Hai readers kesayangan.
Kembali lagi bersama Author
kali ini cerita nya tentang anak sekolah ya
yang bernama Freya dan Gardan .
ikuti terus gimana kisah cinta dua pasangan muda mudi ini.
No Wa.082187884540
ig : Nr_trisyaae21
jangan lupa follow ya
and SV no WA nya Trisya
jangan lupa follow akun ig gue ya @nrtrisyaae21
jangan lupa vote ya guasy
***
jangan lupa vote dan komen ya
salken
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nr_trisyaae 21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putus
**Happy reading pembaca setia 😘😘😘
Jangan lupa tinggalkan jejak ya biar author makin semangat nulisnya ❤️❤️❤️
I love you ❤️
Typo Bertebaran 🚫
🌹🌹🌹
...Nr_Trisyaae21**...
Sedari tadi Freya terus melamun, ia tidak fokus belajar. Bahkan ia mengabaikan Bu Nita yang sedang menerangkan materi. Pikirannya entah kemana.
" Freya, jawab soal Ibu di depan!"titah Bu Nita saat menyadari bahwa sedari tadi Freya terus
melamun.
"Saya Bu?" tanya Freya seraya menunjuk dirinya sendiri. Bu Nita pun mengangguk sebagai jawaban.
Freya menghela nafas sejenak lalu bangkit dari duduknya, ia berjalan menuju papan tulis. Freya menatap soal di papan tulis lalu mengambil spidol. la menjawab soal tersebut dengan cepat.
Rumus matematika sudah ia hafal diluar kepala.
"Kapan gue kayak Freya?" gumam Ana saat Freya telah selesai mengerjakan soalnya dalam jangka waktu kurang lebih satu menit.
Otak kentang seperti dirinya mana mampu
mengerjakan soal dalam waktu satu menit.
Freya kembali duduk di tempatnya semula. la menopang dagunya dengan tangannya seraya menatap Bu Nita yang sedang memeriksa jawabannya.
"Jawaban kamu benar Freya , Good luck, nanti jam istirahat kamu ke ruangan saya,"ucap Bu nita pada Freya.
"Ngapain Bu?" tanya Freya bingung.
"Nanti saya jelaskan." jawab Bu Nita.
Bu Nita kembali menjelaskan materi. Setelah selesai, ia memberikan tugas kepada Seluruh siswa maupun Siswa kelas 11 ipa 1.
Tidak tanggung-tanggung, Bu Nita memberikan 20 soal membuat para murid kesal.
Bu Nita pun keluar dari kelas karena ada urusan dengan Pak Bobby. Kini para murid mulai beraksi. Mereka membuka brainly dan Google, guna untuk mencari jawaban dari soal matematika Meraka.
Freya? la mengerjakan soalnya dengan tenang, tidak seperti teman-temannya yang ricuh.
Bel istirahat telah berbunyi, seluruh murid mulai berhamburan keluar kelas dan masih ada juga yang tetap di dalam kelas. Kini Freya dan teman-temannya berjalan.
beriringan menuju kantin..
Tiba-tiba Freya memberhentikan langkahnya, ia teringat saat Bu Nita menyuruh dirinya ke ruangan
Bu Nita.
"Bentar, gue ke ruangan Bu Nita dulu. Kalian duluan aja."Mereka pun mengangguk lalu melanjutkan perjalanannya menuju kantin.
Freya membalikkan tubuhnya lalu berjalan menuju ruang guru.
Saat berjalan melewati toilet, seseorang menarik tangan dan rambutnya kuat menuju toilet.
Sialan!
Freya menatap Alya tajam, ia mengumpati Alya dalam hati karena berani-beraninya dia menarik rambutnya.
"Sakit?" tanya Alya dengan senyum mengejek.
Freya memutar kedua bola matanya malas, ia malas berurusan dengan Alya. Waktunya terbuang sia-sia bila meladeni Alya. Saat Freya baru saja membuka kenop pintu, Alya kembali menarik tubuhnya hingga kepala Freya terbentur di dinding.
Freya benar-benar merasa pusing, bahkan keningnya mengeluarkan darah.
Tiba-tiba Alya mencakar tangannya sendiri dengan kuku panjangnya sampai berdarah.
la juga bahkan merobek bajunya hingga menampakkan belahan dadanya.
Freya mengernyitkan dahinya saat melihat Alya melakukan itu kepada diri nya sendiri bahkan Alya menjatuhkan dirinya di
lantai dan menangis keras serayabmenutupi dadanya.
Terkesan gila menurut Freya ,yang melihat nya .
Pintu yang tadinya sempat Tertutup pun kini terbuka kasar Tampak Gardan yang datang menghampiri Alya.
"Hikss... Gardan, Freya hikss... Dia bully gue," ucap alya seraya menangis sesenggukan.
Gardan membuka baju seragamnya yang ia pakai hingga menampakkan Tubuh atas nya yang memakai kaos putih, la menutup tubuh bagian depan Alya dengan bajunya. Kini tatapan Gardan beralih pada Freya.
"Kenapa lo bully dia? Karena gue lebih milih jemput dia dari pada nemuin lo?" tanya Gardan datar.
Freya menggelengkan kepalanya.
" Gardan, lo jangan percaya sama dia.Alya bohong sama lo!"
"Buktinya?" tanya Gardan datar..
Freya diam. Disini hanya ada dirinya dan Alya, ia tidak mempunyai bukti yang kuat. Freya yang hanya diam saja membuat Gardan mengangguk paham.
"Kita putus, gue ga suka sama cewek yang egois kayak lo,"Ucap Gardan datar membuat Dada Freya seketika sesak.
Gardan kembali menatap Alya. la berlutut lalu menggendong Alya ala bridal style. Alya tersenyum mengejek pada Freya, ia berhasil
memisahkan Gardan dan Freya.
Tubuh Freya meluruh ke lantai Matanya mulai berkaca-kaca.
Tidak lama pun tangisannya pecah. Freya memukul-mukul
dadanya yang terasa sesak.
Ginting yang tak sengaja melewati toilet pun memberhentikan langkah kakinya, ia mencoba mengintip toilet yang memang sedikit terbuka saat mendengar tangisan seorang perempuan.
Ginting membelalakkan matanya saat mengetahui bila Freya ,Wanita yang iya suka selama Ini yang menangis. Buru-buru Ginting menghampiri Freya lalu mencoba menenangkannya,
"Hei, lo kenapa?" tanya Ginting lembut, rasanya sakit melihat Freya yang menangis seperti ini.
la pun mengusap air mata yang mengalir di pipi Freya.
"Dahi lo kenapa bisa berdarah gini fry?" tanya Ginting panik.
"Ayo gue anter ke UKS." sambung Ginting lagi.
Freya menggelengkan kepalanya.
"Please, jangan bawa gue ke UKS Bawa gue ke rooftop." Saat Ginting akan protes tapi ia menjadi luluh saat Freya menatapnya memelas.
Ginting pun membantu Freya berdiri lalu menuntunnya berjalan keluar dari toilet. Banyak pasang mata yang menatap mereka bingung.
pasalnya keadaan Freya tampak kacau.
Kini Freya dan Ginting telah sampail di rooftop. Ginting mendudukkan Freya di sofa lalu kembali pergi menuju UKS, ia harus mengambil kotak P3K untuk mengobati dahi
Freya.
Saat Ginting sampai di UKS, saat ia akan masuk tiba-tiba ia menghentikan langkahnya di pintu masuk.
Tangannya terkepal kuat saat melihat Gardan dan Alya yang berada di dalam dengan posisi yang begitu intim. la memukul pintu dengan keras membuat keduanya kaget.
Tanpa sepatah katapun ia mengambil kotak P3K
lalu kembali ke luar UKS, Tanpa menghiraukan dan mengucapkan Sepatah kata pun.
Kini ia tahu apa penyebab Freya menangis. Gardan benar-benar brengsek. Tadinya ia merelakan Freya bersama Gardan, tapi kini Gardan malah menyia-nyiakan Freya.
Mulai hari ini Ginting bertekad menjauhkan Freya dari Gardan dan membuat Freya jatuh cinta padanya.
Saat Ginting sampai di rooftop, ia melihat teman-teman Freya
duduk mengelilingi Freya. Ginting dibuat kaget saat Arti dengan
tiba-tiba menimpukinya dengan banyak nya permen Karet.
"Bangsat, la apain temen gue ha..?" tanya Arti galak.
Ginting mendelik kesal pada Arti, la menghampiri Freya lalu
menaruh kotak P3K nya diatas meja kecil, saat ia akan memulai mengobati Freya tapi tangannya terlebih dahulu ditahan oleh Nindi.
"Mendingan lo pergi, ini urusan cewek. Cowok gausah tau," usir Nindi.
Ginting mendengus lalu menuruti ucapan Nindi. Ia yakin, Freya akan baik-baik saja bersama teman-temannya.
...🌹**🌹Bersambung ❣️❣️❣️...
Jangan lupa mampir
1.Dokter Cantik milik presdir tampan
2.Menikah dengan Mantan
3**. Twins Genius Milik Ceo
******Jangan lupa tinggalkan jejak ya ,biar author makin semangat nulisnya ❤️❤️❤️
Mohon maaf jika Masih ada kekurangan kata dalam Karya saya 🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa***
📌vote
📌Komen
📌Like
📌Rate bintang lima nya
📌Dan share
Setiap yang kalian tinggal kan adalah keberuntungan bagi Author 🎗️
i love you ❤️
Jangan lupa mampir ke karya author yang lain ya 🌹
Makasih banyak buat yang udah mau komen ,like dan vote karya author🙏🏻**.
sayang banget