NovelToon NovelToon
Dia Kakakku Bukan Ibuku

Dia Kakakku Bukan Ibuku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:602.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: muda Anna

Sebelum baca novel ini sebaiknya baca dulu novelku yang berjudul "Dia Adikku Bukan Anakku" karena ini merupakan novel season dua lanjutan dari novel tersebut.

Menceritakan tentang seorang remaja yang bernama Faro Sanjaya yang di akui sebagai anaknya Imma sendiri padahal dia adalah adiknya yang satu ibu tetapi beda ayah.

Faro harus menghadapi lawan kelompok mafia terbesar di Asia tenggara yang mengejarnya sejak SD karena kesalahannya menembak anak angkat dari ketua mafia terbesar itu saat menyelamatkan Opa kandungnya dari rivalnya Baron Pranoto.

Faro juga harus menerima kenyataan jika ibu yang begitu menyayanginya adalah kakaknya bukan ibunya.

Faro ingin memenuhi amanah ayah kandungnya Dona Sanjaya untuk menikah dengan keturunan Anton Sahroni, tetapi dia mencintai gadis anggun yang berasal dari Bandung dan sekolah SMU di Malaysia.

Siapakah jodoh Faro dan bagaimana cara Faro menghadapi lawan yang tangguh, mari kita simak cerita selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muda Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Sampai di Kampung

"Kenapa gue tidak boleh bertemu dengan nyokap?" tanya Rendi terheran-heran dilarang menjenguknya.

"Karena elo memakai baju hitam, umi masih trauma dan histeris jika melihatnya apalagi tampang elo yang kayak kriminal" canda Faro sedang melempar kentang goreng ke arah Rendi.

"Sialan lo, tampang Brad Pitt gini di bilang kriminal" pongah Rendi dengan mendongakkan wajahnya melirik Erna yang tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Mario, bagaimana apakah kalian sudah jadian?" tanya Faro melirik Ara yang sedang asyik bercerita dengan Erna.

Karena Ara tidak begitu memahami bahasa gaul, sehingga membuat penasaran atas pertanyaan Faro.

"Bang, apa itu jadian?" Ara mentowel lengan Mario dengan muka yang bingung dan penasaran.

Rendi justru tertawa melihat sosok Ara yang lugu, padahal penampilannya menunjukkan wanita yang pintar dan elegan.

"Jadian itu artinya relationship" jawab Mario singkat memandangi wajah Ara yang merona merah di pipi Ara.

"So....?" tanya Ara menatap tajam ke mata Mario.

"What....?" jawab Mario dengan gugup tidak tahu harus menjawab apa, sedangkan Ara begitu terbuka dan meminta jawaban dari pertanyaan Faro.

"Are you love me?" tanya Ara tanpa basa-basi dan tanpa memperdulikan ada teman yang ada di sebelahnya.

Karena perbedaan antar negara membuat budaya dan sikap yang berbeda pula, demikian juga yang di hadapi Mario saat ini, mengingat hidup dari keluarga biasa, sedangkan Ara terlihat dari keluarga berada membuat Mario sedikit insecure jika ingin menyatakan perasaan hatinya.

"Jawab bro" Rendi kesal karena melihat Mario yang melamun karena keterusan terangan Ara.

"Yes, I love you, but---" balas Mario tetapi tidak melanjutkan ucapannya, hanya memandangi wajah Ara yang hitam manis tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun.

"Thank you, I love you to" jawab Ara tanpa malu-malu, walau ada di depan teman-temannya.

"Kalau mau bahas cinta sono berdua, jangan di depan gue, membuat gue menjadi orang yang paling jones" Faro kesal berdiri dan meninggalkan mereka begitu saja dengan mengibaskan tangannya.

"Mau kemana bro, masih sore nich, atau perlu panggil aja di Cinta biar elo kagak kesepian" Rendi menggoda Faro yang begitu kesal.

"Gue mau tidur, lanjutkan aja mesra-mesraan di situ, tapi ingat jangan lupa bayar bilnya jika akan keluar kafe.

"Sialan lo, ama teman perhitungan banget sih?" Cabik Rendi kemudian pamit kepada Mario untuk pulang terlebih dahulu.

Tinggal Mario dan Ara berdua di meja itu dengan berpegangan tangan dan mata yang berbinar.

"Apa maksudnya love me, tetapi harus ada kata but?" tanya Ara penasaran.

"Apakah elo tidak malu punya pacar orang biasa seperti gue?" tanya Mario sedikit insecure tidak percaya diri.

"Cinta tidak melihat harta dan kedudukan Bang, aku hanya butuh orang yang bisa membimbingku ke jalan yang benar" jawab Ara dengan penuh keyakinan.

Mario sedikit kaget dengan ucapan Ara yang meminta membimbing ke jalan yang benar.

"Apa maksudnya dengan membimbing ke jalan yang benar?" tanya Mario penasaran.

"Suatu saat nanti akan aku ceritakan Bang, tetapi belum saat ini aku belum bisa, yang jelas kedua orang tuaku tidak mengetahui jika aku ada disini" sedikit cerita Ara yang tidak begitu jelas.

"Jadi maksudnya, elo pergi dari keluarga tanpa sepengetahuan keluarga?" tanya Mario lagi.

"Iya Bang, mereka tidak setuju jika aku memeluk agama Islam, sehingga aku sengaja pergi dari negaraku" jawab Ara, menunduk sedih karena di Jakarta berjuang seorang diri.

"Baiklah apakah bisa kita berjuang bersama-sama mulai dari awal?" tanya Mario masih menggenggam erat tangan Ara.

"Iya Bang, asal kita selalu bersama, aku akan siap" Ara menjawab dengan hati yang bahagia.

Akhirnya hari ini Ara dan Mario Jadian tanpa mengetahui latar belakang keluarga Ara yang sebenarnya siapa, yang jelas hanya ada dua hati yang bersatu tanpa melihat ke belakang, hanya akan fokus meniti masa depan berdua.

Pagi harinya Faro menghubungi Mama Meera dan Mama Dini untuk mempersiapkan lapangan yang ada di perkebunan itu untuk landasan helikopter yang telah di sewanya untuk seluruh keluarga yang akan berkunjung kesana.

Mereka bertiga melakukan vedio call untuk membicarakan tentang kedatangan keluarga Ken.

"Jam berapa Bang take off dari sana?" tanya Mama Meera begitu senang menanti kedatangan keluarga Ken.

"Sekitar jam tiga sore Mama, kami sekeluarga kemungkinan pukul empat sore sampai disana, mohon bantuannya ya Ma" jawab Faro tersenyum melihat kedua Mamanya yang sangat penyayang itu.

Sebelum menutup vedio call dengan kedua mama angkatnya Faro juga meminta untuk menjemputnya di lapangan di mana helikopter mendarat.

keluarga Ken siap-siap untuk berangkat ke kampung halaman, koper di tarik oleh masing-masing pemiliknya kecuali Ken, karena Ken akan memeluk Imma dengan erat saat berjalan menuju hanggar helikopter itu.

Ini hari pertama Imma keluar rumah bertemu dengan banyak orang, saat turun dari mobil berjalan menuju hanggar, Ken begitu khawatir jika terjadi sesuatu pada istrinya, sehingga Ken begitu protektif menjaga Imma, selain memeluk dengan erat Ken menggunakan payung sedikit rendah agar Imma tidak melihat orang yang berlalu lalang di hadapannya, terutama bagi orang yang mengenakan pakaian hitam.

Sejauh ini sampai mereka naik dalam helikopter, Imma tidak mengalami tanda-tanda terulangnya depresi, dengan sedikit candaan gersek dari Ezo dan Ken membuat suasana Imma semakin nyaman dalam helikopter.

Hanya dalam perjalanan sekitar satu jam saja helikopter itu mendarat dengan selamat di tengah-tengah perkebunan teh yang terhampar luas, tetapi sayangnya karena di daerah banyak masyarakat yang berbondong-bondong melihat helikopter itu mendarat.

Karena Tomy Sanjaya sangat mengenal daerahnya, beliau sengaja mempersiapkan orang-orang kepercayaannya untuk menjaga keamanan dengan menggunakan seragam batik yang biasa di pakai hari Jum'at di perusahaan teh.

Turun dari helikopter itu Imma di peluk oleh Ken dengan erat, di jaga sekitar enam penjaga agar meminimalisir pandangan Imma ke arah para masyarakat yang sedang berkerumun.

Di samping helikopter sudah siap mobil jemputan yang di siapkan oleh keluarga Tomy Sanjaya untuk seluruh anggota keluarga Ken.

Imma sedikit menggigil, panas dingin dalam pelukan Ken, berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan, disambut oleh Tomy Sanjaya, Edi Darmawan, Dini dan Ameera Safitri langsung dan di dampingi dua dokter ahli yang di rekomendasikan oleh dokter yang merawat Imma selama ini.

"Honey, semua baik-baik saja ok, sebentar lagi kita sampai rumah ibu Lestari" ucap Ken berjalan memeluk Imma dan mengusap lembut punggungnya.

Faro yang berjalan di samping Ken begitu khawatir melihat uminya mulai keringat dingin dan panas dingin, ikut menggenggam tangan Imma dengan erat untuk menguatkan hati umi tercintanya.

"Umi, kami semua ada bersama umi, kita akan baik-baik saja" Faro mencium punggung tangan Imma lembut dengan air mata yang mengalir deras tanpa disadarinya.

Demikian juga dengan Fia dan Ezo begitu takut dengan keadaan uminya, mengikuti umi dan abinya dari belakang dengan khawatir.

Ada sekitar empat mobil beriringan keluar dari lapangan itu menuju rumah ibu Lestari yang sudah di renovasi menjadi dua lantai dan di jaga oleh putra dari ibu Yati bernama kang Santo, istrinya Yu Minah dan satu putra kecilnya, sedangkan Bu Yati sudah meninggal dunia dua belas tahun yang lalu.

"Selamat datang, ayo silahkan masuk semua" sambut kang Santo diikuti oleh Yu Minah dengan membungkukkan badannya.

Sampai di rumah ibu Lestari, Imma di dampingi Ken dan Faro langsung masuk ke dalam kamar di periksa oleh dua dokter ahli dengan teliti, meminimalisir dampak perjalanan jauh yang baru pertama kali setelah kejadian Penculikan itu.

Sudah di persiapkan makan malam untuk semua keluarga oleh Yu Minah, mereka langsung makan bersama di ruang keluarga, kecuali Imma dan Ken, makanan mereka di antar ke kamar oleh Yu Minah.

"Tok...tok..tok.."

"Silahkan masuk" jawab Ken singkat.

"Pak, Bu, ini makan malamnya" kata Yu Minah membungkukkan badannya meletakkan hidangan makan malam di nakas samping tempat tidur.

"Terima kasih Yu Minah" balas Ken, dan Yu Minah keluar kamar sambil menundukkan badannya.

Makan satu piring berdua, disuapi oleh Ken dengan sesekali bercanda, Imma mulai tenang kembali seperti sedia kala.

Setelah selesai makan semua keluarga berkumpul di ruang tamu yang langsung bersambung dengan ruang keluarga, bercengkerama melepas rindu yang lama tidak bertemu.

Hanya Imma yang beristirahat di kamarnya berbaring dalam pelukan Ken, hanya pelukan itulah yang dari semenjak mereka menikah yang bisa menyembuhkan luka yang terkoyak di hati Imma.

Imma mulai tenang dengan nafas yang teratur dan mulai terlelap seiring berkurangnya keringat dingin pada dirinya, Faro membuka perlahan kamar Ken masuk dengan pelan-pelan.

"Bagaimana Bi, apakah umi baik-baik saja?" tanya Faro berbisik mendekati tempat tidur dan membelai pipi Imma dengan lembut.

"Iya Bang, Sebelum tidur tadi umi sudah bisa bercerita seperti biasa, Abang ke bawah aja temui mereka, umi dan Abi besok saja menemui mereka ya, tolong sampaikan maaf Abi dan umi" pinta Ken berbisik agar Imma tidak terbangun.

"Iya Bi, tenang aja, semua Abang yang mengurusnya, Abi istirahat juga ya" nasehat Faro, keluar dari kamar turun ke lantai bawah menemui tamu yang masih berkumpul di ruang keluarga.

Faro duduk di samping Opa Tomy saat di ruang keluarga tersenyum manis.

"Opa, maaf Abi dan umi istirahat belum bisa menemui Opa, mungkin besok pagi baru bisa, sebaiknya Opa menginap disini aja ya, Abang masih kangen, nanti tidur bareng Abang" pinta Faro kepada Opa Tomy dengan suara yang sedikit manja.

"Iya Bang, Opa juga kangen sama Abang, dengan senang hati tidur dengan cucu yang ganteng dan garang ini" Jawab Opa mentowel hidungnya lembut.

Sampai menjelang tengah malam Mama Meera dan Mama Dini berpamitan pulang, dan berjanji besok pagi akan datang untuk menemani keluarga ke makam uthi Sumi.

Sedangkan dua dokter ahli sengaja untuk di minta tinggal malam ini karena takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, mereka berdua menginap di kamar tamu yang sudah di rapikan oleh Yu Minah tadi siang.

Rendi saat masih kuliah

Rendi saat di kantor.

1
Ayu
Inneke kgt lihat suami nya ternyata Faro kekasih nya. buat ngakak aja
Ayu
Maaf thor.. dlm penulisan cabik atau cebik.
Ayu
Seneng bgt lihat keharmonisan kluarga Ken sm Imma. smg bhgia sl smpai anak cucu dan cicit nya
Ayu
Thor.. visual mario lbh cakep dr pd Faro
Ayu
Kshn pak Rudi. knp jg kamu buat meninggal thor
Ayu
Waduh.. si Imma dlm bahaya ni. para pengawal sdh jatuh lg. smg mereka slmt
Ayu
Nanti si Faro sm Ineke kaget krn yg di jodohkan sm kekasih nya sendiri. smg Faro dpt cpt membrantas para penjahat sgn Jendral Hendro
Ayu
Kirain jelita jodoh nya mario. ternyata jelira udah nikah. kshn mario blm ketemu jodoh nya
Ayu
Lgsg seru crita mu thor. sdh bikin kita nangis. smgt thor
Kartika Sari
next👍👍
Kartika Sari
porno☺️☺️
Kartika Sari
kodoj buntung🤣🤣🤣
Kartika Sari
ehmmm🥰🥰
Kartika Sari
lanjut sis
Kartika Sari
yess
Kartika Sari
lanjut sis☺️☺️
Kartika Sari
terbaik👍👍
Rizky Putra Supri
😭😭😭😭
Siti Munawaroh
bener 2 bikin nyesek thoor
Aliono Yandi
fia hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!