NovelToon NovelToon
‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

‎The Return Of The Phoenix And Princess Of The Dawn

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: MUSTIKA DEWI

‎"Dulu Ku tulis takdirmu untuk menderita, sekarang malah..aku yang harus bertarung nyawa merubah takdir itu." ‎ ‎Ling Xie seorang penulis novel kolosal, tidak sengaja terjebak ke dalam cerita novelnya sendiri. Ia terbangun ke dalam cerita nya sendiri. Ia terkejut mendapati dirinya terbangun dari tidur, dan masuk ke dalam tubuh putri Jin Ling Xie. Seorang protagonis, yang ia ciptakan untuk hidup sengsara, seorang putri yang terbuang, dan di fitnah sebagai wanita murahan, oleh Putri Li Mei Feng seorang putri palsu dari kerajaan Feng Ling. ‎ ‎Di dunia yang kejam ini, ia harus bertahan hidup dengan bantuan Sistem. Misinya sungguh berat dan tidak main-main. Ia harus mengembalikan takdir putri yang terbuang itu, untuk merebut posisi putri mahkota Kerajaan Feng Ling yang asli, dari tangan Li Mei Feng si putri palsu itu. Serta merebut kembali jodoh sejatinya yaitu seorang pangeran Zhong Yang. Dan membersihkan nama baik Ibu kandung nya, Selir Agung Ling Mei Rong dari fitnahan Yan Shi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MUSTIKA DEWI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Obsesi yang Tak Terkendali

(Kelanjutan dari Bab 33: Umpan Tersembunyi di Balik Hadiah)

   Layar cahaya biru digital perlahan memudar dan lenyap, namun peringatan keras itu masih terngiang nyaring di telinga dan benak Ling Xie. Jantungnya berdegup kencang, pandangannya kembali tertuju pada kotak perhiasan yang masih terulur di hadapannya.

"Terima kasih banyak atas niat baik Pangeran Gao San," ucap Ling Xie perlahan dengan suara yang berusaha tetap tenang, meski jantungnya masih berpacu cepat. "Namun... sebagai Putri Kerajaan Feng Ling, saya merasa belum pantas menerima pemberian yang begitu berharga secara pribadi. Jika Pangeran berkenan, simpanlah hadiah itu untuk disampaikan secara resmi pada perjamuan besar nanti."

Pelayan itu tampak bingung sejenak, namun segera menarik kembali kotak hadiah itu dan membungkuk hormat. "Baik, jika itu kehendak Yang Mulia Putri."

Dari kejauhan di balik deretan pohon cemara yang rimbun, Pangeran Gao San menyaksikan segala kejadian itu. Tangannya mengepal erat, lalu menghantam batang pohon besar di sampingnya dengan kekuatan tertahan. Penolakan itu tak mungkin sekadar tata krama belaka, ia merasakannya, seolah gadis itu sudah tahu apa yang tersembunyi di balik hadiah itu.

"Kau menolaknya..." desisnya pelan, api amarah dan obsesi mulai melalap dadanya. "Tak apa. Kau boleh menolaknya hari ini. Tapi nanti... kaulah yang akan memohon kembali padaku. Aku yakin sepenuhnya akan hal itu."

   Sementara itu, Pangeran Zhong Yang yang berdiri di samping Ling Xie segera menyadari perubahan sikap gadis itu.

"Kau baik-baik saja?" tanyanya lembut, seraya memegang bahu Ling Xie dan memutar perlahan tubuhnya menghadap dirinya.

Ling Xie mengangguk pelan, namun sorot matanya tetap tajam tertuju ke balik rimbunnya pepohonan tempat Pangeran Gao San bersembunyi.

"Hati-hati, Kakak Zhong Yang," bisiknya rendah namun tegas. "Musuh sejati kita mungkin bukan hanya mereka yang membawa pedang terhunus di depan mata. Ada juga bahaya yang menyamar menjadi kawan, bersembunyi sangat dekat hingga tak terlihat."

     Pangeran Zhong Yang tak menjawab ucapan Ling Xie secara langsung. Matanya justru tertuju lembut pada sehelai daun kering yang tersangkut di rambut gadis itu. Perlahan ia mengulurkan tangan, mengambil daun itu dengan gerakan yang begitu hati-hati dan penuh kasih sayang.

  Namun dari balik pepohonan, pemandangan itu terlihat sangat berbeda di mata Pangeran Gao San. Di matanya, sentuhan lembut itu seolah menjadi ciuman mesra yang penuh gairah. Ia melihat mereka berdua begitu dekat, begitu akrab, seolah tak ada siapa pun di dunia ini selain mereka berdua.

Darah mendidih seketika. Keyakinan buta menguasai benaknya: Mereka sudah bersatu!

Amarah meledak, dan obsesi yang sudah lama tersimpan kini memuncak tak terkendali.

"Kau milikku... hanya milikku!" desisnya dengan suara bergetar menahan marah yang meluap. "Tak peduli apa yang harus kulakukan, tak peduli siapa yang harus ku bunuh! Ling Xie pasti akan menjadi milikku seorang!"

Ling Xie berdiri terpaku di hadapan Pangeran Zhong Yang, wajahnya memerah merona dan jantungnya berdegup kencang karena gugup.

"Sebaiknya jangan bergerak dulu," ujar Pangeran Zhong Yang pelan.

Seketika itu pula, Ling Xie hampir saja memejamkan mata. Ia mengira pemuda itu akan kembali menciumnya. Namun dugaan itu meleset jauh, tangan Zhong Yang hanya bergerak perlahan mengambil sehelai daun kering yang tersangkut di rambutnya.

"Nah, ternyata ada daun kering yang jatuh ke rambutmu," ujarnya sambil memperlihatkan daun itu di hadapan Ling Xie.

Wajah Ling Xie seketika semakin merah padam. Ia menunduk dalam penuh rasa malu, merasa sangat bodoh karena telah berharap hal yang lain.

* * * *

Pelayan itu segera kembali menghadap Pangeran Gao San, lalu membungkuk hormat sambil menyodorkan kembali kotak hadiah itu.

"Yang Mulia Pangeran Gao San, Putri Ling Xie mengembalikan pemberian ini. Beliau berkata, beliau merasa belum pantas menerima hadiah yang begitu berharga secara pribadi. Jika Yang Mulia berkenan, silakan sampaikan hadiah ini secara resmi pada perjamuan besar nanti."

"Baiklah, hadiah ini akan kuambil kembali," ujar Pangeran Gao San dengan nada yang terdengar tenang namun menyembunyikan badai kemarahan. "Sampaikanlah kepada Putri Ling Xie... sang teratai putih yang cantik itu, bahwa tidaklah pantas baginya bersikap seolah-olah lebih mulia dari siapa pun."

"Baik, Yang Mulia Pangeran Gao San," ucap pelayan itu sambil kembali membungkuk dalam penuh hormat, lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali menemui Putri Ling Xie.

Sementara itu, di lorong panjang istana Kerajaan Feng Ling, berjalan dengan tegap dan penuh wibawa sepasang pangeran kembar, Pangeran Jin Ling Jian dan Pangeran Jin Lim Jian, diiringi para pelayan setia mereka. Tanpa sengaja, mata mereka tertuju pada sosok pemuda yang tak asing lagi bagi ingatan mereka. Dialah Pangeran Gao San dari Kerajaan Tai Yue, sosok yang sudah lama dikenal sebagai pangeran yang kejam, penuh ambisi tak terukur, serta memiliki obsesi yang mengerikan.

"Bukankah itu Pangeran Gao San dari Kerajaan Tai Yue?" tanya Pangeran Jin Lim Jian si pangeran kedua dengan nada penuh curiga. "Apa yang sebenarnya dia lakukan di sini?"

Setelah di lihat kembali, ternyata Pangeran Gao San itu datang untuk menemui Putri Ling Xie. Saat ini Putri Ling Xie sedang bersama Pangeran Zhong Yang dari kerajaan Shen Long, yang juga adalah teman mereka berdua.

Setelah diperhatikan lebih teliti, tampak jelas bahwa Pangeran Gao San datang dengan maksud khusus untuk menemui Putri Ling Xie. Saat itu pula, Ling Xie sedang ditemani oleh Pangeran Zhong Yang dari Kerajaan Shen Long, sosok yang juga merupakan sahabat baik bagi mereka berdua.

"Jadi rupanya dia sengaja datang untuk mencari adik kita, Ling Xie," ujar Pangeran Jin Ling Jian si kakak sulung dengan sorot mata yang mulai mengerut.

"Kakak," sahut Pangeran Jin Lim Jian dengan nada cemas namun tegas, "Kita harus selalu menjaga Ling Xie dari orang itu. Kau tahu sendiri betapa buruk namanya, dia dijuluki Pangeran Kejam yang menakutkan, dan tersiar kabar dia memiliki obsesi cinta yang tidak wajar dan mengerikan."

"Kita tak boleh terlihat seolah ikut campur secara terang-terangan," sahut Pangeran Jin Ling Jian dengan suara rendah namun penuh pertimbangan matang. "Kau tahu sendiri betapa beringas dan mudah meledak emosinya. Biarkan saja dia bergerak sesuka hatinya, tapi kita akan mengawasi dan melindungi adik kita secara diam-diam. Namun... kita harus bersatu dan bekerja sama dengan Pangeran Zhong Yang. Dia adalah sahabat terdekat kita, dan dialah orang yang paling bisa dipercaya untuk menjaga Ling Xie."

"Hamba setuju sepenuhnya dengan rencana Kakak," ujar Pangeran Jin Lim Jian dengan mantap, dan penuh ketegasan yang kuat.

1
MUSTIKA DEWI
iya, terima kasih banyak ya.🙏
MUSTIKA DEWI
Maaf, ya. terima kasih banyak sudah koreksi, maklum lah. banyak yg kurang nya🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
kak koreksi lebih sopan panggil ibu suri aja dari pada nyonya 🙏🙏🙏🙏
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
hai kak mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!