NovelToon NovelToon
One Night With My CEO

One Night With My CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Nikahkontrak / Contest / Tamat
Popularitas:22.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Hutabarat

Satu malam yang dia habiskan bersama seorang pria yang baru dikenalnya setelah dia memergoki tunangannya berselingkuh.

Setelah kejadian itu, dia mempunyai dua anak kembar yang lucu bernama Langit dan Bulan. Bertahun tahun hidupnya tenang dan bahagia bersama anak anaknya hingga datanglah Zen Abraham Malik ayah biologis dari si kembar.

Lovely sangat takut jika rahasia yang dia pendam diketahui oleh CEO atau bosnya sendiri Zen. Zen yang tahu pasti akan mengambil anak dari tangannya. Apa yang tidak bisa dilakukan dengan kekuasaan dan uang ditangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Hutabarat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35 Menjemput mimpi.

Lovely bangun seperti biasanya, matanya masih terasa panas akibat malam yabg dia kakui bersama dengan Zen hingga dini hari tadi. Tangan Zen masih berada di pinggang Lovely, dia menyingkirkannya pelan pelan takut jika Zen terbangun.

Tapi dekapan Zen semakin kuat mencengkeram pinggangnya.

"Jangan pergi, kau selalu pergi tanpa pamit." kata Zen sambil mencium rambut Lovely.

"Zen ... aku mau... melihat anak anak dahulu."

"Mereka tertidur pulas di kamar sebelah, aku sudah menengok mereka tadi."

"Kau belum tidur?"

"Aku takut jika aku terbangun kau sudah tak ada lagi di sisiku dan pergi bersama anak anak."

"Aku tidak akan kemana kemana aku janji... kini biarkan aku mandi dan melihat anak anakku."

"Berikan satu ciuman dahulu sebagai jaminan kau tidak akan meninggalkanku." kata Zen melihat ke arah Lovely sambil menumpu kepalanya dengan satu tangan.

"Aku takut kau tidak akan berhenti dengan satu ciuman saja."

"Kau sepertinya sudah menjiwaiku...tapi kali ini aku berjanji... tapi tidak dengan lainkali."

Lovely memberikan satu kecupan saja tapi tangan Zen bergerak dengan cepat menjadikan kecupan itu menjadi ciuman yang panas dan menambahkan beberapa kecupan di leher Lovely menambah lukisan yang telah dibuatnya semalam. "Sekarang pergilah...jika tidak aku tidak akan membiarkanmu pergi sebelum menyelesaikannya." kata Zen lalu menelungkupkan tubuhnya di kasur itu. Menahan yang sejak tadi berdiri sebelum wanita itu terbangun.

Lovely bingung ingin berjalan ke kamar mandi tapi tubuhnya hanya ditutupi oleh kain selimut yang sama dengan Zen. Jika dia membawanya tubuh kekar Zen akan terpampang dan terekspos sempurna.

Zen seperti mengerti apa yang difikirkan oleh Lovely, "Pergilah ke kamar mandi... aku sudah melihat dan menyentuh semuanya jadi tidak ada yang perlu kau tutupi lagi."

Lovely mendengus kesal, lalu menarik selimut dengan keras dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Zen yang melihatnya langsung tertawa senang. Dia berdiri dan mengambil piyama dari lemari kamarnya. Tersenyum kembali mengingat malam panas mereka.

Sheryl sendiri sudah dari semalam ada dirumah itu. Dia ingin membicarakan yang dilihatnya dengan kakaknya tapi melihat kakaknya sedang mencumbu seorang perempuan di balkon dia mengurungkan niatnya dan masuk ke dalam kamar tamu dibawah tanpa ada yang menyadarinya.

Setelah menengok dan mencium anak anaknya Zen turun ke bawah untuk membuat sarapan bagi keluarga kecilnya. Dia terkejut Sheryl sudah ada disana memegang segelas kopi panas dan roti daging yang baru dibuat oleh pelayannya.

"Kau sudah bangun kak... kukira kau akan bangun siang dan tidak turun dari kamarmu."

"Kau pagi buta begini sudah kesini."

"Aku datang dadi semalam ketika kau sedang berbuat mesum dengan calon kakak iparku."

"Kau melihatnya...?"

"Kau tidak memperbolehkan adik adikmu berhubungan terlalu jauh sedang kelakuanmu ck.. ck... anak nakal." kata Sheryl terkekeh.

"Kau....bisakah kau tidak mengatakan sesuatu yang membuatku harus mengusirmu dari rumahku!"

"Baiklah, tapi apakah benar yang kau katakan bahwa aku sudah mempunyai keponakan?"

"Hm... mereka sedang tidur diatas dan kau tidak boleh mengusiknya..."

"Mereka.... jangan bilang kalau mereka itu kembar seperti aku dan Sheila?" tanya Sheryl antusias.

"Lebih tepatnya seperti Kenan dan Kanaya." jelas Zen bangga sambil mengambil roti di piring Zen.

"Kakak... ish.. jorok...jangan ambil menggunakan tangan kotor yang belum kau cuci."

"Aku ini kakakmu..."

"Ish... kebiasaan dari dahulu.Di sana ada roti yang lain kau bisa mengambilnya." omel Sheryl.

Tak lama terdengar suara anak kecil menangis..Sheryl yang mendengar langsung berlari ke atas dengan antusias. Dia membuka pintu ke arah sumber suara itu. Mulutnya melebar ketika melihat Bulan yang menangis dan Langit yang duduk di tempat tidur yang lain memandang Bulan.

"Hei... sayang... ini aunty... cup... cup... kalian jangan menangis sayang..." seketika tangis Bulan berhenti tatkala melihat orang asing masuk ke kamar yang asing baginya. Lovely yang mendengar suara tangis anaknya langsung membuka pintu penghubung kamar utama dan kamar anak anaknya.

Sejenak dia terkejut melihat ada wanita lain yang mendekati anaknya tapi dia urungkan untuk bertanya siapa dia. Tapi dilihat dari wajahnya dia seperti Zen versi perempuan.

"Sayang momie.. kenapa kau menangis..." kata Lovely memeluk Putri kecilnya itu. Langit juga langsung berjalan mendekati Lovely dan memeluk mereka berdua.

Zen yang berada di pintu menatap bahagia lovely dan anak anaknya yang sesaat lagi akan menjadi keluarganya itu.

"Bukankah dia yang waktu itu kita lihat di Mall dahulu." tanya Sheryl dan dijawab anggukan oleh Zen. "Bukankah sudah kukatakan bahwa anak anak ini mirip sekali denganmu kak..."

"Aku menemukan mereka setelahnya." Sheryl nampak senang sekali melihat keponakan keponakannya.

"Dia wanita yang melahirkan anak kembar yang kau adzani itu kak... kalian memang jodoh... secara tidak langsung kakak melihat kau melalui kelahiranmu...jika dia melihat wajahmu pasti dia akan berada disisimu saat itu."

Lovely melihat kearah Zen meminta penjelasan. "Waktu itu dia dirawat di ruang yang sama denganmu sewaktu kau melahirkan. Kami berada disebelahmu dari awal si kembar melaui proses kelahirannya. Aku sunggguh tidak tahu jika itu anakku... tuhan sangat baik sehingga aku bisa turut merasakan kelahiran mereka dan mengadzani anak anakku walau aku tidak tahu bahwa itu adalah anakku. Aku tahu rasa sakitmu Love." terang Zen sambil mencium pucuk kepala mereka bertiga.

"Daddy.... siapa itu..." tunjuk Langit

"Dia itu tantemu... adik dari daddy...coba kau berkenalan dengan tantemu..."

"Aunty... kakak... aku aunty mu yang paling cantik. Siapa nama kalian."

"Angit... ini Buyan... ade... angit." terang Langit.

"Sebaiknya kita turun ke bawah dan sarapan."

"Bisakah kau membawa anak anak bang, aku mau memakai baju dahulu tadi aku terburu buru mendengar tangis mereka."

"Tenang saja kakak ipar Kembar akan aman bersamaku." kata Sheryl sambil mendekat mengelus kepala Langit. Lovely lalu tersenyum Zen membopong Bulan dan Langit di kedua tangannya.

"Love... ada pil di atas nakas...minumlah... aku tidak mau jika kembar punya adik dulu, aku masih ingin bersama dan bermain bersama mereka dahulu." kata Zen nakal sembari meninggalkan Lovely sendiri... Lovely hanya membuka mulutnya lebar lebar malu terhadap calon adik iparnya.

"Kita makan dan minum susu dulu bersama tante Sheryl..." kata Zen sambil menuruni tangga.

"Aunty kakak....by the way... terserah mereka. Mereka sangat tampan dan cantik kak..."

"Mereka mendapatkannya dari ayahnya yang tampan ini. Betul Langit dan Bulan... katakan daddymu ini sangat tampan."

"Kau narsis..."

1
Hosniyah Niyah
mantap Thor ❤️❤️❤️💞💞💞😘😘😘👍👍👍👌👌👌
Sunny Kwok
Luar biasa
Sakinah Amalia
Luar biasa
Eka Uderayana
sabar ya Thor.... semoga sukses selalu
Eka Uderayana
sepemikiran Thor 😁
Eka Uderayana
secangkir kopi buat author ☕
ceritanya bagus, keren banget 👍
semoga sukses selalu
Mien Dinar
Luar biasa
Nurul Ikrimah
🥰🥰🥰🥰
Deistya Nur
mantap
Sastri Dalila
👍👍
Esther Cinaga
Luar biasa
Hosniyah Niyah
kerren cerita q suka,,🥰🥰🥰
dewi
suka.
dewi
suka
dewi
suka banget ceritany. mkasih
Lenna Wijaya
bagus saya suka dengan cerita nya...tp banyak mewek nya😭😭😭
Elisa Damayanti
keren thor
Sani Sani
bagus ceritanya
Miftahul Jannah
Biasa
JR Rhna
banyak sekali kesilapan penulisan nama watak thor..tolong perbaiki
Nana Hutabarat: iya, jadi malu..., othornya memang suka lupa nulis nama tokoh dan ini novel kedua, masih belum bisa merangkai kata.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!