NovelToon NovelToon
I Love You, Cinta

I Love You, Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Beda Usia / Trauma masa lalu
Popularitas:85.4k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?

===

“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”

“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”

“Masa?”

“Mahameru pantang ingkar janji.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Terungkap (2) : Kenapa Harus Kamu?

Bab 33

 

 

Eru sudah berada di kubikel Cinta. Gadis itu belum datang, ia menghela nafas berusaha meredakan kegugupannya. Harus bagaimana bersikap ketika bertemu dengan gadis itu. tidak bisa dipungkiri semua akan berbeda, tidak lagi sama meski perasaannya untuk Cinta tidak akan terpengaruh. Mungkin akan semakin menguat.

Semalam mami langsung menghubungi Langit, meski ia ada di sana dan mendengar percakapan itu. Entah apa rencana dari Langit. Sempat menduga Langit memiliki rencana melibatkan sang Mami, nyatanya mereka berada di pihak yang sama.

“Konspirasi apa ini,” batin Eru saat tahu kalau Ayah Akbar sudah mengetahui semua ini bahkan sejak awal. Orang yang berada di balik label kompensasi dan tanggung jawab untuk keluarga Cinta.

Membuka ponsel dan membaca pesan Cinta. Perasan Eru makin tidak karuan. Gadis itu mengajaknya sarapan dari bekal yang dia buat. Ada bagian dari hati Eru yang terasa perih bagai teriris. Tangannya ragu untuk mengetik balasan. Meski ingin sekali mengetik, oke, sayang.

Pagi ini sudah ada rencana yang akan dilakukan Langit, ia hanya mengikuti saran terbaik. Setidaknya Cinta tahu secara baik-baik. Semoga kekecewaan yang ditimbulkan tidak seberat yang dia pikirkan.

“Eru, ikut saya!” titah Umar melewati kubikel Cinta.

Eru menarik nafas sebelum beranjak dan mengekor pria itu.

“Woi, pada mau kemana?” tanya Asep melihat kedua pria itu saat berpapasan. Eru hanya tersenyum dan Umar berlalu begitu saja. “Busyet, masih pagi udah pada serius aja.”

Mendatangi lantai tujuh, khusus manajemen dan para pejabat perusahaan. Tepatnya ruang rapat. Saat melewati meja para sekretaris yang sudah siap bekerja, sempat terdengar kasak kusuk membicarakannya. Sejak awal datang ke Yess Tv, ia sudah mencuri perhatian.

Eru menunggu dengan resah. Umar tidak banyak kata, sejak awal ia sudah tahu kalau Eru bukan peserta magang biasa. Pertanyaannya, apa hubungan dia dengan Langit Arkatama.

Hari ini Eru tampil lebih rapi. Setelan kemeja biru tua lengan panjang yang digulung sampai siku, dengan celana bahan hitam. Sepatu jenis loafer da lanyard menggantung di lehernya.

Tidak lama pintu ruangan terbuka. Umar dan Eru langsung berdiri.

“Selamat pagi,” sapa Langit memasuki ruangan diikuti asistennya juga Arief.

“Pagi, pak,” sahut Umar.

“Pagi,” ucap Eru lirih.

Langit duduk di ujung meja, di sebelah kiri ada Umar dan Eru dan sebelah kanan sang asisten juga Arief selaku ketua divisi produksi.

“Langsung saja, saya masih ada pertemuan setelah ini. Pak Umar, saya yakin Pak Arief sudah menyampaikan kalau Eru tidak akan lama di tim produksi.”

“Sudah, pak.”

“Mulai hari ia akan pindah ke marketing,” tutur Langit.

“oh, baik pak.” Umar tidak menyangka akan secepat itu. 

“Apapun yang terjadi di tim kalian nanti, tetap profesional dan kondusif. Cinta, usahakan dia tetap di tim. Tolak apapun permintaannya, mutasi divisi apalagi resign.”

“Ya?” Umar menatap bergantian Langit dan Arief yang mengangguk. Ada masalah apa ini, apa mungkin karena Eru dan Cinta ada hubungan.

“Tenang saja, mereka tidak ada masalah. Ini hanya jaga-jaga.” Langit menjelaskan siapa Eru dan menyebutkan nama lengkap pria itu membuat Umar terkejut dan menoleh ke samping.

“Selama ini saya nggak pernah bicara macam-macam ‘kan?” bagaimana tidak khawatir, karena posisi Eru secara hak penuh lebih tinggi dibandingkan Langit hanya usia saja yang masih muda dan belum layak memimpin.

Eru tersenyum getir dengan candaan itu. Arief terkekeh mengejek Umar yang takut dipecat karena ketegasannya selama menjadi ketua Tim. Briefing pun selesai. Umar dan Arief keluar ruangan lebih dulu menyisakan Langit dan Eru saja.

“Jangan khawatir, kita atur pertemuan dengan Cinta. Bicarakan dan ungkap semua sebelum terlambat. Minggu depan,  seminggu ini dia akan kehilanganmu karena tugas kalian sudah berbeda. Jangan berubah, apalagi menghindar berlebihan.”

“Tapi ….”

“Tenang Ru. Kamu tidak salah, kalian sama-sama korban. Jangan menyiksa diri seolah kamu adalah pelaku dan penjahat bagi Cinta. Temui dia. Ingat! Bersikap biasa.”

Eru mengangguk meski tidak sepenuhnya yakin kalau semua akan baik-baik saja.

***

Pandangan Cinta tertuju pada lembar pertama ternyata profil dari Eru, terkejut dengan nama lengkap pria itu. Mahameru Arkatama. Terjawab sudah anak Sultan mana kekasihnya itu. Ternyata bagian dari klan pemilik Digital Corp. Ia tidak paham dengan dokumen berikutnya. Copy kartu keluarga yang sudah usang di mana ada nama Eru paling akhir.

“Artha Arkatama, Maura Sagita, Mahameru Arkatama.”

Detak jantung Cinta seolah berhenti saat ia membalikkan lembar dokumen berikutnya. Di halaman itu, terdapat salinan laporan investigasi kepolisian dan surat kesepakatan bersama berisi mediasi dan penyelesaian masalah secara kekeluargaan. Pernyataan kalau kecelakaan bukan disebabkan oleh Artha Arkatama.

“Ini ….”

Mata Cinta membelalak, nafasnya tercekat di tenggorokan, dan tubuhnya mulai gemetar hebat saat membuka lembaran berikutnya. Foto-foto yang dijadikan satu lembar. Foto yang mengingat akan mimpi buruknya. Motor yang bentuknya tidak layak teronggok di jalanan, membayangkan bagaimana hebatnya hantaman membuat merinding, sosok pria dan wanita yang ia hafal sebagai Ayah dan bunda. Foto mobil ringsek, juga korban lain di depan kemudi dengan kondisi tidak kalah mengenaskan. Foto Cinta saat kecil sedang menangis di dalam ambulance, serta foto wanita dengan luka di wajah menggendong balita yang menangis.

Kecelakaan yang terjadi di malam jahanam itu. Kecelakaan yang merenggut nyawa ayah dan bundanya dalam sekejap, yang menyisakan luka menganga serta trauma mendalam yang menyiksanya setiap malam.

Tangan Cinta mencengkeram erat beberapa lembar berkas yang baru saja ia terima. Di bawah sorotan lampu neon yang temaram, lembar demi lembar dokumen itu dibuka, dan setiap lembaran itu seolah memberikan pukul bertubi-tubi.

Pandangannya memanas dan berembun, tangisnya sudah siap pecah. Emosi terasa sudah di ubun-ubun. Setelah membaca lembaran terakhir, berisi paragraf dengan tulisan tangan.

Kecelakaan malam itu disebabkan oleh mobil dengan laju kencang menabrak pengendara motor. Korban meninggal, Radit, Sukma, Artha Arkatama. Korban luka-luka, Cinta Kirana, Maura Sagita, Mahameru Arkatama. Pengemudi yang menyebabkan kecelakaan itu adalah Artha Arkatama, ayah dari Mahameru.

Dinding basement seolah berputar di mata Cinta. Lembaran berkas di tangannya perlahan terlepas, jatuh berserakan di atas lantai semen yang dingin.

Udara di sekitarnya terasa mencekik. Dada Cinta terasa sesak menghantam hulu hatinya. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini luruh tanpa suara. Selama ini ia mencari tahu siapa yang harus bertanggung jawab atas kecelakaan itu, tapi nihil. Tidak ada sedikitpun informasi dan sekarang semua itu terjawab.

Semua kepingan puzzle yang membingungkan kini terpasang dengan sempurna. Pria yang dicintai, pria yang memeluknya saat ia terbangun dari mimpi buruk tentang kematian orang tuanya, bahkan rela menemaninya sembuh dari semua trauma dan dendam. Ternyata adalah anak kandung dari pembunuh ayah dan bundanya sendiri.

“Ini pasti salah. Tidak mungkin … Mahameru, dia Mahameru Arkatama. Kenapa harus kamu, Ru?”

 

 

 

1
Rahmawati
nah kan karma dibayar tunai
Iccha Risa
waduh seremm bet kecelakaannya, mungkin ini pantas diterima atas kejahatan pak Akbar terhadap adik dan keponakanny
'Nchie
jangan langsung dibikin mati g seru😀biar akbar rasakan penderitaan banyak harta tapi tidak bisa menikmati nya..bikin dia tidak bisa bangun tapi dia sadar🤭
Wahyuni Abuzar
mam phooos kaan..di bayar kontan jalur karma 🤣🤣
mmh nengmuti
jgn sampai mati ke enakan mending d buat cacat parah aja biar merasakan sengsara
Setyowati Setyowati
karma di bayar instan kalau ini
Hiro Yoshi
horeeeeee kualat koe barrr🤭
Turwaty suketi
Modiaaaar kau akbar👍
juwita
jgn di buat mati dl Thor biar dia merasakan sakit klo lgsg mati ke enakan buat si akbar
Novi Tasa
sukurrr mati koe
Shee_👚
biar kamu merasakan apa yang di rasakan artha dan eru. kalau perlu kamu langsung mati di tempat😤
Shee_👚: bener, biar dia nangis darah sekalian
total 4 replies
Shee_👚
sukurrrrr.
akhirnya kau merasakan sakitnya di hantam truk, harusnya tadi tronton sekalian biar langsung end🤣🤣
Shee_👚
pulang dan berharap dapet pelukan hangat dari keluarga, serta mendukung perbuatan jahatmu?? dasar gila😏
mereka masih waras dan bisa berpikir yang bener.

tutup mulut mbah mu😤
Shee_👚
ternyata ini semua hanya karena akbar merasa iri karena opa lebih sayang artha😏
Shee_👚
langit tau niat modus mu itu Kris, jadi di mengantisipasi sebelum terjadi badai kedua🤭
gina altira
bikin lumpuh aja lah Akbar biar kapok
Shee_👚
modus aja nemenin mami pada hal mau nikung cinta dari eru🤣🤣
Shee_👚
kamu gak tau aja kang kalau eru yang lebih berkuasa 🤣
Shee_👚
sirik bilang bos🤣
Leli Suryani
karma dibayar tunai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!