NovelToon NovelToon
Pesan Terakhirmu

Pesan Terakhirmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:723.9k
Nilai: 5
Nama Author: Okta Diana

"Aku bukan sahabat terbaikmu." ~Reyhan~

Aku mencintai wanitamu, tapi aku bisa apa? Mengerti dia sudah menjadi milikmu wahai sahabatku. Maafkan aku yang sudah memiliki cinta terlarang ini. Aku sudah berusaha dan terus berusaha mengusirnya tapi yang ada semakin kuat rasa ini pada wanitamu. Aku hanya bisa menjalani sekuat hati dan akan selalu ku pendam dalam demi kebahagian kalian.

Tapi kini kenyataan sangat lah menyakitkan, kamu mengobarkan nyawamu demi menyelamatkan nyawaku dan memintaku untuk membahagiakan wanitamu?

area +21 👌

Ini sekuel novelku yang pertama ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Okta Diana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang mantan ( Rivan )

Usia kandunganku kini sudah hampir lima bulan. Sungguh sangat berat, merawat anak sendiri apalagi keadaan hamil yang semakin hari semakin membesar. Semoga Tuhan selalu memberiku kekuatan. Ini pilihanku, ini lebih baik daripada melihat suamiku menikahi wanita lain.

Hari ini aku ingin pergi berbelanja keperluanku dan anakku. Ku langkahkan kakiku ke mini market di ujung jalan sana. Agak terlalu jauh memang tapi ku coba untuk bisa kesana dengan menggendong anakku.

Ku lihat kiri kanan tidak ada angkutan umum lewat. Apa aku harus berjalan kaki? Ini saja rasanya sudah berat sekali. Yang ada malah aku pingsan di jalanan.

Akhirnya ku putuskan duduk di kursi pinggir jalan, berharap ada angkutan umum yang segera lewat.

Tak selang beberapa lama ada sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti di depanku. Karena posisi jalanan saat itu hanya satu dua kendaraan yang lewat, aku menjadi ketakutan sendiri dan memutuskan berjalan menjauh dari tempat yang aku duduki tadi.

Ku dengar dari arah mobil tadi seseorang telah membanting pintunya. Harapanku semoga orang itu tidak mengejarku. Sungguh saat ini aku tidak bisa berlari.

"Tunggu!" Teriakan itu pasti untukku tapi aku masih tetap berjalan cepat menjauhinya.

"Kinan, itu kamu?" Mataku membulat seketika. Ku hentikan langkahku, ku menoleh ke belakang.

"Ri-van?" Nafasku menjadi terpenggal-penggal. Aku melihat di sekeliling bahkan tidak ada satu pun kendaraan ataupun orang yang melintas.

Ku pegangi perutku, ku mundurkan kakiku menjauh darinya. Dia mengerjarku pelan. Aku ingin berlari. Tapi tidak mungkin dalam keadaan seperti ini aku berlari. Itu akan membahayakan kehamilanku. "Kamu mau apa?" teriakku.

"Kinan, kamu jangan takut! Aku senang sekali bisa bertemu lagi denganmu. Tuhan mendengarkan do'aku dan mengizinkanku untuk menebus semua kesalahan yang telah aku perbuat dulu padamu." Matanya terlihat berbinar menatapku.

Langkahku terus mundur ke belakang. Dan dia selalu saja mengejarku. "Berhenti Van! Aku mohon jangan ganggu hidupku lagi! Aku tidak mau mengingat itu semua!" Ku hapus dua tetes air mata di pipiku.

"Aku minta maaf Kinan!" Ku lihat matanya berkaca-kaca menatapku.

"Aku sudah memaafkanmu, tapi aku tidak bisa melupakan itu semua. Jadi aku mohon jangan temui Aku!" ancamku.

"Aku tidak sengaja bertemu denganmu, aku juga tidak berniat mengganggu hidupmu." Tatapan matanya melihat ke perutku. "Kamu lagi hamil? Dimana suamimu? Kenapa dia membiarkanmu berpanas-panasan sendiri?"

"Itu bukan urusanmu!"

Aku berjalan menjauhinya. Dan dia terus saja mengejarku. "Kinan, kamu sedang ada masalah apa? Kenapa kamu tiba-tiba tinggal disini lagi? Apa suamimu telah menyakitimu?"

"Jangan ikut campur urusanku!"

"Kinan, sini anakmu biar aku gendong! Kamu lagi hamil. Itu berbahaya untuk kandunganmu! Aku antar mau kemana?"

Langkahku terhenti seketika, "Kamu lupa dulu memperlakukanku seperti apa?"

Dia tiba-tiba bersujud di kakiku, menangis tersedu-sedu. "Maafkan aku Kinan!" Sungguh aku sangat risih dengannya. Aku ingin berteriak meminta tolong tapi sepertinya percuma.

"Sudah Rivan cukup! Aku lelah denganmu. Pergi jauh dari kehidupanku!"

Dia berdiri dan memegang tanganku. Aku berusaha melepas cengkraman tangannya yang kuat itu. "Kinan!"

"LEPASKAN DIA!"

Deg

Suara itu, "Rey," mataku melebar seketika melihatnya ada di depanku. Jantungku berdegup kencang rasanya, lama tidak melihatnya. Penampilannya masih sama, bahkan wajah lebih tampan mungkin karena aku begitu merindukannya. Tapi bagaimana dia bisa tau aku ada disini?

Ku lihat Rivan masih saja belum mau melepaskan tanganku. Aku berusaha melepasnya lagi dan ingin berlari ke arah Rey tapi sangat kesulitan. Cengkraman tangannya terlalu kuat.

"Sini kamu!" Rey menarik paksa kerah baju Rivan. Dengan wajah yang berapi-api.

Buuuuuukkk buuuk buuukk

Aku kaget dengan perlakuan Rey pada Rivan. Dipukulnya berkali-kali perut Rivan sampai dia jatuh tersungkur, "Berani kamu mengganggu istriku!" teriaknya.

Wajah Rivan kebingungan, "Kinan, dia suamimu? Bukankah suamimu?"

Rey berteriak keras, "Apa?"

"Bagaimana bisa kamu menikah dengan laki-laki seperti dia Kinan?" Dia bertanya keheranan. Yang pasti Dia tidak tau jika Kevin sudah tiada. Aku hanya meliriknya.

Tangan kiri Rey menarik paksa kerah baju Rivan lagi dan membuatnya berdiri, "Kamu pikir aku laki-laki apa?"

"Kamu laki-laki dulu yang mengkhianati Kinan kan? Dan sekarang kamu membiarkan Kinan hamil sendirian. Dimana tanggung jawabmu sebagai laki-laki," teriaknya.

Aku melihat Rey mengepalkan tangan kanannya. Nafasnya tak beraturan. Pembuluh darah tampak tegang di lehernya. Aku yakin dia akan memukul Rivan lagi.

"Rey, cukup!" Ku tarik tangannya menjauh dari Rivan. "Rivan kamu pergi dari sini! Tidak usah kamu muncul di kehidupanku lagi!"

"Kinan, aku hanya ingin melihatmu bahagia! Kenapa kamu menikah dengan laki-laki buaya sepertinya?"

Ku lihat mata Rey seperti ingin keluar dan membunuh Rivan, ku hadang dengan sekuat tenagaku.

"Sudah Rivan pergi, ini hidupku. Aku bahagia dengan ini semua. Jadi cepat pergi dari sini!"

"Jaga dirimu baik-baik Kinan! Jika perlu bantuan, Kamu bisa datang ke rumahku! Kamu ingat janjiku dulu, aku akan terus menunggumu!"

"Sudah gila kamu ya?" Rey masih bersikeras ingin memukulnya. Tapi beruntung Rivan mau mendengarkanku dan pergi meninggalkan Kami.

Rey tiba-tiba menggandeng tanganku masuk ke mobilnya. Dan membanting keras pintu mobilnya. Yang membuatku kaget. Ku lihat wajahnya masih sangat geram dengan kejadian tadi.

"Kamu tinggal dimana?" tanya Rey padaku dengan pandangan lurus ke depan tanpa menatapku. Sesekali dia menengok kaca spionnya pasti memastikan Rivan tidak mengikuti Kita. Dan aku ikut menengok ke arah Rivan

Dia mengangkat kedua alisnya, "Kenapa? Masih kangen dengan mantanmu itu?" sindirnya tajam.

Aku hanya menggelengkan kepala dan menunduk. "Aku ingin ke mini market di ujung jalan sana." Dia hanya terdiam menurutiku. Dan melajukan mobilnya.

Tak selang beberapa lama. Dia memberhentikan mobilnya dan aku keluar dari mobilnya sendiri, memilih beberapa keperluanku.

Aku keluar dari mini market itu dan melihat Rey berdiri di samping mobilnya, ada sepuntung rokok di tangannya. Dia hanya melirikku tajam dan menghisap rokok itu dalam-dalam kemudian membuang rokok yang masih setengah itu begitu saja di sembarang tempat.

"Kamu sekarang merokok Rey?" tanyaku lirih.

"Kalau iya kenapa?" Aku hanya menunduk terdiam. "Dimana tinggalmu sekarang?"

"Aku tinggal disana." Ku tunjuk arah rumahku. Ku lihat wajahnya masih menyimpan sejuta amarah yang sepertinya akan meledak. Dia membukakan pintu mobilnya untukku. Dan memutar arah mobilnya.

"Bagaimana bisa kamu menemukanku disini?" tanyaku lirih.

"Jangankan cuma disini, kamu bersembunyi di galaksi lain pun akan ku temukan," jawabnya ketus.

Kita hanya terdiam di sepanjang perjalanan, namun tiba-tiba dia melirikku tajam, "Kamu hamil anak siapa?"

Deg

Bagaimana bisa dia bertanya seperti itu? Apa dia lupa semua yang dia lakukan padaku? Aku sudah tidak kuat menahan air mata ini.

"Berhenti!" teriakku.

-

-

-

-

*Yang pengen kenalan sama Rivan bisa baca novelku yang pertama.

Dukung terus Author,

Dengan like, coment dan votenya*!

1
falea sezi
baru paham selena yg dlu mantan nya Rey nya makanya Arion g boleh dket pinky
falea sezi
visual nya ini artis thailand mark prin bukan sih
falea sezi
seganteng ini milik mbk kimberly
falea sezi
bru paham artinya/Curse//Curse//Curse/mampus kauu
falea sezi
oh jd ini kevin ma Kinan punya anak pinky trs aero anak Rey ma Kinan baru paham
Ridwan
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Lagian Kinan sok baik banget..Dan Rey juga kalo ngerasa gak pernah nyentuh tuh Jalang ngapain diam aja,dan mau2 aja ngaledenin papanya..Heran aku..
Qaisaa Nazarudin
Rey Terlalu lelet..
Qaisaa Nazarudin
Tapi aku curiga bukan Kinan yg membalas chatnya Rey..
Qaisaa Nazarudin
KURANG NYA KOMUNIKASI DAN GAK JUJUR TTG PERASAAN DENGAN PASANGAN,APALAGI GAK TEGAS DENGAN MANTAN,MENAMBAHKAN LAGI KESALAH PAHAMAN DI ANTARA MEREKA..REY YG SOK GENGSI YANG AKHIRNYA MEMAKAN DIRI SENDIRI
KArmila Siregar
🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩🤩
Neng geulis
Luar biasa, menarik ceritanya
Mesyani Nainggolan
semoga ank tu bkn ank rey, dan smoga rey bisa mmperthankn ksetiaanya pda kinan
fa_zhra
berharap cm mimpi😭
fa_zhra
yah bru saja bca ending nya novel pertama lgsg pindah sini malah kevin nya 'end😭
Ardisti Aulia
mama dorong sapi....awalnya binggung tp udah tau 😂😂😂sakit perut wk...wk...
Ardisti Aulia
haa...haaa...mau dong bantuin habisin uangnya...
Reader
sok mulia sii Kinan, jd ngerepotin!
Acheuom Rahmawatie
menarik
Neisyanaf
sukses selalu okta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!