NovelToon NovelToon
Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Status: tamat
Genre:Epik Petualangan / Romansa Fantasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

"Dewa Penulis... kenapa Kau bikin kami hidup, tapi gak kasih kami arti?" — Lord Valgus, Penyihir Jahat

Gue Leon, dan gue yang bikin dunia ini. Gue yang nulis siapa hidup, siapa mati, siapa kuat, siapa lemah. Tapi gue ngelakuinnya santai banget, asal ketik aja di keyboard. Buat gue, ini cuma cerita hiburan doang.

Sampai akhirnya gue malah terjebak masuk ke dalam cerita itu sendiri.

Ternyata, jadi penulis itu gak enak ya kalau ceritanya sendiri berantakan. Kerajaan megah tapi bentuknya aneh, tokoh-tokohnya punya perasaan sendiri di luar naskah, terus musuh utama malah pengen bunuh gue karena ngerasa hidupnya cuma dipermainkan.

Sekarang gue gak cuma nulis cerita lagi. Gue harus hidup di dalamnya, benerin semua kesalahan gue, dan bikin akhir cerita yang adil buat mereka... sebelum gue dihukum sama karya gue sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29. kenyataan yang mengejutkan

Dalam keadaan pikiran yang kacau dan hati yang terasa hampa, Leon memutuskan untuk berjalan-jalan sendirian menjauh dari rumah, hanya ingin menenangkan diri. Ia berjalan tanpa tujuan hingga tiba di taman kota yang sepi sore itu. Di bawah pohon rindang, ia melihat sesosok pria yang tampak gelisah, terus melirik ke sekeliling seolah takut diketahui keberadaannya. Begitu mata mereka bertemu, pria itu tertegun sejenak, lalu dengan langkah ragu mendekat.

“lo… Leon?” tanyanya dengan suara bergetar.

Leon mengerutkan kening, merasa asing namun ada firasat tidak enak. “Siapa lo?”

“gue Reza,” jawab pria itu lirih, membuat tubuh Leon langsung menegang dan tangannya mengepal erat. Ia ingin meluapkan amarah yang terpendam, tapi Reza segera mengangkat kedua tangannya tanda tidak berniat jahat. “Gue datang bukan untuk mengancam atau menyudutkan lo. gue datang untuk menyampaikan kebenaran yang selama ini gue sembunyikan, bahkan dari bokap gue sendiri.”

Leon tetap diam, memberi kesempatan untuk pria itu berbicara.

“Malam itu, gue mengemudi dalam keadaan mabuk dan lelah. Saat lihat lo terhantam dan tergeletak tak bergerak, rasanya dunia gue terasa runtuh. Ayah gue langsung mengatur semuanya menghapus bukti, membungkam saksi, dan mengirim gue pergi ke luar negeri agar terhindar dari hukum. Tapi rasa bersalah itu tidak pernah hilang, malah makin menyiksa setiap hari. Saat dokter menyatakan bahwa nyawa lo hanya tinggal nama dan kemungkinan besar tidak akan pernah sadar lagi, gue merasa hancur.”

Reza menunduk dalam, lalu melanjutkan dengan suara yang makin berat. “Selama bersembunyi di luar negeri, gue terjerumus mempelajari hal-hal yang tidak wajar...ilmu gaib dan sihir yang selama ini hanya gue anggap dongeng. gue melakukannya hanya karena ingin mencari cara untuk menebus kesalahan, meski gue sendiri tidak tahu caranya. Hingga suatu hari, asisten ayah menggunjungi gue, tanpa sengaja ia menemukan buku catatan yang terjatuh di lokasi kejadian malam itu, yang ternyata buku tempat lo menulis seluruh kisah cerita lo. dan gue baru tau ternyata lo seorang penulis”

Mendengar itu, mata Leon terbelalak tak percaya. “Buku itu… ada di tangan lo?”

“Iya. gue membacanya berulang kali, dan saat itulah gue sadar bahwa lo bukan sekadar penulis biasa, lo bisa menciptakan dunia yang terasa hidup dan nyata. Dalam keputusasaan, gue mencoba menggunakan ilmu yang baru gue pelajari. gue tidak tahu pasti apa yang akan terjadi, tapi gue berusaha sekuat tenaga membuka jalan agar rohmu tidak terlepas sepenuhnya dari dunia ini. Dengan bantuan energi dari buku itu dan rasa sesal yang tulus, gue mengarahkan kesadaran lo masuk ke dalam dunia yang sudah lo bangun sendiri lewat tulisan lo.”

Reza mengangkat wajahnya, matanya berkaca-kaca. “Itulah sebabnya lo bisa hidup, tumbuh, dan merasakan segala hal di dalam cerita itu selama lima tahun. Dunia itu menjadi tempat perlindungan bagi jiwa lo, sementara tubuh lo di sini perlahan memulihkan diri. gue tidak bermaksud menguasai lo atau mengatur hidup lo, gue hanya ingin memberi lo kesempatan untuk tetap ada, karena gue tidak sanggup menanggung beban kematian lo.”

Leon tertegun mematung, seluruh tubuhnya terasa kaku. Selama ini ia bertanya-tanya mengapa ia bisa masuk ke dunia itu, mengapa rasanya begitu nyata dan terhubung dengan dirinya. Jawabannya justru datang dari orang yang menjadi awal dari segala penderitaannya. Semua peristiwa, semua pertemuan dengan Liora, Zarek, dan Valgus, semuanya bisa terjadi karena campur tangan Reza yang didorong oleh rasa menyesal.

“Jadi… semua itu bukan kebetulan?” tanya Leon dengan suara bergetar. “Lo yang membuka jalan itu?”

“Benar,” jawab Reza mantap. “gue tahu ini tidak akan menghapus kesalahan gue, dan gue tidak berharap dimaafkan. Tapi gue ingin lo tahu kebenaran lengkapnya. Dan sekarang, gue siap mempertanggungjawabkan semuanya. gue memiliki catatan dan bukti yang membuktikan apa yang gue dan ayah gue lakukan. gue akan menyerahkannya ke pihak berwajib, meski itu berarti gue harus menghadapi hukuman dan melawan keluarga gue sendiri.”

Leon hanya bisa terdiam, pikirannya berputar memproses kenyataan yang jauh lebih rumit daripada yang pernah ia bayangkan.

1
Sarah
Ini karya yang bagus sih, Kak Anggita. Aku suka sama pesan tentang menerima takdir dan Leon yang akhirnya sadar tempatnya itu di dunia nyata. Aku juga suka sama endingnya yang kerasa adem banget terus penuh dengan pesan saling memaafkan juga. Aku juga suka sama proses tentang sihir Reza itu yang akhirnya beneran ditunjukkan awal mulanya. Saran aku sebagai pembaca bener-bener ditampung dan dipertimbangkan. Ceritanya santai dan ringan banget. Aku pasti bakal rate sih, Kak. Meski bukan sekarang. 👍
Sarah
Nah ’kan~
Aku sudah mencium baunya. /Doge/
Sarah
Laki-laki juga boleh nangis, kok. Kalian kan juga manusia. Cuma turun-turunin ego aja~
(Dan jangan di tempat umum juga sih~) 😌
Sarah
Ia, tempatmu di sini, Leon. Kecuali kalau kamu bener-bener mati di dunia nyata terus isekai. Jodohmu cari yang satu dimensi aja. 😂
Sarah
Sejak awal juga sebenarnya aku bingung...
Nanti kalau Leon jadi sama Liora... gimana??
Tinggalnya dimana?
Terus kalaupun ada jembatan antara dua dunia... bingung juga sih...
maksudku...
Di dunia cerita dia beristri, putri dari kerajaan cahaya pula.
Sementara di dunia nyata ibu-ibu masih suka nanya, “Leon kapan nikah?” 😭
Sarah
Baru tau kekuatan dukun bisa untuk isekai... mau juga dong... 😭
Sarah
Meskipun aku kritik bukan berarti aku benci yah.
Semangat yah, aku kasih 2 bunga deh./Rose/👍
Sarah
Sayangnya kematian Liora masih terasa kurang emosional. Kurang pendalaman emosi sama reaksi karakter lain (selain Leon. Zarek, Valgus, Raja, semuanya juga orang terdekat Liora. Padahal mereka orang yang bahkan lebih lama bersama Liora, Tapi yang di highlight paling terpukul... Leon doang. Zarek reka Liora sejak lama, Valgus... dulunya musuh tapi sekarang temannya juga, Raja... ya... bayangin aja, putri kesayangan lu satu-satunya mati di hadapan lu. Harusnya yang paling terpukul gak cuma Leon doang. Reaksi karakter lain gak langsung tegar dan suruh Leon balik. Masih ada tahap renungan dulu pasca tubuh Liora memudar.)
Mana scene pas matinya itu kayak masih berada cepet banget.
Paling kekurangan besar cerita ini... dramanya sih.
(Ya... lain kali aja aku jabarkan lebih jelas soal ini.)
Sarah
Aku jadi bertanya-tanya lagi, Leon ini sebenarnya penulis hebat atau amatir sih? Kalau di bilang yang udah jago rasanya gak mungkin deh. Karena ya... dunia cerita dia ajak se-gak jelas itu. Dan jujur tokoh-tokoh di dunia ceritanya Leon masih kerasa kaku kurang natural dan ada vibe klise nya juga. Tapi, dipuji guru yah?... bagus dong tulisannya.
Atau apakah gini...
Tulisan yang dimaksud kayak tulisan yang tugas-tugas gitu, tapi kalau buat nulis novel masih belum...?
Sarah
Gue pikir bakal di bogem. Untung kagak. Biasanya kan gitu di cerita-cerita film/novel. 😂
Ya... meskipun emang salah, kalau dia langsung nge-bogem juga Dimas jadi ikutan salah. Bayangin aja baru bangun, masih di RS, terus dipukul. /Facepalm/
Sarah
Kamu masih punya ortu dan temen-temenmu, Leon...
Sarah
Wait, meskipun aku gak terlalu sedih sih tapi... agak gak nyangka juga dia bakal mati sekarang. 😦😮
Sarah
Jangan lupa mie instan, Bang~ 😌
Sarah
Mon maap, Leon udah berapa hari di dunia cerita yah? Takut gak bisa balik eyy. Asaan udah lamaa. /Scowl/
Sarah
Nama, thor. Biasakan huruf awal kapital.
Sarah
Masa selamanya? Nanti layu dong. 😂
Wulandari Ayuningtyas
Semangat thor💪
Ananda Anggit: semangat💪💪
total 1 replies
Sarah
Kalau menurutku... Bimo emang gak sejahat itu sih, dia iri aja itu mah. Coba pikirin deh, 5 tahun koma... tidak sadarkan diri, titik paling tak berdaya, itu bukan waktu yang singkat lho. Dalam jangka waktu itu kalau Bimo mau, dia bisa aja bunuh Leon. Diam-diam tinggal cabut alat-alat rumah sakit yang ada badannya, atau bisa lewat cara apa aja asal diam-diam. Udah deh, bisa wassalam itu Si Leon. Tapi meski 5 tahun, tapi dia gak ada niatan bunuh Leon. Padahal itu waktu yang panjang banget untuk merencanakan sesuatu...
Sarah
Tapi, aku masih bertanya-tanya... soal Leon yang awalnya ingetnya dia anak kost dan sebelum masuk cerita dia lagi di kamar kost-an. Padahal nyatanya dia sama sekali gak pernah nge-kost?
Sarah
Nah, mulai lebih make sense nih. Good job. 👍😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!