NovelToon NovelToon
Belenggu Masa Lalu

Belenggu Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / One Night Stand / Cintamanis / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:109k
Nilai: 4.8
Nama Author: Atuusalimah

Harusnya, dia menjadi kakak iparku. Tapi, malam itu aku merenggut kesuciannya dan aku tak dapat melakukan apapun selain setuju harus menikah dengannya.
Pernikahan kami terjadi karena kesalah fahaman, dan ujian yang datang bertubi-tubi membuat hubungan kami semakin renggang.
Ini lebih rumit dari apa yang kuperkirakan, namun kemudian Takdir memberiku satu benang yang aku berharap bisa menghubungkan ku dengannya!

Aku sudah mati sejak malam itu. Sejak, apa yang paling berharga dalam hidupku direnggut paksa oleh tunangan adikku sendiri.
Aku dinikahkan dengan bajingan itu, dibenci oleh keluargaku sendiri.
Dan tidak hanya itu, aku difitnah kemudian dikurung dalam penjara hingga tujuh tahun lamanya.
Didunia ini, tak satupun orang yang benar-benar ku benci, selain dia penyebab kesalahan malam itu.~ Anja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atuusalimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 7,part 6

"kenapa aku ditangkap?

Apa mereka mengatakan aku pembunuhannya? Aku tidak melakukan kejahatan apapun, sekarang seharusnya aku akan kesana untuk menyelesaikan masalah ini kepada keluarga bi Sumi, tapi... Mengapa mereka sekarang menatapku dengan penuh gugatan?" kepala Anja berisik oleh ribuan pertanyaan yang ia tidak mengerti, namun semuanya terasa melamban dan ia terlalu syok sampai tak ada satu suara pun yang keluar untuk membela dirinya sendiri.

Anja berusaha membantah lewat air matanya yang berurai, tubuhnya memberontak dan berteriak tak terima, hanya saja para petugas itu tak ada yang peduli. Mereka menekuk tubuh Anja, menyatukan dua tangannya kebelakang sekaligus membelenggunya dengan besi.

Langkahnya diseret, tertatih-tatih ia menyeimbangkan tubuhnya yang limbung karena para petugas itu kadang mendorongnya tanpa perasaan jika dia berjalan lambat.

"Cepat!" Mereka terus saja membentak.

Akhirnya, ia menyerah pada dirinya sendiri. Ia terlalu lelah, seluruh emosinya terkuras habis karena musibah yang datang terus menerus, menekan seolah mencoba menguji kewarasannya.

Reka hanya bisa menatap bingung saat dia diperlakukan sebagai penjahat.

Kasus ini bukankah masih perlu penyelidikan? Monolognya dalam hati.

Tatapan Anja penuh tuduhan ke arahnya. Sekilas, pada sorot matanya nampak dendam yang sudah mulai berakar.

"Tenanglah nak, kami akan mencari keadilan untukmu!

Kami akan mencari pengacara terbaik untuk membebaskanmu!" Anja memandang pasrah, merasakan dunia yang terasa begitu kejam terhadapnya.

"Jangan takut, sampai kapanpun kami akan berada dipihakmu!"suara papi Reka terdengar.

kemudian, jerit histeris Bu Niar terdengar. Suara mbak Erna yang berusaha menenangkan.

"Cepat!"bentakan itu lagi. Ia muak mendengarnya. Tetapi tak ayal, ia tetap hanya bisa terus berjalan saat dua petugas itu terus menyeretnya, memperlakukan ia sebagai orang paling jahat didunia.

***

Rio menyuruh Anja duduk di kursi yang merapat dengan tembok, sementara dirinya mengambil posisi duduk dihadapannya. Rekannya datang, sambil menyalakan sebatang rokok. Kini, ruangan kecil itu terasa semakin pengap.

"Kamu tau mengapa kami menangkapmu?" kecamnya sambil menatap Anja penuh tuntutan.

Anja menggeleng, matanya mulai menghangat "tidak tau!"katanya dengan bibir bergetar takut.

"Anda telah dituduh menjadi dalang pembunuhan saudari Sumi. Mengapa anda membunuhnya?"

Dia dikacaukan dengan perasaan takut yang kembali menyusup kemudian membuatnya menjawab ragu-ragu.

"A-aku tidak membunuhnya!"

"Semua bukti juga keterangan saksi mengarah kepadamu. Jika kamu menolak mengakuinya, lantas menurutmu, siapa pembunuhnya?" Tanya Rio sambil menunjuk kearahnya. Tatapan matanya tajam, menghujam kedalam jantung penuh tudingan.

"Silvi yang melakukannya, di-dia menusuk bi sumi dengan pisau!"suaranya seperti tertelan kembali, matanya bergerak kesana-kemari karena berusaha menemukan jawaban dalam pikirannya yang berjalan cepat.

Intuisi Rio semakin kuat, ia terus mengawasi gerak-geriknya seperti predator yang terus mengawasi mangsanya. Tatapannya menuduh, menekan sehingga Anja merasakan tubuhnya tenggelam kemudian terjebak dalam kegelapan. Dia ketakutan, mencari-cari cahaya untuk keluar.

"Di bagian mana dia menusuk bi Sumi?"cecarnya terus mengintimidasi.

"Kanan, emhh kiri!" Ralat Anja sambil terus berpikir cepat. Otaknya mulai memberontak, tak terima karena ia merasa terus dipojokan?

"Berapa tusukan?"

"Satu!"

Rio masih terus memperhatikan Anja yang terus menunduk. "coba kamu ceritakan detail pada saat kejadian!"

Untuk yang kesekian kalinya Rio kembali mendengar kejadian malam itu secara lisan namun dengan versi Anja sebagai korban.

Hanya saja ia menceritakannya dengan perasaan takut, sehingga membuat Rio memandangnya jemu, jengkel, kesal setengah tak percaya.

Derit kursi yang ditarik terdengar. Rekan Rio yang sedari tadi ikut mengawasinya berdiri, mencondongkan tubuhnya kemudian menatap Anja penuh intimidasi.

"Kamu tau, setiap kamu menjawab seperti selangkah demi selangkah membuktikan bahwa kamu itu pembunuhnya!"tekannya dengan suara dalam.

"Tapi...tapi saya benar-benar tidak membunuhnya!" pertahanan Anja mulai runtuh, matanya menghangat dalam situasi perasaannya yang kacau. Wanita itu mulai menangis ketakutan.

Hati mereka tak sama sekali tergerak. Lagi-lagi mereka menatap Anja dengan tatapan penuh kejengkelan. Hal biasa yang mereka temukan ketika mengintrogasi tahanan-tahanan sebelumnya.

Tak ada jurus yang lain selain air mata, seolah-olah lupa bahwa mereka telah melakukan perbuatan nya yang keji.

"Kenapa kamu membunuhnya?"

"saya tidak membunuhnya!"elak Anja berteriak histeris..

"Kalau tidak, mengapa sidik jari pisau yang digunakan untuk menusuk itu milikmu?" Bentak Rio tak sabar. Rekannya menarik diri dan menghembuskan napas keras-keras.

"Aku yang mengambil pisau ditubuh bi Sumi,"

"Tapi saat petugas datang, pisau itu masih tertancap ditubuh korban!"

Nyali Anja ciut, ia sudah tak tak lagi punya kata-kata untuk membela diri. Ia ingat sekali, jelas-jelas ia yang mencabut pisau itu ditubuh bi Sumi. Masih segar dalam ingatan, bagaimana tangannya berlumuran darah setelah mencabut benda tajam itu dibahu bi Sumi.

Lalu sekarang, mengapa mereka mengatakan pisau itu masih ada dalam tubuhnya?

Dua petugas itu meninggalkannya dengan wajah kesal, bangkit dan meninggalkan Anja yang terus menangis. Harta dan cinta selalu menjadi alasan paling besar seseorang melakukan kejahatan, dan ketika mereka ada dalam ruang introgasi, memelas seolah-olah mereka korbannya.

Anja sudah merasakan mati, tapi saat dua orang itu terus menerus membentaknya. Ia hanya merasakan luka pada hatinya dikuliti, disiram zat asam sehingga ia terus memberontak kesakitan. Dia menyayangi Bi Sumi, dia sudah menganggapnya sebagai ibu sendiri. Sekarang, mereka mengatakan dia yang terlah membunuhnya. Mana mungkin?

1
destiana
love buat karyamu🥰🥰
Ickok Ickok
untung Baca nya, hanya di awal tengah dan akhir, karena pernah Baca novel yang sebelumnya endinnya gak jelas ngegantung ( padahal alur cerita nya menarik)
Naim
ceritanya cuma di gantung gak di lanjut
Nayy
halloooo thooorrr
Nayy
sampai bab ini sudah hhhuuuhhh 😭😭😭,like comen n vote😍
sutiasih kasih
klo anja trpengaruh silvi.... brrti anja bodoh
sekar
haha syukur aku baca bab terakhir jd tau kalau cerita ini gantung sama dgn cerita sebelumnya
Sulastri Astri
lanjut thor
Henny Purwati
hello thour
cimski
kak novelnya kok mandek
cimski
semoga novelnya ga mandek tengah jalan yah
cimski
inj ga dilanjut kak?
Sri Danti
kok gak lanjut lagi Kak,
apa udah Ending gini aja...?
cimski
dua karya author sudah aku baca meskipun sekilas gaya bahasanya sama alur maju mundur memang membingungkan tapo tidak terlalu buruk untuk dibaca meskipun novel sebelumnya aku ga baca lagi
emir rayyan
cerita semacam penghiburan, pengobat luka hati.. sgt mexentuh hati.. aq suka ceritax Thor.. tetep semngat sukses berkarya y Thor..😍😍😍
anita
thor...
anita
thor ayo doong upnya
Aprianti Yanti
knp blm ada lanjutannya
anita
gk lnjut lg thor crtanya
anita
thooor dmn kaaauuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!