NovelToon NovelToon
Istri Kedua Kepala Desa

Istri Kedua Kepala Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Sinta harus membayar hutang keluarganya dengan cara dia menikah dengan kepala desa dan menjadi istri keduanya.
Pernikahan ini diatur oleh mama sangat kepala desa dengan harapan agar Sinta bisa membuat sang kepala desa berpisah dengan istri pertamanya.
Sebuah pernikahan yang penuh misteri sampai akhirnya Sinta tahu rahasia yang membuat nya terjebak dalam pernikahan neraka ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gizel Cemburu

Mahendra memainkan tangannya di atas punggung Sinta yang terbuka. Kulit Sinta halus walaupun tak sama dengan kulit Gizel yang putih pucat. Namun Mahendra suka dengan harum kulit Sinta. Seperti bau mawar. Rambutnya yang hitam panjang dan lurus, membuatnya terlihat seksi saat Mahendra menginginkan Sinta berada di atas ketika mereka bercinta.

Napas Sinta yang teratur dan terdengar sedikit ada dengkuran halus menandakan bahwa ia terlelap karena memang lelah.

Mahendra turun perlahan dari ranjang, ia kemudian memperbaiki selimut yang menutupi tubuh Sinta.

Www

Hujan di luar masih deras. Arus sungai terdengar kuat. Namun Mahendra merasa aman di dalam pondok ini karena pondok ini ada di bagian tanah yang lebih tinggi dan selama ini, walaupun hujan deras namun tak pernah air sungai meluap karena Mahendra dan penduduk desa selalu menjaga kebersihan sungai.

Lelaki itu mengenakan lagi pakaiannya. Ia kemudian menambah kayu di perapian lalu menyalakan kompor. Mahendra kemudian mengeluarkan tepung, telur dan gula dari dalam keranjang piknik yang tadi dibawahnya. Ia memang bermaksud datang ke tempat ini tadi pagi. Namun tak pernah merencanakan untuk datang bersama Sinta. Tempat ini selalu menjadi tempat pelarian Mahendra. Pondok ini dibangun oleh tangannya sendiri. Yang selalu datang di tempat ini hanya mbo Sarmi yang selalu membersihkannya.

Tangan Mahendra secara cekatan mengolah bahan-bahan itu untuk membuat roti bakar.

Sinta akhirnya membuka matanya saat hidungnya mencium harum roti yang baru selesai dibakar.

Ia melihat Mahendra yang sedang mengatur makanan di atas meja. Sinta turun dari ranjang dan mengenakan pakaiannya kembali. Ia menyisir rambutnya dengan tangan lalu membuat sanggul sederhana sebelum akhirnya merapikan tempat tidur dan melipat selimut.

"Abang......!" panggil Sinta. "Abang buat apa?"

"Roti."

"Abang bisa buat roti?" Sinta kaget mendengarnya. Ia duduk di depan meja makan dan melihat betapa menggiurkan roti yang terlihat masih panas itu.

"Aku kuliah di Amerika dan tinggal sendiri. Jadi sudah biasa membuat kue."

"Boleh aku makan?"

"Makanlah, Sinta. Aku tahu kamu lapar karena lelah."

"Siapa yang membuat aku lelah?" tanya Sinta seakan ingin memojokkan Mahendra.

"Kalau merasa lelah kenapa tak mengatakan padaku? Bukankah tadi kamu terus memeluk aku dan mendesah?"

"Abang......!"

Mahendra tertawa karena berhasil membuat Sinta terpojok. Suasana menjadi hangat karena Mahendra yang biasa kaku, kini terlihat mencair.

"Waw, rotinya enak. Coklatnya lumer di mulut." kata Sinta saat ia memasukan roti itu ke dalam mulutnya.

"Makanlah yang banyak. Malam ini kita tidur di sini. Atau kamu mau makan nasi? Aku bisa panaskan makan siang tadi."

"Tidak. Aku sudah cukup kenyang. Apalagi ada susu. Apakah abang sengaja ingin datang ke sini?"

"Aku suka menyendiri di sini."

Sinta membereskan meja makan. Roti yang Mahendra buat habis, begitu juga dengan susu hangatnya. Selesai mencuci piring dan gelas, Sinta mengeringkan tangannya. Saat ia melihat ke arah kaca jendela di dapur, ia melihat lampu-lampu taman yang sudah Mahendra nyalakan. Hujan masih turun dan tak ada tanda-tanda akan berhenti karena langit yang nampak sangat gelap.

"Apa yang kamu lihat?" tanya Mahendra sambil memeluk Sinta dari belakang. Sinta terkejut karena pelukan itu.

"Langitnya semakin gelap. Hujan pasti tak akan berhenti."

"Kamu takut?"

"Tidak. Aku suka hujan."

Mahendra membalikan tubuh Sinta. "Kapan-kapan kita mandi hujan bersama. Aku waktu kecil suka sekali mandi hujan." kata sambil menyingkirkan anak rambut Sinta yang menutipi wajahnya.

"Benarkah?"

"Ya. Walaupun harus selalu dimarahi mama Risna, namun opa Bambang selalu membela aku." Mahendra tertawa mengingat masa kecilnya. Ia kemudian mengecup pipi Sinta. "Kamu tahu main catur?"

"Ya."

"Ayo kita main!"

Keduanya pun langsung duduk di atas kasur. Mahendra mengambil kotak caturnya dari dalam nakas.

************

Gizel menatap pondok kecil di dekat sungai itu. Ia tak pernah datang ke sini. Makanya ia meminta mbo Sarmi mengantarnya ke sini.

Langkah Gizel terhenti di depan pintu masuk. Ia mengintip dari salah satu jendela kaca yang tirai nya tertutup.

Matanya langsung terbelalak melihat apa yang ada di dalam.

Sinta duduk di atas tubuh Mahendra sambil mengerakkan tubuhnya dengan liar.

Sekarang masih jam 7 pagi. Apakah mereka bercinta sepagi ini? Sesuatu yang belum pernah dilakukan Mahendra dan Gizel.

Tangan Gizel terkepal. Rasa cemburu langsung menguasai dirinya. Mahendra tak boleh melakukan ini walaupun sekarang ia sedang datang bulan.

Makanya ia segera membalikkan langkahnya. Gizel bermaksud akan pergi namun ia memutuskan kembali. Tangannya mengetuk pintu depan dengan sangat kuat.

Sinta dan Mahendra baru saja mendapatkan pelepasannya. Sinta bahkan masih berbaring di atas Mahendra.

"Abang, siapa itu?" Sinta bergegas turun dan mengenakan pakaiannya lagi. Mahendra nampak kesal karena kesenangannya pagi ini terusik. Semua pelayannya tahu kalau Mahendra tak mau diganggu jika ia berada di pondoknya ini.

"Abang, aku buka ya?" ujar Sinta saat dilihatnya Mahendra sudah selesai mengenakan pakaiannya.

"Silakan!"

Sinta membuka pintu depan. Ia langsung terkejut. "Mba Gizel?"

Gizel langsung masuk dan menabrak tubuh Sinta membuat perempuan itu hampir saja jatuh.

"Sayang......!" Gizel langsung masuk dan memeluk Mahendra yang sedang mengambil air minum dari dalam kulkas.

"Gizel.....!" Mahendra melepaskan tangan Gizel yang melingkar di perutnya.

"Sayang ..., aku menunggu kamu semalaman, ponselmu tak bisa dihubungi. Kamu tahu kan kalau sekarang adalah giliranku bersamamu, mengapa kamu justru menghabiskan waktumu bersama Sinta? Kamu sungguh tak adil."

"Gizel.....! Cukup......!" sentak Mahendra. "Sejak kapan kamu punya hak untuk memutuskan apa yang harus aku lakukan? Aku dan Sinta tak sengaja ada di sini. Lalu kemudian hujan. Jalan licin untuk ke atas. Apanya yang salah?"

"Kenapa ponsel mu tak aktif?"

"Batrei nya habis."

Sinta terkejut mendengar pengakuan Mahendra. Bukankah semalam Mahendra sengaja mematikan ponselnya?

"Aku merasa diabaikan olehmu. Masakan Sinta boleh datang ke sini bersamamu dan aku tidak?"

Mahendra memutar matanya malas. "Mau kamu apa?"

"Semalam di sini bersamamu."

Sinta mendekat. "Abang, aku pergi."

"Kamu mau jalan kaki?"

"Olahraga pagi saja, Abang." Sinta tersenyum. "Aku pergi ya, mba."

"Sinta, jaraknya jauh. Aku antar saja." kata Mahendra.

"Aku bisa, Abang." Sinta mendekat lalu tanpa diduga ia mencium pipi Mahendra. Perempuan itu tahu kalau Gizel pasti akan marah. Namun dia harus menuntaskan tugasnya. Makanya Sinta ingin semuanya cepat selesai.

Gizel menatap kepergian Sinta dengan wajah yang menahan emosi. Apalagi ia melihat kalau pakaian yang Sinta gunakan adalah milik Mahendra.

"Gizel, aku mau tidur dulu. Masih mengantuk." kata Mahendra. Ia kembali naik ke atas ranjang. Gizel semakin marah. Namun ia tak berani berkomentar.

*************

Sinta tiba di mansion dan langsung mandi di kamar, nya sendiri saat Yanti mengatakan kalau saluran air di kamarnya sudah diperbaiki.

Semalam ia dan Mahendra bermain catur sampai pukul 1 dini hari. Sinta dua kali menang dan 3 kali kalah. Mahendra ternyata jago bermain catur.

Tadi pagi saat Sinta bangun, Mahendra justru mengajaknya bercinta. Sinta jelas tak bisa menolak karena Mahendra selalu bisa membuatnya melayang.

Selesai mandi, Sinta ke dapur dan sarapan.

"Hai.....!" Arsen tiba-tiba muncul. Ia duduk di samping Sinta.

"Arsen.....!"

"Sinta, kamu tahu ibu Ela kan?"

"Rektor kita kan?"

"Ya. Ibu Ella meninggal."

"Apa?"

"Dia meninggal karena kecelakaan. Aku dan teman-teman rencananya mau ke pemakamannya jam 1 siang ini. Kamu mau ikut?"

"Tentu saja. Ibu Ella sangat baik padaku." Sinta menyelesaikan sarapannya. Ia segera menelepon Mahendra namun ponsel suaminya itu tak aktif. Sinta pun menyiapkan diri. Ia tahu kalau Mahendra belum akan pulang karena Gizel ingin menginap di sana.

***************

Gizel memutuskan untuk pulang saja ke rumah siang ini karena ia merasa lapar dan tak ada makanan yang tersedia. Mahendra sendiri tidur terus dari pagi sampai siang.

Begitu mereka tiba di mansion, Gizel langsung makan sedangkan Mahendra memilih mandi dulu.

Begitu ia selesai mandi, dia segera ke ruang makan.

"Mbo, mana Sinta?"

"Nyonya ke kita bersama tuan Arsen. Rektor mereka meninggal. Tadi nyonya menelpon tuan tapi tak aktif."

Mahendra mengangguk walaupun sebenarnya ia kesal. Sinta pergi tanpa ijinnya.

"Biar saja, sayang. Sinta pergi bersama Arsen. Pasti Arsen akan menjaganya." kata Gizel. "Mereka kan satu kampus."

Mahendra segera meninggalkan ruang makan. Ia menuju ke ruang kerjanya. Saat ia ada di sana, Fikri mengirimkan sebuah unggahan dari akun Arsen. Foto Sinta dan Arsen di air terjun dan foto Arsen dan Sinta di kampus.

"Sepertinya mereka dulu adalah pasangan kekasih."

Membaca pesan itu, Mahendra tiba-tiba merasa sangat marah.

1
Gia Nasgia
wah pesonanya Sinta emang bikin pakdes klepek2😂😍
Gia Nasgia
Yang ada abang langsung otw ke pondok inimah🤭
Gia Nasgia
psk Desa cemburu tapi nggak sadar juga tapi ada baiknya ada Arsen agar pak Desa tahu klau ternyata sdh cinta dgn istri ke dua nya😍
Gia Nasgia
Semoga Sinta tahu klau Arsen dan Gizel bekerja sama untuk memprovakasi Sinta dan Mahendra
Eka ELissa
karna cinta♥️♥️♥️lah pak kades gimana cih 🤣🤣🤣🤣🤣
Azril Ali
dh lama bgt Bru baca lagi..💪 ka autornya.
Enny Olivia: selamat datang
total 1 replies
Fitria Syafei
waduh Emak Gisel dan Arsen Emak... gimana nih ...😲 Emak cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Maria Kibtiyah
duh semoga mahendra ma shinta bisa bahagia
Eka ELissa
bikin Hendra jatuh ♥️♥️♥️♥️dgn mu Sinta.....
nackal kan yg ajarin emak🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: nakal emak kayak gimana ya 😄😄
total 1 replies
Eka ELissa
dasar gizel gundik murahan...🫣🫣🫣 slingkuh ma pilot yg udh punya bini dan mreka ceray juga mungkin karna gundik mcem kmu kan gizel 😡😡🫣🫣
Eka ELissa
yg jawab ikan 🐟🐟🐟 tapi gizel GK ngerti bhsa ikan sungai 🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: ikannya bisa jadi panjang dan keras 🤣🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
wow Emak cantik mantaf 🥰 kereen 🥰 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
semoga mahendra dan sinta nanti jatuh cinta
Fitria Syafei
Sinta kereeen 👏 Emak cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
bagus shinta buat si gizel tersisih
Eka ELissa
Nex.....Mak....♥️♥️🌹🌹🌹🌹
Eka ELissa
Abang bkln dtang ke pondok tau.....dia udh jatuh cinta dengan mu Sinta ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
tunggu waktu khncuran mu gizel.....🤣🫣🫣
Eka ELissa
up nya jgn lma2 ya Mak...♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
dia cmburu dgn mu Sinta udh mulai ♥️♥️♥️cinta tu ma bini kedua 🤣🤣🤣👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!