NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:332
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 Rapat Direksi Yang Berdarah

Gedung pencakar langit Narendra Tower berdiri kokoh di pusat distrik bisnis, memantulkan cahaya matahari pagi yang cerah. Di lantai tiga puluh, atmosfer di dalam ruang rapat utama justru terasa sebaliknya—dingin, kaku, dan mencekam. Dua puluh anggota dewan direksi dan pemegang saham senior sudah duduk melingkari meja oval besar, saling berbisik dengan raut wajah tegang.

​Pintu ganda ruang rapat terbuka lebar. Arkan Narendra melangkah masuk dengan aura dominan yang biasa ia miliki. Setelan jas abu-abu gelapnya tampak sempurna, mempertegas bahunya yang tegap. Namun, fokus seluruh mata di ruangan itu langsung tertuju pada sosok wanita yang berjalan anggun di sebelahnya. Kiara Sabitha.

​Kiara mengenakan setelan blazer formal berwarna emerald green yang dipadukan dengan celana kulot senada. Rambut hitamnya disanggul rapi modern, menyisakan beberapa helai yang membingkai wajah indahnya. Berkat rutinitas skincare malamnya yang ketat dan perlindungan sunscreen premium pagi ini, kulit wajah Kiara tampak begitu sehat, halus, dan memancarkan glowing alami yang mewah. Ia memegang sebuah tablet hitam dengan pembawaan tenang, seolah tidak peduli dengan tatapan merendahkan dari para petinggi perusahaan.

​"Selamat pagi, semuanya," suara bariton Arkan memecah keheningan saat ia duduk di kursi utama di ujung meja. Kiara mengambil tempat tepat di sebelah kanannya. "Hari ini agenda kita adalah restrukturisasi divisi Research and Development (R&D) sekaligus pengenalan resmi Kepala Formulator baru untuk lini produk anti-aging masa depan Narendra Cosmetics. Perkenankan, istri saya, Kiara Sabitha Narendra."

​Keheningan sesaat itu langsung pecah oleh tawa sinis dari ujung meja. Pak Hendra, Direktur Pemasaran senior yang dikenal sebagai orang lama bentukan ayah Arkan sekaligus sekutu rahasia PT Mahardika Utama, menyandarkan punggungnya dengan angkuh.

​"Tuan CEO, ini rapat dewan direksi, bukan acara syukuran keluarga," sindir Hendra tajam, matanya menatap Kiara dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan. "Narendra Cosmetics sedang diguncang rumor penurunan kualitas formula karena sabotase Mahardika. Dan solusi Anda adalah membawa pengantin baru Anda yang tidak jelas asal-usulnya untuk memimpin divisi paling krusial? Apakah ini lelucon nepotisme?"

​Beberapa direktur lain mengangguk setuju, menggumamkan kekhawatiran mereka. Suasana langsung memanas. Arkan baru saja hendak membuka mulut dengan tatapan matanya yang menajam berbahaya, namun gerakan tangan Kiara yang tenang di atas meja menghentikannya. Kiara menatap Hendra lurus-lurus, senyum tipis profesional terukir di bibirnya.

​"Pak Hendra, jika yang Anda butuhkan adalah asal-usul, saya lulusan terbaik Kimia Kosmetik dari Universitas Kyoto dan memegang tiga sertifikasi formulator internasional," ucap Kiara, suaranya terdengar jernih, tegas, dan bergema penuh keyakinan di ruang rapat yang mendadak senyap. "Tetapi di dunia bisnis, sertifikat hanyalah kertas. Mari kita bicara data dan produk."

​Kiara mengetuk layar tabletnya. Seketika, layar proyektor besar di belakang Arkan menampilkan grafik kegagalan produk Serum Aurora yang dirilis Narendra dua bulan lalu—produk yang penjualannya merosot tajam karena diklaim menimbulkan iritasi kulit oleh konsumen di media sosial.

​"Produk kebanggaan lini pemasaran Anda ini," lanjut Kiara sambil berdiri, berjalan mendekati layar dengan gestur seorang pemimpin sejati, "menggunakan konsentrasi bahan aktif murni yang terlalu tinggi tanpa agen penenang yang seimbang. Hasilnya? Skin barrier konsumen rusak. Dan coba tebak? Dua minggu lalu, PT Mahardika Utama meluncurkan produk tandingan dengan formula yang hampir identik, tetapi dimodifikasi dengan penambahan ekstrak Centella Asiatica untuk meredam iritasi. Mereka mencuri momentum kita menggunakan celah formulasi kita yang cacat."

​Wajah Pak Hendra langsung memucat. Ia tidak menyangka wanita muda di hadapannya bisa membongkar kelemahan produk dan strategi lawan secara seakurat itu dalam hitungan menit.

​"Dari mana kamu... itu hanya spekulasi!" tangkis Hendra dengan suara yang mulai bergetar.

​"Itu fakta laboratorium, Pak Hendra," serang Kiara balik, melangkah maju hingga bersandar di tepi meja rapat, menatap Hendra dengan dominasi penuh. "Dan ini solusi yang saya bawa. Formula Narendra Golden Essence. Saya telah merekayasa ulang basis formula lama dengan teknologi enkapsulasi molekul. Bahan aktif murni akan dilepaskan secara perlahan ke dalam lapisan kulit tanpa memicu inflamasi, sekaligus mempercepat regenerasi sel hingga tiga kali lebih cepat. Sampel uji klinis fase pertama sudah selesai kemarin sore dengan tingkat kepuasan seratus persen."

​Kiara memberi isyarat pada sekretaris Arkan untuk membagikan botol sampel kecil berwarna emas kepada para direktur. Begitu cairan essence itu diaplikasikan ke punggung tangan mereka, keheningan kekaguman langsung tercipta. Teksturnya yang mewah, cepat meresap, dan langsung memberikan efek hidrasi instan tidak bisa dibohongi.

​Arkan yang menyaksikan seluruh aksi Kiara dari kursinya tidak bisa menyembunyikan binar bangga dan ketertarikan yang semakin dalam di matanya. Gadis ini bukan sekadar formulator berbakat; dia adalah badai yang siap menghancurkan siapa saja yang meremehkannya. Arkan mendeham rendah, mengembalikan otoritas ruangan pada dirinya.

​"Formula baru ini akan menjadi senjata utama kita untuk merebut kembali pasar dan menghancurkan peluncuran produk baru Mahardika bulan depan," tegas Arkan, suaranya dingin berwibawa. "Bagi siapa saja di ruangan ini yang merasa keberatan dengan posisi Kiara... atau mungkin merasa posisinya terancam karena memiliki hubungan tersembunyi dengan pihak Mahardika... pintu keluar terbuka sangat lebar. Dan saya tidak akan segan-segan melibatkan tim hukum korporasi."

​Tatapan Arkan tertuju tajam pada Pak Hendra, yang kini keringat dinginnya sudah membasahi kerah kemejanya. Tidak ada satu pun direktur yang berani bersuara lagi. Ruangan itu sepenuhnya telah ditaklukkan oleh duet maut Arkan dan Kiara.

​"Rapat selesai," tutup Arkan mutlak.

​Satu per satu direktur meninggalkan ruangan dengan tergesa-gesa hingga menyisakan Arkan dan Kiara berdua. Kiara menghela napas panjang, melonggarkan pundaknya yang tegang sejak tadi pagi. Namun, sebelum ia sempat membereskan tabletnya, Arkan sudah berdiri di hadapannya, memotong jarak di antara mereka.

​"Ternyata selain pintar merawat kulit, kamu juga sangat pintar mencabik-cabik ego direktur senior, Nyonya Narendra," bisik Arkan, tangannya terangkat merapikan satu helai rambut Kiara yang lolos dari sanggulnya.

​Kiara mendongak, menatap mata Arkan yang kini memancarkan intensitas berbeda—bukan lagi karena bisnis, melainkan murni daya tarik pria kepada wanita. "Saya hanya melakukan bagian saya dari kesepakatan semalam, Arkan. Menghancurkan Mahardika artinya membersihkan tikus-tikus di dalam perusahaarmu dulu."

​"Dan kamu melakukannya dengan sangat seksi," balas Arkan dengan suara rendah yang serak, wajahnya perlahan mendekat, membuat Kiara bisa merasakan embusan napas hangat pria itu di bibirnya.

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!