Berawal dari sebuah desa, Seorang ibu telah membuat perjanjian dengan wanita iblis.
Dia meminta kekayaan untuk dirinya yang sudah lelah dihina oleh semua orang yang memandangnya dengan sebelah mata.
Anaknya yang ternyata memiliki rahasiapun sedang diambang kematian.
Dia adalah Sumitri yang membuat perjanjian dengan wanita iblis harus membayarnya dengan tumbal darah perawan di setiap malam bulan purnama.
Sumitri menyanggupinya dan tumbal demi tumbal telah ia berikan pada wanita iblis itu, Sampai di suatu hari wanita iblis itu meminta pada sumitri untuk menumbalkan anaknya.
Lalu bagaimanakah kelanjutan nasib anaknya?? Dan rahasia apa yang dimiliki oleh anaknya??
Cerita ini hanyalah fiktif belaka.
semoga dapat menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HANTU MUKA HANCUR VS SUSTER NGESOT.
Roby yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat Mirna sedang kejang, Roby berniat memanggil dokter tetapi Mirna sudah tenang kembali, Roby melihat Mirna yang menitikkan air mata lalu Mirna menggerakkan jari jarinya.
Roby menekan tombol darurat agar dokter segeda datang.
Saat dokter datang Mirna sudah membuka matanya.
Mirna terus menatap pada Roby, Roby mendekat dan Mirna mengucapkan kata maaf.
Roby menggenggam tangan Mirna, ini adalah pertama kali bagi Roby menggenggam tangan Mirna.
___________
Dita tidak setuju dengan ide Dinda yang melaporkan Yuda ke polisi agar Yuda ditangkap telah menyiksa lansia di panti jomponya.
Yuda mempersilahkan polisi untuk masuk dan mengecek panti jomponya.
Dinda dan Salimah merasa bingung karena keadaan di dalam panti jompo yang baik-baik saja.
Seorang wanitaa muda yang cantik bernama Citra tiba-tiba datang dan memeluk Salimah, "Ibu, Ibu kemana saja, Citra sudah mencari ibu kemana-mana"
"Lepas, kamu siapa saya tidak mengenalimu," ucap Salimah merasa bingung.
Citra mengatakan pada polisi telah menitipkan Salimah yang pikun di panti Yuda, Citra mengaku sebagai anaknya.
Karena sibuk bekerja Citra terpaksa menitipkan Salimah di panti Yuda agar ada yang menjaganya.
Namun, saat Citra datang menjenguk Salimah sudah tidak ada, Citra dan pihak panti sudah mencari kemana-mana.
Polisi juga sudah menggeledah seluruh ruangan. Tidak ada yang mencurigakan.
"Manusia ini benar-benar licik," batin Dita.
Dita melihat tuyul-tuyul Yuda yang sedang berjoged mengejek dirinya.
Dita mengajak Dinda pulang karena polisi saja tidak menemukan apa-apa yang bisa di jadikan bukti kejahatan Yuda.
Yuda sudah mengantisipasi untuk kejadian seperti ini, Salimah kembali ditahan di panti jompo Yuda.
Salimah menangis meminta untuk ikut Dinda, tetapi Citra anak palsunya mengatakan kalau akan membawa Salimah pulang.
Dinda sebenarnya tidak tega tapi mau bagaimana lagi, Dinda tidak punya hak untuk membawa ibu dari anak lain.
_________
Dita pamit pada Dinda harus pergi bekerja dan Dinda menelepon Abi untuk menyelesaikan sisa londry yang berada di rumah, agar Dinda bisa segera mengembalikan londry londry itu pada pemiliknya.
Selama perjalanan Dita mengomel pada hantu Fira yang terus merengek pada Dita.
Fira meminta untuk meminjam raga Dita sekali lagi untuk pergi menemui Dimas kekasihnya dulu.
"Heh, lo udah pernah gue pinjemin sekali jangan keenakan minta pinjem lagi yah, balik sana keasal lo jangan ngintilin gue terus," teriak Dita di yang menepikan motornya.
Tentu saja perilaku Dita mengundang perhatian orang-orang yang sedang berjalan.
Dita mengerucutkan bibirnya dengan menatap satu persatu mata yang memandang aneh lalu Dita memilih pergi melanjutkan perjalanannya.
________
Hari sudah menjelang sore, Dita dan Dinda kuliah terlebih dulu sebelum kembali kerumah sakit untuk menjenguk Ayu.
Dita dan Dinda melihat Ayu yang sedang berada dikursi roda dengan Leo yang mendorongnya.
Dita menyeret lengan Dinda membawanya masuk ke kamar rawat Ayu agar tidak mengganggu kedekatan Ayu dan Leo.
Dinda dan Dita bertemu Roby saat sedang berjalan menyusuri koridor lalu ketiganya berjalan beriringan.
Dari belakang Abi melihat Dinda yang seharian ini tidak ia lihat membuat Abi memanggil Dinda, "Dinda," seru Abi.
Bukan hanya Dinda yang menoleh melihat kearah Abi. Tetapi Dita dan juga Roby, Roby bertanya-tanya dalam hati apakah Dinda yang sedang bersamanya adalah Dinda anaknya.
Abi melihat kearah Roby dengan wajah datar. Abi masih belum ingin ada orang lain selain dirinya yang mengetahui siapa Dinda demi keamanan Dinda.
Roby menghalangi langkah Abi yang sedang berjalan mendekat pada Dinda.
Mata Roby menyorotkan pertanyan yang sudah Abi ketahui pertanyaan apa itu, "Jelaskan!" ucap Roby dengan tegas.
"Ada apa ini, om, mas?" tanya Dinda pada Roby dan Abi. Roby melihat kearah Dinda dan mencari keberadaan liontin di leher Dinda, Roby berharap Dinda memakainya.
Roby menyibakkan rambut panjang Dinda, Dita melihatnya marah karena menganggap Roby tidak sopan pada Dinda.
Roby menyingkirkan tangan Dita yang berada ditangannya, sedangkan Dinda mundur satu langkah merasa takut dengan Roby, Roby semakin membuat Dinda takut karena Roby berani memeluk Dinda.
Abi diam saja, walaupun Dita dan Dinda sudah meminta tolong pada Abi, "Tolong jangan lepaskan, ini untuk pertama kalinya setelah sekian lama papah mencari keberadaanmu," ucap Roby.
Dinda sudah melunak tidak berusaha untuk memberontak, "Papah," ucap Dinda.
"Iya, pak Roby adalah papahmu, kalau boleh tahu kenapa pak Roby ada di rumah sakit?" tanya Abi.
Dita merasa sedih juga terharu, akhirnya Dinda bisa bertemu dengan papahnya, Dita menitikkan air matanya merindukan orang tuanya, "Gue duluan ya Din," ucap Dita dengan mengusap lengan Dinda.
_____________
Malam ini Yuda harus melewati jalan dimana dirinya telah menabrak seorang gadis, Yuda masih ingat betul wajah gadis itu yang sedang meregang nyawa di hadapannya namun Yuda memilih untuk pergi meninggalkannya begitu saja.
Yuda baru saja menjemput Monic dari rumah sakit, dan "Jebluugg," suara Yuda seperti menabrak sesuatu.
Monic bertanya pada Yuda yang menghentikan mobilnya secara tiba-tiba, "Kenapa pih?"
Yuda tidak menjawab meliankan turun dari mobilnya. Yuda menggunakan mobil yang berbeda dengan mobil yang naas harus menabrak seorang gadis.
Yuda melongokkan kepalanya ke bawah mobil namun tak menemukan apapun. Yuda kembali masuk kedalam mobilnya, Yuda melihat kearah Monic yang sudah berubah menjadi sarah dengan darah yang mengalir dari kepalanya.
"Aaaaaaaaa," teriak Yuda.
Monik meraih tangan Yuda namun pergerakkan Monic semakin membuat Yuda takut, yang Yuda lihat adalah Sarah bukan Monic yang ingin membalas dendam, Yuda melihat Sarah sedang ingin mencekiknya lalu Yuda keluar dari mobil dan berlari sekencang-kencangnya.
Monic merasa heran melihat suaminya yang bertingkah aneh. Monic terus memanggil nama suaminya itu dan Yuda semakin berlari kencang, lalu Monic mengemudi mobilnya sendiri. Monic berfikir kalau Yuda pasti akan berlari pulang kerumah. "Kenapa sih papih," ucap Monic.
Tanpa Monic tahu sebenarnya di tempat itulah Yuda telah menabrak seseorang hingga tewas. dan Sarah menjadi hantu penunggu jalan itu dan sudah kerap kali menganggu pengguna jalan, Sarah dijuluki hantu muka hancur.
____________
Di koridor Dinda sedang berjalan menuju keruangan Mirna untuk menjenguknya, Dinda sudah mengetahui semua dari awal.
Dinda merasa merinding berjalan sendirian, keadaan semakin mencekam saat lampu di koridor berkedip-kedip.
Dinda semakin cepat melangkahkan kakinya namun Dinda tersandung tangan yang sedang memegang kakinya.
Dinda melihat kearahnya dan Dinda berteriak, "Aaaaaaaaa," Dinda melihat hantu suster ngesot.
Dinda berusaha untuk bangun dan ingin berlari namun terasa berat bagi Dinda untuk bangun seolah ada yang menahan Dinda.
Suster ngesot itu terus semakin dekat pada Dinda.
Bersambung...
Saya ucapkan terimakasih ya kak bagi yang sudah mengikuti cerita Dinda dkk dan sudah memberikan dukungannya.
Yuk yang belum mendukung sempatkan klik like dan favnya. jangan lupa bintang lima dan votenya biar author semakin semangat upnya.
sampai jumpa besok lagi yaa. Dinda dkk diusahakan akan up setiap hari^^
tumbal lagi dan lagi... iblis2