NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 : Kecupan Pertama

Tuan Asland mengambil sesendok bubur ayam dari mangkuk. Mengembusnya beberapa kali agar suhu panasnya sedikit berkurang. Lalu mengarahkan makanan itu ke mulutku.

Ya, benar. Dia meninggalkan perusahaannya, pekerjaannya, dokumen-dokumen pentingnya hanya untuk membuatkan makanan dan menyuapi aku, pembantunya.

Kubuka mulutku dan perlahan Tuan Asland memasukan makanan ke dalamnya. Sampai satu mangkuk bubur ayam buatannya habis. Ia kemudian mengambil sebutir obat tablet dari botol. Menekan kedua pipiku dengan satu tangannya lalu memasukan obat tablet ke dalam mulutku. Lebih tepatnya melempar obat itu.

Gleekk!

Obat tablet itu langsung tertelan ke dalam tenggorokan.

"Aku harus memastikan obat itu kamu minum," katanya hendak membenarkan caranya memberiku obat. Ia pun menyodorkan segelas air putih yang tadi terletak di atas nakas. "Minum ini!"

"Baik Tuan." Kuambil gelas itu dan menandaskan airnya sampai habis. Padahal, aku berniat meletakan gelas itu sendiri ke atas nakas, tetapi lekas Tuan Asland mengambilnya. Dia-lah yang membantuku meletakan gelas. Aku bahkan tertegun dengan perhatiannya.

"Sekarang istirahatlah! Aku akan bekerja di ruang kerja."

Tuan Asland bangkit dari duduknya, menarik selimut dan menutupi tubuhku yang terbaring di ranjang. Selesai merawatku, Tuan Asland beranjak pergi sambil membawa nampan dan menutup pintu kamar.

Ceklek!

Bunga-bunga bermandikan air hujan.

Yang tersisa hanya aroma parfumnya di sekeliling kamarku.

**

Beberapa jam berlalu.

Tidurku cukup nyenyak setelah makan. Mungkin karena perutku kenyang menghabiskan semangkuk bubur ayam. Bubur ayam buatan Tuan Asland memang enak. Mulutku yang tadi pahit pun masih bisa merasakan kelezatannya.

Tuan Asland sedang sibuk berkutat dengan dokumen di atas meja kerjanya saat aku berjalan melewati ruangannya. Dia tidak melihatku saking fokus dengan pekerjaannya.

Aku bosan seharian di kamar terus jadi memilih pergi ke sofa yang berhadapan dengan balkon. Ingin kuistirahatkan tubuhku di sana. Sekalian menikmati pemandangan kota dari atas balkon.

Tampak cahaya lampu dari gedung -gedung bertingkat, berkilauan memenuhi penjuru kota seperti nyala ribuan lilin. Sepoi-sepoi angin malam berembus, sangat menyejukkan. Setidaknya ini lebih baik daripada terus berjam-jam melihat petakan dinding di kamar.

"Andy...."

Kudengar Tuan Asland mencariku. Aku diam tidak menjawab. Suaraku masih lemah bahkan sekadar menyahut. Setelah mencari ke semua ruangan apartemen, akhirnya Tuan Asland menemukanku di dekat balkon.

"Kenapa kamu di sini? Angin malam tidak baik untukmu sekarang," ujarnya seraya menghampiri.

Kubias senyum tipis untuknya. "Aku bosan berada di kamar terus, Tuan."

Tuan Asland berlalu pergi setelah mendengar jawabanku. Kupikir dia tidak akan kembali lagi, ternyata dia pergi demi untuk mengambil selembar selimut. Lalu membentangkan selimut itu di bagian punggung, agar aku tidak kedinginan.

Sekonyong-konyong aku tersentak lagi dengan perhatian kecil yang baru saja dia lakukan. Sebelum aku melontarkan pertanyaan atas tindakannya, Tuan Asland sudah lebih dulu menjelaskan maksud dari tindakannya.

"Kamu lupa memakai ini, nanti kamu masuk angin dan demammu tidak sembuh." Sembari duduk di sebelahku.

Tanpa sadar aku terenyuh. "Terima kasih, Tuan," kataku pelan hampir tidak terdengar.

"Aku akan menemanimu di sini."

"Apa pekerjaan Tuan sudah selesai?"

"Hampir selesai."

"Maaf kalau aku merepotkan, Tuan."

"Tidak, kamu tidak merepotkan. Kalung itu, kalau kamu tidak mau memakainya. Kamu bisa menyimpannya."

"Apa boleh aku jual? Untuk membayar utang pada Tuan," kelakarku.

Tuan Asland langsung membesarkan sepasang matanya.

"Ya, ya, aku bercanda, kok," sergahku sambil cengar-cengir setelah berhasil menggodanya.

"Kalau kamu masih sakit, tidak perlu datang ke kantor besok."

"Tapi kalau aku sudah sembuh, bolehkan aku pergi bekerja seperti biasa?"

"Ya, boleh."

"Tuan."

"Apa...."

"Tidak jadi." Kupalingkan wajah darinya.

"Kamu mau bilang apa?"

"Tidak jadi bilang, Tuan. Lupakan saja!"

"Kamu harus bilang!"

"Tidak penting, kok. Jadi lupakan saja!"

Tuan Asland menghela napas. "Aku menyuruhmu untuk mengatakannya, jadi cepat bilang!"

"Apa itu perintah?"

"Itu titah!"

Aku jadi geli sendiri. Tersenyum melihat wajah Tuan Asland yang penasaran. Rupanya dia bisa merasakan itu juga. Hehehe!

"Aku ... kesepian."

"Kesepian?" Tuan Asland mengernyit.

"Ada di sini sendirian, aku jadi kesepian. Ruangan ini, apartemen ini. Rasanya hampa."

Kutundukkan kepala. Suaraku mengecil di akhir kalimat. Tuan Asland yang duduk di sampingku memperhatikanku. Ekspresinya seperti tahu kegundahanku.

"Aku akan sering datang ke sini..."

Kuangkat wajahku ketika mendengarnya. Kami pun saling bersitatap muka.

"Jangan kesepian lagi. Jangan meminta pergi dari sini."

Nyesss....

Seperti ada batu es yang mencair di hatiku. Kata-katanya melelehkan perasaanku. Bibirku diam tidak mampu berucap. Mataku jadi sedikit berkaca-kaca. Tanganku serta tubuhku gemetaran. Ini sangat jelas, tetapi selimut menyelamatkanku. Menutupi gemetaran di tubuhku.

"Aku akan menemanimu," ulang Tuan Asland lagi, mengatakan hal yang sama seperti membuat sebuah janji.

Dia berbeda dari kemarin. Tidak seperti iblis, jiwa malaikat bersemayam di tubuhnya hari ini. Mata birunya tampak begitu teduh menatapku. Apalagi dia mengatakan akan menemaniku, aku jadi tersentuh.

"Tuan Asland...."

Suaraku lirih terdengar. Antara jelas dan tidak, tetapi orang yang kupanggil mengerti bahasa bibirku.

Ia mencondongkan tubuhnya yang berhadapan denganku. Mendekatkan dirinya padaku. Wajah kami jadi sangat jelas. Perlahan mendekat, perlahan lebih mendekat, dan....

Cuupp....

"Hhaahh...." Mataku tidak berkedip. Pandanganku kabur membayang. Bibirku seperti terbungkam. Tubuhku membeku seperti batu.

Dag Dig Dug....

Jantungku berdetak cepat, tidak beraturan. Hatiku berdebar-debar, sangat berdebar. Getaran hebat terjadi di diriku.

Perasaan hangat itu menjalari sekujur tubuhku. Perasaan hangat itu mengalir ke dalam hatiku. Perasaan hangat itu memeluk jiwaku. Perasaan hangat itu berasal dari ciumannya di keningku. Perasaan hangat itu adalah bibirnya yang hangat mengecupku.

Tubuh kami hampir rapat. Kerah kemejanya bahkan menyentuhku. Dan wangi, dan aroma harum, semerbak melingkupi, memenuhi isi hati.

Bunga-bunga bermandikan air hujan.

"Istirahatlah, aku akan tidur di sini malam ini untuk menjagamu. Kalau kamu perlu sesuatu, ketuk saja pintu kamarku."

Tuan Asland bangkit. Beranjak pergi dari sofa yang tadi kami duduki bersama. Perlahan kugerakkan kepala mengikuti arahnya berjalan. Bayangannya pun menjauh lalu menghilang di balik pintu.

Malam makin larut. Angin berembus kencang. Udara jadi semakin dingin. Aku masih terpaku di sofa. Tidak bergerak dan tidak bisa berpikir. Aku diam tidak berdaya.

Kenapa Tuan Asland menciumku? Kenapa dia membuatku mati kutu? Kenapa dia meruntuhkan benteng pertahananku?

Naluriku sebagai seorang wanita, aku sudah berusaha agar tidak meletakkan hati padanya. Semampuku aku berjuang menekan perasaan menyenangkan tapi juga menyiksa.

Naluriku sebagai seorang wanita, yang belum pernah dekat ataupun bersentuhan dengan pria mana pun. Aku menolak perasaan hangat ini. Aku menolak getaran hebat ini. Aku menolak rasa yang menjalari tubuhku ini.

Tetapi tetap tidak bisa. Tidak bisa mengingkari karena perasaan hangat ini, entah mengapa aku menyukainya.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!