Penyesalan yang selalu datang terlambat! Carla Magnolia Haines, menyesal meninggalkan suaminya demi pria yang ia pikir mencintainya, ternyata hanya menginginkan warisannya.
Saat ia mati ditangan pria yang ia pikir tulus mencintainya, barulah ia tahu suami kejam dan yang ia anggap terlalu kasar padanya, ternyata pria yang sangat tulus mencintainya.
Apakah waktu bisa diulang? ia ingin mengulang waktu bersama dengan suami kejamnya, dan mendengarkan suami kejamnya itu, dan bahkan akan membiasakan dirinya menerima sikap posesif suaminya padanya.
Aku ingin kembali! bhatin Carla penuh harap saat ia menutup matanya.
Akankah Carla dapat kembali lagi bersama suaminya, untuk mengulang waktu kebersamaan mereka, yang telah terbuang diantara mereka berdua, karena ulah orang ketiga menghancurkan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35.
Air mata Carla semakin deras, saat ia telah dekat melihat keadaan tubuh Alexander yang tidak berdaya.
Carla menjatuhkan dirinya berlutut ke tanah meraih tubuh Alexander sembari menangis, "Alexander!!" ia memeluk Alexander ke dalam pelukannya.
Alexander yang masih tidak percaya melihat Carla, berhasil menemukannya di lokasi pengeroyokan yang dilakukan Black Eagle semakin terharu.
"Kenapa kamu datang ke sini?" tanya Alexander dengan suara yang mulai lemah, dan tangannya masih memegang pinggulnya yang terluka.
"Apa kamu terluka?" tanya Carla melepaskan pelukannya dengan suara tercekat, ia terlihat sangat cemas dan panik melihat keadaan Alexander.
Melihat Carla yang menangis, karena keadaannya yang terluka, Alexander seketika merasakan tubuhnya semakin lemah.
Ia sudah menahan sedari tadi rasa sakit pada luka di pinggulnya, yang telah mengeluarkan banyak darah.
Tubuh Alexander pun ambruk ke pangkuan Carla.
"Alexander, sayang!!" Carla semakin panik memeluk tubuh Alexander yang ambruk ke pangkuannya.
Black Eagle yang tersadar dari termangu nya melihat munculnya Carla, mendengus acuh tak acuh melihat pemandangan yang ia lihat.
"Ku pikir siapa yang datang! cih! drama romantis apa yang sedang kau perankan ini, Alexander!!" cibir Black menyindir Alexander.
Carla tidak perduli mendengar sindiran Black Eagle, ia lebih fokus dengan keadaan Alexander, yang sudah sangat kepayahan.
"Alexander, jangan takut! mereka tidak akan berani menyakitimu lagi!!" ucapnya dengan air mata yang semakin mengalir.
"Carla, apakah kamu datang ke sini untuk mati bersamaku?" tanya suara Alexander yang terdengar semakin lemah, sembari menahan rasa sakit pada lukanya.
"Jangan bicara sembarangan, sayang! kamu tidak akan mati!!" Carla menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir.
Alexander tersenyum lemah mendengar apa yang dikatakan Carla.
"Bertahanlah, Alex! aku tidak akan membiarkan kamu mati! percayalah padaku, hem?" Carla semakin menangis melihat wajah Alexander yang mulai pucat.
Perasaan Alexander campur aduk mendengar nada percaya diri Carla, sembari terus menangisi keadaannya yang semakin lemah.
Tangan Alexander perlahan terangkat, dan jemarinya yang bersimbah darah dari lukanya mengelap air mata Carla.
"Carla, kamu menangis sayang?"
Carla meraih jemari Alexander yang menyentuh pipinya, air matanya tiada berhenti mengalir.
Ia sangat takut kehilangan Alexander.
Ini kehidupan keduanya, yang harus ia bayar untuk menebus kesalahannya dikehidupan sebelumnya pada Alexander.
Carla menggelengkan kepalanya dengan sedih, "Dalam hidup ini, aku tidak akan membiarkan kamu mati! apa kamu dengarnya, sayang?"
Kepala Alexander yang berada dalam pangkuan Carla, sudah semakin lemah, dan mulai terkulai jatuh ke pangkuan Carla.
Tangan Alexander merosot dari pipi Carla, dan jatuh ke ke atas perutnya.
Alexander ingin tertawa mendengar apa yang dikatakan Carla.
Ia bisa berada di sini, karena ingin mendapatkan Carla kembali.
Perasaan negatif dalam dirinya, selalu saja memikirkan Carla bersama dengan pria lain.
Dengan keadaan dirinya yang sudah seperti ini, pikiran negatifnya menebak, kalau Carla pasti bahagia, karena tidak akan ada lagi yang menghalangi Carla bersama pria lain.
Alexander menyunggingkan senyuman lemahnya, dengan air mata yang juga membasahi pipinya, "Carla, kamu bicara sangat meyakinkan, membuatku hampir percaya kalau kamu sangat perduli padaku!" ucapnya sembari tersenyum lemah.
"Alexander, apa yang kamu katakan??" Carla semakin menangis mendengar perkataan tidak percaya Alexander, "Alex, percayalah padaku!"
Tubuh Alexander terguncang lemah, saat ia mencoba tertawa, "Aku membayangkan, kalau aku ingin mati bersamamu, tapi aku tidak mungkin bisa melakukan itu!"
Hati Carla menjadi sakit sekali mendengar apa yang dikatakan Alexander, dan ia seketika panik melihat kepala Alexander perlahan terkulai.
"Alexander, Alexander!!" Carla mengguncang tubuh Alexander.
Alexander kembali mengangkat wajahnya.
Carla memeluk wajah Alexander dalam satu telapak tangannya, agar Alexander menatap tepat pada matanya.
Bersambung.......
tapi Clara nya tak ngeh dari awal🤣🤣🤣🤣🤣
napa terlalu lama nungul ya???