Menceritakan Kisah anak SMA yang masih labil dalam pemikiran dan juga mengambil keputusan.
Aprillia Putri Agustina, Gadis cantik yang memiliki pacar sejak SMP yang bernama Aditya Pamungkas.
Perjalanan cinta disaat pandemi kali ini yang membuat kedua orang tuanya bersepakat menikahkan muda mereka agar tak terjadi zina dimasa sekarang yang semakin meraja lela.
......... Happy Reading........
Follow ig ku yuk : @_sebatas.halu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti_Muntya27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan
...Ada ketakutan tersendiri saat mengingat tentang kamu entah itu apa aku juga bingung😔😔...
...~Aprillia Putri Agustina...
...______________________________________...
Flashback on
Tanpa sepengetahuan adit dan putri, orang tua mereka bertemu disebuah restoran yang tak lain adalah salah satu milik keluarga pamungkas.
Disalah satu ruang VVIP mereka berbicara serius.
"Jadi gimana?" tanya riska
"Aku sih apa kata anaknya mba" ucap hana
"Aku hanya gak mau kedatangan adit menjadi fitnah orang orang han" ucap riska
"Bener kata riska, kalau mereka menikah kita juga bisa lebih dekat kan" ucap hendra menyetujuhi ucapan istrinya
"Tapi putri juga masih SMA mba, apa gak sebaiknya nunggu dia lulus dulu" ucap sigit
"Kita ambil jalan tengahnya aja. kalau putri dan adit setuju buat menikah kita sebagai orang tua juga harus menyetujuinya. tapi kalau mereka belum siap ya kita bisa apa. keputusan ada ditangan anak anak" ucap sigit panjang lebar, dan disetujui oleh mereka.
"Tapi kita upayakan buat mereka bisa nerima" ucap riska dengan antusiasnya.
"Ngebet banget pengen jadiin putri mantu" goda hana
"Ya iya lah, secara putri itu idaman setiap emak emak udah cantik, baik, pinter masak. duh gak bakal gw lepasin kalau putri dah jadi mantu gw" ucapnya senang
"Adit juga anak yang baik, bertanggung jawab, setia. aku pernah lihat adit relain malam malam buat bubur karena putri lagi sakit" timpal sigit
"Semoga mereka terima ya" ucap hendra.
Percakapan berlanjut...........
Flashback off
Adit yang sedang menyetir itu masih teringat dengan omongan mama papanya tadi.
Tanpa ia sadari bahwa dia sudah berada didaerah rumah putri. Dan sampailah ia dirumah putri.
Tin tin
Putri yang mendengar klskson mobil adit itu langsung turun dan pamit pada orang tuanya.
"Mah pah , putri jalan dulu ya" ucapnya pada orang tusnya yang sedang bermanja disofa ruang keluarga itu.
"Iya hati hati ya put" ucap bu hana
"Iya ma, Assalamualaikum" pamitnya
"Waalaikumsalam" jaeab mereka.
Putri berlari menuju mobil adit. adit yang melihat putri berlari itu langsung menahan tubuh putri saat sampai ditempatnya.
"Jangan lari lari by nanti jatuh" ucap adit membuka pintu mobilnya
"Iya iya, yuk berangkat" putri yang langsung masuk kedalam mobil.
Adit memutari mobil itu dan masuk kedalam mobil. ia memasang sabuk pengamannya dan menjalankan mobilnya leluar dari perkarangan rumah putri.
Diperjalanan mereka hanya diam dengan pikiran masing masing hingga adit memulai pembicaraan.
"By kebioskop X aja ya" ucapnya
"Iya, tapi kita singgah dulu ditaman kota ya ada yang ingin aku omongin sama kamu" ujarnya menatap Aditya
"Oke"
Adit menuruti kemauan putri untuk singgah sebentar ditaman kota yang masih dibuka itu.
Mereka keluar dari mobil dan masuk kedalam taman itu dengan berhmgandengan tangan.
Mereka memilih duduk dibawah pohon beralaskan rumput yang masih terawat itu. Dibahah pohon adalah tempat favorit bagi mereka berdua.
Tiba tiba putri memeluk erat adit. dan ia menangis disana sontak saja adit langsung menenangkan putri
"Apa karena perjodohan itu putri jadi sedih gini" batin aditya
"Hey baby, kenapa jadi nangis hmm?" tanya adit.
"Hiks hiks hiks" tangis putri makin luruh disana.
"Udah tenang, jangan nangis kita omongin baik baik" ucap adit secara tau apa yang dipikirkan Putri.
Setelah dirasa tenang putri mulai mencetitakan apa yang mamanya bilang padanya tadi.
"Nah kan bener, mereka udah ngerencanain ini" batin adit
"Jadi kita harus gimana?" tanya putri dengan mengusap air matanya
"Baiknya aja gimana by, kalau pun kita harus nikah aku siap siap aja" ucap adit menatap putri dengan senyum
"Tapi aku masih kelas 1 beb, dan apa aku bisa jadi istri yang baik buat kamu. aku takut" lirihnya menundukkan kepala.
"Kenapa harus takut by, walau kamu masih kelas 1 juga masih kelas 2 , kita lalui semua bersama" ujar adit merapikan rambut putri yang beterbangan.
"Takut beb" lirihnya tak terasa air matanya jatuh lagi.
"Kenapa nangis lagi, putri yang aku kenal gak cengeng gini ya" adit memeluk putri.
Putri hanya diam dalam pelukan adit.
"Jadi gimana keputusanmu sayang?" tanya adit pada putri
"Emm kamu gimana? Terima atau tidak?" tanya balik putri pada aditya
"Aku sih nurut apa kata kamu by yang penting kita tetap bersama, baik itu pacaran ataupun jika kita sudah jadi pasangan suami istri" ucapnya lembut
Cukup lama putri berfikir hingga akhirnya ia melepas pelukannya dengan adit.
"Oke, Aku bakal terima perjodohan ini" ucap putri yang mengagetkan adit.
"Serius by kamu terima?" tanya adit seakan tak percaya
"he'em..." putri mengangguk.
"Tapi kamu janji gak akan pernah tinggalin aku, ataupun bosen sama aku. kalaupun kamu mau berpaling langsung bilang aja jangan main dibelakang." ucap putri menatap sendu wajah adit
"Gak akan pernah aku ninggalin kamu ataupun bosen. dan aku gak akan berpaling dari kamu by, kamu bisa pegang janji aku" janjinya serius. putri yang mendengar itupun terharu
"I Love you by" ungkap cinta adit pada putri
"Love you more" balasnya dengan senyum paling manis yang putri miliki
"Sepakat ya buat terima perjodohan ini?" tanyanya lagi pada putri
"Iya tapi saat usiaku udah 17 tahun ya beb, gak lama kok kurang 6 bulan aku ultah yang ke 17" ujar putri menatap hamparan rumput disana
"Apapun itu buat kamu, oh iya ini jadi kebioskop apa enggak?" tanya adit
"Gak mau!!! disini aja beb. udah terlanjur nyaman disini beb" putri mengganti posisinya dan tidur dipaha adit
"Disini aja?" tanya adit dan dianghuki oleh putri
"Yaudah entar kekafe aja kalau gitu!" adit mengelus rambut milik putri dengan lembut. karena nyamannya elusan itu membuat putri menjadi ngantuk dan menutup matanya.
"Aku cinta sama kamu bukan hanya sesaat by, kumohon tetap setia bersamaku hingga maut memisahkan" bisiknya ditelinga putri yang sedang tidur itu.
"Gak nyangka ya 6 bulan lagi kita resmi" batinnya menatap putri yang berada dipangkuannya dengan tangan yang masih aktif dirambut putri.
Karena merasa ngantuk akhirnya aditya ikut tertidur dibawah pohon itu. Tak terasa 30 menit berlalu mereka tertidur dibawah pohon itu.
Putri yang terbangun terlebih dahulu itu bangun dari pangkuan adit. ia menatap wajah tampan pacar yang tak lama menjadi calon suaminya itu dekat.
"Tampan, cewek mana yang akan nolak jika orang yang dijodohkan itu kamu beb. Aku orang beruntung yang bisa dapetin kamu" ucapnya menoel hidung mancung milik adit.
"Aku yang beruntung dapetin kamu by" ucap adit yang sudah terbangun saat putri bangun dari pangkuannya tapi ia tetap memejamkan matanya.
Cup
Adit mengecup singkat bibir putri
"Mesum. gak izin lagi" ucap putri kesal
"Hehehehe reflek siapa suru wajah kamu deket gitu" elaknya.
Mereka menghabiskan waktu siang mereka ditaman kota itu. setelah dirasa puas ditaman putri dan adit berjalan menuju mobilnya.
Bersambung......