NovelToon NovelToon
Geranium

Geranium

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Aku Abhinav Ruchir mencintaimu dengan cara yang mungkin membuatmu sesak aku menginginkan seluruh perhatianmu, seluruh waktumu, dan seluruh duniamu hanya untukku. Cintaku padamu seperti geranium yang tumbuh liar ia menuntut ruang untuk terus berada di dekatmu, terkadang melupakan batasan, hanya karena ia takut kehilangan tempatnya di sisimu.

Aku tahu caraku mencintaimu mungkin terasa dominan. Aku tidak ingin berbagi satu detik pun darimu dengan dunia lain, karena bagiku, kamu adalah satu-satunya nutrisi yang membuat hatiku tetap bertahan hidup. Ada kalanya aku merasa egois karena ingin memilikimu seutuhnya.

Namun, inilah caraku menjaga hubungan ini tetap bersemi dengan memegangmu seerat mungkin, meski aku tahu keegoisan ini mungkin akan melukai kita berdua.

Biarkan aku menjadi orang yang paling 'membutuhkanmu' di dunia ini. Bukan karena aku lemah, tapi karena di antara segala kesibukanmu, aku selalu ingin menjadi alasan utama mengapa kamu harus pulang dan tetap tinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Kehangatan air bathtub perlahan digantikan oleh udara kamar yang lebih dingin setelah kami keluar. Kami bergerak dalam ritme yang terkoordinasi seolah setelah momen intens tadi, ada sebuah pemahaman bisu yang ia ciptakan di antara kami. Setelah berpakaian rapi, kami turun untuk sarapan di restoran hotel yang cukup eksklusif.

​Abhinav tampak kembali ke mode profesionalnya. Ia terus menatap layar ponsel, memberikan instruksi singkat lewat telepon mengenai jadwal perusahaannya yang padat. Meski sedang makan, auranya tetap mendominasi, seolah-olah ia bisa mengendalikan dunia bahkan di sela-sela suapan sarapannya.

​Setelah checkout selesai dilakukan, suasana menjadi sedikit berbeda saat kami berdiri di depan mobil yang sudah menunggu di lobi. Abhinav menoleh ke arahku, lalu memberikan isyarat pada G yang sudah berdiri dengan sikap sempurna di samping pintu mobil.

Abhi " Jadwalku benar-benar padat hari ini, sweetheart. Aku tidak bisa mengambil cuti lebih lama," ucapnya datar, nada suaranya kembali sedingin sebelum kami mandi tadi. Ia menatapku sejenak, mengunci pandangannya padaku sebelum memberikan perintah, Abhi " Kamu akan pulang bersama G. Dia akan memastikan kamu sampai di rumah dengan aman."

​Tanpa menunggu tanggapanku, ia mencium keningku dengan cepat sebuah gestur yang terlihat manis bagi orang luar, namun terasa seperti stempel kepemilikan bagiku lalu segera masuk ke mobil yang berbeda yang sudah disiapkan untuknya.

​Aku terdiam, berdiri mematung di samping G yang kini membukakan pintu mobil untukku. Dunia yang tadinya terasa intim di dalam kamar, kini kembali menjadi rangkaian instruksi dan pengawalan.

​"Silakan masuk, Nona," ujar G dengan suara formalnya yang datar.

​Aku melirik ke arah mobil Abhinav yang mulai melaju menjauh, meninggalkanku bersama pengawal pribadinya yang selalu setia.

Sepanjang perjalanan, aku menatap keluar jendela, membiarkan pemandangan kota yang berlalu menjadi kabur di balik kaca. G, yang duduk di depan, tidak mengeluarkan satu patah kata pun ia hanya sesekali melirik dari spion tengah, memastikan 'tugasnya' tetap terjaga. Keheningan di dalam mobil justru membuat pikiranku semakin riuh dengan sisa-sisa peristiwa beberapa jam lalu.

​Begitu mobil berhenti di depan gerbang rumah, aku tidak menunggu pintu dibukakan. Aku segera melangkah keluar dengan terburu-buru, mengabaikan sapaan pelayan yang menyambut di depan pintu utama. Tujuanku hanya satu lantai atas, kamar yang kini menjadi satu-satunya tempat persembunyianku dari dunia Abhinav.

​Langkah kakiku menaiki tangga dengan ritme yang tidak beraturan, mencerminkan sesaknya napas yang kurasakan. Begitu kakiku menginjak lantai kamar, aku langsung menutup pintu dengan keras sebuah ledakan kecil di tengah kesunyian rumah besar ini. Tanpa membuang waktu, aku memutar kunci di lubang pintu. Klik.

​Suara mekanisme kunci itu terdengar bagaikan musik yang menenangkan bagi jiwaku. Aku menyandarkan punggung ke daun pintu, merosot jatuh hingga duduk di lantai kayu yang dingin. Napas yang tadi tertahan akhirnya terlepas dalam satu embusan panjang.

​Di luar, aku bisa mendengar derap langkah G yang mendekat, lalu berhenti tepat di depan pintuku. Ada ketukan pelan dan sopan di sana, namun aku menutup telingaku dengan tangan.

G ​" Nona?" suara G terdengar samar dari balik pintu. G " Apakah Anda membutuhkan sesuatu? Saya akan berjaga di depan sini sesuai perintah Tuan."

​Aku memejamkan mata erat-erat. Keberadaannya di balik pintu itu, meski pun tertutup, tetap saja membuatku merasa diawasi. Aku benar-benar ingin lenyap dari jangkauan mereka semua, setidaknya untuk beberapa jam ke depan.

Sepanjang hari, dunia luar seolah lenyap dari eksistensiku. Kamar ini menjadi satu-satunya benteng pertahanan yang tersisa. Aku tidak beranjak dari tempat tidur, membiarkan tirai tetap tertutup rapat, menghalau cahaya matahari yang terasa terlalu menyilaukan untuk suasana hatiku yang kacau.

​Keheningan di dalam kamar itu pada akhirnya menarikku ke alam bawah sadar yang lebih dalam. Kelelahan fisik dari rangkaian acara pernikahan dan beban mental yang menumpuk membuatku tidak berdaya. Aku tenggelam dalam tidur yang pulas, sebuah pelarian yang sebenarnya aku butuhkan untuk sekadar mengistirahatkan saraf-sarafku yang tegang.

​Di luar pintu, sosok G mungkin masih berdiri dengan kesetiaan yang kaku, atau mungkin ia telah digantikan oleh pelayan lain yang bertugas, namun aku tidak lagi memedulikannya. Selama beberapa jam, aku berada di ruang hampa di mana tidak ada tuntutan, tidak ada tatapan tajam hazel itu, dan tidak ada lagi kepemilikan yang menyesakkan.

​Aku terlelap dengan nyenyak, tidak menyadari bahwa setiap detik yang berlalu dalam tidurlah yang mungkin sedang dihitung oleh Abhinav, dan bahwa ketenanganku ini hanyalah jeda singkat sebelum badai dominasinya kembali menyapa saat ia pulang nanti.

1
Umi Fitriani
semangat thorr
you see me: Terima kasih kakak /Whimper/😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!