NovelToon NovelToon
Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Pewaris Segel Hijau : Kebangkitan Si Pecundang Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:40.5k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.

Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.

Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.

Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.

Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—

mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9--Gosip

Itu sudah jadi siang bolong. Rasti berjalan ke pasar dengan senyum sumringah. Namun pandangan orang-orang desa melihat tak suka.

Beberapa orang mencibir, mulai bergosip, itu karena dia adalah janda muda yang suaminya tewas. 

Beberapa ibu-ibu juga merasa iri dengan Rasti karena suami mereka kadang gatel sama dia.orang-orang kompak sebut dia plakor atas hal itu, padahal rasti gak ngapa-ngapain.

Namun rasti berusaha tegar, menuju pasar untuk membeli beberapa makan lauk yang enak.

Rasti mencengkeram erat kantong plastik belanjaannya yang kini berisi daging ayam segar, bumbu-bumbu dapur lengkap, dan beberapa butir telur. Sudah lama sekali dapur gubugnya tidak mengepulkan aroma makanan semewah ini. 

Uang dari Bima benar-benar menjadi penyelamat. Namun, kebahagiaan di hatinya perlahan terkikis oleh bisik-bisik miring yang mulai menusuk telinganya di sepanjang koridor pasar yang becek.

“Liat tuh, si janda. Gaya bener belanjanya, borong daging ayam segala,” cibir Bu Tejo, seorang penjual sayur berbadan subur, sambil menyenggol lengan temannya.

“Iya ya, tumben banget. Biasanya cuma mampu beli tahu tempe sisa kemarin. Dapat duit dari mana coba? Jangan-jangan habis melayani simpanan orang kota,” sahut Bu kontrakan sebelah dengan bibir mencucu sinis. “Suami mati kecelakaan, bukannya prihatin malah makin glowing. Suami saya kemarin malam kedapatan ngeliatin dia jemur baju sampai gak berkedip. Dasar pelakor terselubung!”

Rasti mempercepat langkah kakinya, menundukkan kepala dalam-dalam. Air mata rasanya sudah membendung di pelupuk mata cantiknya yang indah. Status janda di desa ini benar-benar bagai kutukan. Dia tidak pernah menggoda suami orang, dia selalu menjaga kehormatannya dengan ketat selama dua tahun ini, tapi tuduhan keji selalu saja dialamatkan padanya hanya karena wajahnya yang terlalu cantik dan tubuhnya yang tetap sintal terawat.

‘Sabar, Rasti... Kamu punya Bima yang harus diberi makan enak siang ini. Jangan pedulikan mereka,’ batin Rasti mencoba menguatkan hatinya yang rapuh.

Di lain sisi.seorang pria tua menatap rasti tak percaya.bagaimana bisa rasti masih baik-baik saja.

“Dasar dukun,babi!” Nama pria itu Cak karno. Pria tua yang sangat bernafsu dengan tubuh janda milik rasti.

Dia lah pelaku dari guna-guna dan membuat tubuh rasti melemah.

“Padahal kata mbah dukun, dia sudah kena guna-guna. Tubuh melemah, napas berantakan, dan gampang birahi.”

Rencana cak karno simpel. Buat rasti berada di ambang batas, lalu dia datang sebagai dewa maha membawa pertolongan,mencabut kutukan rasti dan membuat janda itu jatuh hati padanya.

“Tampaknya aku harus ke dukun lagi. Awas saja kamu rasti akan kubuat kamu berada di bawahku!”

Sementara itu, di gubuk reot mereka, Bima sedang duduk bersila di atas balai-balai bambu ruang tamu. Dia sedang memejamkan mata, memfokuskan pikirannya untuk mengeksplorasi energi aliran hangat dari Mustika Hijau yang mengalir di dalam pembuluh darahnya. Setiap kali dia menarik napas, energi itu berputar, memperkuat kepadatan otot dan menajamkan panca indranya.

Tuk... Tuk... Tuk…

Pendengaran tajam Bima mendadak menangkap suara langkah kaki yang tergesa-gesa dan bergetar mendekati gubuk. 

Bukan hanya itu, indra penciumannya yang super peka menangkap aroma keringat bercampur wangi khas tubuh Rasti yang mulai mendekat. Tapi ada yang salah—irama langkah kakinya terdengar limbung, dan ada suara isakan kecil yang sangat lirih.

Bima langsung membuka matanya. Sepasang manik matanya berkilat tajam. Dengan satu gerakan ringan, dia melompat turun dari balai-balai dan langsung membuka pintu bambu gubuk tepat saat Rasti tiba di depan teras.

Rasti tersentak kaget mendapati pintu terbuka tiba-tiba. Wajah cantiknya tampak sembap, hidungnya memerah, dan sudut matanya masih menyisakan sisa air mata yang belum kering.

Melihat kakak iparnya menangis, darah muda Bima mendadak bergejolak hebat, memicu rasa protektif yang luar biasa kuat dari dalam dadanya. Aura maskulinnya seketika mendingin menahan amarah.

“Mbak Rasti? Mbak kenapa menangis?” tanya Bima dengan suara bass-nya yang berat, melangkah maju hingga tubuh bidangnya mengurung sosok Rasti yang tampak rapuh. “Ada yang mengganggumu di pasar? Katakan pada Bima, Mbak!”

Rasti yang sudah tidak kuat menahan beban mentalnya, secara spontan menubrukkan tubuhnya ke dada bidang Bima. Dia menangis sesenggukan di sana, menumpahkan segala rasa sakit hatinya. Kedua tangan mungilnya meremas kaos oblong Bima dengan erat, mencari perlindungan.

“bim... hiks... mereka... mereka jahat banget, bim,” tangis Rasti pecah, dadanya yang padat berisi naik-turun menempel ketat pada dada bidang Bima yang keras bagai karang. “Mbak dituduh yang enggak-enggak... Mbak dibilang pelakor, dibilang jual diri karena beli daging ayam pakai uangmu... hiks... Mbak gak kuat, bim...”

Mendengar keluh kesah Rasti, rahang Bima mengeras seketika. Tangannya yang besar perlahan bergerak melingkar, mendekap punggung ramping Rasti dengan erat, memberikan kehangatan dan rasa aman yang belum pernah dirasakan Rasti selama dua tahun ini.

 Aroma tubuh Rasti yang matang dan basah oleh keringat tipis siang bolong itu menguar kuat, membuat gairah Bima kembali terusik.

Namun, saat Bima mendekap punggung itu, mata terawangnya kembali aktif secara otomatis. 

Bima terkejut melihat kabut hitam pekat kutukan di jalur saraf tulang belakang Rasti mendadak bergejolak hebat, menyebar warna kehitamannya semakin luas seiring dengan kondisi emosi Rasti yang sedang drop dan tertekan.

‘Sialan! Kutukan ini memanfaatkan emosi negatif Mbak Rasti untuk menggerogoti sisa energinya!’ batin Bima geram. Jika dibiarkan menangis dan stres terlalu lama, kutukan ini bisa membuat Rasti jatuh sakit parah malam ini juga. 'Terus kutukan baru juga muncul! Bajingan si pelaku ngirim guna-guna lagi.’

Bima melonggarkan pelukannya, lalu memegang kedua bahu Rasti dengan lembut namun kokoh. Dia menatap lekat-lekat sepasang mata sayu kakak iparnya yang berair.

“Mbak, dengerin Bima,” ucap Bima dengan nada suara yang sangat dalam, penuh wibawa dan hipnotis yang kuat. “Biarkan anjing-anjing desa itu menggonggong. Mulai hari ini, gak akan ada satu pun orang yang bisa merendahkan Mbak Rasti lagi. Bima yang akan jadi tameng buat Mbak.”

Wulan yang dibilang kembang desa saja bisa dia taklukkan, apalagi hanya sekumpulan ibu-ibu bermulut racun di pasar. Bima bersumpah dalam hati akan segera membuat seluruh warga desa Sukamaju berlutut menyembah kakinya.

Rasti tertegun, debaran jantungnya mendadak berpacu gila-gilaan melihat tatapan mata Bima yang begitu dominan dan jantan. Rasa hangat dari telapak tangan Bima yang mencengkeram bahunya perlahan menjalar, meredakan rasa perih di hatinya.

“Tapi sekarang, kondisi tubuh Mbak sedang bahaya karena terlalu stres,” bisik Bima menurunkan pandangannya pada bibir merah merona Rasti yang sedikit terbuka. “Masuk ke kamar sekarang, Mbak. Biar Bima kunci pintunya, dan Bima akan pijat seluruh tubuh Mbak untuk membuang semua energi kotor dan stres itu dari badan Mbak.”

Mendengar kata 'pijat seluruh tubuh' di dalam kamar yang terkunci pada siang bolong begini, tubuh matang Rasti seketika meremajang hebat, dan area sensitif di bawah perutnya mendadak berdenyut panas menuntut sesuatu.

1
Ariya Noviandy Khusofi
sudah lama ga update, lanjut lagi ga ini novel?
bintoro Suatmaji
seri terusannya mana nih? koq lama banget......
Yosua Juan Minggu
Kerennn semangat author, guysss bantu like dan comment yah di ceritakuu🙏🥺
Naga Hitam
lahh..bknnya cak karno ya
Naga Hitam
joko siapa, rian siapa?????
Clevansky88 Sky
gak update lagi kah Thor?
Alfan
halo thor
Clevansky88 Sky
💪🔥
Gege
kalimatnya kurang "dan bagian bawah bima mengeras menekan pinggul Keysa! membuat Keysa semakin mendelik matanya merasakan dua dragon ball yang menekan pinggulnya bergantian maju mundur"... naaah gitu Thor...
P̷E̷S̷O̷N̷A̷G̷A̷D̷I̷S̷D̷E̷S̷A̷
Kalau di tanah kelahiranku prinsipnya harus punya NYALI...🤣🤣🤣
"SALAM SATU NYALI, WANI"
LOSS GAK REWEL BOSSKU, PREI WONG RUWET...🦾💪💪🏼💪🏾💪🏿
Gege
keysa lebronka kah ini Thor...yang nyanyi keseleo ituu di nada tinggi..🤣
Manusia Biasa: penyembuhannya pakai jalur dalam ..alias entup entupan
total 1 replies
Gege
kalo berobat di shinsei modern bisa habis puluhan juta itu...Eeh bima dikasih cuman tiga juta..rugiii..
Manusia Biasa: gpp toh bima gak modal sama sekali
total 1 replies
Gege
Danu atau bima Thor..🤣
Manusia Biasa: efek nulis dua novel bersamaan
total 1 replies
Gege
Danu Iki sopo Thor...🤣🤭
Gege
wuasyeek... ditunggu momen penyembuhan para LC karaoke ibukota yang sakit lubang pipisnya..🤭🤣
Gege
laaah Kon antrian LC karaokean ibukota belom datang Thor... padahal brosurnya udah disebarin lho...🤣🤭😄 kan lumayan kalo pada berobat sakit saluran kencing, harus diobok-obok cara ngobatinnya..🤣🤣
Gege
klasik dan epic penjelasannya...
Gege
naaah..makin oyeeh nih..yuk bisa yuk banyakin hareem yang pijat plus plus ke MC... duit dapat..enaknya juga dapet..🤭🤣
.
kirain TAMAT Thor dah lama ga update
Manusia Biasa: Nunggu lulus kontrak dulu kemarin. kena masalah terus saking vulgarnya🤣
total 1 replies
septian arista
Nah itu dukun bodoh apa gimana Masa takut sama si Ujang yang nggak bisa apa-apa kenapa nggak disantet aja itu si Ujang🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!