Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hamil
tiga hari berlalu Raihan merasakan sepi,biasanya Tiwi selalu menyiapkan pakaian nya, menyiapkan segala kebutuhan nya...Raihan tidak bersemangat seperti biasanya...
" kamu kenapa han?" tanya nyonya Fatyah
" Tiwi kapan pulang ma?" tanya Raihan balik
wajah Bara sedikit senang Raihan menanyakan Tiwi,dia pun merindukan istri keduanya itu, meskipun Raina saat ini sudah banyak perubahan tetap saja Bara merindukan Tiwi
" bukan nya kamu yang kasih izin tu anak satu minggu,jadi nya ya belum pulang sekarang" jelas Nyonya Fatyah
"kenapa Han,,kangen???kalau kangen jemput donk" goda Raina
" ya kak kangen di keloni Tiwi,biasanya sebelum Tidur pasti jahilin aku dulu" ungkap Raihan..
Bara mengeram kesal dengan ucapan Raihan
Nyonya Fatyah memperhatikan Raihan,dia berharap Raihan mau berubah,,
" seperti nya aku harus lebih lama membiarkan Tiwi di rumah ibunya,agar Raihan menyadari kalau dia membutuhkan Tiwi,ini bisa aku jadikan senjata agar Raihan mau untuk berobat dan sembuh" batin Nyonya Fatyah
" ma,,aku jemput Tiwi nanti ya"ucap Raihan
" jangan...biar saja Tiwi di sana dulu, kasihan han,dia sudah lama tak kembali kerumah ibunya,biarkan dia kangen-kangenan dulu dengan ibu nya"
" tapi aku juga kangen Tiwi ma.." rengek Raihan
" ma...biarkan saja Raihan menjemput Tiwi,mama seperti nggak pernah muda aja" ucap Raina
" Raihan beda na,,dia butuh Tiwi untuk melayani keperluan nya saja,bukan yang lain" batin nyonya Fatyah
" nggak... biarkan Tiwi di sana dulu,dia masih merindukan ibunya" tegas Nyonya Fatyah
***
" ayolah wi, ibu tidak tega melihat mu begini" bujuk ibu Tiwi
"ibu yakin kamu hamil,,ayo segera kedokter" ajak nya lagi
Tiwi pun merasakan demikian,dia sudah telat haid dan perutnya mual, mencium bau sesuatu. yang sedikit menyengat Tiwi tidak suka...
mau tak mau Tiwi mengikuti ucapan ibunya,karena kondisinya semakin memburuk
" selamat ya buk,anda hamil 2 minggu,,apa ada keluhan lain?" tanya Sang dokter
wajah ibu Tiwi tersenyum mendengar berita Tiwi hamil,dia bisa menepis semua rumor yang mengatakan Tiwi mandul
" hanya sering pusing dan pagi hari mual dok" ucap Tiwi
" untuk morning sicnes itu biasa pada trimester pertama buk,nanti akan hilang dengan sendirinya,jangan lupa minum susu hami dan makan buah serta sayur yang banyak buk,agar ibu punya tenaga, meskipun di keluarkan kembali asalkan tetap ada isi nya itu wajar..." jelas sang Dokter
" untuk vitamin nya saya resepkan,ibu bisa kembali untuk cek ulang bulan depan ya"
" iya dok" jawab Tiwi lemah
Tiwi dan ibunya pamit dan segera meninggalkan rumah sakit,di perjalanan Tiwi berusaha berpikir bagaimana cara menyampaikan kehamilan nya pada Bara,apa Bara mau menerima anak nya ini,,apa Bara akan meninggalkan Raina,,jika iya Tiwi merasa berdosa sudah menghancurkan rumah tangga iparnya sendiri
untuk mengaku ini anak Raihan pun tak akan mungkin,karena sudah pasti Raihan menolak..
" wi...kamu sedang memikirkan apa?" tanya ibunya saat mereka sudah berada di taksi
" bu....bisa sembunyi kan aku jauh dari kota ini" pinta Tiwi
" apa???jangan gila kamu wi,,pasti Keluarga Pratama akan mencari mu,apa lagi kamu sedang mengandung cucu mereka, bisa-bisa di bunuh ibu dan bapak...jangan yang aneh-aneh wi" oceh Ibu Tiwi
" tapi-"
" sudah..jangan tapi-tapi an,,kalau kamu tak bernai menyampaikan kehamilan mu,ibu yang Sampai kan"
" jangan bu...biar Tiwi saja" Ucap Tiwi lemah