Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.
Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Unfamiliar Shadow
"Wah, ternyata kau cukup hebat juga, hihihi!" seru perempuan psikopat itu, tertawa cekikikan. Namun, Eliza tidak terpengaruh sedikit pun. Ia hanya menatap dingin sosok gila di hadapannya.
Tanpa membuang satu detik pun, pergelangan tangan Eliza bergerak secepat kilat. Dua belati perak melesat bersamaan membelah udara.
Wushhh!
Jlebb! Jlebb!
"AAARRGGHHH! SIALAN! MATAKU!" Jeritan melengking yang memilukan seketika pecah. Perempuan psikopat itu tumbang ke lantai, mencengkeram wajahnya yang kini bersimbah darah segar setelah dua belati Eliza bersarang tepat di kedua bola matanya.
Eliza melangkah maju tanpa riak, berdiri angkuh di atas tubuh yang menggelepar kesakitan itu. "Bukankah adil bertaruNg dari jarak jauh?" tanya Eliza sedingin es.
Tanpa rasa kasihan sedikit pun, Eliza menginjak dada perempuan itu lalu mencabut paksa kedua belatinya sekaligus. Srett! Darah pekat menyembur, memicu jeritan histeris yang menggema memekakkan telinga di dalam ruangan itu.
Di sudut lain, Rara terpaku bagai patung. Seluruh tubuhnya bergetar hebat dengan wajah pucat pasi. Napasnya tercekat di tenggorokan, benar-benar tidak menyangka akan menyaksikan pembantaian semengerikan ini secara langsung di depan matanya.
Eliza langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun
"Aku seperti pernah melihatnya tapi dimana" Guman Dimas yang melihat ke arah Eliza yang sudah di telan kegelapan
"Apakah kau bisa berjalan? " Tanya Dimas pada gadis itu. Sedangkan gadis itu mengangguk
Gadis itu berdiri dengan Gemetar dan terus melihat perempuan psikopat itu berguling kesana kemari, ia jadi bergidik ngeri melihatnya
Sementara Arkana dan yang lainnya menghampiri Dimas yang melihat ke arah mereka
"Apakah kau baik-baik saja? " Tanya Arkana dengan suara datarnya
Mereka berlima menggunakan masker sehingga orang lain tak dapat mengenali mereka
" Ya aku baik-baik saja berkat gadis misterius itu" Ucap Dimas sambil melihat ke arah perempuan psikopat itu yang tak henti-hentinya berguling kesana kemari
"Bagaimana dengan perempuan gila itu? " Tanya Dimas pada mereka
"Bawa ke markas " Titah Arkana dan berjalan keluar dari Ruangan itu
"Kau tau dimana Rumahmu? " Tanya Deon pada Rara yang masih Terdiam
"Y_ya A_ku tau " Ucapnya dengan nada yang terbata-bata
"Keluar lah disana akan ada yang mengantarmu " Ucap Rayyan dengan nada datarnya
Sedangkan Rara hanya mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan itu, ketika keluar dari apartemen usang itu didepan nya ada mobil, kemudian Rara masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkannya
"Aku bahkan belum berterimakasih kepada mereka " Guman Rara ketika ia lupa mengucapkan terimakasih karena terlalu takut
"Sudahlah moga saja bertemu di masa depan " Ucapnya lagi
Kembali ke sisi Dimas dan yang lainnya
Mereka semua keluar dari ruangan itu dan tidak lupa membawa Perempuan psikopat itu meski agak kesusahan karena perempuan psikopat itu terus berontak
"LEPASKAN AKU SIAL-"
BUGHH...
Belum sempat perempuan itu menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja sebuah pukulan ditekuk nya hingga membuat ia pingsan
" Kenapa kau memukulnya? " Tanya Dimas Heran
"Dia terlalu berisik " Ucap Dava kesal sedangkan Dimas dan Deon Tertawa melihat wajah Dava yang begitu kesal karena perempuan psikopat itu
Arkana dan Rayyan sudah menunggu di mobil sedangkan Dimas, Dava, dan Deon memasukan perempuan psikopat itu di belakang mobil. Mobil mereka mulai meninggalkan area apartemen usang tersebut
_________________________________________
Disisi Eliza ia sudah sampai di apartemen miliknya, Eliza langsung membersihkan belatinya yang ada noda darah pada belatinya
" Ck merepotkan " Gumannya kesal ketika melihat setetes darah jatuh ke atas lantai
Ia kemudian mengambil kain pel dan mengelap darah yang jatuh di lantai tersebut
Di apartemen nya, Eliza tidak mau memperkerjakan pelayan di apartemen nya, karena ia juga jarang berada di apart
Setelah selesai membersihkan noda darah di lantai, Eliza langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Setelah beberapa menit Eliza keluar dengan wajah datar andalannya
Ia menaiki Ranjangnya dan mulai berbaring menuju alam mimpi.
_________________________________________
Pagi yang begitu cerah mengusik tidur seorang gadis yang masih terbalut selimut di tubuhnya
Ia mulai membuka matanya dan melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 06,00 kemudian ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Selang beberapa menit gadis itu keluar dan langsung mengenakan baju seragamnya. Ketika sudah bersiap-siap ia pun mulai turun ke ruang makan
" Pagi mom " Ucap Elzia sambil menuruni tangga dan menuju ke meja makan
" Pagi juga sayang " Ucap Arumi tersenyum melihat ke arah Elzia yang duduk dan memperhatikan nya yang menyusun sarapan untuk mereka
"Pagi mom " Ucap Anggara pada sang mommy yang juga berpas-pasan dengan Bara yang juga menuruni tangga menuju meja makan
" Pagi juga boy " Ucap Arumi membalas sapaan putranya
Anggara duduk di samping Elzia. Dan mereka mulai memakan sarapan masing-masing tanpa berisik
"Mom pa aku berangkat dulu " Ucap Elzia pamit begitu juga dengan Anggara keduanya menuju garasi dan mengambil motor masing-masing
" kak" Panggil Anggara pada Elzia
" Ya ada apa? " Tanya Elzia menoleh ke arah Anggara
" Mm kenapa kak Eliza tidak serumah dengan kita apakah ada Alasannya ia tak mau serumah dengan kita? " Tanya Anggara hati-hati
" Tidak ada Alasan, itu memang ke inginan dirinya yang kadang bolak-balik tinggal di apart atau mansion"jawab Elzia santai dan menaiki motornya
" Duluan " Pamit Elzia dan langsung menjalankan gas motornya
Sedangkan Anggara ia masih termenung
" Apakah mereka memang seperti ini? " gumam Anggara
"Ach sudahlah buat apa aku memikirkannya " Ucap Anggara lagi kemudian menjalankan motornya menuju sekolah.
_________________________________________
Elzia sudah sampai di sekolah ia memarkirkan motornya di parkiran khusus untuk motor
" Beberapa bulan lagi bakal lulus " Guman Elzia melihat ke arah bangunan sekolah tersebut
Ia berjalan menuju kelasnya dan duduk di kursinya sambil menelungkupkan kepalanya karena masih ngantuk
Brum.... Brumm...
Suara deretan motor mulai memasuki kawasan sekolah. Arkana dan teman-temannya langsung membuka helm full facenya
"Aaaa kak Arkana ganteng banget "
"Beruntung banget pacarnya kalo kak Arkana punya pacar"
"Kak Rayyan juga gk kalah ganteng kok sebelas dua belas sama kak arkana"
"Kak Deon pliss jangan kece-kece "
" Aaa kak Dava senyuman mu itu loh bikin candu Aarrghhhh "
" Aaa kak dimas ganteng banget meskipun ada luka lebam di sudut bibirnya bukannya jelek tapi makin berdamage anjirrr "
Begitulah celotehan para murid-murid Nusa ketika melihat Arkana dan para sahabatnya
Mereka berlima langsung menuju ke kelas karena bentar lagi bel akan berbunyi
"Ini si buk ketos nya mana ya" Ucap Dimas sambil melihat sekeliling
"Buat apa kau mencari Eliza? " Tanya Dava menatap Heran
"Tidak ada hanya heran saja biasanya dia berjaga di depan gerbang" Ucap Dimas dan diangguki yang lainnya
Arkana dan teman-temannya sudah sampai di depan kelasnya mereka mulai masuk dan duduk di bangku masing-masing
Arkana duduk di kursi samping Elzia, sedangkan gadis itu tengah tertidur sehingga tak mengetahui kedatangan Arkana dan yang lainnya
"Dia kenapa? " Tanya Deon menatap Elzia begitu juga dengan yang lainya
" Tidur " Ucap Arkana datar
Suara bel pun berbunyi menandakan bahwa pelajaran akan segera dimulai,
Arkana membangun kan Elzia dengan cara menggoyang tangan Elzia. Sedangkan Elzia yang tidurnya merasa terganggu mulai membuka matanya dan menatap siapa yang sudah berani membangun kan nya
" Bel berbunyi " Ucap Arkana datar saat melihat Elzia hendak mengucapkan sesuatu
Elzia merasa malu, ia benar-benar tidak menyangka bahwa akan tertidur di sekolah, ini semua karena ulah teman-temannya yang menyuruhnya untuk begadang
Guru pelajaran pun mulai memasuki kelas dan membagikan tugas kelas
_________________________________________
Bel istirahat pun berbunyi seluruh murid-murid menuju kantin untuk mengisi perut
Elzia berjalan ke arah kantin untuk menemui para sahabatnya
" El sini" Ucap kiara melambaikan Tangannya
Sedangkan Elzia mengangguk dan berjalan menuju meja dimana para sahabatnya duduk, Elzia pun duduk di dekat vitri dan ia mulai memesan makananya