Ferdi dan Diya sepasang kekasih dari waktu SMA, Diya lebih muda dua tahun dari Ferdi. Pertemuan mereka pun tidak di sengaja. Dimana Ferdi tidak sengaja menabrak Diya dan membuat Diya terluka. Di situ lah Ferdi bertanggung jawab atas luka yang di alami Diya dan selalu antar jemput Diya ke sekolah.
Dari situ lah cinta mereka bermula, kisah cinta yang mereka jalani penuh dengan warna warni. Namun, pada akhirnya Ferdi menghilang entah kemana karena hubungan cinta mereka tidak di restui oleh kedua orang tua Ferdi. Apakah mereka akan bertemu kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mpit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membahas Tour
"Itu semua karena cinta. Tio sanggup melakukannya karena dapat imbalan cinta Kethrine. Cinta yang lama ia impikan"
"Iya....Kethrine juga, dia sanggup melakukan semuanya karena sangat mencintai kak Ferdi"
"Cinta tidak boleh di paksa. Diri sendiri yang merana akhirnya"
"Apakah kak Ferdi benar-benar mencintaiku?" Ferdi tersenyum memandang kekasihnya.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Aku takut jika kak Ferdi hanya ingin mempermainkan ku saja" Ferdi mendekati gadis itu dan memegang kedua bahunya.
"Aku sangat mencintai kamu, sayang sekali sama kamu. Walau apapun yang terjadi, kita akan hadapi itu semua bersama-sama" Kata pemuda itu meyakinkan.
"Benar kak?" Diya tersentuh. Ferdi mengangguk langsung memeluk tubuh mungil gadis itu.
"Aku takut kehilangan kamu Diya. Takut sekali" Katanya mempererat pelukannya. Diya membalas pelukan itu. Hatinya benar-benar bahagia sambil memejamkan mata Diya berdoa.
...Ya Allah......
...Satukan lah cinta kami......
...Hingga hayat yang memisahkan....
...Aamiin......
*****
Diya dan Yuli kaget saat Ferdi tiba-tiba muncul didepan mereka.
"Ya ALLAH kak Ferdi ngagetin aja sih" Kata Yuli mengusap dadanya.
"Habis, kalian melamun sih" Kata Ferdi tak mau kalah.
"Gimana? Kalian ikut gak Tour ke pekanbaru minggu depan" Tanya nya duduk di samping Diya.
"Ya...Iya lah kak, masa gak jadi sih" Katanya menyenggol sobatnya.
"Sepertinya aku gak bisa ikut deh kak"
"Kenapa?" Hampir bersamaan Ferdi dan Yuli bertanya.
"Aku sudah janji sama ibu jika liburan ini mau membantunya di warung"
"Ih...Diya kok gitu sih" Kata Yuli sebal.
"Sorry ya Yul, kak. Aku benar-benar gak bisa"
"Tapi Diy....Tanpa kamu gak seru"
"Emang nya aku apa? Pake gak seru segala" Kata Diya tersenyum. Yuli ketus.
"Biar aku yang ngomong sama ibu ya"
"Hak...Gak usah deh kak. Aku jadi gak enak sama ibu. Warungnya kan baru dibuka, tanpa dukungan dari ku, nanti ibu jadi gak percaya diri lagi"
"Tapi Diy..."
"Baik lah kalau begitu, jika kamu gak ikut, aku juga" Kata Ferdi memotong pembicaraan Yuli.
"Aku juga" Timpal Yuli berlagak sombong.
"Kalian mengancamku?"
"Kalau kamu merasa begitu"
"Ayolah kak, Yul, cobalah mengerti aku" Diya memohon.
"Kami sudah ngerti kok" Jawab Yuli. Diya menatap Yuli dan Ferdi bergantian. Lalu menghembuskan nafas panjang.
"Baik lah...Aku ngalah...Aku akan bicarakan ini sama ibu. Tapi aku gak janji ya"
"Nah gitu dong" Yuli bersorak. Ferdi tersenyum sambil menggenggam erat-erat jari tangan gadis itu.
"Terima kasih ya" Katanya sambil menciumnya.
"Kak Ferdi..." Cepat-cepat Diya menarik tangannya karena malu dilihat Yuli. Wajah gadis itu bersemu merah.
"Oh...o...Aku masuk dulu ya" Kata Yuli mengerti. Diya dan Ferdi hanya tersenyum dan mengangguk.
"Sepertinya akan ada adegan romantis ni" Kata Yuli menyelonong.
*****
"Ferdi, kamu yakin Diya ikut? Waktunya sudah lewat ni...Kita harus berangkat sekarang" Kata pak Siombing sambil melirik jam tangannya.
"Iya pak saya yakin jika Diya pasti ikut. Diya sudah berjanji kalau dia akan datang"
"Tapi ini telah lewat jadwal yang telah kita sepakati. Kasihan kan teman-teman yang lain pada kelamaan menunggu" Kata pak Siombing lagi sedikit keberatan.
"Iya Fer...Udah setengah jam ni kita nungguin Diya. Kalau kita sudah berangkat dari tadi pasti sudah sampai di Lubuk muda ni" Seru salah satu temannya.
jgn sampai Ivan selingkuh ma Virda ya
ceritax di panjangin dong.
makin penasaran.....
Dyah mikirx terlalu jauh.....
isix sesingkat itu.
sampai lupa bacax