Follow ig:@nafsie
Tomy dan jeny adalah sepasang sahabat dari kecil. Meskipun perbedaan usia mereka cukup jauh namun itu tidak menjadi penghalang kelekatan hubungan persahabatan mereka.
Tomy selalu baik dan bertanggung jawab menjaga dan melindungi jeny. Hal itu yang membuat jeny nyaman dan tidak bisa tanpa tomy.
Suatu ketika tiba tiba orang tua mereka mendadak menjodohkan mereka. Baik jeny maupun tomy mereka sama sama tidak bisa menolak. Itu karena kepatuhan mereka pada orang tua nya masing masing juga karna keadaan papah tomy (Pak cakra).
Merekapun akhir nya menikah.
Namun belum genap seminggu pernikahan mereka tiba tiba tomy memutuskan pergi ke belanda untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.
5 Tahun jeny melalui hari harinya tanpa tomy di sisinya. Tanpa komunikasi juga kejelasan tentang hubungan mereka hingga akhir nya jeny mendatangi mertuanya dan mengatakan ingin bercerai.
Saat itu tomy muncul dan menolak dengan tegas perceraian yang di inginkan jeny.
“Dengar baik baik jeny. Mulai saat ini aku akan selalu ada di samping kamu. Tidak ada seorangpun yang bisa memutus pernikahan kita, Kecuali aku.” Tegas nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
“Kenapa kalau jeny pindah?”
Suara berat tomy membuat lorenzo memutar tubuh nya. Pria berjas hitam itu mengeryit melihat kehadiran tomy di depan nya.
“Tomy?” Tanya nya menatap tomy terkejut.
Sementara jeny hanya diam dengan segala ke khawatiran nya. Jeny khawatir keduanya berkelahi di depan ruangan nya.
“Kenapa kalau jeny pindah? Apa urusan nya sama kamu? Dan kenapa jeny harus memberitahu kamu?” Tanya tomy melipat kedua tangan nya di depan dada dengan tatapan sinis pada lorenzo.
Lorenzo terdiam. Kedekatan nya dengan jeny memang terjalin setelah ketidak adaan tomy di sisi gadis cantik itu. Tapi sekarang tomy kembali hadir di depan nya dan mungkin akan selalu ada di samping jeny.
“Eemm.. Kak mending kamu berangkat aja deh.. Kebetulan aku ada yang mau di omongin sama tomy.” Kata jeny berusaha mencari alasan agar lorenzo mau pergi.
“Jen tapi...”
“Kalau gitu aku duluan yah. Tomy ayo..” Senyum jeny menyela.
Jeny menarik tangan tomy dan membawanya masuk ke dalam ruangan nya. Aura menakutkan tomy sudah terasa dan jeny takut tomy akan mengajak lorenzo berkelahi sehingga menimbulkan keributan dan mengganggu ketenangan di rumah sakit pagi ini.
Lorenzo hanya terdiam di tempat nya berdiri ketika pintu ruangan jeny tertutup. Berlahan kedua tangan pria bermata sipit itu mengepal di sisi kanan dan kiri tubuh nya.
Dengan helaan nafas kasar yang keluar dari mulut nya lorenzo pun berlalu.
“Segitunya kamu mau ngelindungin si sipit itu.” Kata tomy tersenyum sinis menatap punggung jeny.
Jeny memejamkan kedua matanya sesaat kemudian membukanya kembali. Jeny bukan berniat melindungi lorenzo. Jeny hanya tidak mau menyebabkan keributan di rumah sakit itu.
“Jadi ini yang membuat kamu selalu ingin berpisah dan bercerai dengan aku?”
Jeny langsung membalikan tubuh nya. Gadis cantik itu menghela nafas. Tomy sama sekali tidak menyadari kesalahan nya dan malah melimpahkan semuanya pada orang lain.
“Sumpah ya tom aku tuh nggak ngerti gimana cara kamu berpikir..” Kesal jeny menggelengkan kepalanya.
Masih dengan senyuman sinis nya tomy menatap jeny. Pria tampan itu menatap penampilan jeny dari atas sampai bawah kemudian menggelengkan kepalanya.
“Jadi selama aku nggak ada kamu selalu dandan cantik seperti ini buat ketemu sama dia?” Tanya sinis tomy.
Jeny menggelengkan lagi kepalanya. Tomy bahkan bertanya seperti seorang yang sedang di selingkuhi.
“Apa maksud kamu tomy?” Tanya jeny mengepalkan kedua tangan nya menahan emosi.
Tomy terkekeh mendengar pertanyaan balik jeny. Pria itu menurunkan kedua tangan yang terlipat di depan dada kemudian mendekatkan diri pada jeny membuat jeny memundurkan langkah nya.
“Aku ingatkan sama kamu jeny. Jauhi dia atau kamu akan melihat dia bangkrut.” Bisik tomy menatap tepat pada kedua manik mata jeny.
Jeny terdiam. Tomy sedang mengancam nya. Jeny tau siapa tomy. Dari dulu tomy selalu bisa membuktikan apa yang ucapkan nya.
“Kamu gila tomy..” Balas jeny menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Tomy kembali melangkah mundur menjauhi jeny. Pria itu melangkah menuju meja kerja jeny dan mendudukan dirinya dengan santai di kursinya.
“Terserah apa kata kamu. Yang aku mau kamu jauhi si sipit itu. Semuanya tergantung kamu.” Katanya santai.
Jeny menghembuskan berlahan nafas nya mencoba menahan emosinya. Jeny tau menghadapi tomy dengan emosi hanya akan membuat nya tertekan sendiri. Jeny harus bisa berpikir tenang.
Tomy meraih berkas berkas yang berada di meja jeny dan membacanya sebentar. Pria tampan itu tersenyum tipis sebentar kemudian kembali menaruh berkas berkas tersebut ke tempat nya.
Tomy bangkit dari kursi jeny kemudian melangkah mendekat kembali pada jeny yang masih tetap berdiri di tempat nya.
“Ingat baik baik apa kataku tadi. Aku berangkat.” Katanya mengecup singkat kening jeny kemudian berlalu keluar dari ruangan jeny.
Jeny terpaku di tempat nya. Ciuman singkat tomy di kening nya kembali memberikan efek yang tidak biasa. Beberapa kali gadis itu menghela nafas berusaha menormalkan detak jantung nya yang begitu cepat berdetak.
“Dasar gila.” Umpat nya.
Sementara itu tomy masih berdiri di depan ruangan jeny. Pria tampan itu merogoh saku dalam jas nya dan mengeluarkan ponsel mahal milik nya. Tomy mencoba menghubungi asisten pribadinya.
“Halo pak..” Saut suara di seberang telpon setelah tomy menunggu tidak sampai satu menit.
“Halo rey.. Kamu tolong cari tau orang bernama christian lorenzo. Nanti saya kirim photonya yah..” Kata tomy sambil menatap pintu ruangan jeny yang tertutup rapat.
“Baik pak.” Jawab reyhan dari seberang telpon dengan mantap.
Setelah mendengar jawaban setuju reyhan tomy pun memutuskan sambungan telpon nya. Pria tampan itu segera mengirim photo lorenzo pada reyhan kemudian berlalu dari depan ruangan jeny dengan senyuman mengembang di bibir nya.
Dari kaca besar yang langsung menghadap ke depan gedung jeny menatap tomy yang melangkah lebar menuju mobil nya.
Jeny menghela nafas. Tomy benar benar berubah dari segala segi. Dari segi penampilan bahkan sampai sikap dan tingkah lakunya.
Jeny masih mengingat masa masa mereka kuliah dulu. Tomy meskipun sangat pintar dan cerdas tapi tomy sering tidak percaya diri. Tomy bahkan bisa di bilang sangat pemalu dan sering merasa tidak enak hati. Tapi sekarang, pria itu sangat penuh percaya diri dan berbuat semaunya.
“Apa yang membuat kamu menjadi seperti ini tom..” Lirih jeny menatap mobil mewah tomy yang berlalu dari depan gedung rumah sakit.
Tanpa sadar jeny meneteskan air matanya. Jeny sangat merindukan sikap tomy yang dulu. Yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang. Jeny sangat tidak menyukai perubahan pada suaminya itu. 5 Tahun tidak bertemu dan tidak berkomunikasi membuat semua yang ada pada diri pria itu berubah. Tidak ada lagi tatapan hangat yang dulu selalu di layangan tomy padanya. Tidak ada lagi dekapan hangat menenangkan yang selalu di rasakan jeny dari pria tampan yang berstatus sebagai suaminya selama 5 tahun ini.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuat jeny buru buru mengusap air mata yang membasahi pipinya. Gadis cantik itu mengangkat lengan kirinya dimana melingkar jam tangan mewah di pergelangan tangan nya.
“Sudah waktunya kerja..” Gumam nya.
Jeny meraih jas khas dokternya kemudian mengenakan nya. Jeny juga meraih stetoskop yang tergeletak di meja kerjanya. Setelah di rasa semuanya lengkap jeny pun melangkah menuju pintu dan membukanya.
Jeny terkejut ketika melihat sosok lorenzo yang berdiri di depan pintu dengan senyuman manis yang terukir di bibir nya.
“Kak kamu masih disini?” Tanya jeny tidak percaya. Padahal jeny pikir lorenzo sudah pergi dari beberapa menit yang lalu.
“Aku butuh penjelasan tentang kamu dan tomy jen..”
jika ada bibit pelakor pasti kata2 kasar mereka keluar, pelakor murahan, laknat, menjijikan, mudah mudahan dibinasakan
tapi beda
jika ada pebinor, mereka hanya diam kayak tidak ada apa2
reader2.......