurusi istri yang jahat dan tak berperasaan itu. Biar dia tahu rasanya hidup bersama orang yang bisa melawannya, agar hidupnya tidak lagi tenang dan nyaman seperti sekarang!”

Biasanya, anak-anak seusianya menginginkan sosok ibu yang lembut, hangat, dan penuh kasih sayang. Namun, Wang Xian memiliki pemikiran yang sangat berbeda. Ia tidak membutuhkan kelembutan semata; yang ia butuhkan adalah sosok yang memiliki kekuatan dan ketegasan dan jahat, dengan demikian ia bisa membalas dendam atas segala yang di lakukan ayah

Sudah bertahun-tahun lamanya Raja Xiao hidup sendirian. Kediaman yang begitu megah dan luas itu terasa kosong tanpa kehadiran seorang nyonya rumah. Bukan hanya karena Raja Xiao sendiri tidak memiliki keinginan untuk mendekati wanita mana pun, tetapi juga karena Pangeran Kecil ini diam-diam melarang ayahnya membawa sembarang wanita masuk ke dalam kediaman mereka. Ia tidak ingin kehadiran wanita yang lemah dan tidak berguna hanya untuk mengisi kekosongan semata. Akibatnya, keadaan ini terus berlanjut hingga saat ini.

Mendengar ucapan yang semakin tidak masuk akal itu, Fang Lan hanya bisa mengangkat wajah ke langit-langit kamar sambil menghela napas panjang.

“Ya Tuhan dan para leluhur… dosa apa yang telah diperbuat Tuan kami hingga diberikan seorang putra yang memiliki pemikiran jahat seperti ini, bahkan saat memilih ibu pun Kanakan mencari seorang kriminal"

Kata-kata yang keluar dari mulut Wang Xian itu sungguh tidak pantas didengar oleh telinga orang biasa. Siapa yang pernah mendengar ada seorang anak yang justru mencari ibu tiri yang dianggap jahat, sulit dihadapi, dan bisa digunakan untuk melawan ayahnya sendiri? Pemikiran itu benar-benar melampaui batas kewajaran anak seusianya.

Namun, Wang Xian tidak memedulikan pandangan terkejut dan bingung kedua pelayan setianya itu. Ia menegakkan badannya, menatap lurus ke depan dengan tatapan penuh tantangan, lalu melanjutkan dengan suara yang tegas dan mantap.

“Aku sudah memutuskan. Jika kalian tidak mau menemaniku pergi ke kediaman Wei malam ini, maka aku akan pergi sendirian. Jangan lupa, aku bukan anak kecil yang tidak tahu apa-apa lagi. Aku sudah cukup dewasa untuk mengurus diriku sendiri. Jika harus, aku akan pergi tanpa membawa satu pun dari kalian bersamaku.”

Saat itu, Wang Ruyan yang baru saja kembali berdiri di ambang pintu dan mendengar sebagian ucapan itu hanya menatap putranya sebentar dengan tatapan tajam, lalu mengeluarkan suara dengusan kesal yang dalam. Ia sudah lelah berdebat dengan anak yang keras kepala ini.

Fang Lan segera melangkah mendekat lagi, berusaha membujuknya dengan cara yang lebih lembut namun tetap tegas. “Pangeran Kecil, Anda tidak bisa pergi ke mana pun malam ini. Tubuh Anda masih penuh luka yang cukup dalam dan belum sembuh sempurna. Jika Anda memaksakan diri bergerak jauh, luka itu bisa terbuka lagi dan menimbulkan pendarahan yang berbahaya. Membujuk Anda sama sulitnya dengan membujuk batu karang yang keras, tetapi jika kami membiarkan Anda pergi begitu saja, bukankah itu sama saja mempertaruhkan nyawa Anda sendiri?”

Namun, bujukan itu hanya diabaikan. Wang Xian menoleh dan menatap Fang Lan dengan tatapan tajam seolah tidak mau mendengar alasan apa pun. “Kau jangan mencoba membujukku lagi! Aku sudah memutuskan—wanita yang baru kutemui itu, dia adalah wanita yang aku inginkan. Dia bisa menghadapi pengawal-pengawal kuat yang dikirim ayah dengan santai dan tanpa rasa takut sedikit pun. Jika dia bisa melakukannya, pasti dia juga bisa membantuku berurusan dengan ayah bajingan yang keras kepala itu!”

Dengan tekad yang sudah bulat, Wang Xian berniat melangkah keluar dari kamar untuk melarikan diri lagi. Namun, sebelum kakinya sempat melangkah jauh, tiba-tiba sebuah sentuhan ringan namun tepat mengenai bagian belakang lehernya. Gerakan itu sangat cepat dan terlatih. Wang Xian hanya sempat membuka matanya lebar-lebar karena kaget, lalu perlahan pandangannya menjadi kabur, tubuhnya terasa lemas, dan akhirnya ia terjatuh pingsan di tempat.

Fang Lan segera mengangkat tubuh mungil itu dengan hati-hati, menggendongnya dan membawanya kembali ke atas tempat tidur. Ia menata posisi tubuh Wang Xian agar nyaman, lalu menyelimutinya dengan selimut tebal. Sambil memandang wajah pangeran kecil yang kini terlihat tenang dalam keadaan pingsan, Fang Lan kembali menghela napas panjang dengan wajah yang penuh kekhawatiran.

“Pangeran Kecil… andai saja Anda tidak sekeras kepala ini, segalanya pasti akan jauh lebih mudah dan aman,” gumamnya pelan, lalu melangkah mundur sedikit dan berdiri berjaga di samping tempat tidur, memastikan tidak ada yang mengganggu hingga bocah itu sadar kembali nanti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!