NovelToon NovelToon
Om Duda Teman Bapak

Om Duda Teman Bapak

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Duda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: yati suryati

Dea merupakan putri tertua Pak Bani dan Alm. Bu Ida. Karena ditipu teman bisnis akhirnya Pak Bani bangkrut. Mereka menjual seluruh aset demi menutupi hutang di bank dan membayar gaji karyawan.
Suatu hari, Yudi yang merupakan mantan karyawan Pak Bani datang mencarinya. Karena Yudi merasa hutang budi kepada keluarga itu. Karena Pak Bani lah, dia bisa menjadi pengusaha mebel sukses.
Pak Bani meninggal dalam kecelakaan menuju tempat kerja, sebelum dia meninggal. Pak Bani menitipkan Dea kepada Yudi. Yudi seorang duda yang berpisah karena istrinya selingkuh. Hingga suatu rencana busuk dibuat mantan istri Yudi untuk memisahkan Yudi dan Dea.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yati suryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22 (Tamat)

Untuk part ini dan seterusnya saya pakai POV 3

Om Duda Teman Bapak

Part 22

Ivi sudah dijemput paksa oleh polisi di kediamannya, seperti polisi menjemput paksa Dea dulu. Hasil pemeriksaan pesan terkirim dari ponsel yang menunjukkan titik lokasinya di rumah Ivi.

Ivi tidak bisa lagi mengelak, sepintar-pintarnya Ivi, lebih pintar polisi memberantas tentang kejahatan digital.

Selain Ivi, Jevan juga ditangkap sebagai pengedit foto. Tidak usah diragukan, ilmu Jevan dalam design grafis. Editannya begitu halus. Jika orang awam yang melihat akan percaya apa yang diedit-nya itu sebagai sesuatu yang asli.

Polisi menelepon Om Yudi agar datang ke kantor polisi sebagai pelapor, Dea sebagai korban.

"De, kamu bilang kenal dengan cowok yang di poto?" tanya Om Yudi ketika mereka masih di kamar.

"Dia itu teman Jevan, Waktu SMA dia terkanal sebagai penjahat kelamin. Jadi wajarlah kalau dia nyimpan poto begituan. Tinggal ganti wajah aja dengan wajah Dea."

Dea berdiri di depan cermin, sambil merapikan anak rambutnya yang tidak mau ikut terikat.

Om Yudi sudah siap dengan penampilan formalnya, kemeja jankis lengan panjang, lengan baju dilipat hingga tiga per empat , dipadukan dengan celana chinos serta sepatu pantofel.

Om Yudi memeluk Dea dari belakang, dan dagu ia letakkan di atas bahu. "Kamu tambah cantik kalau pake hijab, De."

Dea melepaskan pelukkan Om Yudi. Ia berbalik arah, kini mereka berhadapan.

"Mas ingin Dea pakai hijab?"

Om Yudi mengangguk. "Sudah lama saya memimpikan punya istri yang hanya memperlihatkan auratnya hanya untuk saya."

"Baiklah. Dea ikuti ke inginan Mas," ucap Dea sambil memegan pipi Om yudi dengan kedua tangannya. "Tunggu sebentar, ya! Di sini aja!" Dea keluar kamar, menuju kamar sebelah.

Lima belas menit kemudian, Om yudi tercengang dengan penampilan Dea. Ia kembali ke kamar utama telah mengenakan tunik warna salem dengan celana hitam senada dengan hijab segitiga yang dikenakannya.

"Kenapa bengong? Lucu, ya?" tanya Dea kikuk.

"Cantik," puji Om Yudi.

"Udah dari orok keles."

"Yuk berangkat!" ajak Om Yudi.

"Tetap gandeng Dea, ya!" Dea menggayut di lengan Om Yudi.

"Centil amat," ejek Om Yudi.

"Nggak lihat, nih, Dea pakai apa?" Dea menjawab dengan kesal dan menganggkat kakinya.

Dia menggunakan hight heel dengan tinggi hak 5 cm.

"Dea pengen cantik depan Ivi, Mas. Kan, nggak mungkin juga mas penampilannaya formal, Unyuk-unyuk Dea pakai sepatu kets.

Di kantor polisi sudah ada dua orang tersangka. Polisi mengajak mediasa, mana tahu dapat selesai secara kekeluargaan. Ivi dan Jevan meminta maaf kepada Dea dan Om Yudi.

"Saya sudah memaafkan mereka. Akan tetapi hukum tetap berjalan. Saya tidak akan mencabut laporan," tutur Om Yudi, dia sangat percaya diri dengan ucapannya.

"Tolong, lah, Mas. Bagaimana Malika kalau saya di penjara?" Ivi mengiba mencoba memegang tangan Om Yudi tetapi secepatnya tangan itu ditariknya.

"Saya akan urus hak asuh untuk Malika. Ini yang saya tidak suka dari kamu, mengandalkan segala cara demi ambisi."

"Dea, tolong caput laporannya." Sekarang giliran Ibunya Jevan yang memohon.

"Kalau suami saya bilang nggak mau cabut, saya harus gimana, Tante?" Akhirnya mereka yang dulu merendahkan Dea kini memohon-mohon.

Mereka ditetapkan mejadi tersangka, sel di kantor polisi menjadi kamar mereka sementara sebelum sidang dilaksanakan.

Ancaman pidana dalam UU ITE ini lebih tinggi daripada KUHP. Ketentuan pidana dalam UU ITE ini termaktub dalam Pasal 45 ayat (3), yakni pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta.

***

"Mau ke mana, De?" tanya Om Yudi yang heran melihat Dea masuk ke sebelah kamar utama.

"Tidur," jawabnya.

"Salah kamar. Kamar kita kan yang itu." Om Yudi mendorong tubuh Dea yang bergeming. "Ayuk, ah. Jangan malu-malu kucing," ledek Om Yuni, mata sebelah kiri dikedipkan untuk menggoda Dea.

Tempat tidur berukuran jumbo beralaskan seprai putih terletak di sisi kiri pintu masuk. Kedua nakas di sisi kanan kiri tempat tidur untuk meletakkan lampu tidur.

"Janji Pranikah?" ucap Dea lembut.

"Bersetan dengan janji-janji itu." Om yudi mengambil kertas yang berada di dalam laci meja kerjanya lalu merobeknya.

Mereka lewati malam bersama dengan rasa cinta yang bergejolak. Akhirnya Dea baru menyadari impotent hanyalah kebohongan Om Yudi saja.

Dengan rambut masih terlilit handuk, Dea duduk di atas tempat tidur sambil menonton drama korea.

"Mana capek, melatih taekwondo apa malam tadi?" bisik Om Yudi di telinga Dea.

Dea bergidik geli ketika hembusan panas dari nafas Om Yudi membuat rambut-rambut halus di tubuhnya berdiri.

"Jangan nakal, deh, Om duda!" Dea mencolek pinggang Om Yudi.

Om Yudi menggeliat kegelian.

***

Melalui bantuan Dinas Sosial setempat Om Yudi mengurus adopsi Malika, karena Malika bukan darah daging Om Yudi, proses adopsi yang harus ia tembuh bukan lagi perebutan hak asuh.

"Nggak apa-apa, kan, kamu ngurus Malika?"

"Iya nggak apa-apa, dong, Mas. Dea juga pernah jadi pengasuh Malika," ucap Dea sambil memeluk Om Yudi.

"Sekalian ngasuh Bapaknya, ya."

Kecup manja mendarat di puncak kepala Dea.

-TAMAT-

Terima Kasih dan salam sayang untuk pembaca Om Duda Teman Bapak.

Di part sebelumnya saya ada katakan bahwa ada sebagian kisah nyata dalam cerita ini.

Dulu waktu saya masih kecil, orang tua punya usaha mebel dan bangkrut karena ditipu.

Sosok Om Yudi itu memang ada tetapi hanya sebatas keponakan dan Om. Terakhir saya ketemu dia SD ada beberapa kali kami ketemu setelah menikah. Terakhir ada tetangga menyampaikan bahwa Om tersebut main ke rumah saat ke adaan rumah kami kosong, zaman dulu belum ada ponsel seperti sekarang dan akhirnya sampai sekaranga kami hilang kontak.

Kecelakaan Pak Bani-Bapaknya Dea. Sama seperti kecelakaan yang dialami alm. Bapak saya, beliau hanya bertahan empat jam di ruang ICU. Itu kejadian baru enam bulan yang lalu.

Selain dari itu hanya fiksi, khayalan liar penulis.

Salam sayang dari saya, emak-emak beranak tiga.😍😍😍😍😍

1
Sri Keren Mutamimah
Luar biasa
Sri Mulyati
👍
Anik
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Chika Ayuu
terharu sungguh
Chika Ayuu
seru banget
Ariyani Ariyani
hadir menyimak
Rose Angle
ini novel terpendek yang pernah aku baca tapi bagus cetitanya singkat padat jelas
Yati Suryati: baca ceritaku yang lain ya kak.
total 1 replies
indriyani
ceritanya sangat bagus
Yati Suryati: terima kasih
total 1 replies
💕💕syety mousya Arofah 💕💕
semangat kakkkk,,,sesakit apapun yg kita rasakan ,,,nyatanya hidup terus berjalan,,,
Yati Suryati: benar sekali kk
total 1 replies
SR.Yuni
setuju sama Widi...kamu bodoh Dea udah tahu jevan sodara ulet bulu kenapa diterima kayak ga ada lelaki lain aja....kecewa
SR.Yuni
Ceritany udah ok tapi jujur aku gak suka tipe lelaki Cemen gini masa udah jelas ulet bulu ganggu Dea kok gak dilawan...tegas dikit jadi lelaki
Kinan Kevin
bagus
Lulu Nasya
bagus ceritanya
Yati Suryati: terima kasih kk
total 1 replies
Yety Mulyaty
bagus
Yati Suryati: terima kasih
total 1 replies
Devi Handayani
keren ceritanya thorrr...... akhirnya tamat yaaa😍😍
Yati Suryati: terima kasih kk.
baca cerita ku yang lain juga ya
total 1 replies
Devi Handayani
fitnah... sekali lagi fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan..... ada inget ucapan dari tokoh siapa kah gerangan🤓🤓🤓
Devi Handayani
dea mau juga dinikahin ama om gantengnyaa.... wes lahh maju terus pantang mundur😍😍
Devi Handayani
semangat thorr😍😍
Yati Suryati: terima kasih.

coba baca ceritaku yang lain ya
total 1 replies
Nuranita
wah jdi iri ini sama mba authorx....anakx banyak...seneng donk pasti rumahx rame...nah aq anakx satu klo anakq sekolah aq hnya berdua aja sama cio kucing belang tigaq😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Yati Suryati: salam kenal mbak, makasih banyak sudah baca2 ceritaku
total 1 replies
Nuranita
kalo nglamar mbo y jgn gtu atuh....lari kn cewekx🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!