Sinopsis
REVISI
Arta dan Riska merupakan sepasang suami istri beda usia. Di mana Arta lebih muda dari Riska dan masih berstatus sebagai pelajar SMA.
Kisah mereka di mulai ketika Arta yang tiba-tiba harus menggantikan kakaknya yang kabur dari pernikahan.
Arta terpaksa menyetujui pernikahan itu untuk menyelamatkan nama baik keluarganya.
Penasaran bagaimana kisah kehidupan pernikahan mereka nantinya.
Novel ini bisa membuat kalian semua pada baper dengan perjalanan cinta dari Arta dan Riska.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Mi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 35 (Ibu-ibu penghuni apartemen)
Sesampainya di gedung apartemen, Riska langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam lift menuju apartemennya yang ada di lantai atas
Saat Riska akan menutup pintu lift, tiba-tiba datang dua orang ibu-ibu paruh baya dan masuk ke dalam lift.
Kedua ibu-ibu itu tersenyum ke arahnya dan di balas senyuman yang sama oleh Riska.
Jika di lihat dari kantong plastik yang mereka bawa, sepertinya kedua ibu-ibu itu baru saja selesai berbelanja di supermarket depan gedung apartemen itu.
"Baru pulang ya dek Riska?" Tanya salah satu satu ibu-ibu itu yang Riska tahu dia adalah tetangganya. Karena letak apartemen ibu itu, tepat berada di samping apartemen Riska.
Kita sebut saja namanya Bu Erna.
"Iya Bu" jawab Riska ramah.
"Ooh iya dek Riska, sekarang dek Riska tidak tinggal sendiri lagi ya? Saya lihat beberapa hari ini ada seorang remaja laki-laki yang keluar masuk apertemen dek Riska. Apa dia adik laki-laki dek Riska?" Tanya ibu-ibu satunya. Sebut saja namanya Bu Tika.
Bu Tika tinggal di apartemen yang bersebelahan dengan apartemen Bu Erna.
Wanita bertubuh tambun itu, hobi sekali mencari tahu masalah orang lain. Dia sangat ahli dalam mencari infomasi untuk mendapatkan sebuah berita. Setelah dia mendapatkan berita, dia akan menyebar luaskan berita tersebut kepada yang lain agar menjadi viral. Ah, sepertinya Bu Tika ini adalah tipe ibu-ibu biang gosip.
Riska tahu, pasti remaja yang di maksud bu Tika adalah Arta. Karena siapa lagi yang tinggal bersamanya jika bukan Arta, suami kecilnya itu. Tidak mungkin kan tuyul, masa iya Riska tinggal sama tuyul, yang benar saja.
"Iya bu Tika, dia adik laki-laki saya" jawab Riska bohong. Tidak mungkin kan dia katakan jika Arta adalah suaminya.
"Nama adiknya siapa dek Riska?" Tanya Bu Tika lagi pada Riska, sudah mulai mengorek informasi.
"Arta Bu, namanya Arta Amandinta" jawabnya.
"Wah beruntung sekali dek Riska punya adik laki-laki seperti Arta, sudah tampan baik lagi" ucap Bu Tika memuji Arta.
Riska hanya tersenyum menanggapi ucapan bu Tika.
"Cih tampan si tampan bu, tapi asal ibu tahu dia itu sangat lah menyebalkan" batin Riska mengakui ketampanan Arta.
Tidak dapat Riska pungkiri jika Arta adalah laki-laki yang tampan.
Suami kecilnya itu memang memiliki wajah yang tampan tapi dia itu sangat lah menyebalkan. Bu Tika tidak tahu saja bagaimana karakter Arta sebenarnya. Riska yang baru tinggal seminggu bersama Arta saja sudah pening dibuatnya.
Dan apalagi tadi kata Bu Tika, beruntung memiliki Arta. Ck yang benar saja Bu, beruntung apanya buntung iya, pikir Riska
"Benarkah Bu Tika?" Tanya Bu Erma.
"Iya Bu Erna. Kemarin kan saja belanja banyak terus saya kesusahan bawa barang belanjaan saya. Eeh tiba-tiba adiknya dek Riska datang menawarkan bantuan dan dia membantu saya membawakan barang belanjaan saya hingga sampai ke dalam apartemen loh Bu" cerita Bu Tika panjang kali lebar kali tinggi.
"Benar-benar remaja yang baik" puji Bu Erna juga.
Riska memutar kedua bola matanya malas, ibu-ibu ini terlalu berlebihan memuji Arta. Ah rasanya dirinya sudah tidak tahan berada satu lift dengan ibu-ibu ini. Kenapa liftnya jadi lamban begini? Tidak tahu apa dirinya sudah tidak betah berada di dalam sana. Apalagi saat mendengar kedua ibu-ibu itu terus memuji Arta membuatnya jengkel.
"Adik dek Riska masih sekolah SMA ya?" Tanya Bu Tika lagi yang selalu melihat Arta memakai seragam sekolahnya.
Nah benarkan, Ibu yang satu ini benar-benar hebat dalam mengorek informasi. Dia tidak akan berhenti bertanya sampai semua rasa penasarannya terjawab. Mungkin dia akan terus mencari informasi tentang Arta.
"Iya Bu, adik saya masih sekolah SMA. Dia sudah kelas 3, kemungkinan tahun ini akan lulus" jawab Riska masih bersabar menghadapi berbagai pertanyaan dari ibu-ibu itu.
Ah! kenapa para ibu-ibu ini kepo sekali. Sepertinya membeli apartemen di sini adalah sebuah kesalahan. Jika saja dulu Riska tahu para penghuni apartemen ini banyak ibu-ibunya, mungkin dia tidak akan membeli apartemen di sini.
Menyesal, rasanya Riska ingin pindah saja. Tapi kemana, dia tinggal punya tempat tinggal lain. Masa harus tinggal rumah orang tua atau mertuanya, bisa-bisa rahasianya dan Arta terbongkar. Tinggal di apartemen Arta, itu juga tidak mungkin, akan sangat merepotkan jika harus bolak balik ke kampus dan ke kantor karena jalannya berlawanan.
Pasrah saja lah Riska, hadapi semuanya dengan lapang dada. Pikirnya
"Wah itu bagus sekali" celetuk Bu Erna.
"Hah! apanya yang bagus Bu Erna?" Bu Tika mengernyit bingung.
Sama seperti Bu Tika Riska juga terlihat bingung. Apanya yang bagus dari bocah ingusan yang sayangnya adalah suaminya itu.
"Iya bagus, kemungkinan besar Arta seumuran dengan anak perempuan saya, dia juga kelas 3 SMA. Bagaima kalau kita jodohnkan saja adik dek Riska dengan anak perempuan saya" ucap wanita bermata empat itu.
Ini adalah kesempatan emas untuk Bu Erna. Kapan lagi dia bisa punya menantu yang tampan, pikirnya.
Riska memelototkan matanya. Hah menjodohkan Arta dengan anak perempuan Bu Erna. Maaf, tapi itu semua tidak akan pernah terjadi karena Riska tidak akan pernah membiarkannya meskipun dalam mimpi sekalipun.
Bu Erna tidak tahu apa jika dia meminta perjodohan pada istri sah Arta, jadi mana mungkin Riska menyetujuinya.
Enak saja Riska mau di madu, dia tidak akan sudi. Jika Arta ingin menikah lagi maka dia harus siap menceraikan Riska.
.
.
.
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈
Unfavorite jd nya...
1.jarang dan lama updatenya kadang sampe lupa sama cerita novel ini
2.alur ceritanya terlalu lambat terkesan jalan ditempat
3.dari awal episode sampe sekarang masih belum dapet feel story nya.. padahal ini udah termasuk episode yang cukup panjang/lama yang harusnya sudah mulai keliatan benang merahnya.
4.coba bertahan buat baca karena penasaran mau dibawa kemana cerita ini.