Kisah ini mengisahkan seorang perempuan yang ditakdirkan menjadi istri ketiga untuk murid kesayangan abahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Permata_Indah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part-35 Mengantar Pulang
Jam terus berputar, jam kuliah Lizza selesai lebih awal. Lizza sudah mengirim Ali pesan untuk menjemputnya sekarang karena dikampus tidak ada lagi pelajaran, Lizza sudah beediri disamping gerbang kampus menunggu Ali menjemput.
Satu persatu mahasiswa lain keluar masuk kedalam gerbang itu, kebetulan mobil Reyza juga lewat dan tidak sengaja melewati Lizza bengitu saja. Setelah Reyza lihat dari spion mobilnyan kalau Lizza berdiri disamping gerbang, seketika mobil berhenti dipinggir jalan, dan memundurkan mobilnya sampai Reyza melihat Lizza hanya dari jendela kacanya.
“ Lizza kamu sedang apa?” tanya Reyza.
“Lagi nunggu jemputan pak” jawab Lizza.
“Dijemput sama siapa?” tanya Reyza.
Bagaimana ini? Engga mungkin kan aku bilang dijemput suami aku, semua anak kampus engga ada yang tahu kalau aku udah nikah cuma Zaynab yang tahu. Aduhh gimana ini? Ucap Lizza dalam lamunannya.
“Lizza kamu masih dengar saya kan?” panggil Reyza membuyarkan lamunan Lizza.
“Iya pak denger, itu eemmm saya dijemput.. dijemput sepupu pak, hehe.. iya sepupu saya” jawab Lizza bohong.
“Oh sepupu kamu, mau saya antar aja takut nanti lama kasian kamu nunggunya” tawaran Reyza.
Kring.. kring..
Ponsel Lizza bunyi tanda pesan masuk diponselnya, Lizza muali melihatnya ternyata pesan dari Sarah.
Ka Sarah💌
Lizza maaf banget, hari ini kamu pulang naik taxi atau ojeg aja ya mas Ali tadi habis jemput saya dan Dinda demam tinggi dan hampir pingsan jadi kami langsung pulang kasian mas Ali.
Lizza langsung menutup pesannya dan tidak sempat membalas, Lizza mengahampiri jendela mobil Reyza.
“Bapak yakin mau nganterin saya? Nanti ngerepotin lagi” ucap Lizza.
“Iya beneran sebagai ucapan terimakasih soal tadi diperpustakaan, hayo masuk engga ngerepotin ko” jawab Reyza.
“Makasih ya pak” ucap Lizza langsung masuk kedalam mobil duduk disamping pengemudi.
Lizza sengaja membuka kaca jendela mobil, lalu Lizza juga memakai sabuk pengaman.
“Kenapa kacanya dibuka ini kan pake AC Lizza” ucap Reyza melihat kaca jendela samping Lizza dibuka lebar.
“Maaf pak sebelumnya, ini biar engga jadi fitnah berduaan didalam mobil” jawab Lizza.
“Oh iya kamu benar, yaudah saya matiin Ac nya ya” ucap Reyza.
“Iya pak” jawab Lizza.
Reyza mulai menyetir mobilnya, aduuhh aku harus pulang kerumah mana nihh? Rumah abah takut abah nanya macam-macam karena pulang sama laki-laki lain, tapi kalau kerumah ka Ali nanti kalau ada yang liat aku pulang dianter laki-laki panjang lagi urusannya apalagi kalau umi liat aduuhh gimana ini, ucap Lizza dalam fikirannya.
“Rumah kamu dimana Lizz?” tanya Reyza disela-sela menyetirnya.
“Perumahan anggerek nomer 7 pak, ehh” jawab Lizza spontan.
“Ehh iya disitu rumah Lizza pak, tapi turunnya jangan depan rumah ya pak soalnya takut diliat abah nanti banyak nanya” ucap Lizza.
Aduuhh pake ngomong perumahan anggerek lagi itu kan rumah ka Ali, pokonya aku engga boleh diliat umi ka Ali tambah engga suka dia nanti sama aku, ucap Lizza.
“Engga papa nanti saya berhenti depan rumah kalau abah kamu nanya saya siap menjawab, lagian saya ini dosen abah kamu pasti mengerti” jawab Ali.
“Tapi masalahnya pak abah orangnya galak” ucap Lizza bohong.
“Udah tenang aja engga usah khawatir oke” jawa Reyza.
Aduuhh gimana engga khawatir coba, masalahnya kan kalau umi liat gimana reaksinya, ucap Lizza dalam hati.
Mobil Reyza berhenti tepat didepan gerbang besar milik Ali, perasaan Lizza sangat khawatir dan panik dia berdo’a semoga tidak ada yang liat dia keluar dari mobil bersama laki-laki lain.
“Makasih pak sudah mengatar hati-hati pulangnya pak” ucap Lizza.
“Kamu engga mau suruh saya mampir dulu?” tanya Reyza.
“Hhmm sebaiknya nanti saja pak, bapak langsung pulang aja yaa” jawab Lizza dengan senyuman.
Lizza segera keluar dari mobil dan merindik masuk kedalam gerbang besar menuju rumah Ali. Akhirnya Lizza bisa nafas lega juga setelah keluar dari mobil, walaupun Lizza tidak sepenuhnya menjadi istri tapi tidak dapat dibohongi hati nuraninya bahwa dia sudah menikah.
Notes!!
Sejauh ini terimakasih untuk kalian yang masih setia membaca cerita saya☺ bantu vote, like, and comment🤗
thanks bt author dan jg NT uda ksih bacaan grts